Kali ini saya 'safari jumat' di masjid
Nurul Ulum Islamic Center Rajabasa. Masjid ini diresmikan Bapak Suparjo Rustam,
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI pada 2 Mei 1991. Baru sekali ini saya
masuk dan salat di sini.
Masjid yang besar ternyata, begitu lega malahan. Apakah bisa menampung 1.000 jemaah? Sangat mungkin. Saya coba menaksir, bila satu deret shaf berisi 100 jemaah dan ada 10 shaf ke belakang, maka masuk akal bisa menampung 1.000 jemaah.
![]() |
| Selfi di bawah menara masjid Nurul Ulum. Kopiah tertinggal di tas, tak bawa tas jadi tak pakai kopiah. Tapi, banyak juga jemaah yang tak kopiahan. |
Di komplek Islamic Center ada wisma haji
yang biasa digunakan untuk transit semalam jemaah calon haji dari luar kota Bandar
Lampung sebelum besok diberangkatkan menuju wisma haji Pondok Gede Jakarta. Kemudian diterbangkan ke Saudi.
Baru pula selesai dibangun Graha Multazam.
Bisa jadi fasilitas yang disediakan setara hotel bintang 4. Sepertinya untuk
memberi pelayanan terbaik kepada jemaah calon haji dari luar kota Bandar Lampung, supaya bisa istirahat senyamannya.
Aula wisma haji lama pernah dipakai oleh
adik sepupu hajatan menikahkan putri kedua mereka diwaktu pandemi Covid-19.
Didatangi petugas penegak protokol kesehatan. Padahal, sepupu saya sudah mengurus
izin keramaian lengkap.
Setelah ada Graha Multazam, apakah wisma
haji lama masih tetap dimanfaatkan untuk transit jemaah calon haji? Bisa iya,
bisa jadi tidak lagi. Biasanya, lumrah terjadi gedung lama akan jadi 'bangkai'
karena mangkrak tak digunakan lagi.

Komentar
Posting Komentar