Menemukan cerpen yang lama nyumput di folder dan menelusuri ulang tulisan yang sudah saya unggah di blog. Menghimpun puisi dari berbagai folder. Itulah yang saya sedang kerjakan. Ada yang saya baca ulang dan sunting ulang, menggali metafora mengganti diksi baru. Sampai di sini, saya berpikir hendak menulis apa saya hari ini. Ah, iya, tentang ingatan pada ruang dan waktu selagi masa SMP di kampung dahulu, sebelum melanjutkan ke SMA di Jogja. Ruang dan waktu berupa tempat-tempat yang melekat dalam ingatan jadi peta jalan menulisnya jadi kenangan. Danau Ranau dan gunung Seminung di kejauhan Toponimi, begitu disebutkan. Yang paling melekat tentu kebun kopi dan sawah di Senangkalan yang kini mulai menumbuhkan rumah tinggal, homestay , dan spot destinasi wisata berbasis pantai pesisir Danau Ranau. Rumah-rumah yang kosong karena ditinggal merantau anak-anak dan tak kembali. Cungkup makam orang tua (Ayah, Ibu, Kakak), dan mertua serta leluhur yang tak pernah lagi dibelai jari-ja...