kopiah yang saya beli di Makkah (kiri) dan kopiah pemberian tetangga (kanan) Pulang dari masjid subuh, saat akan membuka pagar, bapak sebelah rumah menyodorkan kopiah haji dan di dalamnya ada pouch kecil berisi sajadah. “Sekadar oleh-oleh,” kata beliau. “Oh, ya, kapan pulang,” saya balik bertanya. “Sudah satu minggu,” beliau menjawab. Sebelumnya saya sudah tahu beliau akan berangkat umrah saat acara syukuran putra beliau wisuda Magister Hukum Unila, Januari lalu. Ucapan terima kasih pun saya haturkan. Ndilalah , ukuran kopiahnya pas di kepala saya. Sehingga nggak bakal kesalahan jika tidak saya pakai. Kalau saja ukurannya tidak pas, kekecilan atau kedodoran, tentu tidak bisa saya pakai. Akan sangat mungkin timbul praduga tidak bersalah, nanti dipikirnya saya tidak menghargai pemberian tersebut, padahal yang benar ukurannya tidak pas sehingga saya anggurkan. Demi menghindari ketidaktepatan ukuran kopiah pada kepala orang yang diberi oleh-oleh, sewaktu um...