Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label jalan jodoh

Jalan Jodoh itu “Teman”

“Tahun 2022, saat di mana saya masih lajang dengan sejuta trauma cinta. Berawal di saat saya sedang KKN. Teman satu kamar saya berinisiatif mencomblangkan saya dengan teman pacarnya yang berinisial YF, punya profesi sebagai driver. Komunikasi awal kami bangun dalam 1 bulan hingga tiba first date , 26 Agustus 2022, tuk saling mengenal satu sama lain. Dalam pertemuan pertama itu, kami mengambil suatu kesepakatan untuk menjalani hubungan yang, nantinya ternyata penuh cobaan bertubi dan tantangan berupa teror yang tak henti menembak. Tetapi, Alhamdulillah, kami bisa melewati itu semua. Hingga sampai pada 27 Februari 2025, kami memutuskan untuk bertunangan. Alhamdulillah, atas kemantapan hati bersama, kami memutuskan melanjutkan hubungan pertunangan untuk memasuki gerbang perkawinan. Kami sepakat 4 Februari 2026 adalah tanggal yang kami yakin sebagai hari baik untuk menggelar acara paling sakral di muka bumi, yaitu akad nikah dan resepsi walimatul urusy.” Bait-bait cerita dalam tiga b...

Jalan Jodoh itu “X”

Hari ini, bertempat di Gedung Aula Masjid Raya Baitussalam Billy Moon, Duren Sawit, Jakarta Timur, dihelat pesta pernikahan keponakan (anak abang sepupu), seyogianya saya pengin hadir memenuhi undangan digital yang diteruskan adik sepupu, namun karena ada aral melintang, kondisi hipertensi yang sedang diturunkan, saya mangkir. Abang saya dari Cirebon, katanya, hendak hadir berangkat pagi ini dari sana. Prosesi penyerahan manten cewek lanjut akad nikah, mulai pukul 07:15 sampai pada sesi foto pascaakad pukul 09:00. Lalu, pesta walimatul urusy mulai pukul 11:00 dan ditutup pukul 12:45. Acara di gedung memang ada batasan waktunya, sesuai kategori waktu yang jadi pilihan. Prosesi akad nikah Dora & Akmal Yang hendak saya garisbawahi di cerita ini, adalah jalan jodoh yang unik. Pasangan pengantin ini kenal lewat platform twitter (sekarang X) pada tahun 2009 bermula saling follow dan ngobrol santai. Kembali ke kesibukan masing-masing, vakum, sepi. Di samping karena dipisahkan ruang...

Aksen Keindahan Nama

Di Blok V, Blok tetangga sebelah bawah kami, Sabtu (13/9/2025) selumbari, sebuah hajat pesta pernikahan digelar. Beberapa ibu-ibu dari Blok kami pergi kondangan, pulang bawa suvenir talenan. Ada yang menarik perhatian saya, seperti yang saya lihat tergantung pada hiasan janur yang ditaruh di mulut jalan juga di papan bunga, adalah penggalan nama si pasangan yang menikah, yaitu Mail & Mila. Nama di janur penunjuk arah lokasi di mulut jalan, selain barcode google maps di undangan. Apa menariknya? Nama Mail jika diutak-atik, huruf 'a' ditaruh di belakang huruf 'l', maka akan terbaca Mila. Begitu sebaliknya, nama Mila jika dibongkar pasang, huruf 'a' diapitkan antara 'M' dan 'i', maka jadi Mail. Orang berjodoh kadang dipertemukan oleh hal-hal remeh temeh di luar dugaan, seperti halnya adanya kesesuaian nama. Misalnya, nama Zubaidah dengan Zubaidi. Atau Taufiq dengan Hidayah, dan lain-lain. Nama di bunga papan Mail dan Mila tentu hanya penggalan n...

Dunia Ketjil 'Kita'

Bakda Jumat tadi 'kita' diajak makan siang di Seruit Buk Isah. Sejak gerai makan ini buka, ada dua gerai penyaji menu serupa yang berdekatan jadi redup. Seruit adalah sambal khas Lampung. Yang biasa digandengkan dengan ikan lele, gurame atau nila (goreng atau bakar). Sambalnya bertoping terasi. Tetapi, yang masih bisa dianggap agak umum adalah menggandengkannya dengan pindang (patin, gabus, dan baung). Yang membuat gerainya Buk Isah ramai pengunjung adalah sambal dan lalapan yang nggak kira-kira, seabrek-abrek, serta turah - turah karena saking banyaknya. Nggak ada istilah mubazir di sini. Pindang Patin di Sambal Seruit Buk Isah Ini agak laen . Pada gerai yang redup itu --ini yang membuatnya redup-- sambalnya dihargai sendiri, lalapan pun sendiri, apatah lagi nasi dan lauk yang dipilih serta minuman-minumannya, serba dihargai sendiri-sendiri. Tarif per item, itu yang membuat konsumen yang tadinya setia, kabur meninggalkan. *** Barusan tadi, bakda Isya, 'kita' diaja...

Aplikator Jodoh

Halal Pair, salah satu aplikasi jodoh, periksa App Store - Apple. “Cari Jodoh Memang Sulit.” Judul feature Kompas, Minggu, 4 Mei 2025, menggelitik mata saya ketika membaca versi digital pada platform Kompas.id. Saya tidak bisa mengakses untuk membacanya karena itu web versi berlangganan, beda dengan Kompas.com yang bisa dibaca secara gratis. Buat menebus rasa penasaran, saya pergi ke agen koran langganan di dekat Pasar Tamin. Saya tanya masih ada Kompas kemarin, Alhamdulillah masih ada satu eksemplar. Saya dulu langganan khusus untuk hari Sabtu dan Minggu. Ketika hal itu saya singgung, si ibu pemilik agency berkata, “Iya, pikirku ke mana ini si Bapak, kok berhenti berlangganan.” Saya beli juga yang terbitan hari Senin. Ketika saya keluarkan uang 10K dua lembar, kata si Ibu sekarang harganya 12K. Terakhir saat berlangganan itu harga Kompas 6,5K. Harga sekarang jika 24K per minggu lebih pilih langgana versi digital dong . Gencar tawaran harga promo 50K per bulan bisa mengakses set...

Jagain Jodoh Orang

Ilustrasi, image source: vidio Ada aforisme begini, “Mending tukang parkir, jagain milik orang dapat dua ribu. Lah, kamu jagain jodoh orang dapat kenangan pilu.” Sebuah ungkapan satir, namun mengandung unsur pemikiran filofis atau refleksi kehidupan. Menggelitik bukan? Jalan subuh tadi tatkala melewati jalan yang ditutup buat hajatan, deretan bunga papan anggun terpajang. Saya menyapukan sekilas pandangan, pada satu bunga papan yang lumayan besar, terbaca; “Akhirnya, tujuh tahun nggak jagain jodoh orang.” Sayang gak bawa hape, jadi gak bisa jepret. Pikiran saya menafsirkan maknanya, bahwa kedua insan yang menikah menghabiskan waktu tujuh tahun mengadon asmara dengan dinamika berwarna-warni. Sungguh waktu yang tidak terbilang sebentar. Bunga papan yang ada tulisan seperti begitu biasanya dipersembahkan besti calon mempelai. Umumnya yang paling heboh adalah besti pengantin wanita yang sirkel pertemanannya begitu akrab, kompak, dan loyal. Pas ada yang menikah men- support . Bi...

Jalan Jodoh

Tiga bulan seusai pernikahan putrinya (12/3/2023), kemarin ia bertandang ke rumah. Cerita tentang banyak hal yang sebenarnya begitu-begitu saja. Yang menarik, ia melabrak sebuah keluarga di suatu alamat (rahasia). Keluarga itu menyandera putrinya untuk dinikahkan dengan anak lelaki keluarga itu. Cara demikian adalah salah satu model (rupa) adat lampung, katanya. Apa pun alasannya, ia tidak suka dengan cara seperti itu. Putrinya ia bawa pulang. Malam harinya, keluarga si cowok menyusul ke rumahnya, rombongan tiga mobil. Meminta maaf dan ingin damai. Juga menginginkan putrinya. Ia terima permintaan maaf, tetapi ia tolak keinginan mengaitkan si cowok dengan putrinya dalam ikatan perkawinan. "Mereka cukup temanan saja," katanya. Sahdan tiga pekan dari itu, putrinya nembung bahwa ada temannya cowok hendak main ke rumah. "Ayah jangan marah-marah seperti kemarin," pintanya. "Kalau datang dengan niat baik, dengan tata cara baik, bicara baik-baik, ayah tidak masalah,...

“Mulai dari Nol, ya”

“Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarmu” Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki Pasangan yang akan menikah itu nggak ujug-ujug . Kalau baru bertemu berarti mereka memulai hubungan dari nol. Kalau dari teman sekolah, mungkin mereka melanjutkan “Gita Cinta dari SMA” yang dahulu belum kelar alias CLBK. Hubungan dari nol itu panjang prosesnya. Dari meneliti  bibit , bebet , bobot . Menyelami  karakter, mengenali adat istiadat, sukanya apa tidak-sukanya apa, perilaku kesehariannya bagaimana. Sudah diselami semuanya, belum tentu sreg . Kalaupun sre g, belum tentu yakin haqqulyakin . Masih butuh waktu panjang mempertimbangkan, maju-mundur, lanjut- nggak , mikir lama. Kalaupun yakin haqqulyakin , belum tentu dapat restu dari masing-masing orang tua. Ini tantangan. Tantangan yang mahaberat. Orang tua lo oke, orang tua si do ’ i  belum tentu oke. Bagaimana kalau ternyata mereka kagak setuju. Gagal kan, art...

13 Januari

”11 Januari bertemu / Menjalani kisah cinta ini / Naluri berkata engkaulah / Milikku.” Dari intro musiknya saja sudah bisa ditebak lagu apa yang bakal terdengar. Ya, tak salah lagi, 11 Januari, lagu ciamik milik group band Gigi. Prasangka dan kenyataan tak pernah sinkron seratus persen. Prasangkaku anak yang sudah sepuluh tahun merantau ini, kelak akan menemukan jodoh dari sirkel pergaulannya di sepanjang jalan yang dilaluinya di perantauan. Galibnya—secara teoretis—kurang lebih begitu. Banyak fakta jodoh muncul dari sirkel pertemanan di perantauan. Bisa jadi dari lingkup satu kampus, mungkin dari tetangga satu kost atau satu kantor sewaktu sudah bekerja. Adagium witing tresno jalaran soko kulino tak dimungkiri manakala dari kulino bertemu, kulino berinteraksi, kulino bertukar kerling mata dan menyelami karakter satu sama lain, lama-lama akan menerbitkan perasaan suka bahkan cinta. Maka tak heran jodoh itu acapkali tumbuh di sekitar meja kerja di kantor. Tak terbatas antar-...

Rukun Tetangga

Kemarin dua hari (Sabtu dan Minggu) ada hajatan tetangga satu RT berurutan. Di hari Sabtu ngunduh mantu tetangga asal Batu Brak beralamat satu gang lurus di atas. Jumat malam digelar acara nyambai . Bebai bakas muli meranai dari Kembahang, Kenali, Belalau, Kedaton, dan Sukarame Tanjungkarang saling berbalas pantun dan  lagu. Sabtu pagi pasangan kebayan diarak dari ujung jalan menuju tempat disandingkan di pelaminan. Nyambai , lagi-lagi. Lagu Sai Lagi  berulang kali dipanggungkan. Pangan neng ora mangan . Istilah pangan bagi ulun Lampung adalah makan besar di Hari-H hajatan pesta. Tetamu pilih prasmanan dan kudapan pondokan. Bebas sebebas-bebasnya, puas sepuas-puasnya. Mau langsung makan besar menu prasmanan, boleh banget . Mau ngemil kudapan pondokan dulu, silakan. Sayangnya belum azan Zuhur tak ada lagi pasokan menu dari dapur. Seperti kendara kehabisan bahan bakar di jalan. Tetamu banyak yang tak kebagian, kuciwo . *** Minggu ijab kabul dan resep...