Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label perjalanan

Jumatan Kedua

Perjalanan dari Lampung ke Depok Kamis malam dan nyampe Jumat pagi, membuat saya berkesempatan untuk menjalani 'safari jumat' di masjid An-Nahl Ar-Royyan Tanah Baru, Beji, Depok. Dulu kali pertama salat jumatan di masjid ini, pada (31/10/2025), kemarin saya ulangi untuk kali kedua. Dari yang pertama dulu, saya lihat perubahan makin membuat masjid ini tampak tambah keren. Kehendak membuat penampilan masjid ini lebih bagus terlihat ada progresnya. Kemajuan cukup signifikan kendati tentu seiring dengan kecukupan dana yang tersedia hasil menjaring donasi dari jemaah salat hari Jumat. Takmir masjid An-Nahl baca pengumuman  Yang menarik, lantainya bukanlah granit yang licin mengkilap, melainkan marmer biasa yang tidak licin (atau bisa dibilang agak kasar) dengan ukuran 60x60 Cm. terdiri dari dua corak. Satu corak berwarna abu-abu dan satu corak lainnya berwarna putih tulang atau dengan istilah penyebutan lain broken white . Dengan corak seperti itu, terlihat ruang salat atau shaf j...

Membasuh Hati

Dalam perjalanan dari Lampung menuju Solo, Pacitan, Jogja, Jember, Surabaya, Depok, dan akan balik lagi ke Lampung, banyak hal ihwal dilihat mata, dipikir kepala, dicerna hati. Terus jadi apa? Ada yang kutulis untuk blog dan ada juga jadi puisi, di stasiun Jember, Pasar Senen, dan Depok. Perjalanan bukan hanya membawa pergi badan aja, melainkan juga hati. Tak hanya wisata jasmani, tapi juga rohani. Bukan untuk healing belaka, melainkan untuk heningkan perasaan yang jadi karat bagi hati. Perjalanan adalah upaya untuk membasuh hati agar sedikit bersih. Bisa menyerap kearifan dan nilai-nilai. Ilustrasi, crop sampul buku kumpulan puisi Susilo Bambang Yudhoyono Dalam berjalan kita berjumpa banyak orang dengan karakter berwarna-warni dan adab berbeda antara satu dengan lainnya. Semuanya itu keluar dari jiwa dan raga orang berlainan suku, ras, etnik, bahasa, budaya, keyakinan, dan orientasi. Dipicu berbagai macam perbedaan, kerap berujung muncul friksi. Hal itu bisa mungkin jika hati kotor....

Momen Demi Momen

Lagi, google memberi apresiasi kepadaku yang hari ini berulang tahun. Ya ampuun, apresiasi dari google berupa serpihan kembang-kembang dan balon yang diterbangkan. Karena google  ini tak bisa ngomong seperti manusia sebab cuma mesin pintar. Dari tahun ke tahun selalu begitu kegaliban. Karena pada setiap platform  media sosial yang saya 'bangun' melalui e - mail di  gmail.com mencantumkan tanggal lahir sejujurnya. Dengan begitu, google tahu persis. Ilustrasi ucapan selamat ultah dari google Yang perlu saya pakukan di postingan kali ini, adalah ulang tahun saya pada tahun ini, sama seperti tahun lalu, yaitu 'dirayakan' di Surabaya. O , pada tahun lalu diadakan di Warung Lontong Balap 'asli' Pak Gendut. O , tahun ini 'dirayakan' dengan Bebek Carok. Tahun lalu kami singgah meniliki anak mantu di Surabaya, sehabis menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) dan Gandrung Sewu Festival di Banyuwangi. Tahun ini kami singgah lagi Surabaya sepulang dari men...

Perjalanan

Jadi ingat dua tahun lalu, 19 Oktober 2023 saya menempuh perjalanan via pesawat Super Air Jet nomor penerbangan ICU 742 ke Bali untuk even Ubud Writers and Readers (UWRF) ke-20. Lalu, 22 Oktober 2024 saya ke Banyuwangi mengikuti even Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT). Hari ini, 24 Oktober 2025 saya tempuh perjalanan ke Jember mengikuti even Temu Karya Serumpun (TKS) 2025. Semua itu tentang perjalanan. Perjalanan bukan hanya menyangkut pergerakan fisik atau badani belaka, melainkan juga menyangkut pergerakan spirit. Dalam hal yang saya jalani, menyoal spirit menulis dan kepenulisan yang (kenapa kok ) saya sukai sebagai hobi. Bisa terlibat di UWRF karena buku /"Singkapan"/ (Sang Rumpun Sajak bahasa Lampung) memenangi Hadiah Sastera Rancage. Sekadar ilustrasi, Stasiun Lempuyangan tempat keberangkatan ke Jember via KA Sritanjung. JSAT Banyuwangi karena satu puisi saya, "Saat Angin Sedang Birahi", lolos kurasi untuk antologi Ijen Purba (Tanah, Air, dan Batu) yang ditaj...

1,000

Seperti yang saya singgung kemarin, postingan blog hari ini adalah yang ke-1.000. Saya mulai tulis ini di rest area SPBU MURI Tegal dalam sebuah perjalanan ke Timur Jawa --Jogja, Pacitan, dan akan terus ke Jember acara Temu Karya Serumpun 2025. Setelah bulan lalu kami sempatkan ke sini menjenguk kakak yang sakit, kembali dikabarkan sakit lagi, kami putuskan kembali menengoknya lagi. Agar ponakan yang nyetir gak capek amat, istirahat dahulu sejenak di SPBU MURI yang kian sepi sejak ada tol Brexit. Koleksi piagam dan piala yang pernah diraih SPBU MURI untuk berbagai kategori Lama sekali, sejak jalan tol trans Jawa tersambung dari Merak (Cilegon) hingga Ketapang (Banyuwangi), tidak melewati jalan pantai utara (pantura) Jawa ini. Ya, kemarin karena pengin istirahat di SPBU MURI, kembali melewati jalan pantura yang legendaris. ...

Perjalanan Pensiunan

Foto sejenak sebelum berangkat Debut menjalani pensiunnya, istri jalan-jalan ke Bandung—Jakarta bersama ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Ikhlas Al-Azhar, BKP. Di Bandung, akan mengunjungi Masjid Al-Jabbar dan Jatinangor Park. Di Jakarta mereka akan ke Kota Tua dan Tamrin City. Kumpul dan berangkat dari halaman Masjid Ikhlas Al-Azhar pukul 06:00 (teorinya). Kumpulnya iya bisa pukul 06:00, tetapi, berangkatnya, ya, tetap saja molor hingga pukul 07:10 WIB bus yang membawa mereka baru mulai bergerak meninggalkan pelataran masjid. Tarik-ulur antara yang positif berangkat dan yang mundur karena kendala tertentu sempat terjadi. Gak pasti berapa orang yang benar-benar jadi ikut atau tidak. Tadi ada yang mundur, istri lalu menawarkan kepada temannya sesama pensiunan, pengin sekali. Tiwas temannya itu mau banget , eh, ternyata kursi kosong itu sudah ada yang ngisi . Menunggu lagi kali saja ada yang mundur lagi. Benar saja, ada satu orang gak jadi berangkat karena nggak boleh cuti/izin di hari k...