Rabu, 30/04/2025 pukul 15:41 masuk pesan lewat facebook messenger dari Bli I Wayan Jengki Sunarta, redaktur sastra koran Bali Politika. Lima puisi yang saya kirim, dimuat setelah sabar menunggu. Tentu saja saya haturkan terima kasih banyak atas tayang puisi tersebut di koran Bali Politika. Saya sampaikan lewat messenger itu. Antre, katanya. Oh, ya, tentu saja banyak kiriman puisi yang masuk meja redaksi, berharap dimuat. Redaktur butuh waktu membaca satu-satu, menilai puisi dari berbagai aspek, apakah layak dimuat atau tidak. Saya maklum. Karenanya, saya sabar, tidak berekspektasi terlampau tinggi. Waktu akan tiba pada detik terakhir. Ada penyair menggantung ekspektasi tinggi-tinggi terhadap puisi yang dikirimkannya ke media. Sangat berharap dimuat, puisinya dibaca banyak orang, namanya kian dikenal. Publikasi puisi atau karya sastra lainnya, itulah tangga yang dinaiki penyair agar kepenyairannya sampai di atas. Di puncak tangga ketenaran. Naik ke panggung membacakan puisi, adalah t...