Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Buku yang Cantik

Seperti diceritakan pada postingan kemarin, ada dua buku saya nantikan tiba di rumah minimalis kami ialah “Ramu-Ramu Warteg” beserta “MBGendam”. Wajah buku pertama sudah dimunculkan di WAG. Sedang buku kedua muncul penampakan wajahnya di laman facebook pagi ini. Wajah buku “MBGendam” tidaklah seseram puisi di dalamnya yang kental kritikan terhadap program andalan Subowo Prabianto (meminjam cara Doddi Ahmad Fauji, ketua Partay Penulis Puisi, menyebut nama presiden). MBG menyerap anggaran besar keuangan negara, diomon- omonkan di buku ini . Ini wajah buku "MBGendam" Oleh hal demikian itu sehingga MBG mendapat kritikan tajam dari elemen masyarakat, aktivis kampus, dan lembaga swadaya masyarakat di Indonesia. Pemerintah akan tetapi bergeming, tetap melanjutkan dengan rencana menambah SPPG baru. Bikin makin kaya para koncoisme . Baik, kembali ke buku saja. Kalau pun tak dapat jatah MBG dari RT tempat tinggalmu, toh masih bisa kan menikmati makanan enak di warteg terdekat denga...

Menunggu Buku

Lewat sudah perhelatan Hari Puisi Indonesia (HPI). Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) merayakannya dengan peluncuran buku Ramu - Ramu Warteg di Gedung Rakyat Slawi Tegal, kemarin petang pukul 15:00 hingga selesai. Lihat foto di GWA, sepertinya meriah dan gayeng . Saya karena tidak hadir cuma menunggu kiriman buku dengan ongkir sistem COD . Sudah saya kirim alamat ke admin grup WhatsApp. Begitu juga dengan buku PMK MBGendam sudah pula saya tulis alamat pengiriman buku di list yang terdapat di grup WhatsApp. Jadinya, dua buku saya tunggu. Buku yang masih hangat karena baru tiba di teras rumah minimalis kami pada 19 Juli lalu adalah Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata , isinya puisi persembahan penyair se-Indonesia untuk merayakan hari ulang tahun ke-75 penyair senior dan penuh kreatif, Pak Adri Darmadji Woko (ADW). Ramu-Ramu Warteg dan MBGendam adalah buku yang sudah selesai proses penerbitan dan lanjut pendistribusian. Ada beberapa buku masih proses penyelesaian karen...

Paket Kado

Datang juga buku “Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata” –sehimpunan puisi untuk merayakan hari ulang tahun ke-75 penyair senior Adri Darmadji Woko yang lahir di Jogjakarta, 28 Juni 1951. Sebanyak 96 penyair menyumbang puisi sebagai kado spesial itu. Buku yang membungkus kado istimewa (berisi untaian puisi) untuk Mas ADW ini di- launching pada 4 Juli 2026 di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Depok dengan rangkaian acara pembacaan puisi oleh penyair yang bisa menyempatkan diri hadir dan diskusi terbuka. "Paket," kata Kang kurir, tadi pukul 11:42  Ada 180 judul puisi yang terbungkus dalam kado spesial ini menyuarakan kenangan, terutama para penyair yang seangkatan dengan Mas ADW. Tidak saja seangkatan, tapi juga yang biasa berinteraksi dengannya dalam berbagai komunitas dan acara. Bagi saya yang belum pernah berinteraksi, hanya mengandalkan imajinasi untuk bisa melahirkan puisi yang senapas dengan tema; ulang tahun. Dan, tentu puisi-puisi di buku ini kendati d...

Kecermatan Konslet

Bolak-balik ditanya seorang kawan penyair yang bermukim di Banjarmasin mengenai kapan pengumuman manuskrip puisi untuk even "Hadiah Puisi K. BALI" yang diselenggarakan Ikatan Penulis Sabah, semalam saya bayar lunas padanya. Saat saya sedang menunggu pesanan ayam bakar di warung pecel lele, iseng-iseng saya buka facebook, kebetulan yang muncul pengumuman "manuskrip-manuskrip yang maju untuk penilaian seterusnya." Semua ada 23 manuskrip maju tahap selanjutnya. Pengumuman K.BALI di fb Ikatan Penulis Sabah  Langsung saya skrinsut dan mengirimkannya ke kawan penyair tersebut. Ia merasa bungah karena apa yang ia tunggu akhirnya muncul juga. Lebih bungah lagi karena manuskripnya ada di daftar. "Alhamdulillah manuskrip puisiku ada," tulisnya. Apa yang ia tulis itu terkirim di chat WA menjawab pertanyaan saya apakah ada manuskrip miliknya di daftar itu. Ia balas bertanya, apakah ada manuskrip milikku di daftar itu. Saya jawab gak ada. Semoga menang, lanjut saya...

Pola Hidup, Pola Pikir

Zahdi Basran, S.Sos, nama kawan sesama pensiunan KKT (Kerabat Kerja tamTAMA) serta  Lampung Ekspres Plus. Namanya sudah saya singgung sekilas pada tulisan di blog ini hari Sabtu (4/7) selumbari . Seusai ‘safari jumat’ di masjid Nurul Iman jalan Untung Suropati, saya menyambangi ia ke rumahnya di Labuhan Dalam. Si kawan ini penyintas stroke sejak tahun 2009 pasca-pileg tahun itu. Ia nyaleg berperahukan partai beringin alias partai kuning. Nyaris jadi, kalah perolehan suara sedikit dari anaknya ketua partai provinsi. Setelah jadi, anak ketua partai nyalon sebagai wakil wali kota mendampingi mantan wakil wali kota sebagai calon wali kota. Obrolan warna warni di teras rumah Zahdi  Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010, KHADO (Kherlani – M. W. Heru Sambodo) kalah telak melawan pasangan Herman HN–Thobroni Harun. Qodarullah, jika KHADO yang menang, si kawan ini dapat tiket PAW untuk beneran jadi anggota legislatif. Tapi, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. ...

Dua Kegiatan Besar

Pada Senin (22 Juni 2026) kemarin, dua kegiatan besar diselenggarakan secara bersamaan, tapi berbeda tempat dalam penyelenggaraan. Yang pertama , ulang tahun ke-499 DKI Jakarta, tentu dilaksanakan di Jakarta. Dan, yang kedua , pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Tanah Rencong, Aceh. Yang pertama , HUT ke-499 DKI Jakarta, dibuka tentu saja oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Rano “si Doel” Karno sebagai Wakil Gubernur bersama jajaran stakeholder Pemerintah Provinsi dan swasta dengan sajian berbagai macam atraksi kesenian khas Betawi. Ilustrasi | PPN XIV Aceh | Instagram  Yang kedua , PPN XIV Aceh, dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dan ada pula sambutan  Gubernur Aceh.  Bertempat di Istana Wali Nangroe. Dihadiri Bupati dan Walikota daerah pelaksana; Banda Aceh, Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Besar. Mengutip Instagram panitia penyelenggara PPN XIV Aceh, “Kegiatan ini mempertemukan penyair, sas...

Jelang 5 Abad Jakarta

Hari ini, 22 Juni 2026, DKI Jakarta berusia 499 tahun atau satu tahun menuju usia 5 abad. Pemerintah Provinsi mencanangkan tema “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”. Untuk merayakannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan berbagai kado spesial berupa tarif transportasi publik seharga Rp1 dan promo masuk tempat wisata gratis  pada tanggal 22, 27, dan 28 Juni 2026 . Semua itu berlaku bagi warga ber-KTP atau KIA DKI Jakarta, tentunya. Ayo, manfaatkan! Bukan rahasia bahwa, moda transportasi di DKI Jakarta telah terintegrasi dengan kota-kota penyangga (luar Jakarta). Karena itu, transJakarta (BRT, Non BRT, transJabodetabek), MRT Jakarta serta LRT Jakarta, jadi andalan bukan saja warga DKI Jakarta, melainkan juga warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (BoDeTaBek), bahkan warga Karawang yang mengais rezeki di tengah Kota Jakarta pun merasa sangat terbantu sebagai komuter (pelanju) dengan keberadaan MRT. Sajak-Sajak kado jelang 5 abad Jakarta, terbit di orbit8.id, sebuah media ...

Kata 'Warteg' Sebagai Penegas

Masih tentang puisi R amu -R amu  W arteg  yang saya posting kemarin. Seseorang pengirim puisi, di facebook mengunggah puisinya yang tak lolos kurasi dengan narasi agar tetap semangat dan terus menulis. Sebuah ajakan kepada diri sendiri atau tak lebih dari semacam ungkapan menghibur diri untuk tetap istikamah. Saya baca puisinya, bagus. Komentar “bagus” dan “keren” diberikan teman-teman facebook- nya yang membaca puisi itu. Tetapi, dari berbagai diksi yang dirajut menjadi larik puisi untuk membentuk jaring “bait” sehingga memunculkan puisi yang “bagus” dan “keren” tak terdapat diksi “ warteg” satu pun. Sablonan kaos warteg | gambar dari Shopee | Padahal, dalam flyer sudah tegas tertulis “harus menyertakan kata  warteg ” di dalam puisi. Tak ada kata warteg itu barangkali yang membuat puisi seseorang di atas tidak lolos kurasi. Setidaknya ini penafsiran saya. Para kurator tentu punya tafsir masing-masing. Mana layak lolos, mana tidak. Dari 216 pengirim, lolos 10...

Ramu-Ramu Warteg

Puisi buat antologi “ Ramu-Ramu Warteg ” yang ditaja Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) deadline 30 Mei dan diumumkan 16 Juni 2026. Ini kali kedua saya ikut even tahunan DKKT. Tahun lalu bertema “Teh, Imaji, dan Puisi” saya tidak lolos kurasi. Tahun ini Alhamdulilah lolos kurasi. Buat memperpanjang catatan. Ada yang nyelenéh (baca: nyeni) dalam cara DKKT mengumumkan hasil kurasi. Pada even lain, nama penyair diikuti judul puisi yang lolos kurasi, ditulis urut berdasar alfabetis. Pada even DKKT ini, judul puisi ditulis dahulu baru diikuti nama penyair dan dibiarkan acak. Terpaksa mesti melusuri secara perlahan dan hati-hati. Dipelototi satu per satu. Nama inyong nangkring di nomor urut 44 Hati-hati –maksud saya penuh debaran– harap-harap cemas, kira-kira gue lolos kurasi kagak , ya. Begitulah yang terjadi kemarin, sepanjang hari. Berkali-kali saya sambangi akun  Instagram dan facebook DKKT yang disebut di flyer , tapi hingga sore tak menjumpai pengumuman hasil kurasi ter...

Mati Lampu dan Cerita Ibu

Melanjutkan cerita tentang mati lampu yang dibesut status facebooknya Bang Naim Emel Prahana. Membuat saya tiba-tiba saja membuka jendela ingatan. Reformasi baru berusia satu tahun, 1999 anak sulung kami baru masuk TK dan adiknya umur 1,5 tahun. Dunia politik belum stabil, reformasi masih mencari arah, jalan mana yang hendak dilalui dan ke mana hendak menuju. Seperti anak yang baru belajar berjalan, dunia ekonomi tertatih-tatih, harga barang kebutuhan pokok memang masih terjangkau masyarakat yang baru saja terbebas dari belenggu Orde Baru karena masih digandoli subsidi pemerintah. Pemerintahan baru di bawah BJ Habibie, mencoba menenangkan rakyat yang mendukung gerakan mahasiswa, menumbangkan rezim Orde Baru. YouTube GOENG STORY | Spesial Hari Ibu  Tapi, yang namanya mati lampu masih rutin menyambanginya. Byar pet tanpa kulonuwun datang tak kenal waktu. Kalau tidak pagi, siang. Atau malam tiba-tiba pet mati, beberapa jam lamanya. Lampu ublik mengambil alih peranan, ditenagai...

Waktu yang Bersinggungan

Postingan blog  pada 28 Mei tentang pengumuman Sastra Rumah Bamboe di laman facebook mereka yang ternyata puisi saya “Pulang ke Rumah Sunyi” masuk 10 besar. Akan tetapi menyisakan tanda tanya yang bikin saya dag-dig-der di ruang sunyi. Saya katakan ruang sunyi karena Sastra Rumah Bamboe yang menaja even Rohmantik Jilid 3 memang memanggul tema “Pulang dalam Sunyi yang Abadi” sebagai upaya merawat sunyi agar melalui puisi kita pulang ke sunyi yang abadi. flyer even lomba puisi Rohmantik Jilid 3 "merawat sunyi" Sastra Rumah Bamboe  Tanda tanya itu, adalah siapakah atau berjudul apakah puisi yang akan dinobatkan sebagai juara 1. Jawabnya disuruh menunggu diumumkan pada 2 Juni. Terang saja dag-dig-der dong . Tadi malam hingga pukul 23 WIB atau 11 PM, belum ada. Tapi, hati yang sunyi terhibur oleh pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PPN XIV Aceh. Saya lolos kurasi, terpincut dari 552 pendaftar ( submission ) dengan 1.018 karya puisi. Yang lolos 304 penyair, saya nang...

Puisi di Buku Yaa Siin

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Lolos Kurasi, Wak!

Tadi malam, pulang takziah tahlilan dua hari jemaah masjid yang wafat 30 Mei lalu, pukul 20:32 masuk pesan WhatsApp dari teman penyair di Banjarmasin, ia meng- share- kan pengumuman hasil kurasi antologi puisi PPN XIV Aceh. "Alhamdulillah... puisi kita lolos kurasi untuk antologi PPN XIV Aceh," tulisnya di pesan WhatsApp penuh perasaan syukur.  "Iya, alhamdulilah, barusan dua menit lalu saya lihat di Instagram," jawab saya menanggapi. Teman saya, penyair di Banjarmasin ini tak punya akun facebook dan Instagram. Tapi, yang bikin saya heran, ia bisa dapat flyer pengumuman kemudian menge- share -kannya ke saya. Dari manalah coba? Bisa jadi dapat share -an dari teman lain lalu meneruskan ke saya. Tidak berhenti di meneruskan ke saya saja, ia juga meneruskan ke beberapa grup WhatsApp yang ia ikuti. Bagus juga sih , biar teman penyair lain cepat mendapat tahu pengumuman dan cepat merasakan kegembiraan. Atau mungkin mengunggahnya ke akun facebook atau Instagram seperti te...

Pulang ke Rumah Sunyi

Ramalan cuaca yang muncul di layar hp menyatakan hari cerah. Alhamdulillah, batin saya. Kendati tidak berencana ke mana-mana, menyiasati cuaca penting juga. Sebagai kompas atau pedoman bahwa cuaca akan baik-baik saja atau sebaliknya akan merundung kita. Pulang jemaah subuh di masjid, saya mesti buka hp . Bukan untuk scroll memeriksa media sosial, melainkan untuk ngaji Surah (tertentu) yang rutin saban pagi (subuh) saya baca. Surah apakah itu? Hmm meh… mau tahu aja apa mau tahu banget ? Puisi "Pulang ke Rumah Sunyi" Gimana kalau saya kasih tahu isi, mau nggak ? Itu camilan favorit yang kami jadikan teman ngopi. Tapi, pagi ini belum ada penjual gorengan yang buka lapak (gerobak). Beruntung Iman Jaya, toko kue jajanan pasar di Kemiling sudah buka. Saya memang hendak ke ATM buat ngasih tali asih untuk anak konco lawas yang kemarin senja ijab kabul di Omah Pakem, Jogja dan dilanjutkan resepsi malam harinya bakda Magrib. Saya tak hadir, hanya bisa kasih doa dan ucapan se...

Yang Pulang Tengah Hari

Hanya dalam rentang waktu 10 hari dari kami membesuk (Rabu 6 Mei), kemarin (Sabtu, 16 Mei) ia berpulang. Seperti yang saya tulis di blog ini 6 Mei di bawah judul "Si Darah Manis" pada waktu kami besuk itu, ia masih mengeluarkan jokes - jokes segar dalam bercanda. Ia memang humoris. Bukan sembarangan bercanda apalagi bualan kopong alias tak ada isinya, melainkan nasihat yang dikerubungi jubah canda. “ Di saat sakit begini baru terasa, kita ini sendiri. Dirawat di RS bila tak ada yang menunggui, terasa betul betapa sepinya hidup ini, nangis dalam hati. ” Setelah jenazah Pak Syukur disalatkan  Saya renungkan apa yang ia katakan. Betul sekali, tak keliru. “Maka, penting bagi kita untuk menyayangi istri. Saat dirawat di RS begini,  dijagain  istri adalah 'surga dunia' bagi kita,” lanjutnya dengan wajah serius, tak terlihat canda di balik kata-katanya. Pukul 13:05 ia dipanggil pulang oleh Sang Khalik Pemilik Kehidupan. Kabar pun menyebar di grup WhatsApp . Jiran tetan...

Datang dan Pergi (2)

Saya mempergunakan lagi judul di atas dengan menambahkan angka 2 dalam tanda kurung, setelah digunakan di postingan blog ini pada 10 Mei. Tentu, saya mesti merevisi judul di tanggal 10 Mei itu dengan menambahkan angka 1 dalam tanda kurung sebagai garis sambung keterkaitan judul itu. Teman lama saya yang masih bertungkus lumus di dunia media siber atau media daring, meminta puisi saya untuk dimuat di media yang ia kelola, “Lumayan buat nambah-nambah halaman,” alasannya. Media dengan kru lapangan terbatas, memang susah-susah gampang menangguk bahan berita buat isi halaman. Itulah kenapa banyak media daring di daerah berafiliasi dengan media besar di ibu kota Jakarta (Jakarta masih ibu kota, ya) setelah sengketa hukum IKN di MK ditolak oleh Majelis Hakim MK lewat putusan Nomor.71/PUU-XXIV/2026 yang menegaskan bahwa Daerah Khusus Jakarta (DKJ) tetap berstatus sebagai ibu kota negara. Dengan berafiliasi dengan media besar di Jakarta atau kota besar lainnya (Bandung, Semarang atau Sur...

Datang dan Pergi (1)

Kemarin pagi muncul hasil kurasi puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko yang diunggah di facebook "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok." Ini adalah suatu hal yang datang. Lalu, saya mengirim puisi untuk Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh. Ini suatu hal yang pergi. "Datang dan Pergi", begitu judul postingan hari ini. Kawan penyair di Banjarmasin rupanya tidak ikut mengirim puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko ini. Entah kenapa dan apa alasannya, ia tidak menjelaskan. Ia justru selalu menanyakan apakah hasil kurasi puisi bertema "kemanusiaan" yang ditaja Ruang Merdeka Inspira (RMI), Lingkar Sajak Jaksel, dan Puisi Peduli tuk menyambut HPN. Ilustrasi untuk 'kemanusiaan' pada Psicologos Standar | Anna Bizon/Gpoint Studio | Jika saja apa yang direncanakan tiga komunitas (RMI, LSJ, dan PP) di atas, menerbitkan buku antologi puisi "kemanusiaan" lancar proses dan progres, buku akan diluncurkan bersamaan dengan ...

Kabar Suka dan Duka

Setelah tadi malam dapat kejutan hasil kurasi antologi untuk PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema "MBGendam" yang ditaja Sosiawan Leak. Sore ini mendapat kejutan lainnya, saya lolos kurasi antologi bertema "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan" dari Kindai Seni Banjarmasin melalui akun facebook -nya. Lolos kurasi dua even ini, bauran perasaan senang jadi pengantar tidur. Ada irisan antara MBGendam dan Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan, yaitu sama-sama bertema anti-korupsi. Puisi yang senapas seperti ini sekilas tidak begitu susah mengarangnya. Setelah even yang pertama, "MBGendam" selesai, masih ada sisa-sisa spirit mengarang puisi untuk even kedua, "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan". Jadi, langsung saya merangkainya. Salah satu lembar lampiran pengumuman hasil kurasi "Antologi Kindai 2026" Untuk "MBGendam" saya kirim 5 puisi via e - mail , belum karuan berapa puisi yang bakal masuk ke...

MBGendam untuk PMK

Kring , kring , kring .. masuk notifikasi pesan WhatsApp dari seorang teman penyair di Banjarmasin. Ia meneruskan pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema MBGendam (Makan Bergizi Gendam). Dari 236 pengirim, yang lolos kurasi sebanyak 204 penyair dari seluruh Nusantara. Pesan WhatsApp  tersebut masuk sekira pukul 21:54, saat saya dan istri sedang dalam perjalanan menuju Depok, Jawa Barat. Teman penyair Banjarmasin, ini mengucapkan selamat untuk puisi saya yang lolos kurasi. Sayangnya, ia tidak ikut mengirim puisi untuk antologi PMK ini. Waduhh,  nggak satu buku deh kita. Ikon flyer MBGendam | facebook Sosiawan Leak | Alasannya ia tidak menyiapkan puisi, entah kenapa musabab lainnya, tak ia jelaskan secara spesifik. Saya sendiri mengirim sebanyak lima judul puisi. Setelah pengumuman hasil kurasi ini keluar, baru jelas siapa saja kurator puisi PMK. Mereka adalah Acep Zamzam Noor, Prof. Achmad Taufik, dan Dr. Sahadewa. Kang Acep Zamzam No...

Puisi Tentang Puisi

Inilah enam puisi tentang puisi yang dimuat di NusaBali asuhan Warih Wisatsana. Puisi tentang puisi. Entah mengapa saya tiba-tiba terpikirkan membuatnya. Lalu, saya kirimkan ke Koran NusaBali. Agak lama menunggu kabar dimuat atau tidak. Bersamaan pula mengirim puisi ke Koran Bali Politika. Bali Politika asuhan Wayan Jengki Sunarta. Dua kali saya bertemu dengan Bli Wayan. Pertama sewaktu menghadiri Ubud Writers and Readers Festival, 18–22 Oktober 2023. Kami sarapan dan ngopi di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap. Pertemuan kedua sewaktu menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara. Inilah 6 sajak-sajak saya yang dimuat di NusaBali (Minggu, 9/3/2025) Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), 24–26 Oktober 2024, saya dan istri baru empat hari pulang dari ibadah umrah, tapi tak merasakan capek sama sekali. Lalu, setelah lama menunggu, akhirnya yang di BaliPolitika dimuat. “Maaf menunggu agak lama karena sesuai antrean,” kata Bli Wayan Jengki Sunarta. "Wah, saya senang s...