Seperti diceritakan pada postingan kemarin, ada dua buku saya nantikan tiba di rumah minimalis kami ialah “Ramu-Ramu Warteg” beserta “MBGendam”. Wajah buku pertama sudah dimunculkan di WAG. Sedang buku kedua muncul penampakan wajahnya di laman facebook pagi ini. Wajah buku “MBGendam” tidaklah seseram puisi di dalamnya yang kental kritikan terhadap program andalan Subowo Prabianto (meminjam cara Doddi Ahmad Fauji, ketua Partay Penulis Puisi, menyebut nama presiden). MBG menyerap anggaran besar keuangan negara, diomon- omonkan di buku ini . Ini wajah buku "MBGendam" Oleh hal demikian itu sehingga MBG mendapat kritikan tajam dari elemen masyarakat, aktivis kampus, dan lembaga swadaya masyarakat di Indonesia. Pemerintah akan tetapi bergeming, tetap melanjutkan dengan rencana menambah SPPG baru. Bikin makin kaya para koncoisme . Baik, kembali ke buku saja. Kalau pun tak dapat jatah MBG dari RT tempat tinggalmu, toh masih bisa kan menikmati makanan enak di warteg terdekat denga...