Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label disvia nikah

Menikah dan Beranak

Decoration by Yogi Selesai sudah urusan mengantarkan anak ke pintu gerbang pernikahan. Sabtu ini tadi di Gedung Grha Pramuka adik sepupu menggelar resepsi pernikahan putrinya yang Jumat pagi kemarin di-ijab-kabul-kan. Kedua anaknya sudah menikah semua, anak yang sulung laki-laki sudah "menyumbang" seorang cucu perempuan. Lega deh kalau sudah menikah semua, tinggal menikmati masa-masa jadi anggota KPU. KPU (kerja puwawang umpu ) atau ada juga yang mengistilahkannya MC ( momong cucu). Saya lihat, tetangga yang sudah pensiun, sebenarnya tidak benar-benar pensiun. Justru jadi KPU atau MC itu. Saya juga melihat anak mereka yang sudah menikah dan berumah sendiri, saban pagi datang menitipkan anak-anaknya lalu ke kantor. Kesannya, rumah orang tua jadi semacam TPA (tempat penitipan anak) gitu . Tentang hal ini, saya berdebat dengan teman "jalan subuh" karena ia tuh cenderung tidak setuju dengan anak yang menitipkan buah hatinya ke orang tua. "Dahulu kan sudah membe...

Pedandanan

Kamis malam (malam tadi) ke rumah adik sepupu, jagongan dengan para kerabat (kakak adiknya) dari Bandung, Jakarta, Ranau. Mempersiapkan prosesi ijab kabul Jumat pagi (tadi). Pulang pukul 22:30. Dan, pagi tadi acara ijab kabul berjalan lancar. Lanjut ke acara adat yaitu sesikok , belimau , dan penetahan adok (penyematan gelar). Ijab kabul berlangsung di ruang berhias pedandanan khas Ranau. Sulan Balak . Sebutannya s ulan   balak , tapi wujudnya tidak benar-benar balak seperti yang biasa dipajang pedandanan di pekon . Yang dipajang itu hanyalah berukuran mini, hanya replika menyimbolkan susunan sulan   balak . Kalau anak tuha (sulung) biasanya sulan 7 lapis, tapi kalau anak ngura (bungsu) sulan 5 lapis. Atau diatur menurut ketentuan adat yang diarahkan tetua adat setempat. 7 atau 5 lapis itu tidaklah mutlak begitu. Setelah pagi hingga jelang Jumatan tadi semua prosesi dijalani berangkai, malam ini dilanjutkan acara nyambai . Tentu saja bukan bujang gadis yang nyambai ...

Momen 1

Ini kelanjutan cerita di blog ini yang berjudul “Karakter Manusia” yang diposting tanggal 3 Juli silam. Siang tadi prosesi lamaran putri kedua adik sepupu saya telah dilangsungkan. Dahulu, di blog - post 3 Juli itu, ceritanya, kan, perihal keraguan pihak calon besan adik sepupu. Sebab tinggal di Lampung yang stigmanya sudah tahu- lah , ya, sehingga mereka sedikit ragu terhadap “asal usul” gacoan anak lelaki mereka. Padahal, adik sepupu saya, kan, hanya sekadar beralamat kehidupan doang karena dia bersama suaminya berprofesi sebagai ASN. Adik sepupu saya sama seperti saya berasal dari Ranau (Sumatra Selatan) dan suaminya asli Jogja. Anak sulung mereka cowok lahir di Jogja dan adiknya cewek , yang tadi siang dilamar, lahir di Nusa Tenggara Barat saat sang suami tugas di sana sebelum pindah ke Lampung. Padahal, sebenarnya setali tiga uang. Adik sepupu saya juga sedikit ragu terhadap “asal usul” keluarga calon besannya itu. Terlintas di benaknya bayangan cerita sumbang atau kaba...

Karakter Manusia

Ilustrasi foto milik pendidikan sejarah (sejarah.upi.edu) Suatu ketika di tahun ’80, saat mudik untuk merayakan Idulfitri bersama orang tua, kami bertiga anak lelaki ayah diberi wejangan perihal hendak hidup di mana dan menikah dengan siapa. Tetapi, ayah mewanti-wanti kalau memungkinkan menghindari dua etnis. Saat itu saya masih SMA, belum begitu paham karakter dua etnis yang disebut ayah. Yang namanya perantau, probabilitas untuk berteman dengan siapa pun terbuka luas. Apalagi, Jogja sebagai kota pelajar memang jadi pusat perbauran antaretnis dari pelosok Nusantara. Ibarat sambil menyelam minum air, saya memperluas pegaulan dengan orang beretnis apa pun baik sewaktu SMA, kuliah, dan lingkungan tempat indekos, termasuk dua etnis yang dimaksud ayah agar bisa menggali apa pesan moral yang tersirat di dalam wejangan beliau. Bagaimana pun penting menakar kebenaran melalui fakta sesungguhnya maupun persepsi. Kadang suatu etnis dipersepsikan begini , tetapi faktanya begitu . Karakter man...