Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label basyuni

Tentang Sebuah Pelajaran

Malam Minggu menghadiri haul suami ayunda sepupu yang berpulang 3 Juni 2023. Lumayan banyak undangan yang hadir, jiran tetangga, kerabat dari kampung halaman Kedondong, Depok, Jakarta, Tangerang, dan tentu saja keluarga dan kerabat dari para menantunya. Semua anak, mantu, dan cucunya kumpul. Tentu menambah ramai suasana rumahnya yang besar layaknya rumah pejabat warisan Orde Baru. Jabatan sebagai kepala kanwil mulai dari kabupaten dan naik ke provinsi yang dirintis mulai dari pegawai rendahan. Garis tangan, nasib, dan koneksi adalah tiga hal penting yang berpengaruh dalam meraih kedudukan di era pemerintahan Orde Baru. Memang korupsi tidak segila era sekarang, tetapi kolusi dan nepotisme begitu hebat. Siapa yang ingin kariernya maju kudu melu edan . Siapa yang pengin mulus jalan jadi abdinegara mesti mantap koneksi dan gratifikasi. Apalagi nepotisme, lebih membuka peluang. Era kini lebih brutal, diciptakan regulasi agar anak dan kerabat lebih lempang jalan menduduki kursi kekuasa...

Duka Ungu

Cemmana , Lae , yang laen pada tahlilan kok ini orang-orang pada ngobrol. Behavior mereka itu gak masuk akal kok begitu buruk. Kok yo kebangetan tenan lho . Kita ini lagi suasana duka, Bro . Kenapa kelen kok raono simpati dan empati blas . Cubo dirasakno jika kelen yang ketiban musibah kematian. Piye kiro-kiro . Rumangsamu , amargo dudu awakmu sing kenang musibah njur sakpenakmu ngobrol, ngguya-ngguyu , mangan kue masio tahlilan  durung bar dan disilakan. Dukaku ungu, ngono perasaanku. Awak-awakmu iku dungu! Ngerti? Kenapa saya katakan dungu? Karena attitude kelen yang menganggap sepele rasa duka. Sudah ngobrol, ngguya-ngguyu , mangan kue... eh, ngudud lagi. Itu tuh paling nggak bisa saya mengerti, kenapa di tempat tahlilan orang-orang klepas-klepus ? Ini tahlilan niga hari . Amanat beliau bahwa tahlilan cukup tiga hari, tidak usah sampai nujuh . Pasalnya, anak menantu beliau ada yang bekerja di luar kota. Biar tidak terlalu lama izin meninggalkan...

Lupa-Lupa Ingat

Saya sedikit lupa sejak kapan beliau menjalani tindakan dialisis (cuci darah). Rasanya ada pesan WA di tahun 2019 memperlihatkan beliau duduk di brankar RS sehabis cuci darah. Itulah pesan WA kali terakhir yang bisa saya baca sebelum WA saya di- banned terkait hajat pemilu 2019. Juga sedikit lupa kapan kali terakhir bertemu beliau. Kalau tidak salah di Gedung Graha Sandiego pada pernikahan Rea. Jika dipikir-pikir lama juga rentang waktu terbentang merenggangkan jarak untuk bertemu, menjenguk beliau, memastikan bagaimanakah kondisi kesehatan beliau. Tetapi, pandemi Covid-19 tahun 2020—2022 lah yang jadi pemicu. Membuat rentang waktu itu berjarak begitu lapang. Lapang selapang-lapangnya. Sedemikian lamanya sehingga membuat orang lupa-lupa ingat pada peristiwa terakhir yang pernah terjadi. Kapan kali terakhir berjumpa seseorang. Bakda Idulfitri tidak juga kelakon  niat  sowan bada (lebaran) ke rumah beliau. Pasalnya, kami ada hajat engagement anak lanang mbarep . Jauh h...