Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Melecut Rasa Penasaran

Setelah menunggu penuh debar dari 15 September lalu saat diumumkankannya 10 puisi nomine dan 60 puisi pilihan, kemarin diumumkan 1 puisi pemenang utama, 9 puisi nomine, dan 60 puisi pilihan “Penghargaan Sastra Udo Z Karzi (Pengahut Sastra Jak Udo Z Karzi 2026)” melalui situs labrak.co yang dibagikan di facebook Udo Z Karzi. Puisi yang ditetapkan sebagai pemenang adalah “Air Tarung: Suoh, 1933—Ketika Sebuah Kampung Hilang dari Peta”. Membaca dengan cermat pengantar pengumuman hasil penjurian yang Udo Z Karzi tulis di labrak.co tentang 70 puisi yang diperas dari 116 karya yang masuk, sangat menarik dan melecut rasa penasaran saya untuk segera membacanya satu-satu. Menurut hemat saya, agak sayang rasanya, hasil penjurian "Penghargaan Sastra Udo Z Karzi (Pengahut Sastra Jak Udo Z Karzi 2026)" ini tidak diterbitkan dalam bentuk buku cetak, tetapi hanya dalam bentuk buku digital. Ilustrasi | sumber gambar: labrak.co | Padahal, isinya tentang toponimi Lampung Barat yang sarat...

Menggantang Asap Puisi

Mengulang yang pernah terjadi, ke arah Pesawaran lagi saya 'safari jumat' hari ini. Yang saya tuju kali ini Masjid Jami' Nurul Hidayah desa Kurungan Nyawa, agak terus sedikit dari masjid Baitul Amanah di desa Margorejo, Kurungan Nyawa, tempat saya 'safari jumat' 19 Maret 2026 silam. Nurul Hidayah ini halaman tempat parkir kendaraan luas. Masuk ke dalam, bentuk bangunannya tidak persegi empat atau persegi panjang, ada sudut yang miring sehingga membuat bangunan masjid seperti agak penceng . Musababnya karena mengikuti bentuk lahan yang mepet dengan bangunan rumah warga. Di samping kanan merupakan kebun warga yang luas, tapi yang bagian masjid sebatas bangunan saja. Interior Masjid Jami Nurul Hidayah Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran  Masjid ini dua lantai. Tangga untuk naik ke lantai atas berada di luar, bukan di dalam masjid seperti kebanyakan masjid atau sebagaimana lazimnya. AC yang terpasang di dinding empat, selebihnya untuk membuat suhu udara jadi sejuk terse...

Calon Buku Lagi

Setelah dua puisi mengendap lama di laptop, sabar menunggu satu puisi tambahan yang bolak-balik disunting ulang, bahkan dibongkar pasang demi menjadi puisi yang sempurna, akhirnya di enam hari jelang deadline , pukul 10:41 tadi, tiga puisi meluncur ke surel “puisi kebangsaan” milik SBP (Sastra Bulan Purnama) Jogja berkolaborasi dengan STPMD. Karena memakai chat both , seketika puisi terkirim ke surel SBP, seketika itu juga masuk balasan bahwa puisi yang saya kirim telah diterima. Akun WhatsApp bisnis memang jamak menggunakan chat both untuk tujuan membalas pesan secara otomatis. Hal itu dilakukan demi terjalinnya interaksi dan komunikasi dua arah yang cepat. Hanya saja dilakukan oleh mesin pintar. Antologi Puisi "Kata Kota Kita" untuk merayakan HUT ke-15 Sastra Bulan Purnama Jogja. Buku akan diluncurkan nanti 17 Oktober 2026. Kendatipun komunikasi dua arah yang dibantu oleh mesin pintar, layak belaka dan bukanlah sesuatu yang tabu. Sebab, di era digital dan serba instan...

Memuliakan Tamu

Tidak jadi saya mengikuti zoom penyerahan penghargaan Hadiah Sastera Rancage yang flyer -nya dikirim Udo Z Karzi via WhatsApp pukul 09:25. Cemanalah bisa, saya kedatangan tamu yang katanya sudah  kangen hendak ngobrol dengan saya. Sementara zoom itu dimulai pukul 09:00 dan pesan WhatsApp Udo Z Karzi baru masuk pukul 09:25. Yah, sudah kadung telat hampir setengah jam berjalan. Ya, sudahlah, tak usah ikut, tak apa-apa. Yang lebih utama memuliakan tamu yang datang dari jauh dan tadi malam memang sudah memberi tahu melalui WhatsApp bahwa ia hendak bertandang ke rumah hari ini. Saya pun sudah mengonfirmasi kalau saya ada terus di rumah. Belum ada niat pergi ke mana-mana. Sedang butuh waktu istirahat meluruhkan lelah badan, sehabis perjalanan jauh ke Cirebon. Gambar ss Instagram FISIP Care Center | Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM FISIP Unpad 2026 | Hari Rabu (23/9) banyak momen, banyak peristiwa. Momen mengikuti zoom  tabrakan dengan momen ngobrol dengan tamu....

Yang Mencuri Perhatian

Tadi malam melintas di layar gawai ramalan cuaca "besok siang Bandar Lampung hujan" dan benar belaka, siang tadi hujan. Ramalan bakal hujan di tengah suhu udara kemarau yang puanase menyengat, tentunya sesuatu yang menyenangkan. Selain ramalan cuaca, juga melintas berita tentang virus influenza A atau H1N1 pdm09 yang merebak di Indonesia. Ini tentunya sesuatu yang menakutkan. Di tengah hujan deras tadi, istri dapat telepon dari saudara di Surabaya. Mereka asyik ngobrol ngalor ngidul meningkahi cucuran air hujan yang memaku permukaan aspal yang masih menyisakan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi pada 5 September lalu. Saudara itu cerita kalau dia terpapar virus influenza A tersebut dua kali. Setelah yang pertama sembuh, kena lagi untuk kali kedua. Hujan di pekarangan rumah pukul 15:09 WIB Ramalan cuaca bakal hujan dan tautan berita virus influenza A yang merebak di Indonesia, serta cerita saudara di Surabaya jadi penyintas Influenza A itu, menyadarkan saya ...

Penikmat BBM Subsidi

iNews TV pukul 11:43 siang tadi menayangkan berita kenaikan harga BBM nonsubsidi. Adapun perinciannya; Pertamax Turbo harga lama Rp18.300 dan harga baru Rp19.600, Pertamina DEX harga lama Rp21.150 dan harga baru Rp25.200, DEX LITE harga lama Rp19.700 dan harga barunya adalah Rp23.700. Pernah tidak memperhatikan, SPBU di mana-mana selalu dikerubuti antrean kendaraan bermotor (mobil minibus, sepeda motor, truk, mobil boks, pickup, bus umum). Naiknya harga BBM nonsubsidi membuat barisan kendaraan bermotor pemburu BBM subsidi makin panjang. BBM subsidi cepat habis dan langka. Harga BBM nonsubsidi per 21 September  Yang boleh membeli BBM subsidi jenis Pertalite adalah angkutan umum atau barang, kendaraan layanan umum seperti bus umum, taxi, ojek online, mobil barang maksimum roda 6 (tidak termasuk pengangkut hasil tambang), mobil pribadi, ambulan, pemadam kebakaran, motor tempel, dan traktor. Mobil pribadi dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc seperti Veloz, Xpander, Xenia, Apanza, Wu...

Mesin Cuci Bahari

Sejak dibeli dan dipakai selama lebih kurang 18 atau 19 tahun lalu. Nah, ini karena lupa tahun berapa saat membelinya dulu, jadi tidak cermat. Kali ini mesin cuci ini macet parah. Sebelumnya pernah macet ringan, saluran pembuangan air mampet dan pengering tak serta-merta berhenti secara otomatis. Kali ini mesin penggilas cucian ngadat total tak mau muter . Setelah dipanggilkan mekanik dan ia bongkar, ternyata bisa ketahuan olehnya komponen apa yang rusak dan mesti didandani atau diganti. Kerusakan ada pada  gearbox , tersumbat sisa-sisa kotoran dari debu-debu dan serat-serat kain pakaian yang dicuci. Setelah gearbox dilepaskan  Saking nemen sampai susah melepaskan gearbox itu dari mesin. Setelah berjuang susah payah, terlepas. oleh mekanik gearbox itu dibawa ke toko sparepart , tapi barang yang ori tidak tersedia, ditawarkan yang lokalan. Oleh mekanik diakali membersihkan sisa-sisa kotoran yang nyelip ke dalam gearbox . Berhasil. Panjang juga akal mekanik itu. Akal ori mi...

Kabar Penyair Pergi (4)..

Subuh kemarin, sepulang dari masjid saya buka ponsel, satu kabar duka tersampaikan di grup WhatsApp warga. Ibu (atau mertua) dari warga di RT kami meninggal dunia di Krui pada Kamis (17/9) sekira pukul 23-an. Kabar duka disampaikan Pak RT. Larik kalima t   innalillahi wa inna ilaihi raji ' un  menyertai ucapan duka dan doa beruntun disampaikan anggota. Duka kedua, Bapak Sam Mukhtar Chaniago, dikabarkan meninggal di RS PON Jakarta pada pukul 00:20. Kabar di- share Datuk Sri Asrizal Nur, pimpinan Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) juga sebagai penggagas penerbitan kitab Talibun, antologi Puisi Etnik Nusantara, dan kitab Pantun Majelis di grup WhatsApp  komunitas penyair “Partey Penulis Puisi” pukul 01:25 dini hari. Anton Kurnia dan Sam Mukhtar Chaniago (gambar hasil olah Gemini ♊) Pagi, di beberapa grup WhatsApp lainnya, kabar duka kepulangan Bapak Sam Mukhtar Chaniago diteruskan sekira pukul 06-an. Ada yang menge- tag nama Bapak Sam Mukhtar Chaniago karena kebe...

Sujud di Ratusan Masjid

Antara kelingan karo kelalen (ingat sama lupa), dahulu sepertinya pernah saya salat jumatan di masjid ini. Sudah lama saya jadwalkan untuk 'safari jumat' di sini. Alhamdulillah hari ini kelakon . Rupanya ramai juga jemaahnya, terutama para ASN di Pemkot Bandar Lampung yang memiliki akses (gedung parkir kantor pelayanan satu atapnya) terhubung langsung ke Masjid Agung Al-Furqon oleh sbentang jembatan penyeberangan orang (JPO) Siger Milenial. Saya sendiri belum pernah naik atau menyeberangi JPO estetik tersebut. Sepertinya mesti disengajakan karena aksesnya harus dari halaman parkir Masjid Agung Al-Furqon atau dari gedung parkir kantor pelayanan satu atap Pemkot Bandar Lampung. Di tengah-tengah jembatan persis di atas ruas jalan Diponegoro ada space semacam gardu pandang, biasa dijadikan tempat swafoto pengunjung yang naik JPO. Latar belakangnya lalu lintas di bawahnya. Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung  Pemkot Bandar Lampung membangun JPO Siger Milenial, sepertinya pengi...

Gak Hilang, Baguslah

Nah, akhirnya sampai juga pada tanggal 15 September 2026 (2 hari yang lalu), seperti tertera di flyer kegiatan lomba cipta puisi bertema “Toponimi Lampung Barat” dalam ajang “Penghargaan Sastra Udo Z Karzi (Pengahut jak Udo Z Karzi 2026), penerimaan naskah puisi adalah 21 Juni – 31 Agusus 2026. Pengumuman hasil kurasi 15 Sepetmber 2026. Dua hari yang lalu, “Penghargaan Sastra Udo Z Karzi (Pengahut jak Udo Z Karzi 2026)" ini berisi 10 puisi nominasi dan 60 puisi pilihan. 70 puisi ini hasil seleksi ketat yang dilakukan kurator tunggal, yaitu Udo Z Karzi, terhadap 116 puisi yang masuk di periode itu. Pengumuman puisi nomine dan puisi pilihan ini dalam bentuk grafis dipublikasikan Udo Z Karzi di Instagram yang juga tertaut ke facebook-nya. Di facebook bisa dilihat dan dibaca sedangkan di Instagram-nya hilang (dihilangkan) entah karena apa. Udo Z Karzi mengirim grafis pengumuman itu ke WA saya berikut tautan Instagram-nya seraya menanyakan apakah saya bisa membukanya. Saya coba buka t...

Masuk Nomine

Kemarin (15/9), seperti tertera dalam flyer adalah hari pengumuman even menulis puisi "Penghargaan Sastra Udo Z Karzi (Pengahut jak Udo Z Karzi 2026)" tapi tak ada tanda-tandanya, misalnya notif di layar gawai. Saya masuk ke facebook, muncul langsung. Ada 5 grafis yang 1 berisi maklumat "Inilah Puisi Nomine dan Pilihan." Tapi, tak ada daftar puisi nomine, hanya ada daftar puisi pilihan dalam 4 grafis yang masing-masing berisi 15 puisi dan penulisnya. Saya pindah ke Instagram, sayangnya di akun IG Udo Z Karzi tak ada lagi. Sudah dihapus entah oleh siapa. Karena masuk waktu magrib, saya bersiap-siap ke masjid, tapi ada notif masuk. Udo Z Karzi mengirim tautan IG yang sudah dihapus itu. Tidak langsung saya buka tapi saya tinggal dulu ke masjid. Pulang dari masjid baru saya buka. Ada 6 grafis, di sini baru muncul daftar nomine yang mencantumkan nama saya sebagai salah satu dari 10 nama yang masuk. " Nerima nihan , Udo" balas saya ke WhatsApp Udo Z Karzi. Dib...

Percakapan di Jalan

Kemarin sore melihat tubuh gocar yang kami tumpangi dari jalan Sultan Agung seperti dipupuri saya bertanya kepada sopirnya, "Apakah masih ada debu?" Jawabnya, "Masih ada dikit-dikit." "Waduh, kayak apa kabar rumah yang habis ditinggal lima hari," kata saya nyeletuk. "Habis dari mana, Pak," tanyanya. "Habis dari Cirebon," jawab saya. Begitulah percakapan kami menembus kemacetan di Kedaton. Ilustrasi | radio gocar di Jakarta yang menyiarkan percakapan interaktif penyiar--pendengar  Sampai di rumah, buka pagar saya lihat lantai teras tidak begitu begitu berdebu karena memang kami titipkan sama saudara. Yang dititipkan sebetulnya nyiram kembang. Rupanya teras disentor olehnya. Sampai rumah pukul 17:11, habis mandi istri ngepel lantai di bagian dalam rumah, mulai dari ruang tamu, kamar, ruang keluarga hingga ke dapur. Beruntung ventilasi sudah ditutup dengan koran jadi aman. Yang lebih beruntung lagi sebenarnya "untung masih nyimpan k...

Jakarta City

Seperti sudah saya prediksi di cerita kemarin, bahwa Senin jalan tertentu di Jakarta dibelit kemacetan parah. Begitulah yang terjadi tadi di jalan Hajjah Tuty Alawiyah, mengkhawatirkan bakal telat sampai stasiun Gambir. Beruntung bisa putar balik dan menyusuri jalan alternatif, tapi lepas dari sana dicegat macet lagi di jalan Mampang Prapatan. Dua titik itu krusial banget. Macet ga mesti hari Senin. Begitulah Jakarta City. Sependek pengamatan saya, semacet-macetnya berkendara di Jakarta, masih bisa dimengerti. Namanya juga Daerah Jhusus Ibu kota (DKI) Jakarta atau Daerah Khusus Jakarta (DKJ) saja. Macetnya Bandar Lampung pun (harusnya) bisa kan dimengerti karena jalan protokol di dalam kota Tapis Berseri itu cuma sebentang jalan Z.A. Pagaralam. Jika sudah macet ga bisa kan ditolong. Mestinya ada jalan lingkar untuk dapat keluar dari "lingkaran masalah." Sekadar ilustrasi | salah satu sudut jalan di Ibu kota Jakarta  Tapi, di samping tidak memungkinkan membuka jalan lingkar ...

Journey [Lagi]

Nyambung cerita berjudul "journey" 15/8 with Cakrabuana Gambir--Cirebon, siang ini saya dan istri journey with Fajar Utama Yogya dari Jatibarang to Pasar Senen. Waktu ke Cirebon sebulan lalu, menghadiri ijab kabul putri bungsu Abang. Ke Jatibarang Kamis lalu untuk menghadiri acara "ngunduh mantu" yang diadakan Abang hari Sabtu kemarin. Ceritanya di sini "journey [Lagi]." Bukan tak ada pilihan kereta pagi. Argo Cheribon yang dahulu itu namanya, tapi kini berganti nama menjadi Gunungjati jadwalnya ada di pukul 06:09. Dahulu naik Argo Cheribon, kepagian masuk Jakarta. Check in hotel kan pukul 14:00, daripada tegambuy di stasiun lama, baru ke hotel, koper kami titipkan di locker luggage storage (penitipan bagasi), lalu makan di Solaria terus kami tinggal jalan-jalan di Senen. Commuter Line Jabodetabek in the shot  Journey kali ini akan berhenti di Teduh Simatupang, sebuah hotel di kawasan Pasar Minggu yang sudah di- booking anak ragil. Ia kemarin ultah,...

Harapan Terbaik

Lazimnya waktu yang dicantumkan di surat undangan hajatan walimatul urusy adalah pukul 08 sampai selesai untuk prosesi ijab kabul, lalu dilanjutkan pukul 10:00 sampai selesai untuk resepsi. Abang saya mencantumkan pukul 11 di acara resepsi "ngunduh mantu" yang ia lakukan. Ini kurang lazim. Ngunduh mantu saya apit tanda kutip karena kurang lazim juga. Sebab, lazimnya yang ngunduh mantu itu keluarga mempelai pria. Ini yang ngunduh mantunya Abang saya ini, anaknya yang jadi mempelai wanita. Agak laen ini, ngunduh mantu terbalik demi harapan terbaik tentunya, bagi keluarga dan kedua mempelai. Ornamen tenda di gedung tempat acara  Ijab kabul sudah dilaksanakan 15 Agustus lalu. Yang punya "hajat" kedua mempelai atas biaya tanggung berdua. Dilaksanakan di Metland Hotel Cirebon dengan konsep intimate wedding  yang diundang besti keduanya dari lingkungan kerja dan keluarga besar kedua belah pihak dengan jumlah terbatas. Sementara tetangga serta teman Abang dan Yayu lumay...

Ziarah Batin

Waw, makin jauh saya 'safari jumat' pada hari ini. Karena kemarin kami menempuh perjalanan ke Jatibarang, Indramayu, maka hari ini saya salat Jumat di masjid Jami Nurul Huda Jl. Mayor Dasuki Jatibarang. Karena ada Jumat Berkah berupa nasi box steroform , belum tiris betul suara imam menutup salat dengan salam, suara anak-anak sudah gemuruh dan mengambil posisi antre dalam barisan. Karena dahulu saat saya  sowan ke rumah Abang di Jatibarang, sering salat di masjid ini, maka hari ini semacam napak tilas juga. Kemarin napak tilas jalan pantura. Hari ini napak tilas salat Jumat di masjid ini. Ziarah batin bagi apa yang dulu pernah tertinggal di sini. Agak laen ini masjid, penyejuk udara di daerah yang puanase gak ngotak begini cuma kipas angin. Kenapa belum tersentuh kemajuan dengan AC. Masjid Nurul Huda Jatibarang  Tapi, kendati kipas angin tak mengurangi hasrat jemaah untuk charger iman mingguan. Masjid yang sudah lebih luas dibandingkan 35 tahun lalu saat saya kerap men...

Napak Tilas Pantura

Karena dulu pernah bertualang di pelosok Pantura, rasanya saya tidak begitu asing dengan daerah-daerah tempat travel mbelasuk - mbelasuk mengantar penumpang. Waktu ngobrol di kapal, seorang Ibu bilang hendak turun di Wanakaya. Saya menebak-nebak mencocokkan posisinya, tapi nama Eretan dan Lohbener saya sebut, dia bertubi menyangkal. Kejauhan, katanya, belum nyampe situ. Setelah tiba di tempat tujuannya, saya buka g - maps , karuan daerahnya. Ternyata posisi "dunia" itu ada di kecamatan Haurgeulis. Inilah daerah di masa lalu merupakan sentra penghasil sarang walet. Komoditi ekspor bernilai jual tinggi ini pernah jadi primadona sebelum akhirnya tidak diterima lagi di negeri tirai bambu karena ulah orang yang bermain culas dalam berbisnis. Kualitas sarang walet diolah jadi buruk. Di g - maps saya lihat dari Haurgeulis mesti keluar ke arah kecamatan Patrol di lintasan jalan negara jalur pantura. Berarti saya napak tilas jalan pantura. Patrol adalah salah satu daerah penyangga ...

Travel Lebih Praktis

Agustus lalu tak jadi naik travel ini lantaran sopir ga balas wa saya. Daripada ga jelas, saya dan istri langsung ke Damri pesan tiket dan menghubungi anak untuk memesankan tiket kereta Gambir -- Cirebon. Hari ini saya dan istri jadi juga naik travel ini hasil mendatangi langsung ke agen yang alamatnya ada di Jalan Ikan Mas Telukbetung. Naik travel saya pilih karena lebih praktis, door to door . Tidak transit dan ganti moda transportasi penyambung baru sampai alamat. Dan, asyik lagi lebih banyak yang dilihat saat ikut menjelajahi area-area penjemputan. Ini tadi sampai Hanura segala. Macet karena jalan sedang dibagusin dengan dicor beton ( rigid pavement ). Mungkin sampai Kiluan. Setelah menjemput kami, muter-muter Wayhalim dan bablas Hanura, akhirnya travel berangkat dari kantor agen pukul 16:46 WIB dan masuk tol gate Lematang pukul 17:44. Setelah lewat magrib masuk rest area untuk tambah bahan bakar. Di dalam kota, saya perhatikan di mana-mana SPBU penuh antre semua jenis kendar...

Hantu Megatrust

Aduh, Byung ... kirain kemarin terakhir beberes menyingkirkan debu vulkanik dengan menyentorkan air pakai selang ke lantai teras, pagar, dan kursi. Rupanya Gunung Anak Krakatau masih erupsi Selasa pagi. Dengan begitu pagi tadi terasa masih ada debu di pagar, lantai, dan kursi teras. Mau gak-mau disetor lagi. Akhirnya, Rabu pagi ini tadi masih harus kembali menyentorkan air. Menggiring debu agar terbuang ke selokan depan rumah. Menyentor jalan juga agar debu hanyut ke selokan dan tidak bakalan diterbangkan angin ke teras. Kalau cuma teras yang disentor jalan tidak, nanti debu vulkanik yang di jalan diterbangkan angin ke teras juga ujungnya. Penampakan awan di langit  Anak-anak sekolah belajar daring dari rumah, mahasiswa juga begitu. Di Daerah Khusus Jakarta (DKJ) –sebenarnya masih DKI Jakarta karena masih jadi ibu kota– sebagian kantor pemerintah dan swasta memberlakukan kebijakan pegawainya bekerja dari rumah alias work from home . Jadi tidak ada libur untuk kegiatan belajar m...

Tehawol

“Tehawol.” Begitu terbaca di status WA kerabat. Saya mafhum maksudnya. Pasti dia kecapekan membersihkan debu vulkanik pasca-erupsinya Gunung Anak Krakatau yang dikirimkan angin ke mana-mana. “Ya, susah kalau mau menyalahkan angin,” kata Prabowo menanggapi argumen Anies Baswedan perihal polusi udara saat debat kandidat presiden. Ya, “angin tidak punya KTP,” kata netizen. Karena itu, bisa dikatakan angin nomaden, berpindah-pindah arah ke mana hendak bertiup. “Angin tidak punya paspor,” sahut yang lain. Karena itu, leluasa saja angin masuk negara jiran tetangga membawa jerebu dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang bikin tetangga kuesel bianget . Langit belum biru benar  Tidak keliru ungkapan “angin tidak punya KTP atau paspor” dan bebas bergerak ke mana pun karena angin bergerak atas kendali Allah SWT sebagai bukti kebesaran-Nya. Firman-Nya, “Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan membentangkannya di langit menurut yang Dia kehen...

"Jalan Demokrasi"

Satu hajat pemilihan calon ketua RT dihelat tadi malam. Ini RT terakhir dan salah satu dari dua pemilihan calon ketua RT di Blok P. Dari empat RT di Blok P, dua melalui mekanisme aklamasi dan dua dengan pemilihan. Karena ketua RT lama sudah lebih dari dua periode, dan ada dua calon yang mau mengikuti alur pemilihan, maka ketua RT lama membuka “jalan demokrasi” bagi mereka untuk bertarung memperebutkan suara warga RT 011 pada pemilihan calon ketua RT. Yang bertarung dua orang, Ibu dan Bapak. Yang menang si Bapak dengan perolehan suara 42 sedangkan si Ibu mendapat 17 suara. Si Ibu itu pernah bertarung lima tahun lalu melawan calon incumbent dan dimenangkan incumbent . Artinya, pernah bertarung dan pernah kalah. Kini maju lagi dan kalah lagi. “Dulu saya kalah dan sekarang ‘Alhamdulillah’ kalah lagi,” ujarnya dalam kata sambutan menyampaikan kesan dan pesan atas pesta demokrasi yang baru saja dilaksanakan. "jalan demokrasi" pemilihan calon ketua RT  Begitulah semestinya demokr...

Seperti Dipupuri

Tadi malam ada dua hajatan. Satu, tahlilan 100 hari berpulangnya Ibu dari salah satu jemaah masjid, di RT sebelah. Yang kedua, pengukuhan calon ketua RT 012 LK II yang pada dua minggu lalu diaklamasikan. Hajatan pertama kami hadiri lebih dahulu baru kemudian hajatan kedua di RT kami sendiri. Semua jemaah salat isya menuju ke rumah sahibul hajat. Rumahnya penuh undangan tetangga dan saudara-saudaranya. Habis isya saya tidak langsung bareng rombongan jemaah masjid menuju rumah yang mengundang. Saya pulang dulu mengambil kunci rumah sekalian memasukkan motor karena istri hendak duluan bareng tetangga. Kaget, kok  menapaki lantai teras terasa berdebu. Belum ngeh dong apa musabab debu yang banyak itu. Nggak juga bisa menerka dari mana asalnya karena kemarau memang udara cenderung berdebu. Jadi sesuatu yang wajar. Penampakan GAK saat erupsi memijarkan api dan debu vulkanik| foto: Metro TV Di teras sahibul hajat juga terasa berdebu. Usai doa ditutup, teman menunjukkan layar hp , ...

Duit Bukan Segalanya

Ini sebuah fakta bahwa duit bukan segalanya. Sahdan, pada sebuah wilayah rukun tetangga mengadakan pemilihan ketua RT. Kebetulan kedua calon baru sebab ketua RT lama meninggal dunia bulan Mei lalu. Calon satunya (laki-laki) memang partner kerja ketua RT lama, sedangkan calon satu lagi (perempuan) merupakan warga yang belum terlalu lama tinggal di wilayah itu. Ada 35 mata pilih yang terdaftar, hadir ke TPS 34, sedangkan 1 pemilih berhalangan karena tak bisa meninggalkan pekerjaan. Sekira pukul 10:30 WIB atau 10:30 AM pemungutan suara dinyatakan ditutup setelah satu orang yang ditunggu datang dan mencoblos tanda gambar. Penghitungan suara pun dilakukan, hasilnya 25 suara untuk calon laki-laki, 9 suara untuk calon perempuan. Jejeran panitia berpose selesai acara  Nah, letak fakta bahwa duit bukan segalanya adalah, salah satu warga situ yang merupakan besti istri tadi malam ke rumah, bercerita bahwa calon perempuan  bikin “serangan fajar ”  dengan menyebar pesan WhatsAp...

Mal, Kota, dan Kita

Waktu istri sering ikutin kajian ummahat saban Senin di masjid Ad-Du'a, saya salat Dhuha di situ. Hari ini tadi saya 'safari jumat' di situ. Agak lupa apakah sebelumnya saya pernah jumatan di situ atau baru kali ini tadi. Tapi, waktu mendengar pengumuman saldo kas dan besaran perolehan infak jumatan, sepertinya baru tadi saya jumatan di situ. Usai jumatan saya sengaja pengin mampir sejenak ke Transmart Lampung yang ada di Jalan Sultan Agung, Wayhalim. Kaget sekali gue , Bro. Lantai 1 dan 2 sudah dikosongkan, tinggal lantai dasar (bawah) yang masih diisi barang jualan berupa sepatu sandal dan pakaian. Ada juga sepeda listrik dan sepeda gowes. Gerai kopi kenangan, dan beberapa gerai makanan siap saji. Pada postingan 29 Juli 2026 berjudul "BTC, Bukan BKTC" saya bercerita tentang Bambu Kuning Trade Center (BTC) yang kiosnya banyak kosong karena ditinggalkan pemilik atau penyewa. Toilet tak lagi mengucurkan air, tak ada lagi yang jaga menarik salar orang yang buang ha...

Suara yang Hilang

Tadi malam kami nonton pemilihan ketua RT di RT 14 Lk II Perum BKP, dua calon duduk bersanding, satu incumbent dan satu lagi penantang. Panitia mencatat ada 72 mata pilih, tapi yang hadir memberikan suara hanya 62 orang. Semula 61 orang yang sudah mencoblos surat suara bertanda gambar foto kedua calon. Empat menit sebelum dinyatakan ditutup pada pukul 21:00 WIB atau 09:00 PM, datang seorang Ibu tergopoh-gopoh, istri imam masjid kami (alm). Ibu Asrori menggenapi 62 suara pemilih, tepat pukul 21:00 WIB atau 09:00 PM, pemilihan ketua RT 14 LK II Perum BKP Blok P dinyatakan ditutup dan dilanjutkan dengan penghitungan suara. Kertas suara pertama jatuh untuk calon nomor urut 1, incumbent . Selanjutnya perolehan suara kejar mengejar hingga posisi imbang 25 vs 25, lalu saling kejar lagi hingga berhenti di angka 29 untuk calon penantang dan 33 untuk calon  incumbent . Ketua RT lama kembali terpilih, lanjutkan. TPS calon ketua RT 14 LK II Perum BKP  Yang jadi pertanyaan, siapa pemi...

Telokbetong

Bertahun tidak pernah ke Telukbetung agak lupa-lupa ingat tempat jalan yang namanya diambil dari nama ikan. Saya berdua istri kemarin hendak ke jalan ikan mas. Kendati sudah membuka g - maps , tapi tetap saja masih  mbelasuk-mbelasuk . "Malu bertanya sesat di jalan" begitu kan kata orang bijak. Dua kali di dua tempat kami bertanya. Yang pertama , ngejawabnya tidak tahu. Yang kedua , jukir, biasanya yang lebih paham dengan tempat-tempat. Posisi kami sudah di jalan ikan mas, hanya saja tidak ada tulisan menandakan itu di jalan ikan mas. Toko-toko seperti enggan memasang plang nama berikut nama jalan agar orang mudah menemukan alamat. Karena sudah di jalan ikan mas, langsung saja Pak jukir menudingkan jari menunjuk alamat yang kami cari yang cuma 50 meteran dari posisi kami bertanya kepadanya. Tempatnya tidak jauh dari gudang lelang. Dahulu kerap ke gudang lelang membeli jaring atau jala dan mengirimkannya ke Ranau untuk dipakai Ayah melawai (mencari ikan) di Danau Ranau. Atau ...