Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Kangen Menyeruak

Saya mengirim igauan semacam pendapat atau saran yang saya beri judul "Insight Pagi" pada seorang kawan lamo uji wong pelembang, untuk ia baca sambil nyeruput kopi. Termasuk orang yang bukan menjadikan "bangun siang" atau "ninggi ari" uji wong pelembang lagi, sebagai sebuah budaya hidup. WA saya pukul 6 seperempat tadi langsung ia sambar macam ikan kelaparan dilempar pancing. Sepertinya memang sedang nyeruput kopi kawan lamo ini. Tapi, bukan seperti bapak kito ngopi zaman orba, sambil baca koran. Sekarang zaman milenial dan Gen Z ini, orang ngopi sambil baca komen di fb , bukan koran. sesekali mejeng di blog  Buka-buka arsip puisi yang sudah terpublikasi di beberapa media digital, saya juga dapat insight bahwa, ternyata pada sebuah media digital, ada penyair yang puisinya kerap muncul. Sedangkan diriku, sejak dimuat sekali, menahan diri untuk kembali mengirim puisi ke meja redaksi media tersebut. Kangen pun menyeruak di hati saya. Maka, dua menit lalu, 5...

Datang dan Pergi

Kemarin pagi muncul hasil kurasi puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko yang diunggah di facebook "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok." Ini adalah suatu hal yang datang. Lalu, saya mengirim puisi untuk Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh. Ini suatu hal yang pergi. "Datang dan Pergi", begitu judul postingan hari ini. Kawan penyair di Banjarmasin rupanya tidak ikut mengirim puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko ini. Entah kenapa dan apa alasannya, ia tidak menjelaskan. Ia justru selalu menanyakan apakah hasil kurasi puisi bertema "kemanusiaan" yang ditaja Ruang Merdeka Inspira (RMI), Lingkar Sajak Jaksel, dan Puisi Peduli tuk menyambut HPN. Ilustrasi untuk 'kemanusiaan' pada Psicologos Standar | Anna Bizon/Gpoint Studio | Jika saja apa yang direncanakan tiga komunitas (RMI, LSJ, dan PP) di atas, menerbitkan buku antologi puisi "kemanusiaan" lancar proses dan progres, buku akan diluncurkan bersamaan dengan ...

Kado Puisi

Pagi tadi pas membuka facebook , grup "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok" mengunggah pengumuman kontributor puisi kado ulang tahun 75 untuk penyair senior, Mas Adri Darmadji Woko, yang akan berulang tahun pada 28 Juni 2026 mendatang. Hingga limit waktu ( deadline ) menghimpunkan puisi, terbilang ada 89 penulis puisi (pemuisi, penyair) yang mengirimkan puisi untuk selanjutnya dibungkus jadi kado terindah tuk hari spesialnya penyair sepuh  Mas Adri Darmadji Woko. Sayalah orangnya di urutan 89. Sosok penyair senior Adri Darmadji Woko  Kado puisi. Begitu narasinya. Daripada kado dalam bentuk material yang bisa musnah setelah momen ulang tahun berlalu, lebih afdal kado dalam bentuk buku. Isinya, ialah testimoni atau pendapat kawan-kawan yang berisi kenangan paling mengesankan. Kenangan mengesankan itu yang oleh kawan-kawan diungkapkan dalam bentuk tulisan bertajuk "pesan dan kesan" yang tak mesti berisi hal yang bernuansa suka cita, tetapi ada juga yang bernuansa duka l...

Tanjungkarang

Setelah batal 'safari jumat' di masjid Taqwa Tanjungkarang pada 24 April karena hujan dan saya alihkan ke masjid Al-Anshor BKP, hari ini jadi juga saya salat jumatan di Tanjungkarang, tapi bukan di masjid Taqwa, melainkan masjid Al-Iman Bambu Kuning. Lokasi dekat RM Kamang Ampera. Dahulu suka ngajak anak bojo makan di RM Kamang. Salat Jumat di masjid ini baru sekali ini. Tapi, berkali-kali salat Zuhur di sini kalau pas sedang ada perlu ke pasar Bambu Kuning, seperti mengantar istri vermak baju. Beliau agak susah cari baju yang ukurannya pas ngebody dengan tubuhnya yang 'teramat' mungil. Kota Tanjungpinang dipotret dari Holiday Inn Hotel Bukit Randu  Meskipun ketika membeli baju (tunik atau kaos) dia sudah memilih ukuran M, niscaya masih harus juga ngecilin bagian pundak dan motong lengan. Untuk body dia, yang pas memang size S, tapi amat jarang menemukan yang cocok dengan selera dia, apakah corak, model, warna yang sedang trend tentu saja. Tanjungkarang, kota yang ...

Puisi Ramadan

Pada tahun lalu (2025), Eki Thadan, pemilik penerbit metaforma internusa, menggagas penerbitan buku antologi puisi bertema Ramadan. Mengirimlah saya, cuma satu judul puisi. Lama kali menunggu, seperti tidak ada proses serta progres. Saya antara sabar menunggu dan pesimis terwujud. Yang jadi faktor sebab musababnya adalah karena Bung Eki Thadan sakit dan mesti menjalani dialysis (cuci darah) dua kali dalam seminggu. Saya maklum dan mengirimkan doa bagi kesehatannya. Di ambang hampir melupakan antologi puisi Ramadan tersebut, ternyata selesai juga layout -nya. Dibagikan pdf -nya. Buku antologi puisi Ramadan "Dalam Cahaya Ramadan" dari PERRUAS oleh 183 penulis. Oleh Bung Eki Thadan dikirimkan pdf hasil layout buku ke WhatsApp Grup yang dinamai "Antologi Sufistik" dengan anggota cuma 11 orang. Ternyata jumlah penulis yang tergabung dalam antologi ini sebanyak 22 orang. Ada penulis yang menyumbang cuma satu, ada yang dua, tiga bahkan empat puisi. Sampai akhirnya pada...

Si Darah Manis

Bapak RT satu ini aktif senam jasmani saban Minggu pagi dan senam pernapasan di sore harinya, bakda Asar. Penyintas gula darah tinggi dan diabetes, mengharuskan ia mesti rajin gerak badan. Sejak hari Sabtu lalu Pak RT ini diopname di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RS PBA), keluhannya pegal-pegal dan nyeri sendi lutut (arthralgia lutut). Rencananya pagi tadi akan disuntik di bagian lutut itu, tapi gula darahnya 200+, tak jadi disuntik. Saran dokter rawat jalan saja dulu nanti setelah keluar dari rumah sakit, dan apabila gula darahnya sudah turun, baru bisa disuntik obat. Lumayan krusial, ya, urusan gula darah tinggi itu. Sungguh serba repot jadinya. Sebelum pulang besuk, saya sempatkan memotret Perum BKP dengan latar belakang Gunung Betung di kejauhan  Apa yang menyebabkan gula darahnya tinggi, tadi saat kami besuk di kamar perawatannya, saya tanyakan hal itu. Jawabnya, karena kurang tidur. Selama dirawat di RS ia tak bisa tidur nyenyak. "Nah, kurang tidur itu bisa menaikkan t...

Sisa Kenangan

Ada sisa hujan di matanya. Tetiba terpikir nulis puisi di dalam perjalanan pulang dari Depok kemarin karena sendu. Pikiran ini berkelebat seperti bayangan tubuh para penglaju commuter line yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek super cepat itu di stasiun Bekasi Timur, menggelepar meregang nyawa. Tadi sebelum subuh, selagi salat tahajud, tiba-tiba hujan deras turun. Pagi ini ada sisa hujan di jalan depan rumah, menguatkan pikiran tentang jejak langkah para penglaju subuh berjamaah di masjid. Tetapi, karena aspal jalanan mulus dan derasnya sapuan air, jejak langkah pejuang subuh itu hilang. Ini Sego Tempong lauk ikan Nila goreng  Sisa hujan, bayangan tubuh, dan jejak langkah para pejuang subuh adalah frasa yang menarasikan rasa kehilangan. Orang tua yang kehilangan anak, anak yang kehilangan ibu, suami yang kehilangan belahan jiwa. Itu semua berkelebat dalam pikiran saya ketika melewati stasiun Cisauk, Tangerang, Banten. Selepas melewati stasiun Cisauk, kendaraan yang kami tumpangi m...

Jalan Pulang

Selesailah sudah perjalanan ke Depok untuk kondangan di Bekasi. Pagi ini dalam rangka perjalanan pulang kembali ke Bandar Lampung. Alhamdulillah, saya sempat menjalani ritus 'safari jumat' di masjid An-Nahl Tanah Baru, Beji, Depok. Moda transportasi travel kami pilih. pertimbangan yang jadi dasar adalah bisa door to door , menjemput di rumah dan mengantar ke alamat tujuan. Ini baru kali pertama sebagai uji-coba alternatif lain di luar kebiasaan yang selama ini kami gunakan, yaitu bus. Ini peta perjalanan dari Depok yang disetel 8 jam, habis pas di titik ini pukul 18:12 WIB. Dengan kenyamanan yang tidak jauh beda dengan bus milik BUMN yang biasa digunakan, dan ongkos yang kami keluarkan, akan tetapi, lumayan lebih irit menggunakan travel. Nilai plus yang didapat yaitu antar jemput door to door . Duduk, diam, sampai. Lebih worth it lagi karena tiketnya bisa dipesan via aplikasi. Hanya duduk manis sambil nyeruput kopi pelan-pelan, jari bermain-main membuka aplikasi, pencet a...

Situ Brigif

Minggu pagi, mengisi waktu senyampang masih di Depok, jalan pagi mengelilingi waduk (Situ Brigif) di Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Waduk ini merupakan RLS (Ruang Limpah Sungai) yang disebut dengan program 942 oleh pemerintah DKI, mulai dibangun tahun 2023.  Ramai juga pengunjungnya, datang dari mana-mana, ada yang sekadar jalan dan ada yang senam. Tempat parkirnya penuh kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Penjual makanan juga banyak, ada nasi pecel, dimsum, kukus-kukusan, dan tentu saja gorengan. Dijamin nggak bakal lemes kelaparan. Waduk Brigif | foto: Aldi Geri Lumban Tobing (beritajakarta.id) | Demikian pula minuman, beraneka ragam rupa dan rasa. Kelapa muda, serba es, jus, bahkan jamu juga ada. Kopi teh tentu tak ketinggalan. Kelar  muterin waduk, kami makan lontong pecel dan gorengan serta telur rebus. Komplit, sudah ada sayur, protein. Buat karbohidrat dari nasi digantikan oleh lontong. Seluas itulah area Situ Brigif, agak lumayan berk...

Ke Bekasi Juga

Puncak tujuan perjalanan dari Lampung ke Depok adalah hendak kondangan ke Santika Premiere Hotel, Harapan Indah, Kota Bekasi. Dahulu, sebelum ada jalan tol Jakarta-Cikampek, Kota Bekasi ini dilalui saat perjalanan mudik atau balik, itu pun ketika jadi penumpang moda transportasi umum. Dari ketinggian Depok, perjalanan menurun menuju Jakarta Selatan lalu mengarah ke Jakarta Timur dan berakhir di Kota Bekasi. Pantas saja jika di Bogor dan Depok hujan cukup deras niscaya Jakarta akan dapat kiriman banjir karena topografi daerahnya yang lebih rendah. Bekasi pun banjir apabila kali Bekasi meluap. Suasana antrean di meja prasmanan  Luapan kali Bekasi akibat menerima debit air tinggi dari hulu Cileungsi. Jadi, secara umum bukan hanya Jakarta saja yang sering terendam banjir, melainkan juga Bekasi. Daerah yang sering kebanjiran di Bekasi adalah Gang Mawar, Kampung Lengkak, Kampung Lebak (Teluk Pucung), dan kawasan Pondok Gede.  Kondangan adalah medium bertemunya perasaan suka cita ant...

Jumatan Kedua

Perjalanan dari Lampung ke Depok Kamis malam dan nyampe Jumat pagi, membuat saya berkesempatan untuk menjalani 'safari jumat' di masjid An-Nahl Ar-Royyan Tanah Baru, Beji, Depok. Dulu kali pertama salat jumatan di masjid ini, pada (31/10/2025), kemarin saya ulangi untuk kali kedua. Dari yang pertama dulu, saya lihat perubahan makin membuat masjid ini tampak tambah keren. Kehendak membuat penampilan masjid ini lebih bagus terlihat ada progresnya. Kemajuan cukup signifikan kendati tentu seiring dengan kecukupan dana yang tersedia hasil menjaring donasi dari jemaah salat hari Jumat. Takmir masjid An-Nahl baca pengumuman  Yang menarik, lantainya bukanlah granit yang licin mengkilap, melainkan marmer biasa yang tidak licin (atau bisa dibilang agak kasar) dengan ukuran 60x60 Cm. terdiri dari dua corak. Satu corak berwarna abu-abu dan satu corak lainnya berwarna putih tulang atau dengan istilah penyebutan lain broken white . Dengan corak seperti itu, terlihat ruang salat atau shaf j...

Kabar Suka dan Duka

Setelah tadi malam dapat kejutan hasil kurasi antologi untuk PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema "MBGendam" yang ditaja Sosiawan Leak. Sore ini mendapat kejutan lainnya, saya lolos kurasi antologi bertema "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan" dari Kindai Seni Banjarmasin melalui akun facebook -nya. Lolos kurasi dua even ini, bauran perasaan senang jadi pengantar tidur. Ada irisan antara MBGendam dan Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan, yaitu sama-sama bertema anti-korupsi. Puisi yang senapas seperti ini sekilas tidak begitu susah mengarangnya. Setelah even yang pertama, "MBGendam" selesai, masih ada sisa-sisa spirit mengarang puisi untuk even kedua, "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan". Jadi, langsung saya merangkainya. Salah satu lembar lampiran pengumuman hasil kurasi "Antologi Kindai 2026" Untuk "MBGendam" saya kirim 5 puisi via e - mail , belum karuan berapa puisi yang bakal masuk ke...

MBGendam untuk PMK

Kring , kring , kring .. masuk notifikasi pesan WhatsApp dari seorang teman penyair di Banjarmasin. Ia meneruskan pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema MBGendam (Makan Bergizi Gendam). Dari 236 pengirim, yang lolos kurasi sebanyak 204 penyair dari seluruh Nusantara. Pesan WhatsApp  tersebut masuk sekira pukul 21:54, saat saya dan istri sedang dalam perjalanan menuju Depok, Jawa Barat. Teman penyair Banjarmasin, ini mengucapkan selamat untuk puisi saya yang lolos kurasi. Sayangnya, ia tidak ikut mengirim puisi untuk antologi PMK ini. Waduhh,  nggak satu buku deh kita. Ikon flyer MBGendam | facebook Sosiawan Leak | Alasannya ia tidak menyiapkan puisi, entah kenapa musabab lainnya, tak ia jelaskan secara spesifik. Saya sendiri mengirim sebanyak lima judul puisi. Setelah pengumuman hasil kurasi ini keluar, baru jelas siapa saja kurator puisi PMK. Mereka adalah Acep Zamzam Noor, Prof. Achmad Taufik, dan Dr. Sahadewa. Kang Acep Zamzam No...

Elegi Para Penglaju

Kesedihan terjepit gerbong KRL yang ditabrak kereta api Argo Bromo Anggrek. Di blog ini saya sudah beberapa kali mengisahkan para penglaju "pejuang rupiah" yang berangkat subuh dari rumah demi mengejar satu tapak tempat berdiri di dalam gerbong KRL seandainya tidak mendapatkan tempat duduk, berdiri sekalipun mereka tahan yang penting bisa sampai kantor tempat bekerja tidak terlambat. Begitu pun sebaliknya, saat hendak pulang ke rumah, mereka berjibaku mengegas langkah lebih cepat lagi untuk lekas sampai di stasiun agar tidak ketinggalan KRL commuter line yang akan mengangkut mereka ke alamat masing-masing, dengan memanggul lelah setelah bekerja seharian. Kendati bekerja di ruangan berpendingin udara, tak ayal rasa lelah terakumulasi dari loyalitas, beban kerja, dan stres yang mendera. Beginilah KRL yang dihajar KA Argo Bromo yang melaju dengan kecepatan 110 km/jam. | gambar pinjam pakai milik detik.com | Para penglaju luar Jakarta, menyerbu Jakarta di pagi buta. Mereka dari...

Puisi Tentang Puisi

Inilah enam puisi tentang puisi yang dimuat di NusaBali asuhan Warih Wisatsana. Puisi tentang puisi. Entah mengapa saya tiba-tiba terpikirkan membuatnya. Lalu, saya kirimkan ke Koran NusaBali. Agak lama menunggu kabar dimuat atau tidak. Bersamaan pula mengirim puisi ke Koran Bali Politika. Bali Politika asuhan Wayan Jengki Sunarta. Dua kali saya bertemu dengan Bli Wayan. Pertama sewaktu menghadiri Ubud Writers and Readers Festival, 18–22 Oktober 2023. Kami sarapan dan ngopi di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap. Pertemuan kedua sewaktu menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara. Inilah 6 sajak-sajak saya yang dimuat di NusaBali (Minggu, 9/3/2025) Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), 24–26 Oktober 2024, saya dan istri baru empat hari pulang dari ibadah umrah, tapi tak merasakan capek sama sekali. Lalu, setelah lama menunggu, akhirnya yang di BaliPolitika dimuat. “Maaf menunggu agak lama karena sesuai antrean,” kata Bli Wayan Jengki Sunarta. "Wah, saya senang s...

Kabar Penyair Pergi (3)

Lagi, ada kabar duka, penyair berpulang. Iyut Fitra yang baru belakangan saya sadar kalau ia seorang pria. Berulang kali saya ketemu puisinya pada Kompas Minggu atau Republika  Ahad dengan asumsi ia seorang wanita. Rupanya itu adalah nama pena dalam berkarya yang diambil dari nama lengkapnya Zulfitra. Di Threads juga ada yang berkomentar, menyangka kalau Iyut Fitra seorang wanita. Artinya, bukan saya seorang yang dikecohkan oleh namanya waktu sering diperjumpakan dengan puisinya di dua koran di atas. Karena saya rajin beli Kompas dan Republika edisi hari Minggu, jadi sering bertemu dengan puisinya Iyut Fitra. Chairil Anwar dalam buku "Si Bintang Jalang" Seandainya sejak mula ia menggunakan nama Zulfitra, tanpa membaca bionarasi yang menjelaskan tempat lahirnya, niscaya saya akan menebak pastilah berasal dari Sumatra. Nama dengan huruf “Z” (Zul atau Rizal) kental dipergunakan oleh orang Sumatra terutama pada suku Melayu Riau, Minang, dan Lampung. Iyut Fitra meninggal ...

Ancang-ancang Kemarau

Sudah dua hari ini udara terasa puanas  amat menyengat di Bumi Lada. Saya potret langit berhias awan dengan matahari menyala di atasnya, kemudian saya jadikan cerita ( story ) pada  facebook . Kolega di Surabaya mengirim tanggapan di cerita; "Di Surabaya mendung," komentarnya. Wah, tumben sekali Surabaya yang biasanya puanase poll , kok yao dengaren bisa mendung. Keberuntungan sesekali itu. Gugusan awan dan matahari yang menyala. Berkali-kali saya jadikan video saat hujan sebagai status WhatsApp , dia tanggapi dengan mengirim komentar bahwa Surabaya puanas poll . Nah, pada hari ini agak laen , iso mendung. Keberuntungan. Sudah pernah saya tulis di blog ini, bahwa akan terjadi kemarau panjang dan kering sekali. Tapi, sepertinya saya terkecoh manakala kok masih saja turun hujan deras berhari-hari pekan-pekan lalu. Nah, apakah puanas poll dua hari ini sebagai ancang-ancang akan mulai terjadinya kemarau panjang dan kering seperti yang di-prakiraan-cuaca-kan oleh BMKG? ...

Mengisi Waktu

Saudara istri sesama asal Pacitan rajin sekali gowes di hari Minggu. Ia sempatkan mampir ke rumah minimalis kami. Saling bertanya kabar dan berbagi cerita tentang keluarga. Maklum sih jarang sekali ketemu, tentu kangen . Diobati dengan cerita. Di jalan Teuku Cik Ditiro, bila saya sedang beli sayur di warung sayur matang Buk Ninik depan SMPN 14, acap melihat iring-iringan rombongan penggowes lewat. Senang melihatnya. Saya membatin, alangkah kuat jantung mereka itu. Berapa km mereka tempuh. Ilustrasi | credits title : MainSepeda | Di Jakarta, oleh mantan gubernur Anies Baswedan, dibuatkan jalur khusus buat sepeda. Dengan begitu, para penggowes merasa aman dan nyaman menjalani gowes. Apalagi yang ngegowes tak hanya kaum Adam saja, tetapi tak sedikit kaum Hawa cantik dan manis. Tadi pagi, kembali saudara kerabat istri sesama asal Pacitan itu mampir. Cerita tentang hari raya kemarin mereka mudik ke Pacitan. Kami tidak mudik karena anak-anak dan mantu tahun ini gilirannya kumpul bersama di ...

Duh, Gusti

Tanggal 1 April lalu diingatkan oleh facebook, berusia 1 tahun pertemanan kami (saya dan Amiruddin Sormin) di facebook . Tadi pagi, kembali lagi diingatkan oleh facebook , hari ini ulang tahun sohib Amiruddin Sormin. Duh , Gusti . Cemana cara memberi selamat pada sohib yang telah tiada ini. Hanya ada satu cara tersisa. Saya langitkan doa ke Hadirat Allah SWT dengan membacakan Surah Al-fatihah yang pahalanya saya hadiahkan kepadanya. Khususon ila ruhi Amiruddin Sormin alfatihah.......... Husnul khotimah ia, ditandai wafatnya di hari Jumat. Selama karirnya sebagai jurnalis juga terkesan baik. Muncul di layar gawai  Saat ia wafat, 26 September 2025, pertemanan kami di facebook belum genap berusia 6 bulan. Interaksi kami di 'kotak ajaib' milik Meta buah karya Om Mark Zuckerberg, itu tidak begitu intensif. Pasalnya, saya bukan tipe orang yang maniak amat bermain-main di facebook . Bahkan, pernah selama satu tahun saya log out facebook . Pernah saya tuliskan ceritanya di sini....

Gerah di Ruang Ber-AC

Seperti labu yang akan runtuh dengan batang yang kepayahan menyangganya. Seperti itulah perumpamaan mendung menjelang jumatan tadi. Saya batalkan rencana ‘safari jumat’ ke masjid Taqwa di Jl. Kotaraja, Tanjungkarang Pusat. Saya alihkan ke masjid terdekat, masjid Al-Anshor di Jl. Dua Jalur Perum BKP. Tepat pukul 11 saya tancap gas berangkat ke masjid. Memarkir motor lalu masuk ke dalam masjid. Sedang salat tahyatul masjid, hujan runtuh. Suhu dingin ruang masjid jadi lebih terasa dinginnya setelah cuaca hujan meningkahinya. Saya menggeser posisi duduk dari sejajar AC di tembok, mundur mendekati tiang masjid. ilustrasi, duduk di ruang ber-AC | enervon Saya pikir hujan akan lebat amat sehingga membasahi jemaah yang nekat berangkat. Lho, ternyata tidak lama kemudian reda. Berangsur-angsur jemaah berdatangan lalu mengisi shaf-shaf yang masih kosong. Perlahan-lahan suhu dingin ruang bertambah hangat oleh makin banyaknya kerumunan jemaah. Begitulah kegalibannya. Suhu tubuh manusia yang h...

Hari Buku, Baca Buku

Selama dalam masa pemulihan kesehatan pasca-demam tipes yang menjadikan pola makan mesti menghindari yang enak-enak. Kendati tetap bisa keluar mencari sayur dan kebutuhan harian, setelah kembali ke rumah, tak banyak gerak yang saya lakukan selain duduk manis di depan laptop, menulis. Tentu, yang tak pernah tinggal adalah memroduksi tulisan untuk menyuapi blog ini setiap hari. Karena itu, saya butuh ransum yang akan saya suapkan. Dari mana mendapatkannya? Salah satunya adalah membaca. Seperti sudah pernah saya tulis di blog ini, yang saya baca tidak mesti buku. Saya baca juga sosial media. Sebagian buku yang ada di rak buku sayah Tetapi, selama istirahat pemulihan kesehatan, ada beberapa buku yang segel plastiknya belum dibuka, saya buka dan sekalian membacanya. Terutama empat hari belakangan, saya merasakan asyiknya membaca buku cerpen pilihan Kompas . Dari hasil membaca terbit ide untuk mengarang puisi, saya tulis di WA pribadi. Seperti yang sudah pula saya tulis di blog ini,...

"Untung Ada Saya"

Mbah Google itu nolong banget . Apa yang tak kita ketahui, bila ditanyakan kepada ‘beliau’ niscaya akan diberi jawaban dengan sejelas-jelasnya olehnya. Bisa dikatakan nggak cuma nolong, tapi juga ngemong dan serba tahu sesuatu atau bagai macam hal ihwal yang mungkin amat awam bagi kita. Ada kabar lelayu di grup WhatsApp perihal kepulangan seseorang yang dari namanya masih awam bagi saya. Sejauh ingatan saya, belum pernah mendengar nama apalagi profesinya. Karena kabarnya tersiar pada WAG komunitas sastra, tentu ia seorang sastrawan juga. Ilustrasi | credit title: SlashGear | Saya langsung googling mencari tahu. Mbah Google menjelaskan kalau beliau dijuluki sebagai dedengkot Teater Bulungan (ia lulusan di SMA VI Jalan Mahakam 1966) yang pada Maret ini genap berusia 78 tahun. Dikatakan juga ia jebolan FISIP UI 1975. Mafhumlah saya kalau ia adalah teaterwan yang kegiatannya itu tak terpisahkan dengan lakon berdasarkan naskah cerita yang beririsan dengan sastra. Dijelaskan pul...

Solilokui

Dalam hal membaca, di era digital ini, buku fisik seperti kehilangan pamor. Dan saya, akan tetapi, masih suka saja menyelipkan satu-dua eksemplar buku tipis ke dalam tas selempang yang sering saya bawa ke mana-mana ketika bepergian. Kendati nanti, pada akhirnya, tidak juga saya baca tersebab perhatikan teralih ke gawai, tentu saja lain persoalan. Pada gawai itu juga ujungnya kesenangan membaca saya berpindah dari (mestinya) buku yang ada dalam tas. Saya buka X (twitter), baca di situ. Ilustrasi|puisi dalam lagu|youtube Saya buka Threads, saya baca di situ. Pun, ketika pilih buka Instagram, saya baca di situ. Dari ketiga platform sosial media tersebut banyak sekali bahan bacaan yang saya temui dan membuat waktu saya tersita, tenggelam membaca. Dahaga baca hilang. Pagi ini, ada dua 'igauan' di Threads yang membuat asam lambung nyaris naik ke ulu hati. Pertama , soal saos Abang bakso yang ternyata 0% bahannya cabe. Agar ada sensasi rasa pedas dan merah warna cabe, semua hasil reka...

Mitos-Mitos

Tadi pagi saya kembali jogging setelah lama vakum. Keliling perumahan hanya sandalan saja. Biasanya komplit dengan sepatu kets, bertopi. Celana tetap training, tapi kaos polo yang mestinya bukan untuk olaraga karena tadinya  gak begitu niat. Belum sampai rumah, digiring hujan gerimis tipis-tipis. Tapi, ada hal yang membuat bulu kuduk saya berdiri, hujan disertai panas. Hujan panas, begitu disebutnya. Mengapa bulu kuduk saya berdiri? Ingat mitos-mitos pada masa kecil dahulu, itu katanya “hujan orang mati.” Ilustrasi | gambar: Rumah Makan Duta Minang  Memang, sayup-sayup terdengar suara kabar lelayu dikumandangkan dari TOA masjid di daerah sekolah PERSADA. Jadi, ceritanya, di masa kecil di kampung dahulu, bila hujan panas, itu pertanda “hujannya orang mati.” Nah, c emana tak bergidik ketemu hujan panas. Ada kiatnya, akan tetapi, diajarkan orang tua. Supaya terhindar dari bala atau hal-hal yang kurang sedap bila terkena hujan panas. Kiat itu saya praktikkan. Sampai rumah ...

Sop Iqbal

Setelah gagal menyambanginya kemarinnya kemarin ( selumbari ) karena diganggu hujan, pada akhirnya tadi malam berdua istri ke sini habis magrib. Kaget juga melihat pengunjung yang duduk penuh sabar menunggu pesanan terhidang di meja. Tidak semua kebagian meja. Ada yang duduk di teras ruko (yang berundak-undak) tempat warung tenda ini membuka lapak. Saya dan istri berdiri menunggu mereka yang sedang merampungkan makan malam yang nikmat suap demi suap. Bikin ngiler melihatnya. Menunggu menu terhidang  Ya, Sop Iqbal, begitulah kuliner tenda pinggir jalan Kartini, Kota Tapis Berseri, ini menyebut identitas dirinya. Tidak berapa lama saya dan istri berdiri, bapak yang rampung makan menyerahkan meja mereka kepada kami, "Sini, Bu," kata si Bapak itu. "Terima kasih," jawab kami. Saya dan istri duduk, satu per satu piring nasi di antar ke hadapan orang-orang yang sudah duluan duduk di meja dan teras ruko itu, hingga pada akhirnya sampai juga giliran kami. Saya ceklak ceklik ...

Sebuah Antusiasme

Ini kopi gerobak yang sudah saya ceritakan di postingan blog pada 28 Maret berjudul " Kopi Ngingi " karena memang yang mereka jual adalah kopi dingin ( ngingi,  bhs. Lampung). Kopi plus es. Tadi malam ketika saya ke Kemiling (atas) mencari obat di apotek, saya lihat kerumunan orang antre di depan gerobak hendak membeli kopi yang sedang kekinian ini. Menonton dua orang peracik di dalam. Kopi gerobak di Jl. Teuku Cik Ditiro, Kemiling  Sebuah antusiasme jadi pemandangan menggelikan. Memang demikianlah agaknya, di Tanoh Lada , Tapis Berseri , dan Sang Bumi Ruwa Jurai , ini sesuatu yang baru selalu menarik perhatian. Namanya juga 'baru.' Setiap ada kafe baru, diserbu pengunjung kendati hanya untuk mencoba atau menjadikannya tempat ngonten untuk diunggah di media sosial facebook, IG, Threads atau TikTok. Memvalidasi status sosial. Antusiasme warga pengin mencoba  Saya perhatikan di Pasar Pucang, Surabaya, kopi gerobak NESCAFE ini tidak begitu ramai pembeli. Biasa s...