Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Tahlilan Pamungkas

Malam ini ada dua tempat tahlilan yang barengan . Satu niga hari dan satu lagi matangpuluh hari. Yang niga hari, tetangga sebelah RT yang kemarin dianggap anonim. Yang matangpuluh hari, Pak RT yang saya tulis cerita tentangnya beberapa kali sejak 6 Mei, saat saya besuk di RS Bintang Amin. Semua ada 8 tulisan dengan berbagai cerita tentangnya. Ini tulisan ke-9. Saya hadir untuk turut mendoakan serta membuktikan premis yang saya tulis tentangnya. Yaitu, beliau orang yang  low profile dan humoris. Karena menjabat sebagai ketua RT, tentu dekat dengan warganya.

Menganggapnya Anonim

Baru saja pulang tahlilan di RT sebelah, hari kedua. Yang berpulang ke Rahmatullah ini seorang bapak pegawai BUMN – byar pet – . Masih muda, belum ada 50 tahun. Selama ini kami belum pernah melihat wajahnya. Kok bisa? Karena ia bukan jemaah masjid dan belum pernah ketemu saat ia keluar rumah. Begitu anggapan awalnya. Anggapan sebelum tahu sejelasnya. Akan mudah mengenal tetangga, apalagi berbeda RT bila sering bertemu di masjid atau sedang takziah tetangga meninggal. Bukan saya sendiri, melainkan teman-teman jemaah masjid juga bertanya-tanya, beliau yang meninggal ini yang mana sih orangnya? Ada satu dua tetangga yang tidak salat berjemaah di masjid, tapi karena sering ketemu dan bertegur sapa, maka jadi kenal bahkan akrab. Akan tetapi, agak laen jadinya bila hingga namanya disebut di TOA masjid saat wafat, banyak yang tidak tahu orangnya yang mana. Anggapan sebagai anonim. Kendati begitu, saat namanya diumumkan di TOA masjid kemarin pukul 03:00 PM setelah kabar wafatnya belia...

Dua Kegiatan Besar

Pada Senin (22 Juni 2026) kemarin, dua kegiatan besar diselenggarakan secara bersamaan, tapi berbeda tempat dalam penyelenggaraan. Yang pertama , ulang tahun ke-499 DKI Jakarta, tentu dilaksanakan di Jakarta. Dan, yang kedua , pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Tanah Rencong, Aceh. Yang pertama , HUT ke-499 DKI Jakarta, dibuka tentu saja oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Rano “si Doel” Karno sebagai Wakil Gubernur bersama jajaran stakeholder Pemerintah Provinsi dan swasta dengan sajian berbagai macam atraksi kesenian khas Betawi. Ilustrasi | PPN XIV Aceh | Instagram  Yang kedua , PPN XIV Aceh, dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dan ada pula sambutan  Gubernur Aceh.  Bertempat di Istana Wali Nangroe. Dihadiri Bupati dan Walikota daerah pelaksana; Banda Aceh, Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Besar. Mengutip Instagram panitia penyelenggara PPN XIV Aceh, “Kegiatan ini mempertemukan penyair, sas...

Jelang 5 Abad Jakarta

Hari ini, 22 Juni 2026, DKI Jakarta berusia 499 tahun atau satu tahun menuju usia 5 abad. Pemerintah Provinsi mencanangkan tema “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”. Untuk merayakannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan berbagai kado spesial berupa tarif transportasi publik seharga Rp1 dan promo masuk tempat wisata gratis  pada tanggal 22, 27, dan 28 Juni 2026 . Semua itu berlaku bagi warga ber-KTP atau KIA DKI Jakarta, tentunya. Ayo, manfaatkan! Bukan rahasia bahwa, moda transportasi di DKI Jakarta telah terintegrasi dengan kota-kota penyangga (luar Jakarta). Karena itu, transJakarta (BRT, Non BRT, transJabodetabek), MRT Jakarta serta LRT Jakarta, jadi andalan bukan saja warga DKI Jakarta, melainkan juga warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (BoDeTaBek), bahkan warga Karawang yang mengais rezeki di tengah Kota Jakarta pun merasa sangat terbantu sebagai komuter (pelanju) dengan keberadaan MRT. Sajak-Sajak kado jelang 5 abad Jakarta, terbit di orbit8.id, sebuah media ...

Dangdut Lampung

Kemarin-kemarin logo Google berwarna pink, melihatnya bagaikan memandang cewek di hari valentine, cantik menawan. Ada karakter pemain bola penanda kejuaraan piala 🏆 dunia FIFA sedang berlangsung. Tapi, kenapa pink? Tidak kontradiksi dengan sportivitas bola? Hari ini tiba-tiba logo Google berubah rupa dan warna. Ada karakter alat musik gendang, suling, dan piano. Ada pula mikropon, alat bantu untuk melangtangkan vokal orang yang berbicara atau sedang menyenandungkan lagu. Yang menarik, ada karakter truk sedang melaju di jalan raya. Doodle Google merayakan Dangdut  Saya ketik di peramban Google menanyakan apa makna Doodle yang ditampilkannya. Ternyata Hari Musik Sedunia. Agak unik, yang diangkat Google sebagai tema adalah alat musik dangdut, salah satu genre musik populer yang amat disukai oleh sebagian (tertentu) masyarakat Indonesia. Saya katakan cuma "sebagian" untuk menafikan. Karena tidak semua masyarakat Indonesia suka dangdut. Artinya, tidak bisa digeneralisasi. Ta...

Pengabdian Totalitas

Sebagai ketua RT. 05 Blok N/O yang berarti pamong bagi warganya, Pak Syukur dalam “mengabdi” kepada warganya tidak pengin bertindak setengah hati. Satu contoh, masalah kurban —dikemukan putranya saat menyampaikan sambutan tahlilan nujuh hari kepulangan beliau. Daging kurban bagian warga di RT yang ia bawahi, diantarkan langsung olehnya atau dibantu oleh putranya ke rumah-rumah warga. Putranya pernah mempertanyakan hal itu, “Mengapa, sih , Yah, kok , mesti diantarkan. Bukan warga yang mengambil?” “Itu bentuk tanggung jawab Ayah,” jawabnya. Putranya pun maklum. Apa yang dilakukan Pak Syukur itu sebuah pengabdian totalitas. Beliau memiliki keperibadian yang penuh tanggung jawab. Orang Batak mengistilahkan  agak laen . Iduladha 1447 H tak ada lagi peran penuh dedikasi itu. Nama putrinya terdaftar sebagai salah seorang pekurban. Dan, tentu saja digandengkan dengan namanya sebagai binti bagi putrinya. Namanya ikut dilangitkan dalam gema takbir penjagal. Kendati beliau tak hadir ...

Merasa Seperti Kehausan

Untuk mengsinkronkan jarak waktu antara kepulangan Pak ketua RT.05 BKP Blok N/O dengan namanya disebut tadi malam di masjid, saya menghitung secara cermat dengan membuka catatan blog yang mengisahkan dirinya. Ketemu garis waktu sepanjang 36 hari. Wah, wah, sudah mendekati momen memperingati 40 hari kepulangan almarhum. Betapa tidak terasa waktu mengular, melata meninggalkan kita, di belakang serpihan kenang-kenangan yang berguguran. Hanya beberapa hari ke depan, mungkin akan ada tahlilan 40 hari, melangitkan doa baginya. Tetapi, saat mendengar namanya disebutkan di masjid Al-Barokah tadi malam, saya baru menyadari penuh keharuan, beliau tak lagi hadir di tengah jemaah. Ya, tadi malam masjid Al-Barokah BKP Blok O menyambut datangnya tahun baru 1448 Hijriyah. Merayakan datangnya bulan Muharram tahun ini tak ada lagi sosok Pak Syukur di tengah-tengah jemaah. “Biasanya beliau aktif,” kata seseorang. Seseorang yang saya maksud adalah salah satu pengurus masjid yang memberikan sambuta...

Salam di Rumah Kosong

Setelah memulai ‘safari jumat’ 3 Januari, begitu bulan Ramadan tiba saya mulai ‘safari Ramadan’ Zuhur atau Asar pindah-pindah. Masjid Thoriqul Khoir ini salah satunya. Pada siang ini saya jadikan tempat ‘safari jumat.’ Pada 16 Mei, rencananya saya ‘safari jumat’ di masjid ini, tapi karena pengin ngejar salat Dhuha, saya belokkan arah motor ke masjid Istiqomah di Jalan Mangkubumi, Segala Mider, Tanjungkarang Barat. Ini pun mengalihkan rencana awal lainnya. Saat belum ramai jemaah datang pukul 11:43 Ya, rencana awal saya pengin ‘safari jumat’ di masjid Al-Mahya Balai Krakatau, tapi kok sepi. Asumsi saya masjid itu tak dipergunakan buat salat jumatan mungkin karena jemaahnya sepi tersebab jauh dari tempat tinggal masyarakat. Masjid Thoriqul Khoir terdiri 2 lantai, lantai 1 diperuntukkan tempat istirahat pengunjung dan lantai 2 diperuntukkan tempat salat. Masjid ini begitu strategis untuk jadi persinggahan orang pulang kerja dan pengin salat Asar berjemaah. Di samping AC terpasang...

Kata WARTEG Sebagai Penegas

Masih tentang puisi Ramu-Ramu Warteg yang saya posting kemarin. Seseorang pengirim puisi, di facebook mengunggah puisinya yang tak lolos kurasi dengan narasi agar tetap semangat dan terus menulis. Sebuah ajakan kepada diri sendiri atau tak lebih dari semacam ungkapan menghibur diri untuk tetap istikamah. Saya baca puisinya, bagus. Komentar “bagus” dan “keren” diberikan teman-teman facebook- nya yang membaca puisi itu. Tetapi, dari berbagai diksi yang dirajut menjadi larik puisi untuk membentuk jaring “bait” sehingga memunculkan puisi yang “bagus” dan “keren” tak terdapat diksi “ warteg ” satu pun. Sablonan kaos warteg | gambar dari Shopee | Padahal, dalam flyer sudah tegas tertulis “harus menyertakan kata warteg” di dalam puisi. Tak ada kata warteg itu barangkali yang membuat puisi seseorang di atas tidak lolos kurasi. Setidaknya ini penafsiran saya. Para kurator tentu punya tafsir masing-masing. Mana layak lolos, mana tidak. Dari 216 pengirim, lolos 105. Ini sebenarnya ada bo...

RAMU-RAMU WARTEG

Puisi buat antologi “ Ramu-Ramu Warteg ” yang ditaja Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) deadline 30 Mei dan diumumkan 16 Juni 2026. Ini kali kedua saya ikut even tahunan DKKT. Tahun lalu bertema “Teh, Imaji, dan Puisi” saya tidak lolos kurasi. Tahun ini Alhamdulilah lolos kurasi. Buat memperpanjang catatan. Ada yang nyelenéh (baca: nyeni) dalam cara DKKT mengumumkan hasil kurasi. Pada even lain, nama penyair diikuti judul puisi yang lolos kurasi, ditulis urut berdasar alfabetis. Pada even DKKT ini, judul puisi ditulis dahulu baru diikuti nama penyair dan dibiarkan acak. Terpaksa mesti melusuri secara perlahan dan hati-hati. Dipelototi satu per satu. Nama inyong nangkring di nomor urut 44 Hati-hati –maksud saya penuh debaran– harap-harap cemas, kira-kira gue lolos kurasi kagak , ya. Begitulah yang terjadi kemarin, sepanjang hari. Berkali-kali saya sambangi akun  Instagram dan facebook DKKT yang disebut di flyer , tapi hingga sore tak menjumpai pengumuman hasil kurasi ter...

Cara Sehat Sederhana

Saat hujan deras kemarin siang, saya tidak ngerasa kedinginan, tetapi justru ngerasa kepanasan. Saya diajak makan sop kambing di rumah kakak. Kontan badan jadi panas imbas sop itu. pulang ke rumah menjelang Asar, saya ngerasa kepala kok agak pening. Saya membatin, pastilah tensi saya mendaki ketinggian. Sedikit was-was. Bakda salat Asar, saya keluarkan alat pengukur tensi digital yang sudah lama tidak saya gunakan. Saya pasang baterainya dan memasangkannya ke lengan bagian atas, saya tekan " on ", hasilnya 136/69 mmHg dan detak nadi 81. Kata mesin pintar itu tensi darah saya normal. Setidaknya untuk lansia ukuran segitu dianggap normal. Ini gambar dipinjam pakai sebagai penghias belaka | Gisella Anastasia jogging di GBK dengan outfit seksi | matamata.com | Tadi pagi saya jalan keliling perumahan. Sebuah cara untuk tetap sehat yang sederhana. Tidak perlu jadi member pada sebuah klub kebugaran yang kerennya disebut gym . Banyak orang jadi member gym dengan alasan aga...

Orang Gemuk, Warning Ini

Ngeri-ngeri sedap . Begitu yang tersirat dalam hati saya ketika tahu duduk soal bagaimana asal mula ia tahu-tahu sudah di rumah sakit. Ceritanya, ia jalan pagi, saya mengistilahkan jogging . Sesampainya depan klinik pratama IDSA, penglihatannya seperti berkunang-kunang. Ia pun tanggap dan langsung saja masuk ke dalam klinik, menyampaikan keluhannya kepada dokter jaga. Dokter mempersilakan ia tidur di examination bed (ranjang periksa) dan dokter mengambil alat tensi darah. Sekembalinya dokter, mendapati ia sudah pingsan. Langsung oleh klinik dirujuk ke RS Abdul Moeloek. Pukul 02 dinihari baru sadar dari pingsan itu. Berarti itu kondisi koma, bukan sekadar pingsan biasa menurut bahasa awam. Syukur Alhamdulillah akhirnya beliau sadar, kalau tidak sadar, piye  Jal. Ilustrasi | orang gemuk  Beliau adalah teman jemaah salat di masjid. Baru kisaran satu tahun ini aktif berjemaah. Tubuhnya memang tambun, bobotnya di atas 90 kg. Sudah memegang riwayat kesehatan sebagai penyintas diab...

Adat dan Adab

Beneran , baru sekali ini tadi nemui  tempat kondangan yang belum selesai sambutan-sambutan, tapi para tamu sudah ada yang makan. Saat kami mencari kursi tempat duduk, melewati pondokan, lohh kosong melompong, tak ada lagi isinya. Tandas diserobot para tetamu, sepertinya. Baiklah, kami (saya dan istri) duduk manis dulu saja. Tunggu... barangkali nanti ada anjuran kepada tamu undangan untuk menikmati hidangan. Tetapi, pada akhirnya kami beringsut dari tempat duduk, masuk barisan antrean menuju meja prasmanan. Mengisi piring dengan porsi makanan. Lalu, menikmatinya. Mak-mak di depan ini dah makan, di kiri itu antrean di meja prasmanan ambil makanan. Dan, biduanita melantunkan lagu "Aduhai senangnya pengantin baru, duduk bersanding bersenda gurau" diiringi orgen tunggal. Lohh , kapan suara si pewara menganjurkan para tamu makan? Biasanya sesudah selesai pembacaan doa oleh ustaz yang ditunjuk. Saya lalu merasa seperti tepat waktu, antara kami menikmati makanan dan biduan bernyan...

Lelaki Sholeh Itu...

Saya sedikit memendekkan langkah karena Kamis (11/6) selumbari, saya menempuh perjalanan ke Garuntang, menghadiri temu kangen reuni kecil mantan Kerabat Kerja tamTAMA (KKT) dan Lampung Ekspres Plus, maka ‘safari jumat’ cukup di masjid terdekat. Kembali lagi saya ke masjid Al-Anshor, BKP. Apalagi panas terik bikin segan pergi jauh-jauh terpapar panas matahari. Masjid Al-Anshor selalu penuh, entah dari mana para jemaah itu berdatangan. Yang pasti dari luar Perumahan Bukit Kemiling Permai. Parkiran mobil dan motor selalu terisi kendaraan pengunjung yang akan salat Jumat. Warga sekitar yang salat jumatan di Al-Anshor bisa dihitung jari. Pasalnya, tiap blok di Perum BKP ada masjid. Blok O yang terdekat Al-Anshor (blok N) punya masjid sendiri. Ilustrasi | YouTube Dari rumah saya berjarak +400 meter. Jogging pagi biasa melewati jalan di dekat masjid ini, bablas ke Blok M lalu turun ke arah Blok T, U dan Blok Z. Lalu mengarah ke Blok Y, mampir beli gorengan untuk teman ngopi. Di masji...

Makanan Pokok Fisik dan Psikis

Acapkali ketika kehendak menulis puisi berdenyut di jidat, saya membuka laptop sebagai panggung serta mempersilakan jari-jari untuk menari. Tapi, apakah jari-jarinya malu-malu atau kehendak yang berdenyut kurang membetot, alhasil tak juga diksi-diksi terbariskan oleh “word 13” menjadi larik dan tubuh puisi di layar laptop. Begitu pun halnya dengan yang menyebut dirinya “inspirasi” ketika datang berkunjung ke ruang lamunan, begitu hendak saya tuliskan tiba-tiba saja lenyap seperti guguran daun sirsak di depan rumah dalam got yang disapu air hujan. Ide yang melintas dalam pikiran hilang ketika hendak saya tuliskan. Gejala pelupa, tanda-tandanya datang. Ilustrasi | gambar praolah dari Mizanstore.com | Degradasi daya ingat. Menurut ringkasan AI di halaman peramban Google, dijelaskannya sebagai penurunan kemampuan otak dalam menyimpan , mengolah , dan mengingat kembali informasi . Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor , mulai dari penuaan alami , stres , gaya ...

Reuni Kecil tamTAMA/LE

Rasan - rasan hendak reuni kecil pensiunan karyawan tamTAMA & Lampung Ekspres Plus, kesampaian juga tadi siang. Bertempat di “kebun belakang rumah” Heri CH Burmelli. Sebuah wahana santai di lereng Bukit Mega Raya tepat di sisi rel. Setiap 15 menit kereta babaranjang lewat (pergi dan pulang) dari Bukit Asam, Tanjungenim ke Tarahan, Panjang mengangkut batubara. Pergi ke Tanjungenim membawa gerbong kosong dan pulang ke Tarahan penuh muatan batubara. Begitu terus setiap hari, siang dan malam. Ngerusuhi . Dari lereng bukit ini, saya buang jauh tatapan ke Teluk Lampung. Nun, di kejauahan tampak Pulau Pasaran, Gunung Kunyit yang kian kurus karena digerus, Lampung City Mal, Aston Hotel, Novotel, dll. Kapal-kapal nelayan tentu saja ada karena laut. Google Maps yang diser Heri di grup WA hanya sepenggal dengan titik mula patung-patung kuda di jalan menanjak menuju Bukut Mega Raya dan titik akhir di “kebun belakang rumah” itu. Agak membingungkan. Saya telusuri dari jalan yang paling jauh...

Mati Lampu dan Cerita Ibu

Melanjutkan cerita tentang mati lampu yang dibesut status facebooknya Bang Naim Emel Prahana. Membuat saya tiba-tiba saja membuka jendela ingatan. Reformasi baru berusia satu tahun, 1999 anak sulung kami baru masuk TK dan adiknya umur 1,5 tahun. Dunia politik belum stabil, reformasi masih mencari arah, jalan mana yang hendak dilalui dan ke mana hendak menuju. Seperti anak yang baru belajar berjalan, dunia ekonomi tertatih-tatih, harga barang kebutuhan pokok memang masih terjangkau masyarakat yang baru saja terbebas dari belenggu Orde Baru karena masih digandoli subsidi pemerintah. Pemerintahan baru di bawah BJ Habibie, mencoba menenangkan rakyat yang mendukung gerakan mahasiswa, menumbangkan rezim Orde Baru. YouTube GOENG STORY | Spesial Hari Ibu  Tapi, yang namanya mati lampu masih rutin menyambanginya. Byar pet tanpa kulonuwun datang tak kenal waktu. Kalau tidak pagi, siang. Atau malam tiba-tiba pet mati, beberapa jam lamanya. Lampu ublik mengambil alih peranan, ditenagai...

Mati Lampu dan Masa Lalu

Status facebook NEP ini membawa ingatan mundur ke belakang. Dahulu, ya, dahuluuu sekaliii, listrik sering byar pet sesuka hati. Karena itu, ada jadwal pemadaman listrik diiklankan oleh PT PLN di surat kabar. Masyarakat pun siap-siap. Handphone kala itu masa peralihan antara telepon genggam jadul ke android. Mengantisipasi kalau-kalau saja listrik mati tanpa permisi, yang punya telepon cepat-cepat ngecas agar tidak lowbat  dan mati gaya ketika lampu padam tanpa kulonuwun . Status facebook soal mati lampu  Kala itu juga masih jaya-jayanya minyak tanah dan lampu teplok atau lampu ublik kata orang Jawa. Ketika lampu padam seketika, ibu-ibu menyalakan lampu teplok atau ublik agar suasana di dalam rumah tidak gelap gulita seperti di dalam gua. Karyawan kantor bersicepat menghidupkan genset agar semangat tak padam dan aktivitas kantor tak ikut-ikutan mati. Begitu pun mal, kafe, sekolah, dan universitas. Karena itu, minyak solar mesti selalu tersedia untuk memberi minum gen...

Puisi Kebangsaan

Jika kemarin tentang buku pengantar filsafat stoik, maka hari ini tentang buku antologi puisi. Buku ini tiba kemarin siang pukul 14:45 WIB atau 42 menit setelah Kang kurir paket konfirmasi bahwa ada paket COD ongkir sebesar Rp30.000. “Siap,” balas saya untuk memastikan kepadanya, bahwa saya berjaga di rumah dan tidak sedang berada di luar. Sebelumnya memang silaturahim menyampaikan dukacita ke rumah kolega istri yang ibundanya berpulang satu pekan lalu. Saya ikut membersamai beberapa orang sesama rekan pensiunan guru silaturahim karena mereka malamnya (tadi malam) akan menggelar tahlilan nujuh hari. Berhubung ada yang tidak bisa hadir ikut tahlilan malamnya, diganti datang siangnya.  Sesudah dari sana lanjut ngebakso di rumah salah satu ibu yang ikut silaturahim itu. Entah bakso dari gerai atau jenama apa yang disuguhkan. Di Balam ini lumayan banyak bakso yang enak. Tapi, jenama yang satu itu paling tersohor, tentunya. Tahu kan? Habis zuhur bubar dan pulang ke rumah masing-ma...

Filosofi Teras 100

Kompas  memajang iklan Filosofi Teras, buku mega best seller karya Henry Manampiring edisi cetakan ke-100 yang dibuka pre-order sejak 4 hingga 15 Juni 2026 nanti. Penawaran ini terbatas. Ditujukan untuk pembaca loyalis Harian Kompas . Buku yang membahas ajaran stoik ini telah terjual 500.000 eksemplar sejak terbit pertama tahun 2018. Kini mencapai cetakan ke-100. Momen ini dirayakan dengan box set limited edition bernomor seri eksklusif dengan mematok harga Rp369.000. Buku Filosofi Teras yang saya miliki  Harga special box set (atau bundling eksklusif) Rp369.000 itu berlaku selama masa pre-order. Di luar masa pre-order harganya Rp475.000. Setiap Rp10.000 dari penjualan akan didonasikan untuk gerakan kesehatan mental melalui Yayasan Pulih. Sementara di lokapasar Shopee atau yang lebih sering diistilahkan dengan toko oren, pre-order Filosofi Teras cetakan ke-100 dari 29 Mei hingga 15 Juni 2026 dibandrol dengan harga Rp125.000–Rp589.000. Ini juga menawarkan edisi box s...