Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hari aksara internasional

Laptop Warisan

Sejak istri pensiun, saya mengambil alih tugas menggunakan laptop yang biasa dipakainya. Sejak lebih banyak menggunakan laptop warisannya itu, PC jadi jarang saya gunakan. Nah, tatkala butuh melacak puisi, baru saya hidupkan. Sempat hidup, beberapa puisi saya copy ke flashdisk, lalu error . Saya bawa ke Griyacom tadi pagi. Sedekat diagnosis teknisi, katanya, mungkin mainboard rusak. Pikirku, sepertinya tidak sejauh itu, kendala cuma nggak bisa masuk windows . Benar saja, oleh admin diinfokan via whatsapp bahwa servis telah selesai, PC bisa diambil. Laptop warisan Sebelum menggunakan laptop yang saya warisi ini, istri menggunakan notebook aspire one asus. Laptop yang saya warisi ini adalah warisan dari anak ragil . Baik notebook aspire one asus atau laptop warisan anak ragil , kedua-duanya saya gunakan sekarang. Saya butuh buka PC karena hendak mengambil puisi bahasa Lampung untuk diikutkan dalam hajat nubar antologi "Bahasa Ibu, Bahasa Darahku" yang di akhir bulan ini ...

Hari Aksara Internasional dan Buta Aksara di Indonesia

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2017 ini secara nasional dipusatkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang berlangsung dari Rabu (6/9) hingga Sabtu (9/9). Acara puncak peringatannya akan dilaksanakan pada Jumat (8/9/2017) di GOR Ewangga Kuningan. Rangkaian acara akan dimulai dari Pameran Pendidikan dan Kebudayaan, hingga pemberian anugerah aksara, pemberian penghargaan kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kreatif-Rekreatif, pemberian penghargaan pemenang lomba keberaksaraan, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berprestasi. Murid Sekolah Dasar peserta aubade pada Kongres Pancasila IX di Kampus UGM, Yogyakarta, Sabtu, 22 Juli 2017. foto: istimewa  Di lihat dari masing-masing provinsi, di Indonesia masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf (buta aksara) di atas angka nasional. Angka buta aksara ini mencakup penduduk berusia 15-59 tahun, yaitu Provinsi Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen),...