Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Jumat Berbagi

Siang tadi kembali saya 'safari jumat' di masjid Asy-Syuhada Jalan Imam Bonjol sebelah Nuju Coffee. Pilihan ke masjid ini karena sekalian hendak mentransfer uang di BRI Jl. Teuku Cik Ditiro (TCD), Kemiling. Jl. Teuku Cik Ditiro minim sekali U - turn . Ada beberapa, tapi jaraknya jauh-jauh. Nemen, Coy.. U-turn adanya di bawah flyover , di dekat Superindo, depan La Kita. Yang agak berdekatan jaraknya depan lapangan kalpataru, depan SMPN 14, depan gerai nasi ayam bakar Mbok Jum, dan depan jalan masuk arah perumahan Polda. Terbayang kan dari Superindo bila hendak memutar mesti jauh dulu ke bawah  flyover . Cewek-cewek bagi-bagi di "Jumat Berbagi" Sungguh ruwet berumah di Langkapura. Urusan muter kendaraan mesti jauh. Belanja di Superindo, misalkan, hendak pulang ke Citra Mas, kan mesti muter di bawah flyover . Masih mending belanja di Chandra Mart, hendak pulang ke arah Imam Bonjol, muter di U - turn di depan Alfamart atas Superindo. Keluar masjid 'safari jumat'...

Jawaban Jujurmu

Terhadap petugas sensus, apakah yang kita katakan menjawab pertanyaannya adalah, yang sebenar-benarnya atau ada yang kita anggap perlu untuk tidak dikatakan. Bila yang dikatakan adalah yang sebenar-benarnya, berarti Anda jujur. Bila tidak sebenar-benarnya, berarti Anda korup. Jujur atau korup, terpulang kepada mereka yang ditanyai petugas sensus tersebut adalah orang yang antara perkataan dan perbuatannya sejalan atau tidak. Orang yang dalam kehidupan sehari-harinya biasa bertindak lurus serta berkata jujur, kepada petugas sensus akan menjawab yang sebenarnya. Koruptor yang menyimpan kekayaan (gepokan duit dan emas berkilo-kilo dalam bunker) mutlak bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak bertindak lurus dan berkata jujur. Kepada petugas sensus pun mereka akan menunjukkan tindakan tidak lurus dan perkataan tidak jujur sesuai jati dirinya "koruptor". Jadi, tadi ada petugas sensus ekonomi datang ke rumah. Mempertanyakan sesuai yang ada di daftar pertanyaan di layar gawainya ...

BTC, Bukan BKTC

Kemarin ceritanya ngantar istri cari jilbab. Tempat tujuan adalah BK. Dulu disebut Bambu Kuning doang dan disingkat BK, lalu setelah dikembangkan pemkot, ditambah Trade Center lantas jadi Bambu Kuning Trade Center, tapi singkatannya BTC, bukan BKTC. Kaget, Bro melihat keadaan di dalam BTC lantai 1dan 2. Keramik retak-retak, jalan seperti merasa goncangan kayak gempa. Kios banyak kosong ditinggalkan pemilik atau penyewa. Toilet tak mengucurkan air, tak ada lagi yang jaga untuk menarik salar kepada mereka yang buang hajat. Masuk area parkir lantai dua ada portal manual digerakkan tangan manusia yang berjaga di pos. Karcis parkir ditulis manual pakai tangan dengan bolpoin (pulpen). Portal terkesan modern, tapi setengah-setengah. Yang dicatat petugas plat nomor kendaraan dan waktu masuk parkir. Kemarin pas kami masuk si penjaga tak berada dalam pos jaga. Saya parkir dan memotret plat nomor, untuk nanti saya tunjukkan pada petugas pukul berapa saya mulai parkir supaya ketahuan berapa...

Buku yang Cantik

Seperti diceritakan pada postingan kemarin, ada dua buku saya nantikan tiba di rumah minimalis kami ialah “Ramu-Ramu Warteg” beserta “MBGendam”. Wajah buku pertama sudah dimunculkan di WAG. Sedang buku kedua muncul penampakan wajahnya di laman facebook pagi ini. Wajah buku “MBGendam” tidaklah seseram puisi di dalamnya yang kental kritikan terhadap program andalan Subowo Prabianto (meminjam cara Doddi Ahmad Fauji, ketua Partay Penulis Puisi, menyebut nama presiden). MBG menyerap anggaran besar keuangan negara, diomon- omonkan di buku ini . Ini wajah buku "MBGendam" Oleh hal demikian itu sehingga MBG mendapat kritikan tajam dari elemen masyarakat, aktivis kampus, dan lembaga swadaya masyarakat di Indonesia. Pemerintah akan tetapi bergeming, tetap melanjutkan dengan rencana menambah SPPG baru. Bikin makin kaya para koncoisme . Baik, kembali ke buku saja. Kalau pun tak dapat jatah MBG dari RT tempat tinggalmu, toh masih bisa kan menikmati makanan enak di warteg terdekat denga...

Menunggu Buku

Lewat sudah perhelatan Hari Puisi Indonesia (HPI). Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) merayakannya dengan peluncuran buku Ramu - Ramu Warteg di Gedung Rakyat Slawi Tegal, kemarin petang pukul 15:00 hingga selesai. Lihat foto di GWA, sepertinya meriah dan gayeng . Saya karena tidak hadir cuma menunggu kiriman buku dengan ongkir sistem COD . Sudah saya kirim alamat ke admin grup WhatsApp. Begitu juga dengan buku PMK MBGendam sudah pula saya tulis alamat pengiriman buku di list yang terdapat di grup WhatsApp. Jadinya, dua buku saya tunggu. Buku yang masih hangat karena baru tiba di teras rumah minimalis kami pada 19 Juli lalu adalah Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata , isinya puisi persembahan penyair se-Indonesia untuk merayakan hari ulang tahun ke-75 penyair senior dan penuh kreatif, Pak Adri Darmadji Woko (ADW). Ramu-Ramu Warteg dan MBGendam adalah buku yang sudah selesai proses penerbitan dan lanjut pendistribusian. Ada beberapa buku masih proses penyelesaian karen...

Demam Bertamu

Lagi, demam datang bertamu. Lagi, ruam-ruam merah di punggung dan perut hingga pundak berkunjung. Ruam merah ini untung saja langsung keluar. Bulan April lalu, setelah tiga hari panas naik turun akhirnya ke klinik periksa darah. Hasil tes lab, cuma tipes, bukan demam berdarah dengue. Alhamdulillah wa syukurillah, Yaa Allah. Tahun lalu, pernah tipes campur DBD, kayak es campur saja. Yang sekarang ini panas tidak juga terlampau tinggi, diminumin sebutir Paracetamol langsung jinak. Tak sampai harus ke klinik untuk memastikan apa penyebab demam ini. Tapi, bisa mungkin dari faktor makan yang masuk ke usus. Sakit tipes atau demam tipoid disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi yang menelusup dalam tubuh melalui makanan, minuman atau lingkungan yang kurang bersih (tidak higienis). Waktu hari Jumat kemarin pulang 'safari jumat' mampir beli es cincau. Bisa jadi itu sumber kasus. Karena demam, ada dua tempat hajatan tidak bisa saya ikut mendatangi. Hanya istri bareng tetangga ya...

Safari di Masjid Tertua

Kemarin saya ‘safari jumat’ di Masjid Jami’ Al-Yaqin Jalan Raden Intan, kota Bandar Lampung. Mengutip JPNN.com, masjid Jami' Al-Yaqin berdiri sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Tepatnya dibangun pada tahun 1808. Bisa dikatakan masjid tertua. Tanah tempat masjid berdiri merupakan wakaf dari H. Muchyiddin (warga Lampung) bersama H. Muhammad Yaqin (warga dari Bengkulu). Berarti nama masjid Al-Yaqin diambil atau menyematkan nama satu waqif -nya (orang yang mewakafkan) tanah tempat didirikannya masjid dahulu kala. Karena dibangun pada kontur tanah yang miring atau ada cekungan, masjid ini memiliki basement tempat berwudu dan gudang penyimpan perkakas seperti kursi dll. Kendati pendingin ruangan masih mengandalkan kipas angin, bukan AC seperti pada masjid di mana-mana, tetapi ruangan tidak gerah . Tempat parkir motor di samping masjid sangat lega dan aman. Parkir mobil yang agak terbatas, mesti parkir di bahu jalan depan masjid. Karena ada di tempat yang strate...

Viewrs Blog

Lagi-lagi saya agak kaget melihat grafik viewrs pengunjung blog ini kemarin ada 2818. Tapi, saya mengerti tentu dari banyak orang yang coba-coba mengintip akun facebook, X (twitter), Threads, Instagram saya yang kesemuanya saya semati tautan blog ini. Saya pun suka ngintip blog milik orang lain.  Ngintip blog itu namanya walking blog . Beberapa orang mengirim friend request ke facebook, ada yang saya confirm dan ada yang saya tangguhkan. Yang saya confirmed  adalah yang bisa saya akses akunnya. Yang saya tangguhkan ada yang dari luar jagat konoha dan ada yang akun facebook dikunci. Grafik viewrs blog ini kemarin (23 Juli 2026). Terima kasih atas kunjungan Anda, siapa pun. Yang akun dikunci, ada satu mengirim friend request dan messenger bertanya kabar menggunakan bahasa Ibu, saya membalas dengan bahasa Ibu pula memberi jawaban kabar baik sekalian menanyakan identitas dirinya ini siapa karena tidak bisa saya ketahui lewat akun facebooknya. Apalah yang dirinya rahasiakan...

PAM Bocor

Tadi, lagi jalan pagi, sampai Blok O kok ada air luber di jalan. Rupanya keluar dari pipa PAM. Saya dan istri berhenti, saya foto dan merekam video 15 detik lalu mengirim ke grup WhatsApp RT. Dengan harapan ada yang terpikir meneruskannya ke PDAM. Sampai jalan dua jalur BKP, ketemu Pak RT Blok O di angkringan 'bekape' mungkin sedang menunggu ojol. Saya sampaikan ada PAM bocor di situ (menunjukkan posisi rumah), tanggapannya bagus. Harusnya begitu seorang pamong, merespon positif pelaporan warga. Rumah kosong seperti ini memang rawan jadi incaran pencuri mengambil meteran PDAM  Akhir-akhir ini di Perumahan BKP terulang lagi kasus hilangnya meteran PDAM di depan rumah, terutama rumah kosong. Rumah kosong ini, karena ditinggal pengontrak pindah ke tempat lain. Pemiliknya jauh, di luar kota. Rumah hanya buat investasi, disewakan. Di tahun lalu, warga diresahkan terjadinya meteran PDAM hilang. Pagi-pagi, begitu buka pintu air luber depan rumah. Kasus di beberapa tempat di Perum BKP...

Ora Nyono

Perasaan kanal YouTube yang satu ini dulu tanpa iklan, kok sekarang digandoli iklan. Jadinya mendengarkan lagu sering terjeda oleh iklan yang numpang lewat. Memang sih tidak begitu mengganggu karena durasinya hanya tiga sampai lima menit. Namanya juga numpang lewat. Lagu “dangdut campursari koplo full bass” cocok buat teman ngetik di laptop. Lagu-lagu ciptaan Didi Kempot nanging sing nyanyi wong liyo . Ya, di YouTube banyak cover version lagu bergenre apa saja. Sopo wae sing nyanyi , enake podo wae . Ora nyono, lagu campursari enak juga jadi hiburan. Cover lagu Khurnia Rahma | Spotify | Enake podo wae dalam segi irama. Apalagi bila mengerti bahasa Jawa, akan luwih enak maneh . “ Tak tandur pari jebul thukule malah suket teki .” Makna peribahasa di lagu ini menggambarkan semacam sebuah kontradiksi. Yang ditanam kebaikan, tapi balasannya begitu menyakitkan. Maka, kenapa lagu-lagu Didi kempot disukai oleh Gen Z sak-Endonesyah sekalipun agak kurang memahami artinya karena ...

Judi Bola

Saya sengaja mengubah setelan alarm pada hp . Memajukan dua jam dari waktu bangun biasa saat akan subuhan. Ingin melihat Messi dan Rodrigo rebutan juara pada final piala dunia FIFA World Cup. Bangunlah saya seperti kehendak alarm berdering. Kuhidupkan TV mencari channel yang ada bola itu, gak ketemu. Kubikin mati itu TV dan balik ke kamar menarik selimut. Cuma sekadar untuk mengobati penasaran saja. Tak sama sekali senang menonton bola, tapi karena kejuaraan dunia FIFA World Cup. Logo Google momen final Argentina vs Spanyol  Sebelum tidur, ada video di WhatsApp Grup, kayak tebak-tebakan atau ramalan siapa yang akan keluar sebagai juara dunia, apakah Argentina atau Spanyol. Dua bola warnanya menyimbolkan kostum kedua timnas yang akan berlanga di final pada dini hari itu. Saya tonton video, dua bola digulirkan di tangga, jalan sejajar, menambrak batu dan tercebur ke air, terus bergulir hingga akhirnya bola warna kostum Argentina pecah dan bola warna kostum Spanyol sampai tempat tropi...

Salak dan As-Salam

Berangkat satu file berisi tiga puisi tema “Kota Kita” ke e - mail panitia ulang tahun Sastra Bulan Purnama (SBP) Yogjakarta. Sudah siap dikirim sejak kapan waktu lalu, tapi mengulur-ulur karena deadline masih panjang. Kemarin pagi kembali seorang teman penyair mengingatkan sambil mengirim satu flyer lomba nulis puisi lain yang akan ada kemah sastranya. Nah, iya juga, baru ingat jadinya. Padahal, bila tak diingatkan begitu kok seperti tidak punya utang. Pohon salak durinya medeni Entahlah, kata saya kepadanya, apakah saya ikut atau gak mengirim puisi ke even kemah sastra itu. Di flyer memang tak disebutkan tema. Karena itu, teman penyair ini agak bingung hendak menulis puisi yang bagaimana. Ia pun  betakun  pada saya. Ya, tulis saja “Puisi yang menyejukkan, Islami, cinta kedamaian menyiratkan ukhuwah dan nasionalisme.” Saya menyarankan seperti itu, mengingat tempat digelarnya kemah sastra adalah pondok pesantren As-Salam Yogjakarta. Saya mencari tahu pondok pesant...

Paket Kado

Datang juga buku “Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata” –sehimpunan puisi untuk merayakan hari ulang tahun ke-75 penyair senior Adri Darmadji Woko yang lahir di Jogjakarta, 28 Juni 1951. Sebanyak 96 penyair menyumbang puisi sebagai kado spesial itu. Buku yang membungkus kado istimewa (berisi untaian puisi) untuk Mas ADW ini di- launching pada 4 Juli 2026 di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Depok dengan rangkaian acara pembacaan puisi oleh penyair yang bisa menyempatkan diri hadir dan diskusi terbuka. "Paket," kata Kang kurir, tadi pukul 11:42  Ada 180 judul puisi yang terbungkus dalam kado spesial ini menyuarakan kenangan, terutama para penyair yang seangkatan dengan Mas ADW. Tidak saja seangkatan, tapi juga yang biasa berinteraksi dengannya dalam berbagai komunitas dan acara. Bagi saya yang belum pernah berinteraksi, hanya mengandalkan imajinasi untuk bisa melahirkan puisi yang senapas dengan tema; ulang tahun. Dan, tentu puisi-puisi di buku ini kendati d...

Jogging Lagi

Setelah lama tidak jalan sehat atau joging , pagi ini istri ngajak jalan. Kendati kemarin saya jalan, saya okein . Seturut penginnya, biar kesehatan terjaga, paling tidak 3 kali dalam seminggu atau tiap 2 hari sekali jalan. Bila tidak bisa, setidaknya atau minimal 2 kali seminggu. Dua kali seminggu atau setiap 3 hari sekali. Itu sudah lebih dari cukup. Lebih ideal lagi setiap hari seperti tetangga belakang rumah. Berdua istrinya tiap pagi jalan. Bila istrinya "mogok jalan" si suami ambil alternatif lain, yaitu gowes sepeda onthel . Sebutir matahari menetas pagi ini  Bicara sepeda, anak ragil memutuskan membeli sepeda untuk work by bike . Ia tak habis mengerti melihat antrean di SPBU. Bisa telat ke kantor, pikirnya, bila harus berjam-jam mengantre untuk memberi minum mio GT merah tunggangannya. Istri sudah lama gak jogging . Pagi ini tadi jogging lagi. Sayangnya, di tengah perjalanan, katanya, hendak poop atau pup. Terpaksa potong kompas, mematah jalur agar lebih cepa...

‘Safari Jumat’ Masjid NU

Sebenarnya, tadi rencana ‘safari jumat’ di masjid Al-Huda (belakang Gabovira shop) dengan akses jalan yang saya tempuh melewati SMPN 16 dan keluar di jalan Cik Ditiro arah SMAN 7, tapi setelah belok dari SMPN 13, saya lihat kubah masjid mengadang di depan. Membatin saya, “Nah, ini ada masjid. Masjid apa gerangan.” saya urungkan niat ke masjid Al-Huda, membelokkan motor masuk dan memarkirnya di halaman. Terbaca tulisan Masjid Jami’ Al-Huda Perum Polda Jl. Palem Raya, Kemiling Permai. Wajah masjid dipotret dari depan  Wah, berarti satu kelurahan dengan kami di BKP. Saya masuk masjid lewat pintu depan dengan menggeser sebelah daun pintu. Udara semriwing langsung memeluk tubuh saya yang kecil. N geri - ngeri sedap , tapi saya bawa syal pengganti jaket. Setelah salat tahyatul masjid dan dhuha, baca surah “langganan” tiap ‘safari’ menunggu azan. Takmir masjid mengumumkan keuangan masjid dan petugas salat jumat (bilal, khatib + imam). Saldo kas 8 jeti dikurang pengeluaran sisa 5 je...

Masjid Imamnya "L-4"

Bakda salat magrib kemarin (Selasa, 14/7), seorang jemaah yang sesekali jadi imam, maju ke depan dan duduk di undakan dekat kaki sajadah imam, menyampaikan sambutan, isinya pamitan hendak meninggalkan BKP, kembali ke Segalamider (tempat asal sebelum masuk BKP). “ Terima kasih atas penerimaan terhadap saya dan kebersamaan sebagai jemaah masjid ini, ”  katanya. Pada grup WA warga RT (tempat tinggal selama ini) dan takmir masjid juga menulis panjang tentang penerimaan dan kebersamaan itu. Anggota grup menanggapi baik kebersamaan ia sebagai imam. Tidak hanya jadi imam -sesekali- salat lima waktu di masjid, tapi juga jadi pembaca doa ketika ada acara tahlilan. Jadi, selama satu tahun beliau sekeluarga tinggal bermukim di wilayah RT kami, cukup banyak kontribusi dalam memakmurkan masjid (berkaitan ibadah) dan hajatan warga (berkaitan muamalah). Satu tahun mereka menempati rumah yang pada dasarnya (sebenarnya) dinego untuk dimiliki, tapi seperti dikatakannya, ternyata belum  “ jodoh ...

Hijau FIFA World Cup

Logo Google di awal-awal piala dunia FIFA World Cup dimulai, warnanya bernuansa pink. Hari ini saya lihat, warnanya bernuansa hijau. Apa karena sudah masa semi final, ya? Omon-omon, saya gak pernah nonton. Sebab, kurang suka bola. Saya sukanya badminton dan balap MotoGP atau otomotif Formula 1 (F1). Badminton adalah mainan kami sewaktu di Jogja (bersama kawan asal Kenali, Liwa, Belalau, dan Pahoman). Kalau gak badminton, kami main voli. Kurang suka bola, bukan gak suka. Warna Logo Google bernuansa hijau  Waktu SD dan SMP, bola plastik adalah mainan  kami saat istirahat atau sore hari setelah pulang sekolah. Tanding bola hingga ribut dengan lawan main itu biasa. Besok hari tetap saja main dan tanding lagi, ribut lagi, main dan tanding lagi. Terus saja begitu. Apakah warna hijau pada logo Google itu terbias oleh warna lapangan hijau tempat FIFA World Cup dipertandingkan? Atau oleh warna kostum pemain bola atau bendera negara mereka berasal? Hanya tim kreatif Google lah yang...

Petugas yang Baru

Ke BRI kas Rajabasa yang kantornya di depan Museum Lampung untuk ganti kartu ATM yang kedaluwarsa bulan kemarin. Setelah isi form yang disodorkan sekuriti, menunggu sebentar untuk masuk kode panggilan. Saya duduk. Belum sempat hangat pantat, sudah dipanggil maju ke meja CS. Cemana mau hangat pantat, wong AC semriwing bikin kademan malahan. Proses penggantian kartu ATM dilakukan CS ( customer service ) bank setelah memeriksa form dan memverifikasi dengan data yang sudah ada di dokumen bank. Selesai dan jadilah kartu baru. Dituntun untuk mengubah PIN sekalian. Kartu ATM baru, jadi "petugas yang baru" Kartu ATM lama warna biru seperti yang terpajang di post blog 11/7. Sementara kartu pengganti berwarna putih seperti yang terpajang di atas ini. Sama belaka mah fungsinya. Untuk tarik tunai kalau ada saldonya dan setor tunai kalau ada dana yang hendak disetor. Seperti pernah saya tulis di blog ini, entah post blog yang mana. Bahwa, di dompet saya ada empat kartu ATM, ti...

The Window of Tolerance

The window of   tolerance (jendela toleransi) emosi. Bagaimana cara agar memiliki hal ini? Banyak-banyaklah membaca. Tak mesti berupa buku, bisa berupa lansekap kehidupan. Maksudnya adalah, membaca dengan mengamati lingkungan di mana pun berada. Mengamati tetangga, tahu karakternya. Orang yang mengenal keberagaman komunitas secara luas, jendela toleransi emosinya akan terbuka lebih lebar. Mudah bertoleransi terhadap perbedaan pandangan dan tidak akan merasa terancam oleh sikap yang ditunjukkan orang lain terhadapnya. Ada pepatah, aforisme atau adagium purba, "Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai." Maksudnya, seseorang yang gemar bepergian jauh atau merantau dan berumur panjang, akan mendapat pengalaman yang luas dan banyak pengetahuan.

Habis Masa Tugas

Tiga kali ulang saya colokkan kartu ATM, tiga kali pula dikeluarkan mesin. Yang terbaca di layar, "ditolak bank Anda" nggak jelas menerangkan sebab apa ditolak itu. Setelah pindah ATM, baru ada penjelasan lebih ceto , kartu ATM saya expired date . Itu yang terjadi kemarin sore saat saya akan bayar tagihan kartu pascabayar yang jadi kuota data di gawai. Selebihnya kuota menggunakan jaringan WiFi rumah. Jadi, dipikir-pikir, saya bayar tagihan kartu pascabayar ini mubazir belaka. ATM dicolokin terus. Kartu ATM yang "habis masa tugas" Sampai tidak saya ketahui kalau ternyata kartu ATM "habis masa tugas" bulan Juni ini. Pas  weekend , bank libur. Berarti Senin lusa baru bisa ke bank untuk ganti kartu ATM baru. Padahal, hari ini jatuh tempo tanggal pembayaran. Terpaksa pinjam ATM istri. Pernah terlambat bayar empat hari. Untung belum diblokir. Agak membagongkan sih , saya kebiasaan baru mau bayar sehari sebelum jatuh tempo atau tepat di hari jatuh tempo. Padah...

Salah Asumsi

Hari ini tadi, saya ‘safari jumat’ di masjid An-Nur jalan Purnawirawan. Sudah dari sejak lama saya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid ini. Terdengar dari jalan Imam Bonjol sebelum belok di pertigaan menuju ke jalan Pagaralam, waktu saya melewatinya. Tetapi, asumsi saya suara lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut berasal dari masjid yang ada di perkampungan yang aksesnya masuk ke dalam jurang di bawah jalan Imam Bonjol (di bawah SD Langkapura). Rupanya bukan datang dari sana, melainkan dari masjid jalan Purnawirawan itu. Wajah masjid An-Nur difoto dari depan  Karpetnya tebal dan super lembut berhiaskan kembang-kembang, mengingatkan saya pada karpet masjid Nabawi, Madinah Almunawwaroh. Bedanya, karpet masjid Nabawi berwarna hijau sedangkan masjid An-Nur warna coklat. Akan tetapi, sama belaka enaknya jidat menempel. Udara yang sejuk semriwing bukan keluar dari AC yang terpasang di dinding seperti pada masjid kebanyakan, melainkan keluar dari plafon seperti...

Kecermatan Konslet

Bolak-balik ditanya seorang kawan penyair yang bermukim di Banjarmasin mengenai kapan pengumuman manuskrip puisi untuk even "Hadiah Puisi K. BALI" yang diselenggarakan Ikatan Penulis Sabah, semalam saya bayar lunas padanya. Saat saya sedang menunggu pesanan ayam bakar di warung pecel lele, iseng-iseng saya buka facebook, kebetulan yang muncul pengumuman "manuskrip-manuskrip yang maju untuk penilaian seterusnya." Semua ada 23 manuskrip maju tahap selanjutnya. Pengumuman K.BALI di fb Ikatan Penulis Sabah  Langsung saya skrinsut dan mengirimkannya ke kawan penyair tersebut. Ia merasa bungah karena apa yang ia tunggu akhirnya muncul juga. Lebih bungah lagi karena manuskripnya ada di daftar. "Alhamdulillah manuskrip puisiku ada," tulisnya. Apa yang ia tulis itu terkirim di chat WA menjawab pertanyaan saya apakah ada manuskrip miliknya di daftar itu. Ia balas bertanya, apakah ada manuskrip milikku di daftar itu. Saya jawab gak ada. Semoga menang, lanjut saya...

Reuni Pensiunan

Tadi siang, kembali pensiunan guru SMPN 28 reunian di Jalan Purnawirawan Gang Swadaya. Saya ini, sebagai pendamping nyonya –yang memang dari dulu sebagai ternak teri– tentu mesti bersetia mengantarkan nyonya ke tempat pertemuan itu. Atau ke mana sajalah. Yang jadi tuan rumah kebetulan dulu pernah jadi wakasek dan ketua koperasi sekolahan pensiun lebih dahulu. Hari ini adalah bertepatan dengan ulang tahun beliau. Entah yang keberapa. Jadilah acara reuni diisi dengan doa syukur atas anugerah panjang umur, sehat dan masih bisa hadir reunian. Sesi foto-foto sebagai ritual wajib  Karena momen hari ulang tahun, suguhan makan siang begitu lengkap disediakan. Sambal seruit khas Lampung berupa sambal rampai, tempoyak, dan lalapannya. Terselip pula sambal nanas. Lauk ayam dan ikan bakar, ikan asin, tahu tempe, kuah pindang sebagai asesoris. Inilah special day itu. Waktu beliau jadi ketua koperasi, nyonya yang jadi bendaharanya. Hingga di grup pensiunan ini pun nyonya dipercaya sebagai ...

Kopi Liwa Selalu Begitu

Bertandang ke rumah Zahdi Basran, Jumat (3 Juli), saya ditawari kopi. Semula saya enggan karena kopi yang saya minum di rumah masih setengah gelas, saya tinggalkan berangkat ‘safari jumat’ yang memang sengaja meniatkan menuju masjid Nurul Iman di jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu. Sebab, nanti sepulangnya, hendak ke rumah Zahdi Basran ini. “Di rumah tadi kopi saya masih setengah gelas,” kilah saya. Langsung disambar Zahdi, “Tapi kan lain, ini kopi dari Liwa,” ujarnya seperti hendak pamer kalau di rumahnya selalu dapat kiriman kopi dari Liwa. “Ya, bolehlah, tapi jangan dikasih gula,” kata saya. Lama juga tidak menyeruput kopi tubruk sangrai heni (pasir) dan ditumbuk di lesung. Kopi yang baru dipetik di halaman rumah panggung di pekon - pekon | credit foto: scopophilia.net | Menyangrai ( roasting ) kopi pakai heni (pasir) dan menumbuknya di lesung memang tradisi orang di pedalaman Sumatra atau istilahnya jelma pekon (orang kampung). Rasa kopi beda dengan roasting (sangrai) a l...

Pola Hidup, Pola Pikir

Zahdi Basran, S.Sos, nama kawan sesama pensiunan KKT (Kerabat Kerja tamTAMA) serta  Lampung Ekspres Plus. Namanya sudah saya singgung sekilas pada tulisan di blog ini hari Sabtu (4/7) selumbari . Seusai ‘safari jumat’ di masjid Nurul Iman jalan Untung Suropati, saya menyambangi ia ke rumahnya di Labuhan Dalam. Si kawan ini penyintas stroke sejak tahun 2009 pasca-pileg tahun itu. Ia nyaleg berperahukan partai beringin alias partai kuning. Nyaris jadi, kalah perolehan suara sedikit dari anaknya ketua partai provinsi. Setelah jadi, anak ketua partai nyalon sebagai wakil wali kota mendampingi mantan wakil wali kota sebagai calon wali kota. Obrolan warna warni di teras rumah Zahdi  Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010, KHADO (Kherlani – M. W. Heru Sambodo) kalah telak melawan pasangan Herman HN–Thobroni Harun. Qodarullah, jika KHADO yang menang, si kawan ini dapat tiket PAW untuk beneran jadi anggota legislatif. Tapi, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. ...

Ultah Spesial ADW

Buku "Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata" ini di-launching kemarin (4/7) siang di Perpustakaan Kota Depok. Berisi lebih dari 170 puisi dari 96 penulis puisi se-Indonesia sebagai kado spesial hadiah ulang tahun ke-75 untuk penyair senior, Pak Adri Darmadji Woko. Sebagai salah satu dari 96 penulis puisi, saya menyumbangkan 2 judul puisi. Saya, sayangnya, tidak bisa hadir memeriahkan acara peluncuran tersebut. Tapi, saya kirim rekaman video 11 detik ucapan selamat ulang tahun ke-75, sehat dan bahagia selalu, terus berkarya untuk Pak ADW. Daftar penulis puisi dan wajah sampul buku  Melihat foto hasil jepretan teman-teman yang hadir dalam acara peluncuran buku ini di WAG, sepertinya meriah dan gayeng . Penulis puisi (penyair), cerpen (cerpenis), penulis novel (novelis). Ketiganya secara umum disebut sastrawan, wajah mereka terekam di foto itu. Flyer acara peluncuran buku dan diskusi terbuka  Tak hanya sastrawan, wartawan (jurnalis) serta budayawan secara tunggal menggeluti bi...