Saya agak keteteran buat membaca apalagi membalas chat di WhatsApp . Pasalnya, ponsel error dan belum sempat saya antar kembali ke service center yang khusus membawahi brand name ponsel saya. Jadi, saya mesti buka laptop untuk membaca dan membalas chat-chat melalui WhatsApp web . Contoh simpel, pesan pemberitahuan kurir yang mengantar paket buku “Kepak Sayap Bunda, Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah” yang diantarnya siang tadi dan meninggalkan pesan berikut foto buku yang diselipkannya di bawah blower Ac di dekat pintu rumah. Tak buka WA web, tak tahu saya. Biasanya diataruhnya di atas meja tamu di teras. Entah mengapa kok yang sekali ini tadi tuh mesti diselipkannya di bawah Ac. Setelah membuka laptop dan membaca pesan itu, saya langsung membuka pintu dan mengambil itu paket buku , kemudian langsung mengetikkan balasan atas pesannya kendati agak telat. Seperti sudah saya tulis di blog ini, ada 37 grup WhatsApp yang meringkus nama saya menjadi anggota. Grup-g...