Beneran, baru sekali ini tadi nemui tempat kondangan yang belum selesai sambutan-sambutan, tapi para tamu sudah ada yang makan. Saat kami mencari kursi tempat duduk, melewati pondokan, lohh kosong melompong, tak ada lagi isinya. Tandas diserobot para tetamu, sepertinya.
Baiklah, kami (saya dan istri) duduk manis dulu saja. Tunggu... barangkali nanti ada anjuran kepada tamu undangan untuk menikmati hidangan. Tetapi, pada akhirnya kami beringsut dari tempat duduk, masuk barisan antrean menuju meja prasmanan. Mengisi piring dengan porsi makanan. Lalu, menikmatinya.
![]() |
| Mak-mak di depan ini dah makan, di kiri itu antrean di meja prasmanan ambil makanan. |
Dan, biduanita melantunkan lagu "Aduhai senangnya pengantin baru, duduk bersanding bersenda gurau" diiringi orgen tunggal. Lohh, kapan suara si pewara menganjurkan para tamu makan? Biasanya sesudah selesai pembacaan doa oleh ustaz yang ditunjuk.
Saya lalu merasa seperti tepat waktu, antara kami menikmati makanan dan biduan bernyanyi, seperti kebanyakan hajatan. Setelah doa ditutup, tetamu dipersilakan makan dan orgen tunggal mendengus, biduan menghibur tamu menyano suap demi suap.
Adat dan adab orang beda-beda. Keduanya bagian daripada ilmu. Ada ilmu membahas adat, ada pula ilmu tentang beradab. Dalam tradisi keilmuan, adab (etika dan moral) diposisikan lebih tinggi daripada ilmu karena adab adalah kunci keberkahan ilmu itu.
Orang yang memahami adab dengan baik pastinya telah melalui proses pembelajaran. Karena itu, orang yang beradab sudah pasti berilmu. Akan tetapi, orang berilmu belum tentu beradab. Faktanya, ada dosen melakukan perundungan terhadap mahasiswinya.
Pesta walimatul urusy adalah bagian dari adat atau tradisi. Tentang menyelenggarakan pesta walimah yang baik (beradab), ada ilmunya. Memadukan adat dan adab inilah tugas wedding organizer (WO) agar keduanya bisa berjalan dengan baik sesuai tujuan.

Komentar
Posting Komentar