Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bahasa ibu

Kekuatan Bahasa

Pada Sabtu (19/07/2025) malam digelar zoom meeting oleh Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), membincang pakem penulisan sastra daerah. Diikuti 24 peserta dari berbagai daerah. Ini ada keterkaitan dengan hajat TISI membuat antologi dwi bahasa (daerah dan Indonesia) “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku.” Ada 6 kurator siap mengurasi karya cipta puisi bahasa daerah dari peserta. Mereka adalah Saut Poltak Tambunan (Bahasa Batak), Wardjito Soeharso (Bahasa Jawa), Andi Mahrus (Bahasa Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan), LK. Ara (Bahasa Gayo), Yoseph Yapi Taum (Bahasa NTT), dan Udo Z Karzi (Bahasa Lampung). Tentang pakem penulisan, ada dua, menurut Andi Mahrus. Pertama , sastra daerah klasik. Artinya, bukan sekadar ditulis menggunakan bahasa daerah, melainkan mengandung muatan lokal ( local content ) perihal apa pun yang ada di daerah tersebut, baik bahasanya maupun adat budaya yang dianggap klasik atau jadul . Klasik dan jadul dalam hal bahasa, misalnya bahasa yang sudah tidak dipakai at...

Cinta Ibu, Sayangi Bahasa Ibu

  ilustrasi siluet Kepulauan Nusantara yang dibentuk dari ragam kata 'apa kabar' menurut bahasa ibu daerah masing-masing dari Sabang sampai Merauke. (sumber gambar: sukabumiupdate.com) Pada 21 Februari 1952, sekelompok mahasiswa di Dhaka turun ke jalan untuk memprotes keputusan pemerintah Pakistan yang ingin menjadikan bahasa Urdu sebagai satu-satunya bahasa resmi negara. Padahal, mayoritas penduduk Pakistan Timur dan Pakistan Barat menggunakan bahasa Bengali. Aksi sekelompok mahasiswa pada mulanya berjalan tertib, tapi berubah menjadi chao s ketika aparat keamanan memuntahkan peluru, lima orang demonstran tewas dan ratusan orang luka-luka. Peristiwa gugurnya lima mahasiswa di Pakistan itu kemudian jadi tonggak sejarah Hari Bahasa Ibu. Mahasiswa di Pakistan rela unjuk rasa memperotes pemerintah karena mereka menilai bahasa adalah identitas yang patut dijaga keletariannya. Peristiwa berdarah di Pakistan tersebut mendorong UNESCO menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu...

“Menertawakan Diri Sendiri”

Tadi malam saya nonton #CLOSTHEDOOR. Podcaster Deddy Corbuzier menghadirkan tamu Arie Kriting dan Mamat Alkatiri. Mereka bertiga membincangkan bahasa daerah. Bermandikan derai tawa. Arie Kriting benar, bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki bahasa daerah terbanyak nomor dua setelah Papua Nugini, dengan jumlah 718 bahasa. Dan, Deddy Corbuzier mengaku baru tahu tentang itu. Mendengar pengakuannya, tawa saya berderai. Yang mereka bertiga bincangkan di  podcast  berjudul TERTEKAN!! – yang tayang Jumat siang, itu relate dengan hari Bahasa Ibu Internasional (21 Februari) yang belum lama kita peringati. Membincang bahasa daerah tentu terkait dengan seni budayanya juga. Ada tari, lagu, sastra, dan ritual adat yang pada sebagian daerah tetap dirawat. Namun, tidak sedikit pula yang sudah mulai ditinggalkan. Pemicunya karena minimnya generasi penerus yang peduli. Daerah mana yang bahasa dan seni budaya (tari dan lagu)nya masih lestari? Yang paling menonjol tentu Jawa ...

Hari Bahasa Ibu dan Lonceng Kematian Kebudayaan

Danau Ranau zaman saya SD/SMP ini, kekira di dekat Puskesmas, namanya dulu ”Gegahan Tanggarajo” sumber foto: https://www.nusantaracentre.com/ Kembali kita merayakan Hari Bahasa Ibu (HBI) Internasional, yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Menyambut perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional tahun ini, saya pribadi agak semangat dikit. Pasalnya, sejak 2014/2015 di Unila ada program magister pendidikan bahasa dan sastra daerah (PS MPBSD), yang pembukaannya didasarkan surat Dirjen Dikti Kemendikbud No. 441/E.E2/DT/2014 tanggal 19 Mei 2014 yang memberi mandat kepada Unila untuk menyelenggarakan PS MPBSD. Padahal, Program D3 Bahasa Lampung sudah lama vakum tidak ada penerimaan mahasiswa baru. Jadinya sekilas agak aneh, sementara D3 saja vakum kok ada S2 tanpa S1. Lantaran ada mandat dari Dirjen Dikti itulah, barangkali kemudian, tahun 2015 diwacanakanlah akan dibukanya Program S1 Bahasa Lampung yang perkuliahannya akan dimulai pada tahun akademi 2016/2017. Dibukanya S1 Bahasa Lampung ...