Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Limus Super Besar

Lagi..... berangkat satu file puisi (berisi tiga judul) saya kirimkan barusan ke panitia. Sepulang dari Iman Jaya beli camilan buat teman ngopi dan ke pasar di dekat masjid Baiturahim, Beringin Raya, tapi sampai sana saya malah bingung, sebenarnya pengin beli apa. Akhirnya pulang saja mengingat di rumah masih ada stok tiga ikat pokcay. Istri menyiapkan rajangan pokcay untuk ditumis sembari menjerang air buat ngopi, saya membuka laptop untuk mengirim file puisi tadi. Beres dan terkirim, tak ada beban lagi. Plong rasanya hati. Limus super besar di pasar tempel Baiturahim  Di pasar tadi saya melihat buah pakel super besar di dalam keranjang plastik. Inilah buah pakel terbesar, yang sedang ada juga dan terkecil pun ada yang ulun Lampung menyebutnya limus pantis . Disebut limus pantis karena mengacu pada buah pantis atau lerak. Ya , pantis adalah lerak. Tahu kan buah lerak itu kecil seperti kelereng. Nah, pakel yang paling kecil disebut limus pantis oleh ulun Lampung. Di...

Mulai Merantau

Hari ini gaskeun dua file merantau setelah saya kirim melalui e mail ke hadapan Tim Kurator yang akan mengurasi secara ketat seluruh puisi kiriman penyair masuk ke hadapan mereka. Perhelatan menulis puisi untuk tahun 2026 mulai menapakkan langkah, pelan-pelan saja, tak perlu buru-buru. Satu per satu saya selesaikan dengan tekun dan penuh semangat. Selesai, saya kirim. Tapak langkah pertama, pada 12 Maret untuk even "Puisi Kebangsaan" dihelat Sastra Bulan Purnama, Jogja, yang tahun lalu menerbitkan Antologi "Kitab Omon-Omon. Pada tahun ini bertema kebangsaan. Tapak kedua, 15 Maret, saya kirim"Pantun Majelis" yang sudah lolos kurasi. Perhelatan ini ditaja oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas) yang tahun lalu menerbitkan Puisi Etnik Nusantara. Tapak ketiga, 16 Maret, juga masih dari Perruas berupa Puisi Ramadan. Rencana peluncuran buku dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, 18 April 2026. Saya sampaikan kepada panitia tidak bisa menghadirinya. "Mulai Meran...

Sebelum Terakhir

Pukul 14 lewat 2 menit (02:02 PM) datang kurir mengantar paket. Saya sudah bisa menebak dengan pasti bahwa yang diantar adalah buku “Sang Warior” karena memang sedang didistribusikan pada para penulis puisi gaek yang tergabung di dalamnya. Benar belaka, setelah saya terima, pada sampul paket terbaca jelas “Kosa Kata Kita” alias KKK, identitas sang penerbit yang menerbitkan buku Antologi Puisi Penyair 70-an (penyair berusia 70 tahun atau tepatnya 60 tahun ke atas) atau penyair kelahiran minimal tahun 1965. Sang Warior, The Seventies Selected Kenapa judul postingan blog kali ini Sebelum Terakhir? Karena buku ini adalah bagian dari antologi yang saya ikuti sepanjang tahun 2025. Bukan buku terakhir karena masih ada satu buku yang saya tunggu kedatangannya yang merupakan proyek lama. Sejak awal tahun 2025. Proyek nulis puisi bertema “Terang Bulan Tepi Lautan” yang puisinya saya kirim pada 8 Juli 2025. Admin yang mengampu proyek ini sibuk oleh kegiatan antologi lain, sehingga proyek ...

Kupi Ngingi

Kali pertama melihat kedai kopi gerobakan mengusung jenama "NESCAFE" di Pasar Pucang, Surabaya. Tidak jauh dari tempat indekos anak. Saya membatin, "Nescafe kan kopi Lampung, kok di Lampung gak ada kopi gerobak begini ini." Anak saya tanya, "Di Lampung udah ada, Yah, kopi Nescafe ini?" Langsung kujawab, "Belum." Nah, pagi ini tadi, saat saya beli camilan buat teman ngopi di Iman Jaya, di pinggir jalan ada gerobak kopi Nescafe ini. Saya samperin , cari tahu ada yang panas gak ? Setidaknya, di Lampung saya tahu ada satu ini gerai kopi Nescafe gerobak. (dokpri) Sayang sekali kopi yang dijual semua  cold brewing . "Semua dingin, Pak," jawab nona-nona yang nunggu gerai gerobak ini. "Berarti enaknya siang hari, ya, pagi begini enaknya kopi panas. Okeylah, mbak, kapan-kapan saja," kilah saya mengakhiri interaksi. Cold brewing (seduh dingin) ala-ala kopi Italia. Saya jadi teringat puisi dwi bahasa pada buku antologi puisi "B...

Rezeki dan Musibah

Jalan raya Natar yang merupakan jalan negara atau jalan lintas tengah (jalinteng) Sumatra, merupakan akses menuju bandar udara (bandara) Radin Inten II di Desa Branti, kecamatan Natar, kab. Lampung Selatan. Jalan ini padat kendaraan, sering macet, dan sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Tadi sore sewaktu hendak mengantarkan anak ragil ke bandara untuk kembali ke Jakarta, mobil minibus yang ada di depan kami, ban serepnya terlepas dari tempat menaruhnya di bawah body mobil dan mental bergulir lalu tertabrak oleh mobil yang kami tumpangi, jeleduk, menyebabkan plat nomor polisi terlepas dari bemper. “Ya, bagaimana, Mas. Namanya juga musibah,” kata si empunya mobil yang ban serepnya terlepas itu, ketika sopir mobil yang kami tumpangi hendak meminta ganti rugi. Sopir mobil kami tak bisa ngotot apalagi sampai bersikeras, ia maklum saja karena memang namanya musibah tak bisa dielakkan dan tak pula dikehendaki. Ya, “untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak” kata pepatah...

Menikmati Kopi

Yang sudah puasa Syawal, selesaikan. Yang baru mulai, lanjutkan. Saya belum. Pagi ini masih ngopi ditemani cireng beli di Iman Jaya. Tadi pagi iseng ke sana, sudah buka rupanya. Lanjut ke pasar tempel Beringin, beli cumi untuk campuran tumis brokoli. Makanan yang tinggi serat dulu kita. Kemarin pagi sewaktu ngopi di AKAR Hotel & Resort. Mencoba sensasi kopi di-toping es krim. Ternyata manis es krim masih tunduk sama pahit kopi. Setelah saya aduk es krim dalam mug kopi, saya seruput kok rasa kopi masih pahit. Saya amat kenal rasa kopinya. Kopi es krim tandas kunikmati, tinggal mug kosong ini yang terekam kamera. Apa daya. Kopi yang biasa ada di kamar hotel adalah Nescafe. Salah satu jenama kopi yang populer di Lampung. Kopi ini memang pahit, bersaing sengit dengan rasa kopi varian americano yang ada di minimarket biru. Gula yang dibubuhkan tidak cukup hanya satu saset.

Check Out Kepagian

Setelah dulu pernah diajak kakak ipey stay cation di AKAR Hotels & Resort 26–27 Juni 2025, lagi, kemarin kembali diajak menginap di hotel yang dahulu bernama Sheraton Hotel di Jl. Wolter Monginsidi. Kami bertiga anak ragil hanya dipesankan satu malam saja, sementara mereka sekeluarga besar anak, mantu dan cucu dari Jakarta stay cation  selama dua malam. Kami check out lebih cepat, pukul 09.53 karena anak ragil hendak wfh. Katanya, pengin mengerjakan job dari rumah saja, tidak memanfaatkan wifi hotel. Perjalanan dari hotel ke rumah lebih kurang 30 menit sehingga pas belaka waktu untuk ia memulai wfh siang hari. Apabila check out pukul 12 seperti galibnya, waktu yang tersita di perjalanan setengah jam bisa dipakai untuk bekerja. Lobby AKAR Hotel & Resort dengan ornamen bernuansa Timur Tengah pada momen Lebaran  Sama belaka saat stay cation pada Juni 2025 dulu dengan sekarang, ada perubahan sedikit. Halaman luar resto, dahulunya berupa hamparan rumput halus dan ...

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Pecel Mentah

Dua anak mantu berangkat ikut arus balik. Anak sulung dan istrinya balik maning ke Depok, naik DAMRI yang jadwal pemberangkatan pukul 09.00, tapi pukul 08.43 bus mulai bergerak meninggalkan pool DAMRI stasiun Tanjungkarang. Saya berdua istri melepas keberangkatan mereka dengan pelukan perpisahan. Sampai jumpa nanti. Tidak terlampau kangen sih karena baru pada bulan Oktober 2025 lalu ketemuan di Surabaya kemudian nyepur bareng ke Jakarta terus ke Depok. Anak ragil masih nanti mendekati akhir bulan balik ke Jakarta, ada jatah wfh tiga hari jadi bisa agak lama di rumah. Dengannya, pada bulan Oktober lalu juga ketemuan. Karedok yang gak begitu lengkap  Ini hari adalah H+3 Lebaran, arus balik mulai ramai, setidaknya di stasiun Tanjungkarang yang tadi saya lihat. Tidak dimungkiri di stasiun Gambir dan Pasar Senen (Jakarta) atau stasiun Gubeng dan Pasar Turi (Surabaya) dan bandara di mana pun begitu adanya karena masa libur Lebaran + cuti bersama habis. Pulang dari stasiun, sembari men...

Less Fiber, Less Memory

Lebaran hari ke 2 versi Pemerintah atau hari ke 3 versi Muhammadiyah, jalanan lumayan sepi. Saya ke Pasar Tani, masih tutup. Ada beberapa penjual sayur di jalan masuk. Yang saya cari tak ada. Saya tarik gas motor menuju Pasar Tempel Beringin. Badan panas kebanyakan makan protein dari opor ayam dan rendang. Pengin sayur bening dan goreng tempe. Less fiber over protein, bikin metabolisme tubuh jadi kurang sehat. Nah, beruntungnya di Pasar Tempel Beringin ada bayam, jadi deh nyayur bening. Ilustrasi 'pelupa' by: Spotify  Tapi, setelah beli bayam dan tempe serta kemangi, saya terpaku lama mengingat-ingat apa tadi yang dipesan istri. Tidak mampu saya pulihkan ingatan, pulang sajalah. Sesampai di rumah baru ingat, istri minta beli jagung manis untuk campuran bayam. Nah, dari less fiber jadi less memory . Bah, tambah tua aku, rupanya. Untuk menyiasati agar tidak lupa apa yang akan dibeli saat ke pasar atau mal, saya selalu catat di WhatsApp pribadi di gawai. Jikalau tidak, mak...

Ibadah Puisi

Selain dirayakan sebagai Hari Raya Idulfitri, 21 Maret dirayakan sebagai Hari Puisi Sedunia. Sebentar, sebelum lanjut, perlu dikemukakan bahwa baik 1 Ramadan maupun 1 Syawal-nya, ada dua versi. Pertama, versi Muhammadiyah, 1 Ramadan (18/2) dan 1 Syawal (20/3). Kedua, versi Pemerintah yang diikuti Nahdiyin, 1 Ramadan (19/2) dan 1 Syawal (21/3) hari ini. Beda awal puasa maupun hari raya. Ucapan selamat hari raya, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, berseliweran di grup WhatsApp dan menjadi hiasan dinding media sosial. Ada yang hanya sebatas ucapan konvensional dari peninggalan rezim Orde Baru yang tak lekang oleh waktu. Ada yang dihias foto keluarga dan larik puisi. Buku "Selamat Menunaikan Ibadah Puisi", kumpulan puisi Joko Pinurbo  Joko Pinurbo (Jokpin), seorang penyair Jogja, pada tahun 2007 menulis puisi berjudul "Puasa" yang ia tujukan kepada Hasan Aspahani. Tidak panjang, hanya enam larik. Yang unik, meski judulnya puasa, tetapi isinya ucapan ...

Ke Al-Bakrie Lagi

Setelah ikut salat jumatan bersamaan dengan peresmiannya oleh Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar pada 12 September 2025, baru hari ini saya kembali jumatan Masjid Raya Lampung Al-Bakri sebagai pengejawantahan perjalanan 'safari jumat' yang saya lakukan mulai sejak 3 Januari 2026. Karena cukup lama (setengah tahunan) tidak ke sana, saya tidak tahu bagaimana kondisi di dalam masjid, terutama berapa baris karpet yang disediakan untuk jemaah, maka saya mengantisipasi dengan membawa sajadah kecil. Eh... rupanya karpet yang tersedia ada barangkali 10 baris. Jumlah persisnya mesti dihitung. Seusai salat jumatan di Masjid Al-Bakrie  Saya tidak menghitung sehingga tidak tahu persis ada berapa bariskah, tapi lebih dari 5 baris. Alhasil, praktis sajadah kecil yang saya bawa buat digunakan berdua (saya dan anak), tidak perlu digelar melapisi karpet yang disediakan masjid. Setelah maju tiga kali berpindah, saya di shaft kedua di belakang khatib. Yang menjadi khatib bukan orang asing...

Sedikit Menjauh

Saya anggap pernah salat di semua masjid BKP. Di dalam rangka menggiatkan ‘safari ramadan’ khusus di waktu Zuhur berpindah-pindah dari masjid ke masjid, saya menjangkau masjid-masjid di luar BKP, tapi kebanyakan di lingkup kecamatan Kemiling. Sementara ‘safari jumat’ saya upayakan ke masjid yang jauh di luar Kemiling, di mana pun itu tempatnya. Di hari terakhir ‘safarai ramadan’, semula saya pengin ke masjid sekitar Kedaung, tapi karena mepet masuk waktu Zuhur, saya sekenanya masjid apa dan di mana yang menara atau wuwungannya tertangkap pandang mata, itulah yang saya datangi. Dekat pintu gerbang perbatasan Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung, mata saya menumbuk wuwungan masjid. Wuwungan masjid Baitul Amanah yang menumbuk mata memantik mendatanginya  Saya ngegas motor mendekatinya. Setelah memarkir motor dan masuk ke dalam masjid, azan baru hendak dikumandangkan. Di dalam masjid panitia pengumpul zakat fitrah baru saja merampungkan pembagian beras untuk diserahkan kepad...

Masjid Ujung Jalan

Melewati jalan dua jalur BKP bila melempar pandangan ke arah kiri pada jalan yang di G-maps nggak ada namanya, mata akan tertumbuk pada menara sebuah masjid. Saya membatin, besok-besok bisa dijadikan tempat ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Nah, siang ini saya mengejawantahankan perasaan batin itu, menjadikan masjid 'ujung jalan' ini tempat mendirikan salat Zuhur sebagai pengisi kegiatan ‘safari ramadan’. Sampai halaman masjid, seorang bapak-bapak sedang mengepel teras. Saya parkirkan motor dan memasang kunci pengaman di roda. Hingga bubar salat tidak ada tambahan motor yang parkir. Berarti yang hendak salat berjemaah adalah murni warga perkampungan sekitar masjid. Yang berarti juga tidak ada juru mudi ojol yang mampir untuk ikut berjemaah seperti masjid lainnya. Masjid Al- Ridho di ujung tikungan jalan  Kendati lurus di ujung jalan yang di G-maps tidak ada namanya itu, masjid yang disemati nama Al-Ridho, ini menerakan alamat Jalan Imam Bonjol Gang Persada, Kemiling, Bandar La...

Masjid Nurul Huda

Sebelumnya, pernah saya salat jumat di masjid Nurul Huda, Jalan Pagaralam, Gunung Agung, Kemiling atau lebih akarb disebut Gang PU karena ada komplek perumahan pegawai PU di situ. Tepatnya hari Jumat (19/12/2025) sekalian mengambil banner yang hendak saya bawa ke Jambi mengikuti Festival Sastra Etnik Nusantara & peluncuran buku antologi puisinya. Masjid ini dulunya kecil, tidak jauh dari rumah teman yang sudah dijualnya dan berubah jadi rumah makan Yu Sari. Kemudian dibangun menjadi besar, luas, dan megah dengan dua menara di sayap kanan (di bagian sudut kanan barat dan timur). Konstruksi bangunan masjid ini menggunakan rangka baja, bukan tiang cor bertulang. Jadi, penyangga kubah kokoh tanpa tiang. Masjid Nurul Huda Gang PU  Hari ini saya jadikan masjid ini tempat ‘safari ramadan’ salat Zuhur berjemaah. Tidak sampai dua shaf, tetapi banyaknya jemaah kurang lebih 40 orang dari warga sekitar dan datang dari jauh atau yang mampir karena kebetulan saat lewat sudah masuk waktu ...

Menang Menara

Masjid ini dalam gang Mawar 1, Jl. Teuku Cik Ditiro, tepatnya di samping fly over Kemiling. Sudah lama bingit saya pengin menjangkau masjid ini, menaranya yang tinggi terlihat dari Jl. Teuku Cik Ditiro atau saat lewat di atas  fly over . Itu yang menjadi daya tariknya saya. Karena ada ‘safari ramadan’ yang saya lakukan, maka di situlah kesempatan menjangkaunya. Setelah menjangkaunya, ekspektasi saya yang ‘tertipu’ menara tinggi, membayangkan masjidnya megah, sirna seketika. Menang menara doang 🤔  Masjid ini memiliki ‘tangkai’ jendela tapi tidak berdaun. Bingkai jendelanya plong. Ya, hanya ditutup dengan tralis, membuat angin leluasa masuk menerobos ke dalam - membuat udara jadi sejuk. AC tetap saja disediakan seperti kegaliban. Menara Masjid Nurul Iman yang gagah  Masjid yang menyempil dalam gang ini bernama Nurul Iman. Tidak terlalu besar, cukuplah untuk para jemaah di lingkungan kampung situ. Yang jadi ‘penumpangnya’ saat salat Zuhur tadi hanya 18 orang. Tergolo...

Asesoris Masjid

Akhir pekan yang sumuk karena matahari ☀️ memancarkan panas terik menyengat. Tapi, tidak menciutkan perjalanan 'safari ramadan' untuk salat Zuhur berjamaah, hari ini saya ke masjid Fajar Ikhlas di Jalan Pancasila Sakti, Sumberejo, Kemiling. Masjid ini telah selesai renovasi membangun lantai duanya, sejak lama. Tentu lantai satu (bawah) juga dibaguskan. Dinding telah dilapisi keramik setinggi setengah badan. AC dan CCTV asesoris pelengkap. Plafon PVC membuat langit-langit enak dipandang. Tampilan luar masjid Fajar Ikhlas  Tidak ada masjid yang tanpa dilengkapi CCTV, baik ruang dalam maupun di area parkir. Kecuali masjid yang memang belum selesai. Pembangunan atau renovasi masih terus berjalan bertahap, prioritas utama sebesar-besarnya dana untuk membangun. CCTV merupakan asesoris yang jamak dipergunakan sebagai pengganti sekuriti. Atau pelengkap sekuriti. Ada rumah sudah dipasang CCTV pun masih butuh dijaga sekuriti. Demi mendapatkan keamanan ganda. Bahkan, rumah  cluster pun...

Back Again

Setelah menjadikannya masjid kedua tempat 'safari jumat' pada 9 Januari 2026, maka hari ini masjid ini saya jadikan tempat 'safari ramadan' ke sekian kalinya. Ya, hari ini saya kembali ke sini, salat Zuhur di masjid Husnul Khatimah, Beringin Raya. Right, back  a gain alias balik maning ke masjid Husnul Khatimah lagi karena sekalian hendak beli bekal buka puasa sore ini. Jarak masjid ini hanya beberapa ratus meter dengan Iman Jaya, gerai kue tempat beli bekal buka puasa saban hari karena banyak pilihan kuenya. Masjid Husnul Khatimah dengan menaranya  Sekali nyoba cireng, loh... kok enak tenan . Keterusan deh, di bulan Ramadan ini, saban hari ke Iman Jaya. Di luar bulan Ramadan, hanya sesekali saja sembari habis belanja di Chamart atau hendak ke Superindo, mampir di Iman Jaya. Kalau tidak, beli roti di Lakita. Roti Lakita varian 'nanas' yang sering kali dibeli buat teman ngopi di pagi hari. Itu sebagai selingan, yang lebih sering jadi teman ngopi pagi adalah g...

Dua Masjid Syuhada

Perjalanan ‘safari jumat’ hari ini, saya ke masjid jami’ Asy-Syuhada, Jl. Wolter Monginsidi No.17 C, kelurahan Durian Payung, kecamatan Tanjungkarang Pusat. Masjid berornamen cantik dibalut warna coklat, ini tidak jauh dari gerai mie ayam serta bakso jenama terpopuler di Bandar Lampung dan juga Central Plaza. Sudah lama saya mengagumi masjid ini. Karena itu, masjid ini masuk list tempat ‘safari jumat’ di bulan Ramadan 1447 H ini. Pada mulanya saya tidak tahu nama masjid ini. Kendati sering lewat di depannya, saya tidak tergerak membaca nama masjid di depan, padahal sering mengunjungi gerai bakso di dekatnya. Masjid Jami' Asy-Syuhada Durian Payung Ketika takmir masjid mengumumkan keuangan (kas) masjid, tersebutlah nama Asy-Syuhada. Saya langsung membatin, berarti sudah dua masjid Asy-Syuhada saya jadikan tempat ‘safari jumat’ setelah sebelumnya pada masjid Jami' Asy-Syuhada Jl. Imam Bonjol, kelurahan Sumberejo, kec. Tanjungkarang Barat (3/1/2026). Perihal kas masjid Asy-Sy...

Persempit Kesempatan

Perjalanan ‘safari ramadan’ hari ini, saya jemaah salat Zuhur di masjid Al-Ikhlas, beralamat di Jl. Raden Gunawan, Sukamaju, Rajabasa Pemuka. Masjid ini sejak setahun berjalan direnovasi, dua menara telah berdiri begitu gagah menuding langit. Semoga bisa jadi tangga melangitkan doa para jemaah sehingga mudah tersampaikan ke Haribaan Ilahi Rabbi, tentunya melalui sodakoh jariah sebagai wasilah atau perantaraannya. Ya, panitia renovasi masjid memang membuka peluang seluas-luasnya kepada jemaah buat beramal sebanyak-banyaknya (fastabiqul khoirot). Maka, diadakan open donasi melalui beberapa rekening masjid. Disediakan juga kotak infak di dalam masjid. Bahkan, di masjid yang manajemennya sudah modern mempergunakan barcode Q-RIS. Jemaah tinggal klik doang , uang infak langsung masuk dalam rekening masjid. Sesimpel itu. Masjid Al-Ikhlas Jl. Raden Gunawan Rajabasa Pemuka  Masjid Al-Ikhlas ini tidak begitu luas, tapi tentu cukup untuk menampung jemaah dari sekitar situ. Letaknya yang ...

Al-Hijr = Bukit Batu

Perjalanan ‘safari ramadan’ hari ini, saya salat Zuhur pada masjid Al-Hijri, Jln. Pramuka, Rajabasa. Setelah dibagusi setahun lalu, kubah masjid serta tampilan dinding luar yang menghadap ke jalan, tampak cantik full keramik dengan ornamen kembang-kembang berwarna hijau. Baru pertama ini saya masuk dan salat di masjid ini, kendati sering melewati jalan ini. Di bagian dalam ada ruang istirahat jemaah, tapi tetap diberlakukan larangan merokok di lingkungan masjid. Sejatinya memang begitu. Jangankan di dalam masjid, di lingkungan luar pun mestinya tidak boleh merokok. Bukankah sungguh sangat tidak etis jadinya, masjid dinarasikan sebagai Rumah Allah, tapi merokok di situ. Masjid Al-Hijri dipotret dari jalan Pramuka  Lahan tempat masjid ini dibangun adalah wakaf dari keluarga almarhum Hi. Ahmad Effendy Gelar Tuan Sinar bin Hi. Syahri St. Temanggung. Dihibahkan atas nama keluarga oleh Toni Effendy pada 7 Oktober 2020. Kendati begitu, nama masjid tidak mengabadikan nama orang yang b...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...

Masjid Perumahan

Perjalanan ‘safari ramadan’ untuk salat Zuhur, hari ini saya ke masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya. Sebuah cluster yang saya duga nyaman karena begitu hening dari deru kendara berlalu lalang. Paling juga kurir mengantar paket atau transportasi daring mengantar/jemput penumpang. Al-Hikmah ini, masjid yang galibnya ada di komplek perumahan yang penghuninya adalah bapak-bapak beraktivitas di perkantoran, tentu jemaah salat Zuhur dan Asar tidak ramai amat. Layaknya di perkotaan di mana pun, fenomena masjid perumahan sepi di siang hari bukan sesuatu yang aneh, melainkan keniscayaan. 'Safari Ramadan' salat Zuhur di masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya  Hanya orang yang sudah pensiun atau warior (warga senior) berusia 60 tahun ke atas yang akan menjadi jemaah rutin di saat salat Zuhur dan Asar. Di masjid ini tadi, barisan jemaah hanya dua setengah shaf atau 40 orang lebih termasuk beberapa orang anak-anak dan orang luar komplek perumahan, ...

Masjid Khoir

Ini yang namanya faktor kebetulan. Jika kemarin ber-‘safari ramadan’ saya salat Zuhur di masjid Thoriqul Khoir, maka hari ini saya salat Zuhur di Masjid Jami’ Nurul Khoir dekat Pasar Tamin. Sama-sama ada kata ‘khoir’-nya, itu yang saya maksudkan dengan faktor kebetulan. Bukan tebak buah manggis. Dahulu, masa anak sulung saya sekolah di SPANDA dan SMANDA tahun 2008–2012, saat pulang sering menjadikan Pasar Tamin sebagai titik jemput. Masa-masa SMS sedang jaya-jayanya. Atau di masa-masa peralihan perangkat komunikasi seluler dari telepon genggam jadul NOKIA ke era Blackberry dan android. Masjid Jami' Nurul Khoir dari depan  Kendati begitu, belum sekali pun saya coba singgah menumpang salat di masjid jami’ Nurul Khoir. Walau pernah dilakukan renovasi, menilik ke ruang masjid, interior di dalamnya masih terlihat seperti tidak ada perubahan yang signifikan. Karena yang direnovasi, sepertinya mempercantik profil pada bahagian teras. Dari segi jemaah salat Zuhur pun, meski dekat den...

Masjid Makmur

Ternyata tidak mudah mewujudkan capaian sesuai peta jalan yang telah dibentangkan. Penginnya juz 29 dan 30 selesai satu sesi tadarus. Apalah daya, riak-riak kantuk sulit saya kendalikan. Saya menyerah pada ketidakberdayaan, juz 30 tak saya selesaikan dan saya baru khatam tadi pagi. Saya 'safari ramadan' di masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol, Gedong Air. Selain masjid Al- Iman Bambu Kuning, masjid Thoriqul Khoir ini rasanya terbilang makmur dalam arti ramai jemaah pada waktu salat Zuhur. Tiga shaf (sekitar 85 jemaah). Jajaran 3 shaf jemaah salat Zuhur masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol  Saya menerka, lebar masjid ini sama seperti masjid kami yang sebaris shaf berisi 25 orang. Jadi, bila satu shaf di masjid Thoriqul Khoir tadi 25 orang, berarti keseluruhan jemaah (penumpang) tiga shaf ada 75 orang ditambah sekitar 10 orang di shaf keempat. Berkali-kali bila ke Bambu Kuning, saya senantiasa salat Zuhur di masjid Al-Iman dekat rumah makan Minang Kamang Indah. Udara dalam ruan...