Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat
ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah
unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau
ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa?
Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam
blm dpt ruangan 🥲
Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺“ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K
komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully-an dari sejumlah nakes.
Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully-an balasan.
Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu mahal. Memang bisa di-cover BPJS, tapi perawatan dibatasi hanya tiga hari/malam saja di rumah sakit. Sembuh tidak-sembuh kudu pulang. Jika masih mau melanjutkan rawat inap, maka harus menempuh opsi sebagai pasien mandiri, bukan menggunakan BPJS.
Atau opsi lainnya pindah rumah sakit, jangan di rumah sakit itu lagi. Begitulah cara menyiasati apabila hendak dirawat inap lanjutan di rumah sakit dengan difasilitasi BPJS hingga sembuh. Sembuh ini seperti apa? Relatif. Sembuh total dari penyakit yang diderita, itu idealnya. Kembali sehat sebagaimana mestinya orang sehat.
Komentar
Posting Komentar