Menemukan cerpen yang lama nyumput di folder dan menelusuri ulang tulisan yang sudah saya unggah di blog. Menghimpun puisi dari berbagai folder. Itulah yang saya sedang kerjakan. Ada yang saya baca
ulang dan sunting ulang, menggali metafora mengganti diksi baru.
Sampai di sini, saya berpikir hendak menulis apa saya hari ini. Ah, iya, tentang ingatan pada ruang dan waktu selagi masa SMP di kampung dahulu, sebelum melanjutkan ke SMA di Jogja. Ruang dan waktu berupa tempat-tempat yang melekat dalam ingatan jadi peta jalan menulisnya jadi kenangan.
![]() |
| Danau Ranau dan gunung Seminung di kejauhan |
Toponimi, begitu disebutkan. Yang paling melekat
tentu kebun kopi dan sawah di Senangkalan yang kini mulai menumbuhkan rumah
tinggal, home stay, dan destinasi wisata berbasis pantai pesisir Danau Ranau.
Rumah-rumah yang kosong karena ditinggal merantau anak-anak dan tak kembali.
Cungkup makam orang tua (Ayah, Ibu, Kakak),
dan mertua serta leluhur yang tak pernah lagi dibelai jari-jari tangan yang
menua ini. Semua itu lewat tertangkap imajinasi, ingin sekali dibalurkan pada
larik-larik puisi. Dan, itulah yang lebih sering saya tulis. Sepertinya, gregetnya
lebih kuat mengetuk.
Antara Ibu kandung dan Ibu mertua, kok ya lebih mudah bagi saya menuangkan imajinasi tentang Ibu mertua. Karena Ibu
kandung saya berpulang saat saya masih kelas 3 SMP. Sementara interaksi dengan
Ibu mertua, menumbuhkan ingatan lebih banyak. Yang kemudian menjadi sumber inspirasi.
Bukan berarti Ibu kandung tak bisa saya menggali narasi tentangnya, melainkan seperti selalu saja tercekat jari ini saat mengetikkan
kata-kata getir tentang perjuangan yang dia tegakkan demi bisa terbangunnya rumah,
mengasuh anak-anaknya dan melepas kakak-kakak merantau satu-satu.
Memang, saat giliran saya yang merantau,
Ibu telah tiada. Tak terlihat sedih di matanya ketika langkah terakhir saya
keluar pintu dan menuruni tangga rumah panggung di pinggir Danau Ranau, untuk
berangkat menuju Jogja. Dan, sialnya ada hal absurd yang membuat saya enggan pulang.

Komentar
Posting Komentar