Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label museum sby-ani

Kursi Roda Ibu Ani

Kursi roda Ibu Ani dan kesetiaan Pak SBY menungguinya di rumah sakit. Bagaimana bisa melahirkan novel yang menceritakan perjuangan penyintas kanker seperti di buku “Seperti Roda Berputar” tanpa mengikuti proses dari mula hingga kini? Pertanyaan itu yang bersarang di pikiranku. Sewaktu mudik ke Pacitan 21 Mei hingga 3 Juni 2024, kami mengeksplor Museum dan Galeri SBY-ANI. Satu foto memperlihatkan kesetiaan Pak SBY menunggui Ibu Ani di National University Hospital Singapura. Foto Ibu Ani duduk di kursi roda sementara Pak SBY duduk di tepi hospital bed yang biasa Ibu Ani tiduri selama dirawat. Kaki Pak SBY menjuntai. Foto menggambarkan keduanya berhadap-hadapan sambil berbincang akrab. Saya sebenarnya penasaran, apakah Pak SBY menulis buku tentang masa-masa Ibu Ani dirawat hingga wafat. Seperti yang dilakukan Pak BJ Habibie, pasca-meninggalnya Ibu Ainun Habibie, Pak Habibie dilanda demam rindu. Guna memadamkan kerinduan kepada Ibu Ainun itu, Pak Habibie mulai menuangkan perasaan...

Coffee Museum Cafe

One cup of hot cappucino at Museum Cafe. (zy) Habis jumatan kemarin kembali balik ke museum dan galeri SBY * ANI. Ini sebagai 'partai tambahan' karena anak mantu dari Surabaya datang, kita meet and great . Koempoel keloearga di Araya Homestay milik mbakyu mbarep yang kami datangi. Empat kamar disediakan bagi kami di samping tetamu lainnya dari luar kota. Di museum kembali mengeksplore apa yang cuma dilihat sekilas sekali lewat pada kunjungan pertama. Tetap saja akan tetapi saya belum terpuaskan juga. Kunjungan kedua kemarin kami masuk ruang teater, semacam bioskop mini, diputar video perihal tujuan dibuatnya museum yang Ibu Ani Yudhoyono inginkan. Kembali menonton ulang video tragedi tsunami Aceh di masa awal kepemimpinan SBY sebagai presiden RI. Kembali menyegarkan ingatan akan suatu kengerian. Ngeri mendalam menyadarkan kenyataan hidup di wilayah lingkar  ring of fire harus tinggi kewaspadaan bahwa ada bencana yang tak terduga mengancam. Jadi, pentingnya jaga kelestari...

Tulang yang Terpisah

Hari pertama kami di kota kelahiran Pak SBY, ya, tentu saja mengunjungi Museum & Galeri SBY × ANI. Kesan saya, apa yang ada di dalamnya adalah saksi konkret cinta kasih Pak SBY kepada Bu Ani sejak masa muda hingga keduanya menua bersama lalu dipisahkan. Catatan kiprah Pak SBY sejak masa taruna di Akmil Magelang hingga pelaku sejarah lahirnya reformasi nasional 1998 dilanjutkan reformasi TNI & Polri sesudahnya. Puncak momentumnya ketika Bu Ani mendampingi Pak SBY jadi presiden RI 2004-2014. Banyak diorama yang menggambarkan tugas-tugas yang diemban Pak SBY sebagai militer, menunjukkan kapabilitas beliau yang berjiwa prajurit memang bisa dipertaruhan baik secara regional, nasional, maupun internasional. Luar biasa. Sungguh mengagumkan. Kepulangan kami ke Pacitan kali ini selain buat bertemunya empat bersaudara mbak-mbak dan istri saya ( ragil ). Ada yang mengistilahkannya dengan "ngumpulke balung pisah." Bisa juga, karena mereka berempat beralamat tinggal secara terpisa...