Puisi bertema "Rakyat Menggugat" dengan tagar #panjat_pinang saya unggah pada facebook "Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia" dengan moderator RgBagus Warsono malam ini.
Lomba menulis puisi #panjat_pinang ini sengaja diadakan "Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia" berkenaan perayaan HUT ke-81 kemerdekaan RI yang biasanya dimeriahkan lomba panjat pinang.
![]() |
| Ilustrasi | gambar panjat pinang dokumen facebook "Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia" |
Narasi yang saya tabalkan adalah habisnya kebun pinang karena dibabat untuk jadi kebun sawit. Oleh karena itu, tak ada panjat pinang di kampung mereka di 17-an tahun ini. Padahal, itulah hiburan merakyat.
Bocil-bocil tahunya hanya tertawa menonton lomba panjat pinang karena belum terbayang dalam benak mereka tentang masa depan yang suram. Negara mereka digadaikan penguasa dengan barter utang.
Di pundak bocil-bocil itu terbebani beratnya utang yang dibayar dengan pajak rakyat yang tidak semua tersalur. Sebab, ada tikus-tikus berdasi yang maruk menggerogoti dimasukkan dalam rekening pribadi.
Tak ada rasa merdeka di dada bocil-bocil yang tanah ulayat mereka dicakar excavator cukong bekingan aparat keamanan yang menakut-nakuti rakyat agar diam. "Rakyat menggugat" hanyalah solilokui belaka.
Puisi saya ditandai dengan nomor 36. Even menulis puisi bertema "Rakyat Menggugat" ini tutup tanggal 16 Agustus. Lalu, akan masuk masa penilaian oleh juri tunggal dan diumumkan juara dan diberikan hadiah.
Hadiah utama adalah sepeda atau uang tunai sebagai pengganti. Bukan soal hadiahnya. Yang utama adalah silaturahmi antarpenulis yang digabung dalam grup facebook "Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia" itu.

Komentar
Posting Komentar