Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi basa lampung

Tangéh Kidang Kekalau

Skybridge Rest Area Pendopo 456 A & 456 B, 28 Juni 2021 pukul 15.48. (foto: koleksi pribadi)   Dan, hujan saat salat Jumat sedang berlangsung siang tadi alangkah lebat nian. Siasat melestarikan Bahasa Lampung dari ketidaktertarikan generasi milenial memberdayakannya sebagai bahasa percakapan sehari-hari karena tersedak bahasa pasaran, salah satunya ialah dengan cara menguji seberapa besar minat mereka ikut sayembara menulis puisi berbahasa Lampung. Maka, untuk menguji itu, Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung menaja Sayembara Menulis Puisi Berbahasa Lampung dan Esai Sastra ”Budaya Lampung dalam Keanekaragaman Indonesia” (postingan fesbuk Udo Z Karzi, 6 Juni 2021), yang pesertanya tidak dibatasi umur, suku, domisili, dan sebagainya. Persyaratan sayembara yang tidak dibatasi umur, suku, domisili, dan sebagainya, itu mencerminkan betapa terbukanya kesempatan bagi siapa pun, umur berapa pun, dan di mana pun untuk mengikuti sayembara tersebut. Sesuai salah satu falsafah Lampung...