Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ragil

May Day, They Way

Konvoi ratusan buruh dalam memperingati May Day atau peringatan Hari Buruh Internasional (1 Mei 2024) dari Kawasan Industri Pulogadung menuju Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (1/5/2024). (merdeka.com/Imam Buhori) Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini, warganet kembali mengunggah ucapan Selamat Hari Buruh hingga menjadi trending topic di X (twitter). Aksi buruh yang turun ke jalan diperkirakan 50 ribu orang di kawasan Patung Kuda, berorasi menyuarakan tuntutan kemudian menuju Gelora Bung Karno (GBK), berencana bertahan di sana. Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati setiap tahun pada 1 Mei untuk memberikan penghargaan bagi buruh di seluruh dunia atas perjuangan yang telah dilakukan. Mari kita dukung teruskan memberikan semangat juang bagi para buruh untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bersama ( social justice and decent work for all ). Presiden KSPI Said Iqbal kepada Tempo.co (30/4/2024) menyampaikan rilis, bahwa Partai Buruh dan Konfederasi Ser...

“Memar Ditempa Aturan”

Dan, anak  ragil  ini sedari SD dahulu sudah langganan menjadi korban perubahan kebijakan. Bisa dikatakan ia “memar ditempa aturan.” Akhir SD ia dihadapkan UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional). Aturan itu menjadikan ia pemilik nilai tertinggi di SD. Akan tetapi, program biling (bina lingkungan) milik Wali Kota menggerus kuota penerimaan siswa jalur reguler. Tes penerimaan siswa adalah kunci penentu. Ya, apa pun awalnya, pada akhirnya nilai tes masuk SMP menggiringnya masuk ke SMP pilihan kedua. It’s   okey , disyukuri dan dijalani. Tiga tahun berlalu, dijalani dengan lancar dan rapornya bagus juga. Masuk SMA, lagi-lagi kuota reguler digerogoti oleh program biling. Gagal masuk sekolah “dalam negeri” ya sudah “luar negeri” pun tak apa-apa asal Grade A. SMA YP Unila, di tengah kota, bukan di pinggiran. Lagi-lagi adagium, “ganti menteri, ganti peraturan” memberi kenyataan, K-13 (kurikulum tahun 2013) jadi kebijakan yang harus diterima sebagai sarana pengge...

Biaya Nikah yang Aduhai

Working   remotely   earns   double   pays . Kira-kira seperti itulah anak  lanang   ragil . Tadi video call sama ibunya, tersingkaplah apa hasil ia interview sehari sebelum acara engagement kakaknya, pada akhir April lalu. Di era digital kini, semua serba-internet. Sektor usaha barang dan jasa menggunakan piranti yang didukung internet dalam operasional sehari-hari. Bahkan sektor informal seperti UMKM pun tidak tinggal diam. Anak lanang ragil  jebolan ilmu komunikasi bidang studi broadcast , tampaknya menemukan passion bekerja di platform media berita digital dengan job desc video editor. Sah sudah “konten kreator” sebagai jati diri. Karena serba-internet, mendapat pekerjaan itu pun dari internet, mulai dari apply curriculum vitae atau portofolio hingga proses interview . Platform WhatsApp dan Zoom telah jadi jalan mulus bebas hambatan. Mendapat pekerjaan pertama seusai ujian Tugas Akhir Oktober 2020, memang karena bantuan Mas sepupu di Yog...

Arus Balik #2

Arus balik H+7, anak lanang ragil   mengambil giliran balik   ke kostan di Jakarta Selatan. Sudah satu tahun ia jadi “anak jaksel” sejak keberangkatan pada 28 Agustus 2022 dan memulai work from office sejak Kamis, 1 September 2022. Kembali ke aktivitas harian sebagai junior video editor pada sebuah platform media berita digital. Setelah satu tahun tentu kompetensinya semakin memuncak. Dengan kondite yang demikian, jadi nilai tambah saat  submit an application . H-1 acara engagement kakaknya, ia interview tahap 2 di sebuah perusahaan penerima pekerjaan dari perusahaan induk di Singapura. Sampai keberangkatannya balik ke Jakarta, hasilnya menunggu pemberitahuan lebih lanjut. Di era digital ini, menjadi pekerja di industri kreatif atau social media creator , posisinya lebih aman. Seperti sudah di- setting , jelang hari raya ada saja perusahaan yang tiba-tiba seperti “dibangkrutkan” hanya agar tidak membayar THR. Buruh pabrik adalah SDM yang rawan terkena dampak perusah...

Kita Semua Manusia

Foto kenangan wisata di Air Panas kaki Gunung Seminung, Danau Ranau, 8 Agustus 1985 (foto koleksi pribadi) Air Mata Dewa 19 Di balik segala duka Tersimpan hikmah Yang bisa kita petik pelajaran Di balik segala duka Tersimpan hikmah Yang ’kan mungkin jadi cobaan Lirik lagu “Air Mata” Dewa 19 perlu saya kutipkan di awal tulisan kali ini. Terkait kabar duka dari Pacitan, Mas Katimin, suami mbak Partiningsih, pulang ke Haribaan Ilahi Rabbi, setelah cukup lama tak berdaya di atas kursi roda. Stroke dinyatakan sebagai penyakit pembunuh nomor 1 di Indonesia. Disusul oleh penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, tuberkulosis, komplikasi hipertensi, gagal ginjal, kanker, dan semua penyakit autoimun (ada 6 jenis). Kembali ke kabar duka di atas. Sewaktu pulang ke Pacitan akhir Juni 2021, kami sempat nengok beliau. Rupanya stroke yang dideritanya cukup parah, bicara sudah cadel dan sama sekali tidak bisa mengingat siapa kami. Di sela-sela menengok itu, melalui pesan WhatsApp , anak k...