Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label habit

Tata Laku Manusia

Ilustrasi, sumber gambar: leahmether.com via studiobelajar.com Tajamnya sengatan matahari membuat agak keder bepergian siang hari. Apalagi bila timbul kemacetan lalu lintas, menambah panas perasaan. Sudah panas di ubun-ubun ditambah pula panas di ruang dada. Maka, saya putuskan malam saja ke tempat adik sepupu yang esok anak gadisnya akan dinikahkan. Tetapi, bukan berarti tak ada hal yang memanaskan perasaan. Sorot lampu jauh mobil silaukan mata. Mata tua saya yang baru ganti kacamata, tidak tahan menerima paparan sorot lampu jauh mobil ataupun motor di jalan raya. Entah mengapa gaya orang yang bermobil kok suka kali nyorot-nyorot- kan lampu jauh. Sungguh perbuatan yang tak seharusnya dilakukan. Saya tidak mengerti dan susah memahaminya, apa perlunya nyorot-nyorot- kan lampu jauh di jalanan di tengah kota. Kecuali Anda itu jalan di kebun sawit. Tata laku manusia aneh-aneh. Sikit kali yang paham aturan berlalu lintas, yang mengerti adab pun lebih sikit lagi. Yang memanusiakan manusi...

Virus Gak Hanya Covid-19

Ngakunya bernama Radesya, penumpang aktif KRL saban hari, menggunakan masker. Ngakunya sudah jadi kebiasaannya sejak 2014. Berarti, jauh hari sebelum pandemi Covid-19 jadi momok mengerikan. Setelah PT KAI membolehkan calon penumpang lepas masker, Radesya memilih untuk tetap pakai masker. Alasannya, virus kan gak hanya Covid-19 saja, melainkan ada banyak jenis virus lainnya. Ia kadung merasa nyaman memakai masker saat berangkat dan pulang kerja menggunakan KRL. Apalagi ibunya sudah lansia yang harus ia lindungi jangan sampai sakit akibat virus yang ia tularkan. Aturan baru bagi penumpang kereta api diterbitkan Kemenhub melalui SE 17 tahun 2023 tentang prokes pelaku perjalanan dengan kereta api di masa transisi endemi Covid-19 diberlakukan sejak 12 Juni 2023. Vaksinasi yang dahulu wajib, kini hanya berupa anjuran saja. Tetapi, sebagai tindakan preventif sebaiknya sudah divaksin hingga booster kedua. Terutama mereka yang memiliki risiko atau rentan. Risiko atau rentan di sini maksudnya...

"Tukang Berpengalaman"

Kembali kinclong setelah diganti besi dan dicat ulang. Setelah siasat mengelas lubang keropos besi pagar akibat korosi pitting tidak mungkin, akhirnya jalan satu-satunya mengganti besi baru. Hasilnya, pagar seperti baru. Kembali kinclong setelah dicat ulang. Tadi sore pagar diantar oleh pemilik bengkel las. Dinaikkan sepeda motor, dipegangi anaknya yang duduk dibonceng. Saya kebetulan sedang ngobrol dengan tamu di teras, saya bantu menurunkannya. Setelah memasang standar dua sepeda motor, "bapak las" menggotong pagar untuk dipasangkan pada relnya. Ada perbedaan teknis pemasangan antara saya dengannya. Ia lebih paham caranya. Tentu saja. Cara yang ia inginkan ternyata lebih mudah dan cepat. Praktis ketemu garis batas perbedaan antara pakar dengan orang awam. Meski pakai logika belum tentu benar dibanding kebiasaan. Habit (kebiasaan) adalah pengalaman yang matang, hasil ujicoba yang terus menerus dilakukan berulang. Hasil dari berbagai kegagalan yang dievaluasi dan direvisi. K...

Duka Ungu

Cemmana , Lae , yang laen pada tahlilan kok ini orang-orang pada ngobrol. Behavior mereka itu gak masuk akal kok begitu buruk. Kok yo kebangetan tenan lho . Kita ini lagi suasana duka, Bro . Kenapa kelen kok raono simpati dan empati blas . Cubo dirasakno jika kelen yang ketiban musibah kematian. Piye kiro-kiro . Rumangsamu , amargo dudu awakmu sing kenang musibah njur sakpenakmu ngobrol, ngguya-ngguyu , mangan kue masio tahlilan  durung bar dan disilakan. Dukaku ungu, ngono perasaanku. Awak-awakmu iku dungu! Ngerti? Kenapa saya katakan dungu? Karena attitude kelen yang menganggap sepele rasa duka. Sudah ngobrol, ngguya-ngguyu , mangan kue... eh, ngudud lagi. Itu tuh paling nggak bisa saya mengerti, kenapa di tempat tahlilan orang-orang klepas-klepus ? Ini tahlilan niga hari . Amanat beliau bahwa tahlilan cukup tiga hari, tidak usah sampai nujuh . Pasalnya, anak menantu beliau ada yang bekerja di luar kota. Biar tidak terlalu lama izin meninggalkan...