Kemarin (15/9), seperti tertera dalam flyer adalah hari pengumuman even menulis puisi "Penghargaan Sastra Udo Z Karzi 2026" tapi tidak ada tanda-tandanya, misal notif di layar gawai. Saya masuk ke facebook, eh... muncul langsung. Ada 5 grafis yang 1 berisi maklumat "Inilah Puisi Nomine dan Pilihan." Tapi, tak ada daftar puisi nomine, hanya ada daftar puisi pilihan dalam 4 grafis masing-masing berisi 15 puisi dan penulisnya. Saya pindah ke Instagram karena penasaran, sayangnya di akun IG Udo Z Karzi tak ada. Rupanya dihapus oleh Meta. Karena masuk waktu magrib, saya siap-siap ke masjid, tapi ada notif masuk. Udo Z Karzi mengirim tautan IG yang dihapus Meta itu. Tidak langsung saya buka tapi saya tinggal dulu ke masjid. Pulang dari masjid baru saya buka. Ada 6 grafis, di sini baru muncul daftar nomine yang mencantumkan nama saya sebagai salah satu dari 10 nama. " Nerima nihan , Udo" balas saya ke WhatsApp Udo Z Karzi. Dibalasnya " jejama " dan ia...
Kemarin sore melihat tubuh gocar yang kami tumpangi dari jalan Sultan Agung seperti dipupuri saya bertanya kepada sopirnya, "Apakah masih ada debu?" Jawabnya, "Masih ada dikit-dikit." "Waduh, kayak apa kabar rumah yang habis ditinggal lima hari," kata saya nyeletuk. "Habis dari mana, Pak," tanyanya. "Habis dari Cirebon," jawab saya. Begitulah percakapan kami menembus kemacetan di Kedaton. Ilustrasi | radio gocar di Jakarta yang menyiarkan percakapan interaktif penyiar--pendengar Sampai di rumah, buka pagar saya lihat lantai teras tidak begitu begitu berdebu karena memang kami titipkan sama saudara. Yang dititipkan sebetulnya nyiram kembang. Rupanya teras disentor olehnya. Sampai rumah pukul 17:11, habis mandi istri ngepel lantai di bagian dalam rumah, mulai dari ruang tamu, kamar, ruang keluarga hingga ke dapur. Beruntung ventilasi sudah ditutup dengan koran jadi aman. Yang lebih beruntung lagi sebenarnya "untung masih nyimpan k...