Kemarin, 28 September perseroan terbatas kereta api Indonesia (PT. KAI) genap berusia 81 tahun, sama seperti usia negara Republik Indonesia (RI). Berarti satu bulan pasca-kemerdekaan RI, bulan Septembernya perusahaan angkutan umum kereta api didirikan. Sebelum diubah menjadi perseroan terbatas kereta api Indonesia (PT KAI) dahulu penyebutannya perusahaan jawatan kereta api (PJKA). Semakin baiknya perkeretaapian Indonesia tak boleh dilepaskan dari sosok Ignatius Jonan. Di masa ia menjadi Dirut PT KAI, itulah modernisasi layanan kereta api dilakukan dengan masif. Pembelian tiket online , menyapu bersih stasiun dari calo tiket dan pedagang. Pengantar penumpang hanya boleh sampai pintu boarding (masuk) stasiun. Begitu juga halnya dengan orang yang menjemput. Ilustrasi | gambar ss dari KAI Acces | Selepas jadi Dirut, Jonan naik jadi menteri BUMN. Tak hanya kereta api yang dibenahi, tapi semua BUMN. Badan Usaha yang sakit-sakitan dan rugi melulu dibenahi sehingga sehat dan mulai menghasilka...
Kemarin saya ke Pasar Tani, nemu buah ini (lihat gambar). Merasa tertarik, saya tanya Bapak yang jual. Katanya, buah Alkesa. Tanya lagi, apa rasanya? Dijawabnya manis. Ada bijinya? Ada. Karena penampakannya seperti buah pepaya mini, sambil memilih saya cari pembanding bijinya kayak biji pepaya? Nggak , bijinya besar, kata si Bapak. Dah, berhenti tanya, bingung ngebayangin sebesar apa. Setelah pilah pilih, saya timbang seberat 1 kg, cuma 5 buah. Rp10.000,00 saya serahkan dan diterima Bapak penjual. Setelah dikupas satu, memang manis rasanya, tapi susah mendeskripsikannya seperti buah apa. Tekstur dagingnya lembut seperti tepung yang diuleni ketika hendak membuat kue. Dan, bijinya ada 2 memang besar seperti biji durian. Buah Alkesa yang saya beli di Pasar Tani kemarin, tinggal 3 dari 5 asalnya. Dengan ukuran buah sebesar jambu kristal dan biji seperti biji durian, praktis membuat ketebalan dagingnya tidak seperti daging buah Alpukat. Nah, iya, ketika menyebut Alpukat di paragraf ini, ima...