Langsung ke konten utama

Postingan

Demam Bertamu

Lagi, demam datang bertamu. Lagi, ruam-ruam merah di punggung dan perut berkunjung. Ruam merah ini untung langsung keluar. Bulan April lalu, setelah tiga hari panas naik turun akhirnya ke klinik periksa darah. Hasil lab, cuma tipes, bukan demam berdarah dengue. Tahun lalu, pernah tipes campur DBD, kayak es campur saja. Yang sekarang ini panas tidak tinggi, diminumin Paracetamol langsung jinak. Tidak sampai harus ke klinik untuk memastikan apa penyebab demam ini. Tapi, bisa jadi dari faktor makan yang masuk ke usus. Sakit tipes atau demam tipoid disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman atau lingkungan yang kurang bersih. Hari Jumat kemarin pulang dari 'safari jumat' saya beli es cincau. Bisa jadi itu sumber kasus. Karena demam, ada dua tempat hajatan tidak bisa saya ikut mendatangi. Hanya istri bersama tetangga yang berangkat. Satu di Hotel Urban Style Pringsewu. Satu di BKP inilah, tetangga di Blok O, pemilik usaha peny...
Postingan terbaru

Safari di Masjid Tertua

Kemarin saya ‘safari jumat’ di Masjid Jami’ Al-Yaqin Jalan Raden Intan, kota Bandar Lampung. Mengutip JPNN.com, masjid Jami' Al-Yaqin berdiri sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Tepatnya dibangun pada tahun 1808. Bisa dikatakan masjid tertua. Tanah tempat masjid berdiri merupakan wakaf dari H. Muchyiddin (warga Lampung) bersama H. Muhammad Yaqin (warga dari Bengkulu). Berarti nama masjid Al-Yaqin diambil atau menyematkan nama satu waqif -nya (orang yang mewakafkan) tanah tempat didirikannya masjid dahulu kala. Karena dibangun pada kontur tanah yang miring atau ada cekungan, masjid ini memiliki basement tempat berwudu dan gudang penyimpan perkakas seperti kursi dll. Kendati pendingin ruangan masih mengandalkan kipas angin, bukan AC seperti pada masjid di mana-mana, tetapi ruangan tidak gerah . Tempat parkir motor di samping masjid sangat lega dan aman. Parkir mobil yang agak terbatas, mesti parkir di bahu jalan depan masjid. Karena ada di tempat yang strate...

Viewrs Blog

Lagi-lagi saya agak kaget melihat grafik viewrs pengunjung blog ini kemarin ada 2818. Tapi, saya mengerti tentu dari banyak orang yang coba-coba mengintip akun facebook, X (twitter), Threads, Instagram saya yang kesemuanya saya semati tautan blog ini. Saya pun suka ngintip blog milik orang lain.  Ngintip blog itu namanya walking blog . Beberapa orang mengirim friend request ke facebook, ada yang saya confirm dan ada yang saya tangguhkan. Yang saya confirmed  adalah yang bisa saya akses akunnya. Yang saya tangguhkan ada yang dari luar jagat konoha dan ada yang akun facebook dikunci. Grafik viewrs blog ini kemarin (23 Juli 2026). Terima kasih atas kunjungan Anda, siapa pun. Yang akun dikunci, ada satu mengirim friend request dan messenger bertanya kabar menggunakan bahasa Ibu, saya membalas dengan bahasa Ibu pula memberi jawaban kabar baik sekalian menanyakan identitas dirinya ini siapa karena tidak bisa saya ketahui lewat akun facebooknya. Apalah yang dirinya rahasiakan...

PAM Bocor

Tadi, lagi jalan pagi, sampai Blok O kok ada air luber di jalan. Rupanya keluar dari pipa PAM. Saya dan istri berhenti, saya foto dan merekam video 15 detik lalu mengirim ke grup WhatsApp RT. Dengan harapan ada yang terpikir meneruskannya ke PDAM. Sampai jalan dua jalur BKP, ketemu Pak RT Blok O di angkringan 'bekape' mungkin sedang menunggu ojol. Saya sampaikan ada PAM bocor di situ (menunjukkan posisi rumah), tanggapannya bagus. Harusnya begitu seorang pamong, merespon positif pelaporan warga. Rumah kosong seperti ini memang rawan jadi incaran pencuri mengambil meteran PDAM  Akhir-akhir ini di Perumahan BKP terulang lagi kasus hilangnya meteran PDAM di depan rumah, terutama rumah kosong. Rumah kosong ini, karena ditinggal pengontrak pindah ke tempat lain. Pemiliknya jauh, di luar kota. Rumah hanya buat investasi, disewakan. Di tahun lalu, warga diresahkan terjadinya meteran PDAM hilang. Pagi-pagi, begitu buka pintu air luber depan rumah. Kasus di beberapa tempat di Perum BKP...

Ora Nyono

Perasaan kanal YouTube yang satu ini dulu tanpa iklan, kok sekarang digandoli iklan. Jadinya mendengarkan lagu sering terjeda oleh iklan yang numpang lewat. Memang sih tidak begitu mengganggu karena durasinya hanya tiga sampai lima menit. Namanya juga numpang lewat. Lagu “dangdut campursari koplo full bass” cocok buat teman ngetik di laptop. Lagu-lagu ciptaan Didi Kempot nanging sing nyanyi wong liyo . Ya, di YouTube banyak cover version lagu bergenre apa saja. Sopo wae sing nyanyi , enake podo wae . Ora nyono, lagu campursari enak juga jadi hiburan. Cover lagu Khurnia Rahma | Spotify | Enake podo wae dalam segi irama. Apalagi bila mengerti bahasa Jawa, akan luwih enak maneh . “ Tak tandur pari jebul thukule malah suket teki .” Makna peribahasa di lagu ini menggambarkan semacam sebuah kontradiksi. Yang ditanam kebaikan, tapi balasannya begitu menyakitkan. Maka, kenapa lagu-lagu Didi kempot disukai oleh Gen Z sak-Endonesyah sekalipun agak kurang memahami artinya karena ...

Judi Bola

Saya sengaja mengubah setelan alarm pada hp . Memajukan dua jam dari waktu bangun biasa saat akan subuhan. Ingin melihat Messi dan Rodrigo rebutan juara pada final piala dunia FIFA World Cup. Bangunlah saya seperti kehendak alarm berdering. Kuhidupkan TV mencari channel yang ada bola itu, gak ketemu. Kubikin mati itu TV dan balik ke kamar menarik selimut. Cuma sekadar untuk mengobati penasaran saja. Tak sama sekali senang menonton bola, tapi karena kejuaraan dunia FIFA World Cup. Logo Google momen final Argentina vs Spanyol  Sebelum tidur, ada video di WhatsApp Grup, kayak tebak-tebakan atau ramalan siapa yang akan keluar sebagai juara dunia, apakah Argentina atau Spanyol. Dua bola warnanya menyimbolkan kostum kedua timnas yang akan berlanga di final pada dini hari itu. Saya tonton video, dua bola digulirkan di tangga, jalan sejajar, menambrak batu dan tercebur ke air, terus bergulir hingga akhirnya bola warna kostum Argentina pecah dan bola warna kostum Spanyol sampai tempat tropi...

Salak dan As-Salam

Berangkat satu file berisi tiga puisi tema “Kota Kita” ke e - mail panitia ulang tahun Sastra Bulan Purnama (SBP) Yogjakarta. Sudah siap dikirim sejak kapan waktu lalu, tapi mengulur-ulur karena deadline masih panjang. Kemarin pagi kembali seorang teman penyair mengingatkan sambil mengirim satu flyer lomba nulis puisi lain yang akan ada kemah sastranya. Nah, iya juga, baru ingat jadinya. Padahal, bila tak diingatkan begitu kok seperti tidak punya utang. Pohon salak durinya medeni Entahlah, kata saya kepadanya, apakah saya ikut atau gak mengirim puisi ke even kemah sastra itu. Di flyer memang tak disebutkan tema. Karena itu, teman penyair ini agak bingung hendak menulis puisi yang bagaimana. Ia pun  betakun  pada saya. Ya, tulis saja “Puisi yang menyejukkan, Islami, cinta kedamaian menyiratkan ukhuwah dan nasionalisme.” Saya menyarankan seperti itu, mengingat tempat digelarnya kemah sastra adalah pondok pesantren As-Salam Yogjakarta. Saya mencari tahu pondok pesant...