Ini kopi gerobak yang sudah saya ceritakan di postingan blog pada 28 Maret berjudul " Kopi Ngingi " karena memang yang dijual adalah kopi dingin ( ngingi, bhs. Lampung). Tadi malam saat saya ke Kemiling (atas) mencari obat di apotek, saya lihat kerumunan orang antre di depan gerobak hendak membeli kopi yang sedang kekinian ini. Kopi gerobak di Jl. Teuku Cik Ditiro, Kemiling Sebuah antusiasme jadi pemandangan menggelikan. Memang, di Tanoh Lada , Tapis Berseri , dan Sang Bumi Ruwa Jurai, ini sesuatu yang baru selalu menarik perhatian. Setiap ada kafe baru, diserbu pengunjung kendati hanya untuk mencoba atau menjadikannya tempat ngonten untuk diunggah di media sosial facebook, IG, Threads atau TikTok. Antusiasme warga pengin mencoba Saya perhatikan di Pasar Pucang, Surabaya, kopi gerobak NESCAFE ini tidak begitu ramai pembeli. Biasa saja. Pertama , sudah lewat masa euforianya. Kedua , budaya warga Suroboyo. "Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain belalang...
Sudah lama saya pengin 'safari jumat' di Masjid Daarul 'Ilmi yang ada dalam komplek SMPIT - Daarul 'Ilmi, Perumahan Bukit Kemiling Permai ini. Tetapi, selalu saja dicegat oleh feeling 'entah' yang kemudian mengalihkan tujuan saya ke masjid lain. Tadi dengan stil yakin saya langsung saja menuju ke masjid ini kendati meraba-raba jalan sebab tak ada rambu-rambu menunjukkan bahwa ada masjid di situ. Saya bertemu bapak menggunakan tongkat menuju masjid. Saya hentikan motor dan bertanya. Masjid Daarul 'Ilmi, masjid terbuka sejuk terasa Saya tanya di mana masjid? Di situ jawabnya. Saya putar balik motor masuk gerbang ke area sekolah Islam terpadu ini. Di dalam tetap saja saya bingung mencari yang mana masjidnya, kembali bertanya ke anak-anak yang duduk di pinggir lapangan basket. Ditunjukkan bangunan yang seperti masjid belum jadi. Setelah masuk ke dalamnya, saya perhatikan, ternyata memang bentuk bangunannya dibiarkan tanpa dinding. Malah tak terasa panas, angin...