Kemarin di Jogja saya sempatkan ke pasar buku shoping center yang diapit Taman Pintar dan Taman Budaya Yogyakarta. Beginilah cara orang yang hobi baca memuaskan hasrat bacanya dengan belusukan ke toko buku atau bazaar buku. Perkara beli buku atau tidak, biasanya dipengaruhi minat dan apa yang disebut unplaned buying . Dan, di pasar buku yang dulu akrab disebut shoping center, tempat orang mencari buku bajakan, kendati banyak buku yang menarik minat saya, tapi saya tidak melakukan unplaned buying . Nah, di Pacitan rupanya ada bazaar buku di halaman perpustakaan daerah yang berada di seberang alun-alun, saya melakukan unplaned buying . Seorang pebecak baca koran di tepi jalan samping pasar Beringharjo (iqrok, bacalah) Tentang hobi baca. Di tepi jalan samping pasar Beringharjo tempat mangkalnya, seorang pebecak asyik baca koran Tribun Jogja. Saya "maling" mengambil foto, lalu saya unggah ke tiktok. Seperti di atas itu fotonya. Di pedestarian Malioboro saya bertemu pengencer ...
Tersampaikan kabar di grup WhatsApp bahwa Abah Zawawi Imron sudah dua pekan ini terbaring sakit stroke hingga susah bicara. Saya buka pesan WhatsApp sepulang dari lihat-lihat bazaar buku di halaman perpustakaan daerah kabupaten Pacitan. Saya tahu ada bazaar buku ketika mengelilingi alun-alun sehabis subuh di masjid agung Darul Falah. Memang begitu kebiasaan saya sehabis subuh, hitung-hitung jogging , jalan keliling alun-alun dan jalan arah pulang yang sebaliknya dari arah berangkat. Stan bazaar karena malam dan habis hujan jadi sepi pengunjung atau kurang diminati Maksud hati pengin melihat-lihat bazaar buku siang tadi, tapi hujan sedari pagi tak memberi peluang langkah kaki menuju ke sana. Bahkan, berangkat jumatan saya kehujanan membuat kemeja dan celana basah kendati tidak sampai benar-benar kuyup. Tetap saja dengan pakaian lembab membuat tidak nyaman. Ditambah guyuran kipas angin, membuat kantuk cepat datang menggoda. Walakin, malam ini tadi saya sempatkan untuk datang ke baza...