Langsung ke konten utama

Postingan

Kembali

Selesai sudah perjalanan ke Depok untuk kondangan di Bekasi. Pagi ini dalam perjalanan pulang kembali ke rumah di Bandar Lampung. 
Postingan terbaru

Situ Brigif

Minggu pagi, mengisi waktu senyampang masih di Depok, jalan pagi mengelilingi waduk (Situ Brigif) di Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Waduk ini merupakan RLS (Ruang Limpah Sungai) yang disebut dengan program 942 oleh pemerintah DKI, bangun tahun 2023.  Ramai juga pengunjungnya, datang dari mana-mana, ada yang sekadar jalan dan ada yang senam. Tempat parkir penuh kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Penjual makanan juga banyak, ada nasi pecel, dimsum, kukus-kukusan, dan tentu saja gorengan. Waduk Brigif | foto: Aldi Geri Lumban Tobing (beritajakarta.id) | Demikian pula minuman, beraneka ragam rupa dan rasa. Kelapa muda, serba es, jus, bahkan jamu juga ada. Tuntas mengelilingi waduk, kami makan lontong pecel dan gorengan serta telur rebus. Komplit, sudah ada sayur, protein, dan karbohidrat dari lontong pengganti nasi. Seluas itulah area Situ Brigif, agak lumayan berkeringat tadi pagi saat mengelilinginya  Luas situ ini awalnya 10,24 hektar dan diperk...

Ke Bekasi Juga

Puncak tujuan perjalanan dari Lampung ke Depok adalah kondangan ke Santika Premiere Hotel, Harapan Indah, Kota Bekasi. Dahulu, sebelum ada jalan tol Jakarta-Cikampek, Kota Bekasi ini dilalui saat perjalanan mudik atau balik, itu pun ketika jadi penumpang moda transportasi umum. Dari ketinggian Depok, perjalanan menurun menuju Jakarta Selatan lalu mengarah ke Jakarta Timur dan berakhir di Kota Bekasi. Pantas saja jika di Bogor dan Depok hujan cukup deras niscaya Jakarta akan mendapat kiriman banjir karena topografi daerahnya lebih rendah. Bekasi pun acap banjir jika kali Bekasi meluap. Suasana antrean di meja prasmanan  Luapan kali Bekasi akibat menerima debit air tinggi dari hulu Cileungsi. Jadi, secara umum bukan hanya Jakarta saja yang sering terendam banjir, melainkan juga Bekasi. Daerah yang sering kebanjiran di Bekasi adalah Gang Mawar, Kampung Lengkak, Kampung Lebak (Teluk Pucung), dan kawasan Pondok Gede.  Kondangan adalah medium tempat bertemunya perasaan suka cita ant...

Jumatan Kedua

Perjalanan dari Lampung ke Depok Kamis malam dan nyampe Jumat pagi, membuat saya menjalani 'safari jumat' di masjid An-Nahl Ar-Royyan Tanah Baru, Depok. Sejak kali pertama salat jumatan di masjid ini (31/10/2025), kemarin saya ulangi lagi untuk kali kedua. Dari yang pertama dulu, saya lihat perubahan makin membuat masjid ini tampak tambah keren. Progres mempercantik penampilannya terkesan ada kemajuan signifikan kendati tentu seiring kecukupan dana yang tersedia hasil dari donasi jemaah salat hari Jumat. Takmir masjid An-Nahl baca pengumuman  Yang menarik lantainya bukanlah granit licin mengkilap, melainkan marmer biasa yang tidak licin dengan ukuran 60x60 Cm. terdiri dari dua corak. Satu corak berwarna abu-abu dan satu corak lainnya berwarna putih tulang atau dengan penyebutan lain broken white . Dengan corak seperti itu, terlihat ruang salat atau shaf jemaah jadi jelas. Satu baris berwarna abu-abu dan satu baris berikutnya berwarna broken white . Begitu seterusnya, ditata ...

Kabar Suka dan Duka

Setelah tadi malam dapat kejutan oleh hasil kurasi antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema "MBGendam" yang ditaja Sosiawan Leak. Sore ini mendapat kejutan lainnya, saya lolos kurasi antologi bertema "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan" dari Kindai Seni Banjarmasin melalui akun facebook -nya. Lolos kurasi di dua even ini, hati saya dialiri bauran perasaan menyenangkan. Ada irisan antara MBGendam dan Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan, yaitu sama-sama bertema anti-korupsi. Puisi yang senapas seperti ini sekilas tidak begitu susah mengarangnya. Setelah even yang pertama, "MBGendam" selesai, masih ada sisa-sisa spirit mengarang puisi untuk even kedua, "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan". Jadi, langsung saya merangkainya. Salah satu lembar lampiran pengumuman hasil kurasi "Antologi Kindai 2026" Untuk "MBGendam" saya kirim 5 puisi via e - mail , belum karuan berapa puisi yang bakal mas...

MBGendam untuk PMK

Kring , kring , masuk notifikasi pesan WhatsApp dari teman penyair di Banjarmasin. Ia meneruskan pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema MBGendam (Makan Bergizi Gendam). Dari 236 pengirim, lolos kurasi sebanyak 204 dari penyair se-Nusantara. Pesan WhatsApp ini masuk sekira pukul 21:54, saat saya dan istri sedang dalam perjalanan menuju Depok. Teman penyair Banjarmasin, ini mengucapkan selamat untuk puisi saya yang lolos kurasi. Sayangnya, ia tidak ikut mengirim puisi untuk antologi PMK ini. Ikon flyer MBGendam | facebook Sosiawan Leak | Alasannya ia tidak menyiapkan puisi, entah apa musabab lainnya, tak ia jelaskan. Saya sendiri mengirim 5 (lima) judul puisi. Setelah pengumuman hasil kurasi ini keluar, baru jelas siapa saja kurator yang menyeleksi puisi PMK. Mereka adalah Acep Zamzam Noor, Prof. Achmad Taufik, dan Dr. Sahadewa. Kang Acep Zamzam Noor dan Prof. Achmad Taufik adalah juga kurator yang memilah-milah puisi untuk antologi "Semes...

Elegi Para Penglaju

Kesedihan terjepit gerbong KRL yang ditabrak kereta api Argo Bromo Anggrek. Di blog ini saya sudah beberapa kali mengisahkan para penglaju "pejuang rupiah" yang berangkat subuh dari rumah demi mengejar satu tapak tempat berdiri di dalam gerbong KRL seandainya tidak mendapatkan tempat duduk, berdiri sekalipun mereka tahan yang penting bisa sampai kantor tempat bekerja tidak terlambat. Begitu pun sebaliknya, saat hendak pulang ke rumah, mereka berjibaku mengegas langkah lebih cepat lagi untuk lekas sampai di stasiun agar tidak ketinggalan KRL commuter line yang akan mengangkut mereka ke alamat masing-masing, dengan memanggul lelah setelah bekerja seharian. Kendati bekerja di ruangan berpendingin udara, tak ayal rasa lelah terakumulasi dari loyalitas, beban kerja, dan stres yang mendera. Beginilah KRL yang dihajar KA Argo Bromo yang melaju dengan kecepatan 110 km/jam. | gambar pinjam pakai milik detik.com | Para penglaju luar Jakarta, menyerbu Jakarta di pagi buta. Mereka dari...