Langsung ke konten utama

Postingan

Salam di Rumah Kosong

Setelah memulai ‘safari jumat’ 3 Januari, begitu bulan Ramadan tiba saya mulai ‘safari Ramadan’ Zuhur atau Asar pindah-pindah. Masjid Thoriqul Khoir ini salah satunya. Pada siang ini saya jadikan tempat ‘safari jumat.’ Pada 16 Mei, rencananya saya ‘safari jumat’ di masjid ini, tapi karena pengin ngejar salat Dhuha, saya belokkan arah motor ke masjid Istiqomah di Jalan Mangkubumi, Segala Mider, Tanjungkarang Barat. Ini pun mengalihkan rencana awal lainnya. Saat belum ramai jemaah datang pukul 11:43 Ya, rencana awal saya pengin ‘safari jumat’ di masjid Al-Mahya Balai Krakatau, tapi kok sepi. Asumsi saya masjid itu tak dipergunakan buat salat jumatan mungkin karena jemaahnya sepi tersebab jauh dari tempat tinggal masyarakat. Masjid Thoriqul Khoir terdiri 2 lantai, lantai 1 diperuntukkan tempat istirahat pengunjung dan lantai 2 diperuntukkan tempat salat. Masjid ini begitu strategis untuk jadi persinggahan orang pulang kerja dan pengin salat Asar berjemaah. Di samping AC terpasang...
Postingan terbaru

Kata WARTEG Sebagai Penegas

Masih tentang puisi Ramu-Ramu Warteg yang saya posting kemarin. Seseorang pengirim puisi, di facebook mengunggah puisinya yang tak lolos kurasi dengan narasi agar tetap semangat dan terus menulis. Sebuah ajakan kepada diri sendiri atau tak lebih dari semacam ungkapan menghibur diri untuk tetap istikamah. Saya baca puisinya, bagus. Komentar “bagus” dan “keren” diberikan teman-teman facebook- nya yang membaca puisi itu. Tetapi, dari berbagai diksi yang dirajut menjadi larik puisi untuk membentuk jaring “bait” sehingga memunculkan puisi yang “bagus” dan “keren” tak terdapat diksi “ warteg ” satu pun. Sablonan kaos warteg | gambar dari Shopee | Padahal, dalam flyer sudah tegas tertulis “harus menyertakan kata warteg” di dalam puisi. Tak ada kata warteg itu barangkali yang membuat puisi seseorang di atas tidak lolos kurasi. Setidaknya ini penafsiran saya. Para kurator tentu punya tafsir masing-masing. Mana layak lolos, mana tidak. Dari 216 pengirim, lolos 105. Ini sebenarnya ada bo...

RAMU-RAMU WARTEG

Puisi buat antologi “ Ramu-Ramu Warteg ” yang ditaja Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) deadline 30 Mei dan diumumkan 16 Juni 2026. Ini kali kedua saya ikut even tahunan DKKT. Tahun lalu bertema “Teh, Imaji, dan Puisi” saya tidak lolos kurasi. Tahun ini Alhamdulilah lolos kurasi. Buat memperpanjang catatan. Ada yang nyelenéh (baca: nyeni) dalam cara DKKT mengumumkan hasil kurasi. Pada even lain, nama penyair diikuti judul puisi yang lolos kurasi, ditulis urut berdasar alfabetis. Pada even DKKT ini, judul puisi ditulis dahulu baru diikuti nama penyair dan dibiarkan acak. Terpaksa mesti melusuri secara perlahan dan hati-hati. Dipelototi satu per satu. Nama inyong nangkring di nomor urut 44 Hati-hati –maksud saya penuh debaran– harap-harap cemas, kira-kira gue lolos kurasi kagak , ya. Begitulah yang terjadi kemarin, sepanjang hari. Berkali-kali saya sambangi akun  Instagram dan facebook DKKT yang disebut di flyer , tapi hingga sore tak menjumpai pengumuman hasil kurasi ter...

Cara Sehat Sederhana

Saat hujan deras kemarin siang, saya tidak ngerasa kedinginan, tetapi justru ngerasa kepanasan. Saya diajak makan sop kambing di rumah kakak. Kontan badan jadi panas imbas sop itu. pulang ke rumah menjelang Asar, saya ngerasa kepala kok agak pening. Saya membatin, pastilah tensi saya mendaki ketinggian. Sedikit was-was. Bakda salat Asar, saya keluarkan alat pengukur tensi digital yang sudah lama tidak saya gunakan. Saya pasang baterainya dan memasangkannya ke lengan bagian atas, saya tekan " on ", hasilnya 136/69 mmHg dan detak nadi 81. Kata mesin pintar itu tensi darah saya normal. Setidaknya untuk lansia ukuran segitu dianggap normal. Ini gambar dipinjam pakai sebagai penghias belaka | Gisella Anastasia jogging di GBK dengan outfit seksi | matamata.com | Tadi pagi saya jalan keliling perumahan. Sebuah cara untuk tetap sehat yang sederhana. Tidak perlu jadi member pada sebuah klub kebugaran yang kerennya disebut gym . Banyak orang jadi member gym dengan alasan aga...

Orang Gemuk, Warning Ini

Negeri-negeri sedap. Begitu yang tersirat dalam hati saya ketika tahu duduk soal bagaimana asal mula ia tahu-tahu sudah di rumah sakit. Ceritanya, ia jalan pagi, saya mengistilahkan jogging . Sesampainya depan klinik pratama IDSA, penglihatannya seperti berkunang-kunang. Ia pun tanggap dan langsung saja masuk ke dalam klinik, menyampaikan keluhannya kepada dokter jaga. Dokter mempersilakan ia tidur di examination bed (ranjang periksa) dan dokter mengambil alat tensi darah. Sekembalinya dokter, mendapati ia sudah pingsan. Langsung oleh klinik dirujuk ke RS Abdul Moeloek. Pukul 02 dinihari baru sadar dari pingsan itu. Berarti itu kondisi koma, bukan sekadar pingsan biasa menurut bahasa awam. Syukur Alhamdulillah akhirnya beliau sadar, kalau tidak sadar, piye  Jal. Ilustrasi | orang gemuk  Beliau adalah teman jemaah salat di masjid. Baru kisaran satu tahun ini aktif berjemaah. Tubuhnya memang tambun, bobotnya di atas 90 kg. Sudah memegang riwayat kesehatan sebagai penyintas dia...

Adat dan Adab

Beneran , baru sekali ini tadi nemui  tempat kondangan yang belum selesai sambutan-sambutan, tapi para tamu sudah ada yang makan. Saat kami mencari kursi tempat duduk, melewati pondokan, lohh kosong melompong, tak ada lagi isinya. Tandas diserobot para tetamu, sepertinya. Baiklah, kami (saya dan istri) duduk manis dulu saja. Tunggu... barangkali nanti ada anjuran kepada tamu undangan untuk menikmati hidangan. Tetapi, pada akhirnya kami beringsut dari tempat duduk, masuk barisan antrean menuju meja prasmanan. Mengisi piring dengan porsi makanan. Lalu, menikmatinya. Mak-mak di depan ini dah makan, di kiri itu antrean di meja prasmanan ambil makanan. Dan, biduanita melantunkan lagu "Aduhai senangnya pengantin baru, duduk bersanding bersenda gurau" diiringi orgen tunggal. Lohh , kapan suara si pewara menganjurkan para tamu makan? Biasanya sesudah selesai pembacaan doa oleh ustaz yang ditunjuk. Saya lalu merasa seperti tepat waktu, antara kami menikmati makanan dan biduan bernyan...

Lelaki Sholeh Itu...

Saya sedikit memendekkan langkah karena Kamis (11/6) selumbari, saya menempuh perjalanan ke Garuntang, menghadiri temu kangen reuni kecil mantan Kerabat Kerja tamTAMA (KKT) dan Lampung Ekspres Plus, maka ‘safari jumat’ cukup di masjid terdekat. Kembali lagi saya ke masjid Al-Anshor, BKP. Apalagi panas terik bikin segan pergi jauh-jauh terpapar panas matahari. Masjid Al-Anshor selalu penuh, entah dari mana para jemaah itu berdatangan. Yang pasti dari luar Perumahan Bukit Kemiling Permai. Parkiran mobil dan motor selalu terisi kendaraan pengunjung yang akan salat Jumat. Warga sekitar yang salat jumatan di Al-Anshor bisa dihitung jari. Pasalnya, tiap blok di Perum BKP ada masjid. Blok O yang terdekat Al-Anshor (blok N) punya masjid sendiri. Ilustrasi | YouTube Dari rumah saya berjarak +400 meter. Jogging pagi biasa melewati jalan di dekat masjid ini, bablas ke Blok M lalu turun ke arah Blok T, U dan Blok Z. Lalu mengarah ke Blok Y, mampir beli gorengan untuk teman ngopi. Di masji...