Reuni kecil alumni Kerabat Kerja tamTAMA (KKT) serta Lampung Ekspres Plus (LE-Plus) 11 Juni silam di kebun belakang rumah Heri Ch, meninggalkan sejumput tanya, “Kenapa si Ini dan si Itu nggak datang. Ada yang tahu kabarnya tidak?” Tak ada bisa kasih jawaban sejelasnya. Malam ini, pukul 20:27 WIB atau 08:27 PM, salah satu alumni membagikan kabar berhias foto yang bersangkutan di bangsal rumah sakit. Suparman Maryumi, mantan redaktur LE yang pernah pula ngebantu Harian Ekspres, dalam perawatan di RS. “Assalamu’alaikum teman 2 semuanya mohon doanya buat kesembuhan Suparman bin Maryumi ya,” tulis kawan melalui WhatsApp di grup alumni. “Pantas aja waktu saya kontak ngajak ketemuan, nggak dibalas olehnya,” komentar seorang alumni. Baru saja saya selesai salat Isya, Zahdi Basran menelepon. Saya tanya kenapa nggak ikut reuni? Reuni di mana, tanyanya. Di tempat Hari Cihuy, jawab saya. Nggak ada yang ngasih tahu, katanya lagi. Kan ada di grup, apa gak dibaca, tanya saya. Dari obro...
Pada hari ini, tanggal 28 Juni, sepanjang pengetahuan saya, Kompas berulang tahun. Tentu saja banyak orang yang tanggal lahirnya juga 28 Juni. Dan, saya tidak kenal atau tahu mereka. Tetapi, ada penyair berulang tahun bareng Kompas , yaitu ADW. Kompas HUT ke-61 Hari ini Kompas ulang tahun ke-61. Tahun lalu, pada ulang tahunnya ke-60, menerbitkan koran setebal 60 halaman. Di masa pandemi Covid-19, saya terkaget saat membeli Kompas di pedestrian Malioboro, yang biasanya 24 halaman susut jadi 16 halaman. "Sejak korona ini," kata penjualnya. Koran Kompas edisi Hari Anak Nasional, 23 Juli 2020, itu tipis membuat saya masygul mendapati kenyataan betapa dampak wabah korona bisa membuat bisnis atau usaha apa saja bertekuk lutut. Jangankan penjual gorengan pinggir jalan, perusahaan manufaktur saja stop beroperasi. Bekerja dari rumah dan belajar dari rumah jadi hal baru yang tiba-tiba membuat orang seperti masuk ke lorong waktu yang sebelumnya belum pernah terbayangkan. Al...