Pagi, kehendak pergi dikutuk hujan. Baiklah, berdiam diri dulu sejenak mengukur cuaca, ke mana arah angin, apakah akan bisa menjinakkan mendung agar tak lagi hujan turun di tengah hari. Pagi ini kami rencanakan hendak mengganti mesin jam dinding yang kendati diganti baterai, bisa hidup sebentar, tapi ujung-ujungnya masih juga mati suri. Berarti pokok masalah adalah mesinnya kudu ganti. "Omega Arloji", kios nomor 254 di Bambu Kuning Trade Center, memang sering jadi tempat kami mengganti baterai jam tangan. Kali ini akan kami datangi untuk ganti mesin jam dinding "stroke". Tanpa makan pagi terlebih dahulu, kami gegas ke BK (sebutan untuk Bambu Kuning). Berencana sesudah selesai urusan ganti mesin jam dinding, baru makan siang (merapelkan sarapan) di depan Simpur Center. Sarapan kami kopi + camilan. Sudah lama tidak ke warung makan sederhana, tapi lumayan enak itu. Tiap ke Karang (Tanjungkarang) kami berdua istri selalu menghibur perut lapar di warung makan itu. Dua j...
Bercerminlah untuk melihat sosok diri secara gamblang. Tapi, ada yang bisa dilihat tanpa menggunakan cermin sebagai medium meneropong. Apa itu? perhatikan siapa saja yang datang melayat saat seseorang wafat. Tentu juga termasuk seberapa banyak. Jika, banyak yang datang melayat dan kiriman bunga papan ucapan turut berdukacita berderet-deret, bisa ditebak bahwa yang wafat adalah pejabat atau paling tidak mantan pejabat (yang tidak punya cela). Seberapa banyak yang datang melayat dan kiriman bunga papan, itu adalah pantulan cermin seberapa bermakna seseorang yang wafat itu di mata publik (masyarakat kebanyakan). Atau dengan perkataan lain seberapa gaul seseorang tersebut di masa hidupnya dalam bermasyarakat sebagai pengamalan hablum min an - naas . Seberapa mesra hubungan baik dengan jiran tetangga, kawan, dan sanak saudara. Akan berlaku juga untuk sebaliknya, seberapa sedikit yang datang layat. Tadi malam tahlilan hari/malam ketiga ( nigahari ) atas kepulangan Pak RT yang mangkat Sab...