Hujan sedari subuh melambatkan ritme hidup orang yang punya rutinitas ke kantor, sekolah dan sebagian kecil liburan ke luar kota. Untuk yang terakhir ini khusus bagi mereka yang sudah purna tugas, seperti halnya istri saya yang sudah dua tahun ini pensiun. Ada orang memercayai mitos bahwa, hujan di hari Jumat akan menjadi pertanda bakal hujan terus menerus di esok hari hingga selanjutnya. Percaya tidak percaya. Faktanya, hujan sedari subuh pada Jumat (30/10) pekan lalu, membuat hujan sedari subuh hari ini. Menangkap debur ombak dengan kamera Kami yang lagi liburan di Pacitan agak bingung hendak ke mana sesudah sarapan pagi yang tertunda tadi. Karena hujan akhirnya baru bisa keluar cari sarapan pukul 09:30, lalu cuma bisa ke pantai Pancer Dorr sebagai penyelesaian atas kebingungan yang melanda. Sampai Pancer Dorr, hanya menemui space kuliner yang sepi. Pengunjung ada sih satu dua. Penjual ada juga sekadar jajanan dan es kelapa muda. Kios kuliner sepi karena jam buka mereka memang ...
Kebetulan ini namanya. Pas weekend di Pacitan. Ada car free day dan ternyata memang setiap hari Minggu diselenggarakan. Ada juga yang senam kesegaran jasmani. Aneka jajanan memanfaatkan tenant yang disediakan pemkab didukung Bank Jatim di sekeliling alun-alun. Dengan begitu, selesai CFD dan senam istirahat di mana saja suka sambil menikmati jajanan yang telah dibeli. CFD saban minggu atau pada momen tertentu bergantung pada kebijakan pemimpin daerah masing-masing. Di Pacitan khususnya memang jadi rutinitas setiap minggu. Dalam rangka merayakan hari jadinya ke 281 pada 19 Februari lalu bertema Pacitan Binraja sing Kamuly an yang diisi kegiatan khataman quran, ziarah ke makam leluhur Ki. Ageng Petung, Notopuro, Setroketipo, dan Kanjeng Jimat. Peserta senam kesegaran jasmani Ketiganya adalah cikal bakal bupati Pacitan. Selanjutnya HUT Pacitan diisi dengan tour musik SAMPAN, fun run 5K, bazaar buku, kontes dan pameran bonsai dan tanaman hias, milenial market fest, ge...