Langsung ke konten utama

Postingan

Petugas yang Baru

Ke BRI kas Rajabasa yang kantornya di depan Museum Lampung untuk ganti kartu ATM yang kedaluwarsa bulan kemarin. Setelah isi form yang disodorkan sekuriti, menunggu sebentar untuk masuk kode panggilan. Saya duduk. Belum sempat hangat pantat, sudah dipanggil maju ke meja CS. Cemana mau hangat pantat, wong AC semriwing bikin kademan malahan. Proses penggantian kartu ATM dilakukan CS ( customer service ) bank setelah memeriksa form dan memverifikasi dengan data yang sudah ada di dokumen bank. Selesai dan jadilah kartu baru. Dituntun untuk mengubah PIN sekalian. Kartu ATM baru, jadi "petugas yang baru" Kartu ATM lama warna biru seperti yang terpajang di post blog 11/7. Sementara kartu pengganti berwarna putih seperti yang terpajang di atas ini. Sama belaka mah fungsinya. Untuk tarik tunai kalau ada saldonya dan setor tunai kalau ada dana yang hendak disetor. Seperti pernah saya tulis di blog ini, entah post blog yang mana. Bahwa, di dompet saya ada empat kartu ATM, ti...
Postingan terbaru

The Window of Tolerance

The window of   tolerance (jendela toleransi) emosi. Bagaimana cara agar memiliki hal ini? Banyak-banyaklah membaca. Tak mesti berupa buku, bisa berupa lansekap kehidupan. Maksudnya adalah, membaca dengan mengamati lingkungan di mana pun berada. Mengamati tetangga, tahu karakternya. Orang yang mengenal keberagaman komunitas secara luas, jendela toleransi emosinya akan terbuka lebih lebar. Mudah bertoleransi terhadap perbedaan pandangan dan tidak akan merasa terancam oleh sikap yang ditunjukkan orang lain terhadapnya. Ada pepatah, aforisme atau adagium purba, "Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai." Maksudnya, seseorang yang gemar bepergian jauh atau merantau dan berumur panjang, akan mendapat pengalaman yang luas dan banyak pengetahuan.

Habis Masa Tugas

Tiga kali ulang saya colokkan kartu ATM, tiga kali pula dikeluarkan mesin. Yang terbaca di layar, "ditolak bank Anda" nggak jelas menerangkan sebab apa ditolak itu. Setelah pindah ATM, baru ada penjelasan lebih ceto , kartu ATM saya expired date . Itu yang terjadi kemarin sore saat saya akan bayar tagihan kartu pascabayar yang jadi kuota data di gawai. Selebihnya kuota menggunakan jaringan WiFi rumah. Jadi, dipikir-pikir, saya bayar tagihan kartu pascabayar ini mubazir belaka. ATM dicolokin terus. Kartu ATM yang "habis masa tugas" Sampai tidak saya ketahui kalau ternyata kartu ATM "habis masa tugas" bulan Juni ini. Pas  weekend , bank libur. Berarti Senin lusa baru bisa ke bank untuk ganti kartu ATM baru. Padahal, hari ini jatuh tempo tanggal pembayaran. Terpaksa pinjam ATM istri. Pernah terlambat bayar empat hari. Untung belum diblokir. Agak membagongkan sih , saya kebiasaan baru mau bayar sehari sebelum jatuh tempo atau tepat di hari jatuh tempo. Padah...

Salah Asumsi

Hari ini tadi, saya ‘safari jumat’ di masjid An-Nur jalan Purnawirawan. Sudah dari sejak lama saya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid ini. Terdengar dari jalan Imam Bonjol sebelum belok di pertigaan menuju ke jalan Pagaralam, waktu saya melewatinya. Tetapi, asumsi saya suara lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut berasal dari masjid yang ada di perkampungan yang aksesnya masuk ke dalam jurang di bawah jalan Imam Bonjol (di bawah SD Langkapura). Rupanya bukan datang dari sana, melainkan dari masjid jalan Purnawirawan itu. Wajah masjid An-Nur difoto dari depan  Karpetnya tebal dan super lembut berhiaskan kembang-kembang, mengingatkan saya pada karpet masjid Nabawi, Madinah Almunawwaroh. Bedanya, karpet masjid Nabawi berwarna hijau sedangkan masjid An-Nur warna coklat. Akan tetapi, sama belaka enaknya jidat menempel. Udara yang sejuk semriwing bukan keluar dari AC yang terpasang di dinding seperti pada masjid kebanyakan, melainkan keluar dari plafon seperti...

Kecermatan Konslet

Bolak-balik ditanya seorang kawan penyair yang bermukim di Banjarmasin mengenai kapan pengumuman manuskrip puisi untuk even "Hadiah Puisi K. BALI" yang diselenggarakan Ikatan Penulis Sabah, semalam saya bayar lunas padanya. Saat saya sedang menunggu pesanan ayam bakar di warung pecel lele, iseng-iseng saya buka facebook, kebetulan yang muncul pengumuman "manuskrip-manuskrip yang maju untuk penilaian seterusnya." Semua ada 23 manuskrip maju tahap selanjutnya. Pengumuman K.BALI di fb Ikatan Penulis Sabah  Langsung saya skrinsut dan mengirimkannya ke kawan penyair tersebut. Ia merasa bungah karena apa yang ia tunggu akhirnya muncul juga. Lebih bungah lagi karena manuskripnya ada di daftar. "Alhamdulillah manuskrip puisiku ada," tulisnya. Apa yang ia tulis itu terkirim di chat WA menjawab pertanyaan saya apakah ada manuskrip miliknya di daftar itu. Ia balas bertanya, apakah ada manuskrip milikku di daftar itu. Saya jawab gak ada. Semoga menang, lanjut saya...

Reuni Pensiunan

Tadi siang, kembali pensiunan guru SMPN 28 reunian di Jalan Purnawirawan Gang Swadaya. Saya ini, sebagai pendamping nyonya –yang memang dari dulu sebagai ternak teri– tentu mesti bersetia mengantarkan nyonya ke tempat pertemuan itu. Atau ke mana sajalah. Yang jadi tuan rumah kebetulan dulu pernah jadi wakasek dan ketua koperasi sekolahan pensiun lebih dahulu. Hari ini adalah bertepatan dengan ulang tahun beliau. Entah yang keberapa. Jadilah acara reuni diisi dengan doa syukur atas anugerah panjang umur, sehat dan masih bisa hadir reunian. Sesi foto-foto sebagai ritual wajib  Karena momen hari ulang tahun, suguhan makan siang begitu lengkap disediakan. Sambal seruit khas Lampung berupa sambal rampai, tempoyak, dan lalapannya. Terselip pula sambal nanas. Lauk ayam dan ikan bakar, ikan asin, tahu tempe, kuah pindang sebagai asesoris. Inilah special day itu. Waktu beliau jadi ketua koperasi, nyonya yang jadi bendaharanya. Hingga di grup pensiunan ini pun nyonya dipercaya sebagai ...

Kopi Liwa Selalu Begitu

Bertandang ke rumah Zahdi Basran, Jumat (3 Juli), saya ditawari kopi. Semula saya enggan karena kopi yang saya minum di rumah masih setengah gelas, saya tinggalkan berangkat ‘safari jumat’ yang memang sengaja meniatkan menuju masjid Nurul Iman di jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu. Sebab, nanti sepulangnya, hendak ke rumah Zahdi Basran ini. “Di rumah tadi kopi saya masih setengah gelas,” kilah saya. Langsung disambar Zahdi, “Tapi kan lain, ini kopi dari Liwa,” ujarnya seperti hendak pamer kalau di rumahnya selalu dapat kiriman kopi dari Liwa. “Ya, bolehlah, tapi jangan dikasih gula,” kata saya. Lama juga tidak menyeruput kopi tubruk sangrai heni (pasir) dan ditumbuk di lesung. Kopi yang baru dipetik di halaman rumah panggung di pekon - pekon | credit foto: scopophilia.net | Menyangrai ( roasting ) kopi pakai heni (pasir) dan menumbuknya di lesung memang tradisi orang di pedalaman Sumatra atau istilahnya jelma pekon (orang kampung). Rasa kopi beda dengan roasting (sangrai) a l...