Tadi malam keponakan ke Chamart Jl. Ki. Maja, Wayhalim. Katanya, beras habis begitu juga dengan mie instan pada diborong oleh orang-orang. Siapa mereka? Orang yang terhasut isu. Memang akan ada rencana aksi di depan gedung parlemen Senayan besok. Apakah aksi massa yang akan digelar itu berpotensi chaos seperti tahun 1998? Wallahu 'alam. Aparat keamanan (polisi dan TNI) tentu siap siaga menghadapi sebesar apa pun gelombang massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang akan berunjuk rasa. Apakah aksi massa yang (akan) digelar di Jakarta mesti diikuti aksi kalap warga luar Jakarta dengan memborong sembako? Ini yang tidak saya mengerti, kok bisa. Seorang bapak (tetangga) tadi pagi terlihat kusut mukanya. Kata saya, membecandainya, "Jika masih ngantuk, tidur lagi sana." Apa jawaban yang ia lontarkan? "Bagaimana bisa tidur, beras nggak ada, hilang semua," ketusnya. "Di sana (saya sebut nama grosir langganan) nggak ada?" tanya saya. " Nggak ...
Ada satu even menulis puisi untuk acara “Kemah Sastra” yang diadakan Magister Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM), saya tidak ambil bagian. Acara “Kemah Sastra telah berlangsung sukses pada 14–15 Agustus 2026, tetapi ada cerita tercecer di jalan menuju lokasi kemah. Dialami/diceritakan Mbak Seruni. Ini perihal hp eror, dialami seorang peserta yang menyebut identitasnya sebagai Seruni. Dia amat gembira ketika mendapat balasan melalui e - mail bahwa puisinya lolos kurasi dan dia diundang untuk hadir di “Kemah Sastra” yang bertempat di Kledokan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Si Mbak Seruni jauh-jauh dari Solo, tapi sampai Jogja hp -nya eror. Apa daya dia tak bisa membuka google maps . Karena itu, dia tersesat dan waktunya habis di jalan, akhirnya dia putuskan pulang kembali ke Solo memanggul rasa kesal di pundaknya. Untung tak dapat dia raih. Saya sering memperhatikan kaum wanita biasa membawa hp 2 unit di genggaman. Semula saya berpikiran buat apalah sampai punya 2 hp b...