Langsung ke konten utama

Postingan

BTC, Bukan BKTC

Kemarin ceritanya ngantar istri cari jilbab. Tempat tujuan adalah BK. Dulu disebut Bambu Kuning doang dan disingkat BK, lalu setelah dikembangkan pemkot, ditambah Trade Center lantas jadi Bambu Kuning Trade Center, tapi singkatannya BTC, bukan BKTC. Kaget, Bro melihat keadaan di dalam BTC lantai 1dan 2. Keramik retak-retak, jalan seperti merasa goncangan kayak gempa. Kios banyak kosong ditinggalkan pemilik atau penyewa. Toilet tak mengucurkan air, tak ada lagi yang jaga untuk menarik salar kepada mereka yang buang hajat. Masuk area parkir lantai dua ada portal manual digerakkan tangan manusia yang berjaga di pos. Karcis parkir ditulis manual pakai tangan dengan bolpoin (pulpen). Portal terkesan modern, tapi setengah-setengah. Yang dicatat petugas plat nomor kendaraan dan waktu masuk parkir. Kemarin pas kami masuk si penjaga tak berada dalam pos jaga. Saya parkir dan memotret plat nomor, untuk nanti saya tunjukkan pada petugas pukul berapa saya mulai parkir supaya ketahuan berapa...
Postingan terbaru

Buku yang Cantik

Seperti diceritakan pada postingan kemarin, ada dua buku saya nantikan tiba di rumah minimalis kami ialah “Ramu-Ramu Warteg” beserta “MBGendam”. Wajah buku pertama sudah dimunculkan di WAG. Sedang buku kedua muncul penampakan wajahnya di laman facebook pagi ini. Wajah buku “MBGendam” tidaklah seseram puisi di dalamnya yang kental kritikan terhadap program andalan Subowo Prabianto (meminjam cara Doddi Ahmad Fauji, ketua Partay Penulis Puisi, menyebut nama presiden). MBG menyerap anggaran besar keuangan negara, diomon- omonkan di buku ini . Ini wajah buku "MBGendam" Oleh hal demikian itu sehingga MBG mendapat kritikan ajam elemen masyarakat dan aktivis kampus dan lembaga swadaya masyarakat di Indonesia. Pemerintah akan tetapi bergeming, tetap melanjutkan dengan rencana menambah SPPG baru. Bikin makin kaya para koncoisme . Baik, kembali ke buku saja. Kalau pun tak dapat jatah MBG dari RT tempat tinggalmu, toh masih bisa kan menikmati makanan enak di warteg terdekat dengan ru...

Menunggu Buku

Lewat sudah perhelatan Hari Puisi Indonesia (HPI). Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) merayakannya dengan peluncuran buku Ramu - Ramu Warteg di Gedung Rakyat Slawi Tegal, kemarin petang pukul 15:00 hingga selesai. Lihat foto di GWA, sepertinya meriah dan gayeng . Saya karena tidak hadir cuma menunggu kiriman buku dengan ongkir sistem COD . Sudah saya kirim alamat ke admin grup WhatsApp. Begitu juga dengan buku PMK MBGendam sudah pula saya tulis alamat pengiriman buku di list yang terdapat di grup WhatsApp. Jadinya, dua buku saya tunggu. Buku yang masih hangat karena baru tiba di teras rumah minimalis kami pada 19 Juli lalu adalah Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata , isinya puisi persembahan penyair se-Indonesia untuk merayakan hari ulang tahun ke-75 penyair senior dan penuh kreatif, Pak Adri Darmadji Woko (ADW). Ramu-Ramu Warteg dan MBGendam adalah buku yang sudah selesai proses penerbitan dan lanjut pendistribusian. Ada beberapa buku masih proses penyelesaian karen...

Demam Bertamu

Lagi, demam datang bertamu. Lagi, ruam-ruam merah di punggung dan perut hingga pundak berkunjung. Ruam merah ini untung saja langsung keluar. Bulan April lalu, setelah tiga hari panas naik turun akhirnya ke klinik periksa darah. Hasil tes lab, cuma tipes, bukan demam berdarah dengue. Alhamdulillah wa syukurillah, Yaa Allah. Tahun lalu, pernah tipes campur DBD, kayak es campur saja. Yang sekarang ini panas tidak juga terlampau tinggi, diminumin sebutir Paracetamol langsung jinak. Tak sampai harus ke klinik untuk memastikan apa penyebab demam ini. Tapi, bisa mungkin dari faktor makan yang masuk ke usus. Sakit tipes atau demam tipoid disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi yang menelusup dalam tubuh melalui makanan, minuman atau lingkungan yang kurang bersih (tidak higienis). Waktu hari Jumat kemarin pulang 'safari jumat' mampir beli es cincau. Bisa jadi itu sumber kasus. Karena demam, ada dua tempat hajatan tidak bisa saya ikut mendatangi. Hanya istri bareng tetangga ya...

Safari di Masjid Tertua

Kemarin saya ‘safari jumat’ di Masjid Jami’ Al-Yaqin Jalan Raden Intan, kota Bandar Lampung. Mengutip JPNN.com, masjid Jami' Al-Yaqin berdiri sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Tepatnya dibangun pada tahun 1808. Bisa dikatakan masjid tertua. Tanah tempat masjid berdiri merupakan wakaf dari H. Muchyiddin (warga Lampung) bersama H. Muhammad Yaqin (warga dari Bengkulu). Berarti nama masjid Al-Yaqin diambil atau menyematkan nama satu waqif -nya (orang yang mewakafkan) tanah tempat didirikannya masjid dahulu kala. Karena dibangun pada kontur tanah yang miring atau ada cekungan, masjid ini memiliki basement tempat berwudu dan gudang penyimpan perkakas seperti kursi dll. Kendati pendingin ruangan masih mengandalkan kipas angin, bukan AC seperti pada masjid di mana-mana, tetapi ruangan tidak gerah . Tempat parkir motor di samping masjid sangat lega dan aman. Parkir mobil yang agak terbatas, mesti parkir di bahu jalan depan masjid. Karena ada di tempat yang strate...

Viewrs Blog

Lagi-lagi saya agak kaget melihat grafik viewrs pengunjung blog ini kemarin ada 2818. Tapi, saya mengerti tentu dari banyak orang yang coba-coba mengintip akun facebook, X (twitter), Threads, Instagram saya yang kesemuanya saya semati tautan blog ini. Saya pun suka ngintip blog milik orang lain.  Ngintip blog itu namanya walking blog . Beberapa orang mengirim friend request ke facebook, ada yang saya confirm dan ada yang saya tangguhkan. Yang saya confirmed  adalah yang bisa saya akses akunnya. Yang saya tangguhkan ada yang dari luar jagat konoha dan ada yang akun facebook dikunci. Grafik viewrs blog ini kemarin (23 Juli 2026). Terima kasih atas kunjungan Anda, siapa pun. Yang akun dikunci, ada satu mengirim friend request dan messenger bertanya kabar menggunakan bahasa Ibu, saya membalas dengan bahasa Ibu pula memberi jawaban kabar baik sekalian menanyakan identitas dirinya ini siapa karena tidak bisa saya ketahui lewat akun facebooknya. Apalah yang dirinya rahasiakan...

PAM Bocor

Tadi, lagi jalan pagi, sampai Blok O kok ada air luber di jalan. Rupanya keluar dari pipa PAM. Saya dan istri berhenti, saya foto dan merekam video 15 detik lalu mengirim ke grup WhatsApp RT. Dengan harapan ada yang terpikir meneruskannya ke PDAM. Sampai jalan dua jalur BKP, ketemu Pak RT Blok O di angkringan 'bekape' mungkin sedang menunggu ojol. Saya sampaikan ada PAM bocor di situ (menunjukkan posisi rumah), tanggapannya bagus. Harusnya begitu seorang pamong, merespon positif pelaporan warga. Rumah kosong seperti ini memang rawan jadi incaran pencuri mengambil meteran PDAM  Akhir-akhir ini di Perumahan BKP terulang lagi kasus hilangnya meteran PDAM di depan rumah, terutama rumah kosong. Rumah kosong ini, karena ditinggal pengontrak pindah ke tempat lain. Pemiliknya jauh, di luar kota. Rumah hanya buat investasi, disewakan. Di tahun lalu, warga diresahkan terjadinya meteran PDAM hilang. Pagi-pagi, begitu buka pintu air luber depan rumah. Kasus di beberapa tempat di Perum BKP...