Langsung ke konten utama

Postingan

Jukut Goreng

Waktu kulineran di “Sego Tempong Warga” Tanah Baru, Depok, ada menu Jukut Goreng. Anak ragil yang tinggal di Jaksel sudah pernah mencicipinya. Spontan ia terlonjak ketika membaca daftar menu ada jukut goreng itu. ditulislah di daftar menu yang dipesan. Sayang, sekian menit kemudian, pramusaji datang. Membawa buku daftar menu dan kertas pesanan kami. Pikir kami akan mengonfirmasi ulang menu yang kami pesan. Tak tahunya memberi tahu bahwa jukut goreng tidak tersedia. Yah, anak ragil gelo . Kami yang penasaran pengin coba lebih gelo lagi. Untuk sementara kami nikmati menu yang ada dulu. Jukut goreng | foto: RRI | Kami simpan keinginan mencoba jukut goreng jadi tabungan. Nanti kalau ke Jakarta lagi akan memburunya di mana yang ada. Nah, dua hari lalu anak ragil mengirim video tiktok tentang jukut goreng di warung kuliner milik Epy Kusnandar (Kang Mus) di Jakarta Selatan. “Nanti kita ke sana, ya, Dek,” komen ibunya. Hebohlah grup WA keluarga dan terpetakanlah rencana “membuka tabunga...
Postingan terbaru

Biling dan Zonasi

Nama ini adalah nama kedua yang dilekatkan setelah sebelumnya bernama SMA Taruna Raden Intan Lampung (kalau tidak salah, cuma ingat 'taruna'-nya). Saya pikir nama Taruna akan jadi nama yang abadi karena bernapaskan kepahlawanan Radin Inten, bakal lama dipakainya sebagai brand teranyar, tapi rupanya saya keliru menganggapnya seperti itu. Ketika lewat kapan waktu, mata melihat banner dan mulut membaca apa yang tertulis, kuping menyimak apa yang terucap. Tertera, tersebut, dan tersimaklah "SMA Bintang Plus - excellent and character" sebagai pengganti nama SMA Taruna Raden Intan Lampung. Bakal abadikah nama yang kedua ini? Wallahu 'alam. SMA Bintang Plus  Dahulu sekolah ini bernama SMA Budaya. Terletak di Jalan Pendidikan, Sumberejo, Kemiling. Alkisah, nasib SMA Budaya merana setelah ada program biling (bina lingkungan) bikinan wali kota Herman HN yang kelak membuat sekolah swasta se-kota Bandar Lampung kesulitan mendapat siswa/siswi baru, tak terkecuali SMA Budaya...

Si "Kesayangan" 2

Barusan sebulan lalu (13/4) di "kesayangan" ini diservis untuk kemudian cek fisik dan bayar pajak serta ganti plat nomor, kemarin ketika hendak ke RS Urip Sumoharjo, terdengar klesek-klesek pada bagian rem depan. Saya minggir ke bahu jalan, turun memeriksa. Jelas tak terdeteksi oleh mata telanjang. Awam pula soal motor. Saya teruskan perjalanan. Lama kelamaan hilang timbul, hilang timbul dan hilang beneran hingga sampai RS Urip. Sewaktu pulang semalam hanya sesekali terdengar suara klesek-klesek yang lembut, tidak kencang seperti sorenya. Pagi ini saat saya bawa ke bengkel nggak bersuara. Kepada si owner bengkel langganan saya kemukakan apa yang terjadi pada si "kesayangan." Mas Bowo, si owner bengkel melihat ke tempat rem cakram dan mengatakan, "Ini pecah klahar." Saya tanya, "Piro?" Dijawabnya sekian. Okelah kata saya. Diambilnya klahar pengganti dan menyuruh anak buahnya memasangkan. Sat set sat set sot, proses mengganti klahar pun selesai....

Kangen Menyeruak

Saya mengirim igauan semacam pendapat atau saran yang saya beri judul "Insight Pagi" pada seorang kawan lamo uji wong pelembang, untuk ia baca sambil nyeruput kopi. Termasuk orang yang bukan menjadikan "bangun siang" atau "ninggi ari" uji wong pelembang lagi, sebagai sebuah budaya hidup. WA saya pukul 6 seperempat tadi langsung ia sambar macam ikan kelaparan dilempar pancing. Sepertinya memang sedang nyeruput kopi kawan lamo ini. Tapi, bukan seperti bapak kito ngopi zaman orba, sambil baca koran. Sekarang zaman milenial dan Gen Z ini, orang ngopi sambil baca komen di fb , bukan koran. sesekali mejeng di blog  Buka-buka arsip puisi yang sudah terpublikasi di beberapa media digital, saya juga dapat insight bahwa, ternyata pada sebuah media digital, ada penyair yang puisinya kerap muncul. Sedangkan diriku, sejak dimuat sekali, menahan diri untuk kembali mengirim puisi ke meja redaksi media tersebut. Kangen pun menyeruak di hati saya. Maka, dua menit lalu, 5...

Datang dan Pergi

Kemarin pagi muncul hasil kurasi puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko yang diunggah di facebook "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok." Ini adalah suatu hal yang datang. Lalu, saya mengirim puisi untuk Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh. Ini suatu hal yang pergi. "Datang dan Pergi", begitu judul postingan hari ini. Kawan penyair di Banjarmasin rupanya tidak ikut mengirim puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko ini. Entah kenapa dan apa alasannya, ia tidak menjelaskan. Ia justru selalu menanyakan apakah hasil kurasi puisi bertema "kemanusiaan" yang ditaja Ruang Merdeka Inspira (RMI), Lingkar Sajak Jaksel, dan Puisi Peduli tuk menyambut HPN. Ilustrasi untuk 'kemanusiaan' pada Psicologos Standar | Anna Bizon/Gpoint Studio | Jika saja apa yang direncanakan tiga komunitas (RMI, LSJ, dan PP) di atas, menerbitkan buku antologi puisi "kemanusiaan" lancar proses dan progres, buku akan diluncurkan bersamaan dengan ...

Kado Puisi

Pagi tadi pas membuka facebook , grup "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok" mengunggah pengumuman kontributor puisi kado ulang tahun 75 untuk penyair senior, Mas Adri Darmadji Woko, yang akan berulang tahun pada 28 Juni 2026 mendatang. Hingga limit waktu ( deadline ) menghimpunkan puisi, terbilang ada 89 penulis puisi (pemuisi, penyair) yang mengirimkan puisi untuk selanjutnya dibungkus jadi kado terindah tuk hari spesialnya penyair sepuh  Mas Adri Darmadji Woko. Sayalah orangnya di urutan 89. Sosok penyair senior Adri Darmadji Woko  Kado puisi. Begitu narasinya. Daripada kado dalam bentuk material yang bisa musnah setelah momen ulang tahun berlalu, lebih afdal kado dalam bentuk buku. Isinya, ialah testimoni atau pendapat kawan-kawan yang berisi kenangan paling mengesankan. Kenangan mengesankan itu yang oleh kawan-kawan diungkapkan dalam bentuk tulisan bertajuk "pesan dan kesan" yang tak mesti berisi hal yang bernuansa suka cita, tetapi ada juga yang bernuansa duka l...

Tanjungkarang

Setelah batal 'safari jumat' di masjid Taqwa Tanjungkarang pada 24 April karena hujan dan saya alihkan ke masjid Al-Anshor BKP, hari ini jadi juga saya salat jumatan di Tanjungkarang, tapi bukan di masjid Taqwa, melainkan masjid Al-Iman Bambu Kuning. Lokasi dekat RM Kamang Ampera. Dahulu suka ngajak anak bojo makan di RM Kamang. Salat Jumat di masjid ini baru sekali ini. Tapi, berkali-kali salat Zuhur di sini kalau pas sedang ada perlu ke pasar Bambu Kuning, seperti mengantar istri vermak baju. Beliau agak susah cari baju yang ukurannya pas ngebody dengan tubuhnya yang 'teramat' mungil. Kota Tanjungpinang dipotret dari Holiday Inn Hotel Bukit Randu  Meskipun ketika membeli baju (tunik atau kaos) dia sudah memilih ukuran M, niscaya masih harus juga ngecilin bagian pundak dan motong lengan. Untuk body dia, yang pas memang size S, tapi amat jarang menemukan yang cocok dengan selera dia, apakah corak, model, warna yang sedang trend tentu saja. Tanjungkarang, kota yang ...