Langsung ke konten utama

Postingan

Balik Kandang

Sedianya saya salat jumatan di Masjid Al-Anshor. Saya sudah masuk dan salat sunah tahyatul masjid. Di tengah-tengah salat, notifikasi pesan WhatsApp masuk karena hp belum saya silent . Selesai salat, saya baca pesan tersebut, rupanya dari kurir OFFO LIVING yang akan mengantar barang yang kami beli lima hari lalu. Saya putuskan keluar masjid dan pulang. Dekat pukul 12, mobil barang dari OFFO LIVING tiba di depan rumah. Dua orang teknisi perakitan barang langsung menggotong lemari dalam kemasan dus masuk ke dalam rumah. Gak pake lama, dus dibuka dan perakitan barang segera dikerjakan oleh mereka bersama. Tak lama azan terdengar berkumandang dari TOA masjid. Satu teknisi pamit untuk salat jumatan, sementara satunya tidak karena non-muslim. Saya mengambil air wudu dan gegas ke masjid, salat sunah tahyatul masjid lagi karena yang tadi sudah saya kerjakan, tempatnya di masjid Al-Anshor bukan di masjid ini Maka, ceritanya, saya balik kandang ke masjid dekat rumah yang pembangunannya gak ...
Postingan terbaru

Doa Sambut Ramadan

Tentang berjalan safari jumat, Alhamdulillah sudah berjalan seperti yang saya kehendaki, memasuki bulan Ramadan ini, safari Ramadan adalah sesuatu yang juga pengin saya lakukan. Hari pertama puasa kemarin (18/2), saya salat Zuhur di masjid Al-Ishlah Blok L, setelah melihat masjid Al-Aqso di Blok Q  suwung , tak ada orang yang datang hendak salat. Untuk kali kedua saya getun , bertanya dalam hati, kenapa masjid Al-Aqso itu tak dipergunakan. Capek-capek dan susah payah membangun Rumah Allah SWT, itu tetapi ujungnya tidak dimakmurkan. Sudah lama tak terdengar azan di masjid itu, padahal dulu yang paling nyaring. Entah mengapa sekarang sepi. Asar pengin ke masjid Al-Anshor, tapi cuaca tidak mendukung dan berkenaan pula dengan persiapan untuk acara "kunjungan" di masjid. Setiap KK diminta membawa 3 nasi kotak, usai beli air galon saya pergi menjemput nasi kotak yang sudah kami pesan pada siangnya di RM Minang dan mengantar ke masjid. Selesai salat Magrib, Pak Ustaz memimpin doa me...

Saudi apa Muhammadiyah?

Saya sengaja menunggu apakah Masjidil Haram akan memulai mendirikan salat Tarawih pada 17 Februari kemudian esoknya 18 Februari memulai puasa Ramadan 1447 H? Semua beranjak dari rasa pengin tahu, bukan sekadar penasaran. Tak terbayang lamanya waktu menunggu. Saya nyalakan televisi kanal Kingdom of Saudi Arabia saat di sana baru saja hendak salat Magrib. Nah, salat Tarawih kan setelah salat Isya. Waktu Magrib di Saudi pukul 18.21 Waktu Jeddah, itu bersamaan dengan pukul 22.21 WIB. Dan salat Isya di sana pukul 19.32 Waktu Jeddah atau pukul 23.32 WIB. Selesai salat Isya lalu muncul seseorang berpidato di depan corong, tentu saja bahasa Arab, gak ngerti saya apa yang ia bicarakan, tapi kira-kira semacam sebuah pengumuman hasil rukyatul hilal penentuan tanggal 1 Ramadan 1447 dan keputusan memulai ibadah puasa. Saat-saat akan dimulainya salat Isya di TV Saudi Selesai orang tersebut pidato, layar TV Saudi seperti berhenti bergerak, tidak memantulkan sudut-sudut ruang yang terekan CCTV. Ta...

Belangiran

Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, di Lampung ada tradisi belangiran (turun mandi) di kali Akar, Batuputu, Telukbetung Barat. Di masa Gubernur Lampung, Drs. H. Sjachroedin Z.P., dijadikan ritual sakral kental nuansa adat budaya. Nuansa adat budaya di sini, maksudnya ada unsur budaya leluhur dalam pelaksanaannya, yaitu ada air langir (ialah campuran air dari tujuh mata air), ada kembang tujuh rupa, ada setanggi, dan daun pandan. Itulah kelengkapan belangiran tradisi   para leluhur. Rycko Menoza SZP, ketua harian DPP Lampung Sai, pada acara belangiran di kolam renang Pahoman, 25/2/2025. | rri.co | Kendati masih dipelihara sebagai tradisi menyambut Ramadan, belangiran  pernah deh berpindah-pindah tempat penyelenggaraannya. Tahun 2023 bukan di kali Akar, melainkan di Boemi Kedaton Resort, zona wisata milik keluarga Sjachroedin Z.P. di Batuputu. Tahun 2025, belangiran  diadakan di kolam renang Pahoman karena kali Akar banjir. Ditaja oleh Majlis Penyimbang Adat Lampung...

“Kembang mBagusi”

Setelah selumbari (Kamis, 14 Februari) saya posting cerita di blog , tentang bunga ‘wiku’ (wijayakusuma) yang mekar kembangnya. Kemarin yang diikatkan pada batang pohon kelengkeng ambil giliran mekar kembangnya, dua sekaligus. Saya lihat pukul 11, rupanya sudah mekar. Waduh kecele saya. Artinya, saat mekarnya memang malam di hari, tetapi tepatnya pukul berapa tidak pasti. Hanya orang yang betah menunggu detik-detik mekarnya yang tahu pasti, maka orang bisa punya konten video proses mekarnya kembang bunga wijayakusuma ini. Bukan kebetulan. Penampakan saat kembang mekar malam hari  Ya, bukanlah kebetulan, melainkan memang sengaja berniat ngonten. Betah menunggui detik-detik proses mekarnya kembang bunga wijayakusuma. Nyatanya, seperti saya alami, tidak mesti malam amat, kurang dari pukul 11 PM saya keluar, kembang sudah mekar. Setelah melihat kembangnya mekar, tidak benar juga kalau di postingan selumbari itu, saya narasikan bunga ‘wiku’ ini sebagai “kembang mbingungi”. Yang be...

Pedas pake Banget

Tidak pernah lagi saya menemukan nasi goreng yang enak, padahal waktu dahulu masih kerja di koran berkantor di jalan Urip Sumoharjo, mulai dari depan RS Urip Sumoharjo hingga bunderan BKP, saya hafal di mana saja nasi goreng yang enak mangkal. Semenjak koran itu tutup tahun 2016 dan pandemi Covid melanda sepanjang tahun 2020 hingga 2022, pedagang makanan apa pun kolaps. Ya, jangankan pedagang kecil pinggir jalan, wong pengusaha besar pun rontok dan tutup, melakukan PHK besar-besaran. Habis Isya tadi saya menelusuri jalan di perum BKP mencari pilihan nasi goreng mana yang akan saya uji coba (cek ombak). Ada empat pilihan pedagang nasi goreng gerobak. Yang tiga, kesemuanya sudah saya coba, uh... kurang rekomended. Jauh dari ekspektasi. Ada satu yang baru saya lihat tadi, saya mampir dan nyoba beli. Dari cara mengolahnya saja jauh berbeda dengan cara penjual nasi goreng gerobak umumnya, saya sudah bisa membayangkan bakal seperti apa rasanya. Nah, benar belaka, rasanya sungguh aneh....

Kembang "Mbingungi"

Jiah, bunga Wijayakusuma yang ditanam di pot gantung teras rumah minimalis kami akhirnya mekar menampakkan kembang putih berseri. Waktu mekarnya kembang yang juga memiliki nama pendek wiku (akronim dari wijayakusuma) ini adalah tengah malam, entah pukul berapa. Mesti betah menunggu. Banyak video beredar menampakkan detik-detik proses mekarnya kembang wiku. Dalam hati, saya membatin, alangkah iseng serta telatennya orang mengisi waktu menunggu detik-detik mekarnya kembang dengan memposisikan kamera ponsel ke arah putik kembang yang akan mekar perlahan. Bunga Wijayakusuma mekar tadi malam  Yang sudah ditanamkan di pot gantung ada dua, satu pot diikatkan di batang pohon kelengkeng, dan satu pot masih di tanah belum dibelikan pot gantungnya, semacam masih dikarantina. Nanti kalau sudah di pot gantung semua dan berkembang barengan , tak terbayang indahnya. Begitu semarak penampakan. Juga, seumpama kembangnya gak melulu berwarna putih, misalkan berwarna-warni, tentu meriah sekali. Tapi,...