Langsung ke konten utama

Postingan

Menganggapnya Anonim

Baru saja pulang tahlilan di RT sebelah, hari kedua. Yang berpulang ke Rahmatullah ini seorang bapak pegawai BUMN – byar pet – . Masih muda, belum ada 50 tahun. Selama ini kami belum pernah melihat wajahnya. Kok bisa? Karena ia bukan jemaah masjid dan belum pernah ketemu saat ia keluar rumah. Begitu anggapan awalnya. Anggapan sebelum tahu sejelasnya. Akan mudah mengenal tetangga, apalagi berbeda RT bila sering bertemu di masjid atau sedang takziah tetangga meninggal. Bukan saya sendiri, melainkan teman-teman jemaah masjid juga bertanya-tanya, beliau yang meninggal ini yang mana sih orangnya? Ada satu dua tetangga yang tidak salat berjemaah di masjid, tapi karena sering ketemu dan bertegur sapa, maka jadi kenal bahkan akrab. Akan tetapi, agak laen jadinya bila hingga namanya disebut di TOA masjid saat wafat, banyak yang tidak tahu orangnya yang mana. Anggapan sebagai anonim. Kendati begitu, saat namanya diumumkan di TOA masjid kemarin pukul 03:00 PM setelah kabar wafatnya belia...
Postingan terbaru

Dua Kegiatan Besar

Pada Senin (22 Juni 2026) kemarin, dua kegiatan besar diselenggarakan secara bersamaan, tapi berbeda tempat dalam penyelenggaraan. Yang pertama , ulang tahun ke-499 DKI Jakarta, tentu dilaksanakan di Jakarta. Dan, yang kedua , pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Tanah Rencong, Aceh. Yang pertama , HUT ke-499 DKI Jakarta, dibuka tentu saja oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Rano “si Doel” Karno sebagai Wakil Gubernur bersama jajaran stakeholder Pemerintah Provinsi dan swasta dengan sajian berbagai macam atraksi kesenian khas Betawi. Ilustrasi | PPN XIV Aceh | Instagram  Yang kedua , PPN XIV Aceh, dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dan ada pula sambutan  Gubernur Aceh.  Bertempat di Istana Wali Nangroe. Dihadiri Bupati dan Walikota daerah pelaksana; Banda Aceh, Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Besar. Mengutip Instagram panitia penyelenggara PPN XIV Aceh, “Kegiatan ini mempertemukan penyair, sas...

Jelang 5 Abad Jakarta

Hari ini, 22 Juni 2026, DKI Jakarta berusia 499 tahun atau satu tahun menuju usia 5 abad. Pemerintah Provinsi mencanangkan tema “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”. Untuk merayakannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan berbagai kado spesial berupa tarif transportasi publik seharga Rp1 dan promo masuk tempat wisata gratis  pada tanggal 22, 27, dan 28 Juni 2026 . Semua itu berlaku bagi warga ber-KTP atau KIA DKI Jakarta, tentunya. Ayo, manfaatkan! Bukan rahasia bahwa, moda transportasi di DKI Jakarta telah terintegrasi dengan kota-kota penyangga (luar Jakarta). Karena itu, transJakarta (BRT, Non BRT, transJabodetabek), MRT Jakarta serta LRT Jakarta, jadi andalan bukan saja warga DKI Jakarta, melainkan juga warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (BoDeTaBek), bahkan warga Karawang yang mengais rezeki di tengah Kota Jakarta pun merasa sangat terbantu sebagai komuter (pelanju) dengan keberadaan MRT. Sajak-Sajak kado jelang 5 abad Jakarta, terbit di orbit8.id, sebuah media ...

Dangdut Lampung

Kemarin-kemarin logo Google berwarna pink, melihatnya bagaikan memandang cewek di hari valentine, cantik menawan. Ada karakter pemain bola penanda kejuaraan piala 🏆 dunia FIFA sedang berlangsung. Tapi, kenapa pink? Tidak kontradiksi dengan sportivitas bola? Hari ini tiba-tiba logo Google berubah rupa dan warna. Ada karakter alat musik gendang, suling, dan piano. Ada pula mikropon, alat bantu untuk melangtangkan vokal orang yang berbicara atau sedang menyenandungkan lagu. Yang menarik, ada karakter truk sedang melaju di jalan raya. Doodle Google merayakan Dangdut  Saya ketik di peramban Google menanyakan apa makna Doodle yang ditampilkannya. Ternyata Hari Musik Sedunia. Agak unik, yang diangkat Google sebagai tema adalah alat musik dangdut, salah satu genre musik populer yang amat disukai oleh sebagian (tertentu) masyarakat Indonesia. Saya katakan cuma "sebagian" untuk menafikan. Karena tidak semua masyarakat Indonesia suka dangdut. Artinya, tidak bisa digeneralisasi. Ta...

Pengabdian Totalitas

Sebagai ketua RT. 05 Blok N/O yang berarti pamong bagi warganya, Pak Syukur dalam “mengabdi” kepada warganya tidak pengin bertindak setengah hati. Satu contoh, masalah kurban —dikemukan putranya saat menyampaikan sambutan tahlilan nujuh hari kepulangan beliau. Daging kurban bagian warga di RT yang ia bawahi, diantarkan langsung olehnya atau dibantu oleh putranya ke rumah-rumah warga. Putranya pernah mempertanyakan hal itu, “Mengapa, sih , Yah, kok , mesti diantarkan. Bukan warga yang mengambil?” “Itu bentuk tanggung jawab Ayah,” jawabnya. Putranya pun maklum. Apa yang dilakukan Pak Syukur itu sebuah pengabdian totalitas. Beliau memiliki keperibadian yang penuh tanggung jawab. Orang Batak mengistilahkan  agak laen . Iduladha 1447 H tak ada lagi peran penuh dedikasi itu. Nama putrinya terdaftar sebagai salah seorang pekurban. Dan, tentu saja digandengkan dengan namanya sebagai binti bagi putrinya. Namanya ikut dilangitkan dalam gema takbir penjagal. Kendati beliau tak hadir ...

Merasa Seperti Kehausan

Untuk mengsinkronkan jarak waktu antara kepulangan Pak ketua RT.05 BKP Blok N/O dengan namanya disebut tadi malam di masjid, saya menghitung secara cermat dengan membuka catatan blog yang mengisahkan dirinya. Ketemu garis waktu sepanjang 36 hari. Wah, wah, sudah mendekati momen memperingati 40 hari kepulangan almarhum. Betapa tidak terasa waktu mengular, melata meninggalkan kita, di belakang serpihan kenang-kenangan yang berguguran. Hanya beberapa hari ke depan, mungkin akan ada tahlilan 40 hari, melangitkan doa baginya. Tetapi, saat mendengar namanya disebutkan di masjid Al-Barokah tadi malam, saya baru menyadari penuh keharuan, beliau tak lagi hadir di tengah jemaah. Ya, tadi malam masjid Al-Barokah BKP Blok O menyambut datangnya tahun baru 1448 Hijriyah. Merayakan datangnya bulan Muharram tahun ini tak ada lagi sosok Pak Syukur di tengah-tengah jemaah. “Biasanya beliau aktif,” kata seseorang. Seseorang yang saya maksud adalah salah satu pengurus masjid yang memberikan sambuta...

Salam di Rumah Kosong

Setelah memulai ‘safari jumat’ 3 Januari, begitu bulan Ramadan tiba saya mulai ‘safari Ramadan’ Zuhur atau Asar pindah-pindah. Masjid Thoriqul Khoir ini salah satunya. Pada siang ini saya jadikan tempat ‘safari jumat.’ Pada 16 Mei, rencananya saya ‘safari jumat’ di masjid ini, tapi karena pengin ngejar salat Dhuha, saya belokkan arah motor ke masjid Istiqomah di Jalan Mangkubumi, Segala Mider, Tanjungkarang Barat. Ini pun mengalihkan rencana awal lainnya. Saat belum ramai jemaah datang pukul 11:43 Ya, rencana awal saya pengin ‘safari jumat’ di masjid Al-Mahya Balai Krakatau, tapi kok sepi. Asumsi saya masjid itu tak dipergunakan buat salat jumatan mungkin karena jemaahnya sepi tersebab jauh dari tempat tinggal masyarakat. Masjid Thoriqul Khoir terdiri 2 lantai, lantai 1 diperuntukkan tempat istirahat pengunjung dan lantai 2 diperuntukkan tempat salat. Masjid ini begitu strategis untuk jadi persinggahan orang pulang kerja dan pengin salat Asar berjemaah. Di samping AC terpasang...