Langsung ke konten utama

Postingan

"Penghias Malam Ramadan"

Mekar lagi nih bunga Wijayakusuma dus pot gantung. Satu di pot yang diikatkan di pohon kelengkeng dan satu lagi digantung di list plang atap teras. Pas pulang Tarawih, saat akan membuka gerbang pagar, kami lihat dua kuncup bunga mulai mekar di pot yang diikatkan pada batang pohon kelengkeng. Ini yang diikatkan pada batang pohon kelengkeng, mengembang untuk kali kedua  Rupanya yang di pot gantung pada list plang atap teras, juga siap mengembang satu kuncup bunga menampakkan putih belahan penampang sari putik di dalam. Jadi, bunga Wijayakusuma kami baik yang diikatkan pada batang pohon kelengkeng maupun di pot gantung, sudah dua kali memekarkan kembangnya. Ini yang di pot gantung ujung sebelah barat  Masih ada lagi yang di pot gantung dekat gerbang pagar, terlihat putik bakal bunga di dua tempat pada sulur daun yang menjuntai. Akan mekar untuk kali kedua juga. Bunga Wijayakusuma memekarkan kembang di sepuluh malam pertama bulan Ramadan yang penuh rahmat menjadi "penghias malam ...
Postingan terbaru

Bonus Tadarus

Ketemu deh teorinya gimana cara agar tadarus bisa dapat dua juz per hari. Bakda Subuh nyicil setengah juz kudu bisa. Nanti bakda Dhuha rampungkan setengah juz sisanya. Lalu, buat ngisi waktu menunggu Zuhur, saya baca juz berikutnya, sedapatnya. Sedapatnya itu artinya tergantung kekuatan mata. Syukur kalo bisa setengah juz, 10 lembar. Jikalau tidak, diusahakan antara 5 hingga 8 lembar. Nah, bakda Zuhur digeber abis hingga khatam juz berikutnya itu. Maka, dapatlah dua juz per hari seperti idealnya. Quran Jumbo Duo Latin, 1 jilid 5 juz Per hari ini (saya ikut yang puasa mulai 18/2 setelah melihat Masjidil Haram salat Tarawih pada 17/2 dini hari Waktu Indonesia bagian Barat --WIB), maka puasa saya sudah 11 hari dan tadarus dapat 14 juz. Artinya, saya dapat bonus 3 juz. Besok masuk juz 15--16. Untuk 'safari ramadan' tadi siang saya salat Zuhur di Masjid Jami' Baiturahman, Perum Beringin Raya, Jalan Bayam, Langkapura. Habis Zuhur sekalian cari camilan buat buka puasa di Laki...

Dua Al-Muhajirin

Kegaliban di bulan 🌙 puasa, mengisi waktu dengan tadarus bakda salat, mulai sedari bakda Subuh hingga bakda Asar. Dari kemarin saya bisa mengewantahkan bacaan  one day two juz . Jadi, dua hari ini saya dapat bonus 2 juz. 10 hari 12 juz. Agak berat bisa menggapai capaian tahun lalu yang sejak awal puasa bisa tadarus dengan tingkatan  one day two juz . Dan, dua kali khatam tahun lalu sebuah kenikmatan besar bagi saya. Tahun ini, sepertinya meleset. Sudah 10 hari puasa baru mendapat 12 juz. Masjid Al-Muhajirin Perum Citra Mas, Kemiling  Pagi tadi ada posbindu di RT kami. Hasil cek tensi darah 143/83, gula darah (puasa) 89, naik dibanding bulan lalu yang 82. Yang anjlok adalah bobot tubuh dari 52,5 kg tinggal 52. Melorot setengah kilogram karena puasa (diet syar'i, ahay... menghibur diri 😀). Kemudian untuk 'safari jumat' saya ke masjid Al- Muhajirin Perumahan Citra Mas, Kemiling. Masjid yang tidak terlalu besar dan tidak pula kecil. Tata udara cukup sejuk oleh hembusa...

Memang Terkutuk

Bukankah pada bulan Ramadan ini para-para syetan terkutuk dibelenggu, tetapi kita salat, berzikir, tadarus masih saja merasa seperti ada yang menggoda. Saya merasakan godaan atau gangguan itu. Tadarus dapat satu ayat, menguap, satu ayat lagi, menguap lagi. Sepertinya itu godaan syetan. Dasar para-para syetan, benar-benar memang terkutuk. Bakda Subuh tadi, dengan amat susah payah, saya paksakan menabung setengah juz untuk nantinya saya teruskan bakda Dhuha setengah juz sisanya, jadilah one day one juz . Dengan begitu, paling tidak selama Ramadan khatam sekali. Tahun ini sepertinya saya mengalami distorsi dibandingkan tahun lalu. Ilustrasi | credit title: IG moviezy.id Ramadan tahun lalu saya khatam dua kali. Tahun ini entahlah. Tapi, setelah meneruskan tadarus bakda Dhuha tadi, menyambung yang setengah juz bakda Subuh, senyampang syetan entah lagi ke mana, kok saya gak ngantuk atau nguap-nguap, saya teruskan tadarus, eh... selesai pula juz 10 menjelang Zuhur. Jadi, di hari puasa ya...

Kabar Tengah Hari

Satu lagi penyair pergi, berpulang, berpindah alamat, di bulan baik, bulan penuh Rahmat, Maghfiroh, ampunan serta pembebasan dari api neraka ( itkum min annaar ). Bulan Ramadan kariem. H. Sukardi Wahyudi, penyair yang pergi di tengah hari. Dikabarkan istri dan anaknya melalui pesan WhatsApp  Grup tempat Pak H. Sukardi Wahyudi bergabung. Kabar tengah hari yang mengagetkan. Sukardi Wahyudi  Disampaikan istri dan anaknya menggunakan nomor WhatsApp -nya Pak Sukardi. Sontak ucapan dukacita, belasungkawa dan rasa kehilangan teman menyair disampaikan menanggapi kabar tengah hari kemarin. Buku "Depok Membaca" kemarin petang diantar Mr . Postman ke alamat rumah minimalis kami. Di buku ini, saya dan Pak Sukardi Wahyudi berpuisi bareng . Ada juga di buku lainnya, pernah juga dipersatukan. Saya dan Pak Sukardi Wahyudi tergabung bersama di dalam 7 WAG, yaitu: Ruang Sastrawan Indonesia, Peserta Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), Depok Membaca, Bahasa Ibu Bahasa Darahku, Jambore Sastra...

Orang Bijak

Hajat tahunan, balik maning nang kene , ke Samsat Rajabasa, Bandar Lampung, buat menunaikan kewajiban sebagai orang bijak --taat pajak-. Mestinya kemarin hendak ke sini, tapi ada hujan kepagian singgah di jalanan depan rumah... Tadi sahur anak ragil, si pemegang motor, nelpon ibunya nanyakan STNK sudah dikirim apa belum.   La, pajaknya dibayar aja belum boro-boro dikirim. Dijelaskan ibunya, pagi tadi hujan jadi gak bisa ke Samsat, baru besok (hari ini, red) ayah akan pergi. "Orang Bijak" antre bayar pajak kendaraan  Subuh tadi gerimis, tapi tidak menderas seperti kemarin. Habis syuruk turu sik menghangatkan badan dari cuaca dingin. Bangun pukul 8 masih terasa dingin, takmandikan sekalian biar hilang dinginnya. Ke Samsat, sudah ada 'orang bijak'. Belum banyak sih , baru ada 13 orang. Ke tempat fotokopi dokumen. Saya basa basi, "Puasa sepi, ya!" Dijawab abang-abang petugas fotokopi, "Iya, Pak, apalagi cuacanya begini." Saya sambung, "Iya...

Dana Segar Ibu Wako

Karena kemarin sibuk membantu para-para bapak se-Blok P mempersiapkan agenda ‘safari ramadan’ daripada Ibu Wali Kota di masjid kami, terpaksa  deh  saya gagal melanjutkan tadarus bakda Subuh dapat setengah juz, padahal mestinya bakda Dhuha dan Zuhur bisa selesai juz 5. Sejak sebelum Asar saya sudah ke masjid siap-siap salat Asar berjemaah lalu  standby  menunggu buka puasa bersama dengan membaurkan diri ke dalam kerumunan warga dan tamu dari luar Blok P, untuk menyambut kedatangan Ibu Wali Kota Eva Dwiana beserta jajaran pemerintah kota tiba di masjid. Ibu Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana  Protokol acara penyambutan Ibu Wako sepenuhnya dikendalikan tim Majelis Taklim Rachmat Hidayat di bawah asuhan Ibu Wali Kota. Hanya beberapa menit menjelang berbuka puasa, barulah Ibu Wali Kota dan rombongan tiba. Ibu Wali Kota Eva Dwiana langsung memberikan sambutan sebentar lalu buka puasa. Gong sambutan Ibu Wali Kota jelang berbuka, yang membuat kami senang, be...