Kemarin ada dua pengumuman hasil kurasi puisi. Satu , Festival Sastra Yogyakarta (FSY). Dua , puisi untuk merayakan HUT ke-15 Sastra Bulan Purnama. Yang pertama menghasilkan 20 puisi terpilih, dibagi jadi kategori juara 1, 2, dan 3 serta favorit 1 dan favorit 2. Yang kedua, dari 214 puisi yang masuk meja tim kuratorial, setelah dibaca dan dinilai dari segi tema, yaitu "kota kita" dan sebagainya, puisi yang memenuhi syarat, maka dinyatakan 158 puisi lolos kurasi dan akan dibukukan dalam antologi 15 tahun SBP. Dari 158 penyair yang lolos terdapat beberapa penulis puisi generasi muda dari pulau garam Madura. Beberapa tahun terakhir, khususnya dari Sumenep muncul penyair-penyair muda sebagai penerus D. Zawawi Imron yang kondang sebagai "si celurit emas." Dilanjutkan nanti, kondangan dulu 😀
Kemarin bakda magrib Pak RT mengajak besuk tetangga yang opname di RSUD A. Dadi Tjokrodipo, kumpul dan berangkat dua mobil bakda isya. Salaman dengan tetangga itu, telapak tangan dan lengannya terasa hangat, menandakan suhu badannya belum normal. Waktu kami besuk ia baru saja pindah dari IGD ke ruang perawatan. Rombongan ibu-ibu RT besuk waktu masih di IGD itu, istri tidak ikut karena tak dikasih info oleh mereka. Istri pengin nengok, tadi siang kami berdua balik lagi ke RS. Suhunya kok belum normal. RS Tjokrodipa kota Bandar Lampung Pengalaman saya, kalau tiga hari setelah minum obat sebagai pertolongan pertama panas badan tidak turun. Atau turun naik, saya langsung ke dokter praktik di klinik. Kalau kata dokter periksa darah, berarti diagnosis awal dokter sudah menduga DBD atau tipes. Pernah saya kena dua-duanya. Ya DBD, ya tipes. Agak berat menanggulanginya, terutama untuk menjaga trombosit agar tidak tambah turun, untuk meningkatkannya perbanyak minum air putih. "Air putih i...