Siang tadi kembali saya 'safari jumat' di masjid Asy-Syuhada Jalan Imam Bonjol sebelah Nuju Coffee. Pilihan ke masjid ini karena sekalian hendak mentransfer uang di BRI Jl. Teuku Cik Ditiro (TCD), Kemiling. Jl. Teuku Cik Ditiro minim sekali U - turn . Ada beberapa, tapi jaraknya jauh-jauh. Nemen, Coy.. Di bawah flyover , di dekat Superindo, depan La Kita. Yang agak berdekatan jaraknya depan lapangan kalpataru, depan SMPN 14, depan Mbok Jum, dan depan jalan masuk perumahan Polda. Terbayang kan dari Superindo bila hendak memutar mesti jauh ke flyover . Cewek-cewek bagi-bagi di "Jumat Berbagi" Sungguh ruwet berumah di Langkapura. Urusan muter kendaraan mesti jauh. Belanja di Superindo, misalkan, hendak pulang ke Citra Mas, kan mesti muter di bawah flyover . Masih mending belanja di Chandra Mart, hendak pulang ke arah Imam Bonjol, muter di Superindo. Keluar masjid 'safari jumat' tadi disambut cewek-cewek cantik membagi-bagikan roti dan air minum dalam kemasan gel...
Terhadap petugas sensus, apakah yang kita katakan menjawab pertanyaannya adalah, yang sebenar-benarnya atau ada yang kita anggap perlu untuk tidak dikatakan. Bila yang dikatakan adalah yang sebenar-benarnya, berarti Anda jujur. Bila tidak sebenar-benarnya, berarti Anda korup. Jujur atau korup, terpulang kepada mereka yang ditanyai petugas sensus tersebut adalah orang yang antara perkataan dan perbuatannya sejalan atau tidak. Orang yang dalam kehidupan sehari-harinya biasa bertindak lurus serta berkata jujur, kepada petugas sensus akan menjawab yang sebenarnya. Koruptor yang menyimpan kekayaan (gepokan duit dan emas berkilo-kilo dalam bunker) mutlak bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak bertindak lurus dan berkata jujur. Kepada petugas sensus pun mereka akan menunjukkan tindakan tidak lurus dan perkataan tidak jujur sesuai jati dirinya "koruptor". Jadi, tadi ada petugas sensus ekonomi datang ke rumah. Mempertanyakan sesuai yang ada di daftar pertanyaan di layar gawainya ...