Si 'kesayangan' ini agak telat diservis ulang. Puasa dan kesibukan lain jadi penggerus waktu membawanya ke bengkel. Ini karena berhubung besok mau cek fisik, bayar pajak kemudian ganti plat, hari ini dibengkelkan dan dicuci steam. Perjalanan terjauh dia sudah sampai ke Malang. Tunggangan anak waktu SNANDA, diboyong ke Solo jadi tunggangannya di UNS lalu diboyong lagi ke Surabaya saat kerja dan dibawanya jalan-jalan ke Malang bersama kawan-kawannya. Si 'kesayangan' masuk bengkel Karena indekos dan kantornya hanya berjarak tak sampai satu kilometer, ia lebih sering jalan kaki dari kost ke kantor. Merasa nggak begitu perlu motor, akhirnya dipaketkanya ke Lampung saat hendak sekalian cek fisik dan bayar pajak.
Tidak kerap melewati jalan ini, hanya bila armada yang kami tumpangi akan masuk pintu tol mesti lewat depan lamban gedung kuning ini. Itu waktu hendak mengarah ke Bakauheni. Begitupun sebaliknya, saat mengarah pulang, lewat jalan di sisi sebelahnya. Tadi pagi-pagi sekali, saya bonceng istri menuju lamban gedung kuning yang jadi melting pot keberangkatan mereka jalan-jalan ke Dieng, Jogja, dan Solo. Santai melalui jalan Soekarno-Hatta (bypass) yang karena masih pagi belum terlalu ramai apalagi macet. Lamban Gedung Kuning kerajaan Sekala Berak Badanku yang habis 'digempur' tipes berangsur sehat. Makan tidak lagi dengan bubur, tapi sudah dengan nasi yang dimasak-lembutkan. Dibanyakkan air saat ngaron -nya lalu dikukus lagi di langseng selama seperempat jam baru dipindahkan ke dalam magic com . Setelah Tour Sumatera dan Tour Lombok, kini mereka Tour Dieng. Pada dua tour sebelumnya, ada beberapa bapak yang mendampingi. Kali ini semuanya ibu-ibu. Sepertinya para pensiunan. Sebab, b...