Buku kumpulan puisi atau antologi puisi berjudul “Kata Kota Kita” gagasan komunitas Sastra Bulan Purnama (SBP) Yogyakarta, memuat puisi karya 158 penyair dari berbagai kota, akan diluncurkan hari ini pukul 15:00 WIB hingga selesai bertempat di aula kampus STPMD “APMD” Jl. Timoho Yogyakarta. Ini buku kedua bagi saya di Sastra Bulan Purnama, setelah sebelumnya “Kitab Omon-Omon” yang memuat puisi berjudul “Kata Siapa, Politik itu Kotor” dan di buku kedua “Kata Kota Kita” ini kabarnya dimuat dua puisi untuk setiap penyair. Jadi, dari 158 penyair terhimpun sebanyak 316 judul puisi. Ilustrasi hasil tangkapan video SBP Seperti yang telah saya tulis di postingan tanggal 7 Oktober di bawah judul “Dua Buku Menanti” bahwa, sebenarnya menarik minat saya untuk hadir dalam perayaan ulang tahun ke-15 Sastra Bulan Purnama, tapi karena ada juga rencana hadir pada peluncuran buku “MOZAIK” di Tegal, 23-25 Oktober. Tampilan cover antologi “ Kata Kota Kita ” Seandainya waktunya ditukar,...
Hari ini ‘ safari jumat ’ saya di masjid jami’ Darul Akhiroh Jalan Sultan Haji No.40, Kota Sepang, Labuhan Ratu. Sewaktu hendak memarkirkan motor, ada beberapa orang anggota kepolisian berikut kendaraan roda dua dan empat parkir. Saya pikir biasa untuk salat jumatan. Tapi, ada banner “Jumat Berbagi” Polsek Labuhan Ratu di dekat pintu masuk masjid. Rupanya akan ada sosialisasi imbauan Bapak Kapolri, bakda jumatan oleh Bapak Kapolsek Labuhan Ratu. Dahulu, pada era Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, tagline atau slogan resmi yang dilekatkan pada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (polri) adalah presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan). Kapolri yang baru, Jendral Suyudi Ario Seto mengganti dengan “polisi sahabat masyarakat.” Masyarakat yang mana? Embuh. Bapak Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono menyampaikan imbauan Bapak Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto agar menjaga keamanan Tadi bakda jumatan, saya berdiam diri sejena...