Langsung ke konten utama

Postingan

Dari Negeri Poci 16

Rangkaian acara ulang tahun ke-33 Dari Negeri Poci (DNP) dan peluncuran buku MOZAIK telah dimulai tadi malam di Plataran Sastra Piek Tegal di Jl. Ciremai 4 atau yang dahulunya dikenal juga sebagai Gang Marpangat 4. Pembacaan esai Piek Ardijanto Suprijadi oleh Ida Fitri Yuzmanah dan Surat Sastra Piek Ardijanto Suprijadi untuk STA (Sutan Takdir Alisjahbana) oleh Faizal Umar dan puisi oleh Linda Jalil, Julia Utami, Lily Multatuliana, dan penyair lainnya. Pagi ini bertempat di Ruang Paripurna Gedung DPRD kota Tegal, peluncuran dan diskusi antologi puisi MOZAIK (Dari Negeri Poci 16) dengan narapramana (narasumber) pertama Suriali Andi Kustomo (Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal). Dan, setelah rehat isoma dilanjutkan dengan tampilnya narapramana kedua, yaitu dr. Handrawan Nadesul (salah satu pendiri DNP) akan membincangkan persoalan kesehatan dengan topik "Sehat Seniman Mozaik." Moderator Nindra dan narasumber Suriali  Dewan Kesenian Kota Tegal mengapungkan dua tagline , "Tanpa S...
Postingan terbaru

Ke Negeri Bahari

Setelah menunggu lumayan lama di agen bawah flyover Wayhalim, bus datang juga. Berangkatlah saya ngebis ke Tegal pukul 20:47 WIB. Sampai RM Siang Malam Kalianda singgah makan malam dengan menukarkan kupon. Agak lama berhenti baru melanjutkan perjalanan. Sampai Bakauheni masih juga lama menunggu kapal sandar dan bongkar muat. Pukul 01:57 WIB turun kapal KMP SMS Laguna. Karena sehabis terbakar kemudian tenggelam dan pas dini hari pula, saya tidak bisa lagi melihat sosok KMP Batumandi yang pernah saya naik entah kapan, saya cari-cari dokumentasin ya, tapi tidak ketemu fotonya di galeri. Tulisan di blog juga belum ketemu. Tapi, sependek ingatan sepertinya pernah menuliskan. Afnan Malay, Naim Emel Prahana, dan saya  Setelah mampir-mampir Tangerang, Cibitung, rumah makan Taman Selera Cikamurang, akhirnya sampai Tegal juga. Karena dari pertelon bus belok kiri menyusuri jalur pantura, saya turun saja daripada keblasuk ke terminal. Dari tempat turun itu, saya mbecak  dengan bayaran ...

Ke Negeri Poci

Malam ini saya berangkat ke Tegal. "MOZAIK di Negeri Poci" itulah acara yang akan saya hadiri. Bertempat di Gedung DPRD Kota Tegal, Sabtu, 24 Oktober 2026. Peluncuran buku MOZAIK dan baca puisi, itu acara pokoknya. Di samping itu, ada tausiah mengenai kesehatan dari dr. Hendrawan Nadesul, penyair senior dan salah satu pendiri komunitas sastra Dari Negeri Poci (DNP) bersama kawan-kawan. Ada puisi saya di buku antologi MOZAIK (DNP seri ke-16). Ini adalah buku kedua setelah sebelumnya ZAMRUD (DNP seri ke-15) yang meringkus puisi saya. Bisa dikatakan agak terlambat bergabung dengan komunitas ini. Setelah bergabung di facebook DNP, baru saya tersirami info nulis bareng ( nubar ) dalam seri DNP yang sudah sejak lama saya ketahui, tapi tidak paham pintu masuknya. Gambar made in AI Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Aforisme ini barangkali umurnya lebih tua dari saya. Begitulah selalu dikemukakan orang yang membela diri apalagi menghadapi tudingan kok baru sekarang,...

Reunian Lagi

Setelah reunian terakhir pada 8 Juli 3026 di Jl. Purnawirawan Gang Swadaya VI, baru siang ini kembali diadakan, bertempat di perumahan Karunia Indah Blok B, Jl. Tirtayasa masuk gerbang Cendana Indah. Beginilah cara pensiunan guru SMPN 28 menjalin silaturahmi. Ketemuan, kangen - kangenan , ngerumpi , makan siang, lalu mengundi nomor giliran siapa yang akan ketempatan pada dua bulan berikutnya. Ketemu ulang 2 bulan sekali. Sebagai bapak-bapak pengantar atau pengiring, saya dan Mas Tanto ikutan mengan dawah alias nutuk bangik dan menyelaraskan dengan obrolan buk-ibuk yang reuni beserta beberapa bapak pensiunan. Secara cacah jiwa, jumlah yang tergabung dalam grup WhatsApp pensiunan ada 14 orang dengan porsi 9 orang perempuan dan 5 laki-laki. say dan Mas Tanto (kiri) ikut mejeng juga  Istri saya karena sewaktu masih aktif mengajar ditunjuk sebagai bendahara koperasi sekolah, setelah pensiun diberi kepercayaan sebagai bendahara keuangan pensiunan ini. Ada iuran dana sosial untuk ...

Reduksi Lansia KAI

Kendati tidak begitu kerap naik sepur, tapi karena reduksi lansia tiket dari PT KAI, dari segi manfaat untuk mengikis anggaran beli tiket, cukup bermanfaat, maka kami (saya dan istri) memutuskan melakukan registrasi di ruang customer care stasiun Tanjungkarang siang ini. Datang, duduk, tunjukkan KTP dicatat, lalu wajah kita dipotet. Selesai, sesimpel itu. Dijelaskan mbak cs, registrasi reduksi lansia akan aktif setelah 24 jam, berarti besok baru bisa dipergunakan azas manfaatnya dalam pembelian tiket. Kali aja awal bulan depan bakal nyepur  Jogja--Jakarta, pembelian tiket sudah bisa merasakan dapat reduksi. Sudah lama saya tahu program reduksi lansia tiket kereta api dari PT KAI ini. Abang di Jatibarang sudah merasakan manfaatnya dan menganjurkan agar kami melakukan registrasi, tapi masalahnya karena jarang naik kereta api, maka kami bergeming. Mengingat beberapa trip yang kami lakukan, seperti ke Jember untuk menghadiri Temu Karya Serumpun dan peluncuran buku “Semesta Ingatan...

Ngerukuni Tetangga

Memang betul, tujuan seseorang dirawat di RS itu agar pengobatan efektif karena si pasien di bawah pengawasan dokter dan perawat. Itu kesatu. Kedua, agar beristirahat dengan cukup tanpa dirusuhi tetangga. Tapi, dalam hidup bertetangga itu ada hukum tidak tertulis. Yaitu, saling ngerukuni (merawat atau menjaga), baik dan damai (tidak bertengkar), bersatu dalam kehidupan sosial atau masyarakat. Semua itu berhulu pada kata rukun . Dilekatkan pada nama lembaga kemasyarakatan tingkat terendah (RT). Karena kehidupan sosial masyarakat Indonesia penuh toleransi dan menjunjung nilai-nilai gotong royong dan keguyuban , menjenguk orang sakit (di RS atau rumah) adalah pengejawantahan atau manifestasi dari sikap peduli, simpati, dan empati. Dan, termasuk salah satu ibadah ghairu mahdhah yang dianjurkan bagi umat muslim karena ada ganjaran pahala bagi yang melakukannya. Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan doa khusus berikut tuntunan menjenguk orang sakit. Dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke tig...

Hangat oleh Ingatan

Dari kabar grup WhatsApp “15 th SBP”, acara perayaan ulang tahun ke-15 Sastra Bulan Purnama (SBP) yang bertajuk “Bulan Purnama di Kota Kita” di aula kampus STPMD “APMD” kemarin, berlangsung hangat. Bukan hangat disebabkan udara musim kemarau, melainkan hangat karena acara itu mempertemukan penyair beserta ingatan-ingatan yang mereka simpan. Sastra Bulan Purnama (SBP) adalah salah satu dari empatpuluhan komunitas sastra yang tumbuh di Kota Budaya Yogyakarta. Saya mengetahui SBP sejak beberapa tahun silam, saat masih berkegiatan di Tembi Rumah Budaya Jl. Parangtritis Km. 8,4, Tembi, Sinduharjo, Sewon, Bantul. Pengin sekali rasanya nonton, tapi waktunya selalu tidak tepat. Tajuk HUT 15 SBP  “ Bulan Purnama di Kota Kita ”  berwarna biru muda pada bidang biru tua. Sesuai namanya Sastra Bulan Purnama, kegiatan yang digelar di Tembi Rumah Budaya itu, selalu pas di bawah sorotan bulan purnama. Seperti halnya juga pengajian Padang Bulan milik Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bersama kelo...