Sakjane iso jumatan di masjid Universitas Ahmad Dahlan (UAD) karen pool bus Puspa Jaya tepat di samping kampus dan masjidnya hanya beberapa langkah dari gerbang. Secara hitungan pahalanya, dapat wajib jumatannya, tapi hilang asarnya. Maka biar dua-duanya dapat, saya pilih jamak takdim Zuhri fil Asri di musala pool bus. Begitu selesai saya menjamak Zuhur dan Asar, terdengar Iqamah salat jumatan di masjid UAD. Tak lama dua bus siap diberangkatkan, barang bawaan masuk bagasi dan penumpang naik ke atas bus. Perjalanan pulang segera menapaki jalan jalur selatan arah Wates, Purworejo, Kebumen, Purwokerto, Brebes, Tegal, dst. Sekadar ilustrasi "jogjapasaraya" Akan melewati kota Tegal yang menyimpan energi kesastraan yang begitu besar tenaganya. Hal itu terlihat dari antusiasme pelajar SMP dan SMA negeri poci itu tampil membaca puisi di atas panggung "Hujan Puisi di Negeri Poci" ruang paripurna DPRD kota Tegal di malam penutupan acara peluncuran buku MOZAIK, Sabtu (24/10...
Berakhir sudah perjalanan panjang saya. Berangkat dari rumah 22 Oktober malam tiba di Tegal 23 Oktober siang. Jumat malam mengikuti bincang sastra mengenang Piek Ardijanto Suprijadi, salah satu pendiri komunitas sastra Dari Negeri Poci (DNP) tahun 1993 bersama kawan-kawannya, lebih lengkapnya mereka semua sebanyak tiga belas orang penyair. Bincang sastra mengenang Piek Ardijanto Suprijadi, di antaranya diisi pembacaan esai Piek Ardijanto Suprijadi oleh Ida Fitri Yuzmanah dan Surat Sastra Piek Ardijanto Suprijadi untuk STA (Sutan Takdir Alisjahbana) oleh Faizal Umar. Lalu, merunut kenangan bersama Piek oleh dr. Handrawan Nadesul dan perkembangan sastra Tegal oleh Suriali Andi Kustomo, ketua Dewan Kesenian Kota Tegal 2022--2027. Ilustrasi "kumpul ora kumpul sing penting mangan" kebalikannya "mangan ora mangan" Dari Tegal saya nyepur ke Jogja Minggu pukul 09:50 dan tiba di Jogja pukul 12:10. Setelah bertualang di bekas indekos di Pengok Blok G yang kini sudah bergabun...