Sayang sekali bermalam di kota tua ini berhiaskan hujan. Niat semula hendak keluar melihat seperti apa nuansa malam di sini. Ah, di Metro juga hujan gelisah, pengin senantiasa turun menghiba ke tanah. Kupikir hanya di kota Bandar Lampung saja yang begitu. Kota tua ini penuh cerita. Lama jadi inang pengasuh (ibu kota) bagi kabupaten Lampung Tengah, akhirnya berdiri di kaki sendiri, mandiri sebagai kota dengan wajah semakin menua, setelah membelah diri dan terpisah dari kabupaten yang dulu disusuinya. Masjid Agung Taqwa Kota Metro Sayang tak berhasil menikmati lekuk liku tubuh malam di jantungnya. Jantung kota Metro ini sesungguhnya di mana. Masjid Agung Taqwa angkuh di sudut persilangan empat jalan yang di tengahnya ada tugu sebagai pemisah ke mana langkah orang bergerak. Lalu lintas tidak begitu ramai. Orang datang dan pergi dari luar kota, menjadikan kota Metro ini sebagai titik jeda sesaat melalui terminal. Orang transit ke penjuru Lampung. Datang dari Jawa mencari ladang kehidu...
Kami dapat undangan hajat manten di Desa Banjarejo, Kecamatan Trimurjo, Lampung Timur. Kubilang sama istri, "Kita motoran aja, lewat jalan Untung Suropati, konon lebih cepat dan aman ketimbang lewat jalan raya Natar yang agak ngeri - ngeri sedap sebab banyak kendara truk gede - gede . Berangkat jelang pukul 11 dari rumah, mampir soto SSB buat sarapan. Pukul setengah 12 selesai sarapan bergerak menuju jalan Untung lewat By Pass, pelan menyusurinya terus lurus sesuai petunjuk saudara yang anak gadisnya kuliah di PGSD Unila kampus Metro. Tiba di kota Metro kurang dari pukul 1 siang. Masih banyak becak kayuh di Metro Wah, cepat juga kendati hanya dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Kendati jalan mulus, tapi banyak lubang jeglokan yang sangat membahayakan apabila njengkang . Padahal, kalo pengin ngebut bisa aja sih karena jalanan relatif sepi dari lalu lintas kendaraan, bahkan hampir terbilang lengang, lewat kebun karet. Setelah keliling-keliling cari hotel, habis salat Zu...