Dulu, sewaktu Amiruddin Sormin berpulang ke Rahmatullah, masa pertemanan kami di facebook baru sekitar 6 bulan. Tadi malam, tatkala saya buka facebook , diingatkan oleh platform milik meta ini, pertemanan kami tepat berusia 1 tahun. Dapat kabar wafatnya almarhum Amiruddin Sormin --agak terlambat (baru besoknya)-- saya menulis di blog ini (agak lupa pula tepatnya diposting tanggal berapa), bersama pula cerita tentang pertemanan dengan almarhum Ahmad Yulden Erwin (AYE). Satu tahun pertemanan kami di facebook Pengingat dari facebook tadi malam langsung saya skrinshut untuk saya pakukan di postingan blog ini hari. Yang saya suka dari Amiruddin Sormin adalah tulisan kolomnya di lampungpro.co , sebuah portal berita digital yang ia sebagai pemimpin redaksinya. Kolom "Kopi Pahit" yang menyuarakan kritik satir Amiruddin Sormin Siregar (nama lengkap) jurnalis jebolan surat kabar Lampung Post , ini begitu pahit seperti menyeruput kopi. Pas banget dengan nama kolom yang...
Lagi..... berangkat satu file puisi (berisi tiga judul) saya kirimkan barusan ke panitia. Sepulang dari Iman Jaya beli camilan buat teman ngopi dan ke pasar di dekat masjid Baiturahim, Beringin Raya, tapi sampai sana saya malah bingung, sebenarnya pengin beli apa. Akhirnya pulang saja mengingat di rumah masih ada stok tiga ikat pokcay. Istri menyiapkan rajangan pokcay untuk ditumis sembari menjerang air buat ngopi, saya membuka laptop untuk mengirim file puisi tadi. Beres dan terkirim, tak ada beban lagi. Plong rasanya hati. Limus super besar di pasar tempel Baiturahim Di pasar tadi saya melihat buah pakel super besar di dalam keranjang plastik. Inilah buah pakel terbesar, yang sedang ada juga dan terkecil pun ada yang ulun Lampung menyebutnya limus pantis . Disebut limus pantis karena mengacu pada buah pantis atau lerak. Ya , pantis adalah lerak. Tahu kan buah lerak itu kecil seperti kelereng. Nah, pakel yang paling kecil disebut limus pantis oleh ulun Lampung. Di...