Jika kemarin ‘safari ramadan’ saya menemukan masjid Al-Hikmah, maka hari ini, perjalanan safari saya, menemukan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, kemarin dan hari ini bersua kata kembar ‘hikmah’ pada kedua masjid di atas. Maka, inilah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumberejo Ada memang nama yang disematkan pada masjid diambilkan dari nama tokoh yang membangunnya. Misalnya, masjid raya Al-Bakrie di Lampung yang diambil dari nama Ahmad Bakrie, orang tua dari Aburizal Bakrie, mantan ketua KADIN dan menteri di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2004–2014. Itu sekadar satu contoh yang saya sodorkan se...
Perjalanan ‘safari ramadan’ untuk salat Zuhur, hari ini saya ke masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya. Sebuah cluster yang saya duga nyaman karena begitu hening dari deru kendara berlalu lalang. Paling juga kurir mengantar paket atau transportasi daring mengantar/jemput penumpang. Al-Hikmah ini, masjid yang galibnya ada di komplek perumahan yang penghuninya adalah bapak-bapak beraktivitas di perkantoran, tentu jemaah salat Zuhur dan Asar tidak ramai amat. Layaknya di perkotaan di mana pun, fenomena masjid perumahan sepi di siang hari bukan sesuatu yang aneh, melainkan keniscayaan. 'Safari Ramadan' salat Zuhur di masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya Hanya orang yang sudah pensiun atau warior (warga senior) berusia 60 tahun ke atas yang akan menjadi jemaah rutin di saat salat Zuhur dan Asar. Di masjid ini tadi, barisan jemaah hanya dua setengah shaf atau 40 orang lebih termasuk beberapa orang anak-anak dan orang luar komplek perumahan, ...