Nama ini adalah nama kedua yang dilekatkan setelah sebelumnya bernama SMA Taruna Raden Intan Lampung (kalau tidak salah, cuma ingat 'taruna'-nya). Saya pikir nama Taruna akan jadi nama yang abadi karena bernapaskan kepahlawanan Radin Inten, bakal lama dipakainya sebagai brand teranyar, tapi rupanya saya keliru menganggapnya seperti itu. Ketika lewat kapan waktu, mata melihat banner dan mulut membaca apa yang tertulis, kuping menyimak apa yang terucap. Tertera, tersebut, dan tersimaklah "SMA Bintang Plus - excellent and character" sebagai pengganti nama SMA Taruna Raden Intan Lampung. Bakal abadikah nama yang kedua ini? Wallahu 'alam. SMA Bintang Plus Dahulu sekolah ini bernama SMA Budaya. Terletak di Jalan Pendidikan, Sumberejo, Kemiling. Alkisah, nasib SMA Budaya merana setelah ada program biling (bina lingkungan) bikinan wali kota Herman HN yang kelak membuat sekolah swasta se-kota Bandar Lampung kesulitan mendapat siswa/siswi baru, tak terkecuali SMA Budaya...
Barusan sebulan lalu (13/4) di "kesayangan" ini diservis untuk kemudian cek fisik dan bayar pajak serta ganti plat nomor, kemarin ketika hendak ke RS Urip Sumoharjo, terdengar klesek-klesek pada bagian rem depan. Saya minggir ke bahu jalan, turun memeriksa. Jelas tak terdeteksi oleh mata telanjang. Awam pula soal motor. Saya teruskan perjalanan. Lama kelamaan hilang timbul, hilang timbul dan hilang beneran hingga sampai RS Urip. Sewaktu pulang semalam hanya sesekali terdengar suara klesek-klesek yang lembut, tidak kencang seperti sorenya. Pagi ini saat saya bawa ke bengkel nggak bersuara. Kepada si owner bengkel langganan saya kemukakan apa yang terjadi pada si "kesayangan." Mas Bowo, si owner bengkel melihat ke tempat rem cakram dan mengatakan, "Ini pecah klahar." Saya tanya, "Piro?" Dijawabnya sekian. Okelah kata saya. Diambilnya klahar pengganti dan menyuruh anak buahnya memasangkan. Sat set sat set sot, proses mengganti klahar pun selesai....