Langsung ke konten utama

Postingan

Calon Buku Lagi

Setelah dua puisi mengendap lama di laptop, sabar menunggu satu puisi tambahan yang bolak-balik sunting ulang, bahkan bongkar pasang demi menjadi puisi yang sempurna, akhirnya di enam hari jelang deadline , pukul 10:41 tadi, tiga puisi meluncur ke surel “puisi kebangsaan” milik SBP (Sastra Bulan Purnama) Jogja. Karena memakai chat both , seketika puisi terkirim ke surel SBP, seketika itu juga masuk balasan bahwa puisi yang saya kirim telah diterima. Akun WhatsApp bisnis memang jamak menggunakan chat both untuk membalas pesan secara otomatis. Hal itu dilakukan demi terjalinnya interaksi dan komunikasi dua arah yang cepat. Antologi Puisi "Kata Kota Kita" untuk merayakan HUT ke-15 Sastra Bulan Purnama Jogja. Buku akan diluncurkan nanti 17 Oktober 2026. Kendatipun komunikasi dua arah yang dibantu oleh mesin pintar, layak belaka dan bukanlah sesuatu yang tabu. Sebab, di era digital dan serba instan, kecepatan dalam sebuah interaksi dan komunikasi sangat diperlukan. Maka, pen...
Postingan terbaru

Memuliakan Tamu

Tidak jadi saya mengikuti zoom penyerahan penghargaan Hadiah Sastera Rancage yang flyer -nya dikirim Udo Z Karzi via WhatsApp pukul 09:25. Cemana bisa, saya kedatangan tamu yang katanya kangen hendak ngobrol dengan saya. Sementara zoom mulai pukul 09:00 dan pesan WhatsApp Udo Z Karzi masuk pukul 09:25, sudah kadung telat hampir setengah jam berjalan. Ya, sudahlah, tak usah ikut, tak apa-apa. Yang lebih utama memuliakan tamu yang datang dari jauh dan semalam memang sudah memberi tahu hendak bertandang ke rumah hari ini. Saya pun sudah mengonfirmasi kalau saya ada terus di rumah. Belum ada niat pergi ke mana-mana. Sedang butuh waktu untuk istirahat meluruhkan lelah, sehabis perjalanan jauh ke Cirebon. Gambar ss Instagram FISIP Care Center | Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM FISIP Unpad 2026 | Rabu (23/9) banyak momen, banyak peristiwa. Momen mengikuti zoom bertabrakan dengan momen mengobrol dengan tamu. Peristiwa equinox tahun ini jatuh pada hari ini. Tanggal 23/9 di...

Yang Mencuri Perhatian

Tadi malam melintas di layar gawai ramalan cuaca "besok siang Bandar Lampung hujan" dan benar belaka, siang tadi hujan. Ramalan bakal hujan di tengah suhu udara kemarau yang puanase menyengat, tentunya sesuatu yang menyenangkan. Selain ramalan cuaca, juga melintas berita tentang virus influenza A atau H1N1 pdm09 yang merebak di Indonesia. Ini tentunya sesuatu yang menakutkan. Di tengah hujan deras tadi, istri dapat telepon dari saudara di Surabaya. Mereka asyik ngobrol ngalor ngidul meningkahi cucuran air hujan yang memaku permukaan aspal yang masih menyisakan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi pada 5 September lalu. Saudara itu cerita kalau dia terpapar virus influenza A tersebut dua kali. Setelah yang pertama sembuh, kena lagi untuk kali kedua. Hujan di pekarangan rumah pukul 15:09 WIB Ramalan cuaca bakal hujan dan tautan berita virus influenza A yang merebak di Indonesia, serta cerita saudara di Surabaya jadi penyintas Influenza A itu, menyadarkan saya ...

Penikmat BBM Subsidi

iNews TV pukul 11:43 siang tadi menayangkan berita kenaikan harga BBM nonsubsidi. Adapun perinciannya; Pertamax Turbo harga lama Rp18.300 dan harga baru Rp19.600, Pertamina DEX harga lama Rp21.150 dan harga baru Rp25.200, DEX LITE harga lama Rp19.700 dan harga barunya adalah Rp23.700. Pernah tidak memperhatikan, SPBU di mana-mana selalu dikerubuti antrean kendaraan bermotor (mobil minibus, sepeda motor, truk, mobil boks, pickup, bus umum). Naiknya harga BBM nonsubsidi membuat barisan kendaraan bermotor pemburu BBM subsidi makin panjang. BBM subsidi cepat habis dan langka. Harga BBM nonsubsidi per 21 September  Yang boleh membeli BBM subsidi jenis Pertalite adalah angkutan umum atau barang, kendaraan layanan umum seperti bus umum, taxi, ojek online, mobil barang maksimum roda 6 (tidak termasuk pengangkut hasil tambang), mobil pribadi, ambulan, pemadam kebakaran, motor tempel, dan traktor. Mobil pribadi dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc seperti Veloz, Xpander, Xenia, Apanza, Wu...

Mesin Cuci Bahari

Sejak dibeli dan dipakai selama lebih kurang 18 atau 19 tahun lalu. Nah, ini karena lupa tahun berapa saat membelinya dulu, jadi tidak cermat. Kali ini mesin cuci ini macet parah. Sebelumnya pernah macet ringan, saluran pembuangan air mampet dan pengering tak serta-merta berhenti secara otomatis. Kali ini mesin penggilas cucian ngadat total tak mau muter . Setelah dipanggilkan mekanik dan ia bongkar, ternyata bisa ketahuan olehnya komponen apa yang rusak dan mesti didandani atau diganti. Kerusakan ada pada  gearbox , tersumbat sisa-sisa kotoran dari debu-debu dan serat-serat kain pakaian yang dicuci. Setelah gearbox dilepaskan  Saking nemen sampai susah melepaskan gearbox itu dari mesin. Setelah berjuang susah payah, terlepas. oleh mekanik gearbox itu dibawa ke toko sparepart , tapi barang yang ori tidak tersedia, ditawarkan yang lokalan. Oleh mekanik diakali membersihkan sisa-sisa kotoran yang nyelip ke dalam gearbox . Berhasil. Panjang juga akal mekanik itu. Akal ori mi...

Kabar Penyair Pergi (4)..

Subuh kemarin, sepulang dari masjid saya buka ponsel, satu kabar duka tersampaikan di grup WhatsApp warga. Ibu (atau mertua) dari warga di RT kami meninggal dunia di Krui pada Kamis (17/9) sekira pukul 23-an. Kabar duka disampaikan Pak RT. Larik kalima t   innalillahi wa inna ilaihi raji ' un  menyertai ucapan duka dan doa beruntun disampaikan anggota. Duka kedua, Bapak Sam Mukhtar Chaniago, dikabarkan meninggal di RS PON Jakarta pada pukul 00:20. Kabar di- share Datuk Sri Asrizal Nur, pimpinan Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) juga sebagai penggagas penerbitan kitab Talibun, antologi Puisi Etnik Nusantara, dan kitab Pantun Majelis di grup WhatsApp  komunitas penyair “Partey Penulis Puisi” pukul 01:25 dini hari. Anton Kurnia dan Sam Mukhtar Chaniago (gambar hasil olah Gemini ♊) Pagi, di beberapa grup WhatsApp lainnya, kabar duka kepulangan Bapak Sam Mukhtar Chaniago diteruskan sekira pukul 06-an. Ada yang menge- tag nama Bapak Sam Mukhtar Chaniago karena kebe...

Sujud di Ratusan Masjid

Antara kelingan karo kelalen (ingat sama lupa), dahulu sepertinya pernah saya salat jumatan di masjid ini. Sudah lama saya jadwalkan untuk 'safari jumat' di sini. Alhamdulillah hari ini kelakon . Rupanya ramai juga jemaahnya, terutama para ASN di Pemkot Bandar Lampung yang memiliki akses (gedung parkir kantor pelayanan satu atapnya) terhubung langsung ke Masjid Agung Al-Furqon oleh sbentang jembatan penyeberangan orang (JPO) Siger Milenial. Saya sendiri belum pernah naik atau menyeberangi JPO estetik tersebut. Sepertinya mesti disengajakan karena aksesnya harus dari halaman parkir Masjid Agung Al-Furqon atau dari gedung parkir kantor pelayanan satu atap Pemkot Bandar Lampung. Di tengah-tengah jembatan persis di atas ruas jalan Diponegoro ada space semacam gardu pandang, biasa dijadikan tempat swafoto pengunjung yang naik JPO. Latar belakangnya lalu lintas di bawahnya. Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung  Pemkot Bandar Lampung membangun JPO Siger Milenial, sepertinya pengi...