Perasaan kanal YouTube yang satu ini dulu tanpa iklan, kok sekarang digandoli iklan. Jadinya mendengarkan lagu sering terjeda oleh iklan yang numpang lewat. Memang sih tidak begitu mengganggu karena durasinya hanya tiga sampai lima menit. Namanya juga numpang lewat. Lagu “dangdut campursari koplo full bass” cocok buat teman ngetik di laptop. Lagu-lagu ciptaan Didi Kempot nanging sing nyanyi wong liyo . Ya, di YouTube banyak cover version lagu bergenre apa saja. Sopo wae sing nyanyi , enake podo wae . Ora nyono, lagu campursari enak juga jadi hiburan. Cover lagu Khurnia Rahma | Spotify | Enake podo wae dalam segi irama. Apalagi bila mengerti bahasa Jawa, akan luwih enak maneh . “ Tak tandur pari jebul thukule malah suket teki .” Makna peribahasa di lagu ini menggambarkan semacam sebuah kontradiksi. Yang ditanam kebaikan, tapi balasannya begitu menyakitkan. Maka, kenapa lagu-lagu Didi kempot disukai oleh Gen Z sak-Endonesyah sekalipun agak kurang memahami artinya karena ...
Saya sengaja mengubah setelan alarm pada hp . Memajukan dua jam dari waktu bangun biasa saat akan subuhan. Ingin melihat Messi dan Rodrigo rebutan juara pada final piala dunia FIFA World Cup. Bangunlah saya seperti kehendak alarm berdering. Kuhidupkan TV mencari channel yang ada bola itu, gak ketemu. Kubikin mati itu TV dan balik ke kamar menarik selimut. Cuma sekadar untuk mengobati penasaran saja. Tak sama sekali senang menonton bola, tapi karena kejuaraan dunia FIFA World Cup. Logo Google momen final Argentina vs Spanyol Sebelum tidur, ada video di WhatsApp Grup, kayak tebak-tebakan atau ramalan siapa yang akan keluar sebagai juara dunia, apakah Argentina atau Spanyol. Dua bola warnanya menyimbolkan kostum kedua timnas yang akan berlanga di final pada dini hari itu. Saya tonton video, dua bola digulirkan di tangga, jalan sejajar, menambrak batu dan tercebur ke air, terus bergulir hingga akhirnya bola warna kostum Argentina pecah dan bola warna kostum Spanyol sampai tempat tropi...