Langsung ke konten utama

Postingan

Menikmati Kopi

Yang sudah puasa Syawal, selesaikan. Yang baru mulai, lanjutkan. Saya belum. Pagi ini masih ngopi ditemani cireng beli di Iman Jaya. Tadi pagi iseng ke sana, sudah buka rupanya. Lanjut ke pasar tempel Beringin, beli cumi buat campuran tumis brokoli. Kemarin pagi ngopi di AKAR Hotel & Resort. Mencoba sensasi kopi dicampur es krim. Ternyata manis es krim masih tunduk sama pahit kopi. Setelah saya aduk es krim dalam mug kopi, saya seruput kok rasa kopi masih pahit. Saya kenal rasa kopinya. Kopi es krim tandas kunikmati, tinggal mug kosong ini yang terekam kamera. Apa daya. Kopi yang biasa tersedia di restoran hotel adalah Nescafe. Salah satu jenama kopi yang populer di Lampung. Kopi ini memang pahit, bersaing sengit dengan rasa kopi varian americano yang ada di minimarket biru. Gula yang dibubuhkan tak cukup hanya sesaset.
Postingan terbaru

Check Out Kepagian

Setelah dulu pernah diajak kakak ipey stay cation di AKAR Hotels & Resort 26–27 Juni 2025, lagi, kemarin kembali diajak menginap di hotel yang dahulu bernama Sheraton Hotel di Jl. Wolter Monginsidi. Kami bertiga anak ragil hanya dipesankan satu malam saja, sementara mereka sekeluarga besar anak, mantu dan cucu dari Jakarta stay cation  selama dua malam. Kami check out lebih cepat, pukul 09.53 karena anak ragil hendak wfh. Katanya, pengin mengerjakan job dari rumah saja, tidak memanfaatkan wifi hotel. Perjalanan dari hotel ke rumah lebih kurang 30 menit sehingga pas belaka waktu untuk ia memulai wfh siang hari. Apabila check out pukul 12 seperti galibnya, waktu yang tersita di perjalanan setengah jam bisa dipakai untuk bekerja. Lobby AKAR Hotel & Resort dengan ornamen bernuansa Timur Tengah pada momen Lebaran  Sama belaka saat stay cation pada Juni 2025 dulu dengan sekarang, ada perubahan sedikit. Halaman luar resto, dahulunya berupa hamparan rumput halus dan ...

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Pecel Mentah

Dua anak mantu berangkat ikut arus balik. Anak sulung dan istrinya balik maning ke Depok, naik DAMRI yang jadwal pemberangkatan pukul 09.00, tapi pukul 08.43 bus mulai bergerak meninggalkan pool DAMRI stasiun Tanjungkarang. Saya berdua istri melepas keberangkatan mereka dengan pelukan perpisahan. Sampai jumpa nanti. Tidak terlampau kangen sih karena baru pada bulan Oktober 2025 lalu ketemuan di Surabaya kemudian nyepur bareng ke Jakarta terus ke Depok. Anak ragil masih nanti mendekati akhir bulan balik ke Jakarta, ada jatah wfh tiga hari jadi bisa agak lama di rumah. Dengannya, pada bulan Oktober lalu juga ketemuan. Karedok yang gak begitu lengkap  Ini hari adalah H+3 Lebaran, arus balik mulai ramai, setidaknya di stasiun Tanjungkarang yang tadi saya lihat. Tidak dimungkiri di stasiun Gambir dan Pasar Senen (Jakarta) atau stasiun Gubeng dan Pasar Turi (Surabaya) dan bandara di mana pun begitu adanya karena masa libur Lebaran + cuti bersama habis. Pulang dari stasiun, sembari men...

Less Fiber, Less Memory

Lebaran hari ke 2 versi Pemerintah atau hari ke 3 versi Muhammadiyah, jalanan lumayan sepi. Saya ke Pasar Tani, masih tutup. Ada beberapa penjual sayur di jalan masuk. Yang saya cari tak ada. Saya tarik gas motor menuju Pasar Tempel Beringin. Badan panas kebanyakan makan protein dari opor ayam dan rendang. Pengin sayur bening dan goreng tempe. Less fiber over protein, bikin metabolisme tubuh jadi kurang sehat. Nah, beruntungnya di Pasar Tempel Beringin ada bayam, jadi deh nyayur bening. Ilustrasi 'pelupa' by: Spotify  Tapi, setelah beli bayam dan tempe serta kemangi, saya terpaku lama mengingat-ingat apa tadi yang dipesan istri. Tidak mampu saya pulihkan ingatan, pulang sajalah. Sesampai di rumah baru ingat, istri minta beli jagung manis untuk campuran bayam. Nah, dari less fiber jadi less memory . Bah, tambah tua aku, rupanya. Untuk menyiasati agar tidak lupa apa yang akan dibeli saat ke pasar atau mal, saya selalu catat di WhatsApp pribadi di gawai. Jikalau tidak, mak...

Ibadah Puisi

Selain dirayakan sebagai Hari Raya Idulfitri, 21 Maret dirayakan sebagai Hari Puisi Sedunia. Sebentar, sebelum lanjut, perlu dikemukakan bahwa baik 1 Ramadan maupun 1 Syawal-nya, ada dua versi. Pertama, versi Muhammadiyah, 1 Ramadan (18/2) dan 1 Syawal (20/3). Kedua, versi Pemerintah yang diikuti Nahdiyin, 1 Ramadan (19/2) dan 1 Syawal (21/3) hari ini. Beda awal puasa maupun hari raya. Ucapan selamat hari raya, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, berseliweran di grup WhatsApp dan menjadi hiasan dinding media sosial. Ada yang hanya sebatas ucapan konvensional dari peninggalan rezim Orde Baru yang tak lekang oleh waktu. Ada yang dihias foto keluarga dan larik puisi. Buku "Selamat Menunaikan Ibadah Puisi", kumpulan puisi Joko Pinurbo  Joko Pinurbo (Jokpin), seorang penyair Jogja, pada tahun 2007 menulis puisi berjudul "Puasa" yang ia tujukan kepada Hasan Aspahani. Tidak panjang, hanya enam larik. Yang unik, meski judulnya puasa, tetapi isinya ucapan ...

Ke Al-Bakrie Lagi

Setelah ikut salat jumatan bersamaan dengan peresmiannya oleh Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar pada 12 September 2025, baru hari ini saya kembali jumatan Masjid Raya Lampung Al-Bakri sebagai pengejawantahan perjalanan 'safari jumat' yang saya lakukan mulai sejak 3 Januari 2026. Karena cukup lama (setengah tahunan) tidak ke sana, saya tidak tahu bagaimana kondisi di dalam masjid, terutama berapa baris karpet yang disediakan untuk jemaah, maka saya mengantisipasi dengan membawa sajadah kecil. Eh... rupanya karpet yang tersedia ada barangkali 10 baris. Jumlah persisnya mesti dihitung. Seusai salat jumatan di Masjid Al-Bakrie  Saya tidak menghitung sehingga tidak tahu persis ada berapa bariskah, tapi lebih dari 5 baris. Alhasil, praktis sajadah kecil yang saya bawa buat digunakan berdua (saya dan anak), tidak perlu digelar melapisi karpet yang disediakan masjid. Setelah maju tiga kali berpindah, saya di shaft kedua di belakang khatib. Yang menjadi khatib bukan orang asing...