Langsung ke konten utama

Postingan

Harapan Terbaik

Lazimnya waktu yang dicantumkan di surat undangan hajatan walimatul urusy adalah pukul 08 sampai selesai untuk prosesi ijab kabul, lalu dilanjutkan pukul 10:00 sampai selesai untuk acara resepsi. Tapi, Abang saya mencantumkan pukul 11 pada acara resepsi "ngunduh mantu" yang ia lakukan. Kurang lazim. Ngunduh mantu saya apit pakai tanda kutip karena kurang lazim juga. Sebab, lazimnya yang ngunduh mantu itu keluarga mempelai pria. Ini yang ngunduh mantu Abang saya, anaknya yang jadi mempelai wanita. Agak laen ini, ngunduh mantu terbalik demi harapan terbaik tentunya, bagi keluarga dan kedua mempelai. Ornamen tenda di gedung tempat acara  Ijab kabul sudah dilaksanakan 15 Agustus lalu. Yang punya "hajat" kedua mempelai dengan biaya ditanggung berdua. Dilaksanakan di Metland Hotel Cirebon dengan konsep intimate wedding  yang diundang besti keduanya dari lingkungan kerja serta keluarga besar kedua belah pihak dengan jumlah terbatas. Sementara tetangga dan teman Abang d...
Postingan terbaru

Ziarah Batin

Waw, makin jauh saya 'safari jumat' pada hari ini. Karena kemarin menempuh perjalanan ke Jatibarang, Indramayu, maka hari ini saya salat Jumat di masjid Jami Nurul Huda Jl. Mayor Dasuki Jatibarang. Karena ada Jumat Berbagi atau Jumat Berkah berupa nasi box steroform , belum benar-benar tiris suara imam menutup salat dengan salam, suara anak-anak sudah gemuruh dan mengambil posisi antre dalam barisan. Karena dulu saat sowan ke rumah Abang di Jatibarang, sering salat di masjid ini, maka hari ini semacam napak tilas juga. Kemarin napak tilas jalan pantura. Hari ini napak tilas salat Jumat di masjid ini. Ziarah batin bagi apa yang dulu pernah tertinggal di sini. Agak laen ini masjid, penyejuk udara di daerah yang panase gak ngotak begini kok cuma kipas angin. Kenapa belum tersentuh kemajuan dengan AC. Masjid Nurul Huda Jatibarang  Tapi, kendati kipas angin tak mengurangi hasrat jemaah untuk charger iman mingguan. Masjid yang sudah lebih luas dibandingkan 35 tahun lalu saat...

Napak Tilas Pantura

Karena dulu pernah bertualang di pelosok Pantura, rasanya saya tidak begitu asing dengan daerah-daerah tempat travel mbelasuk - mbelasuk mengantar penumpang. Waktu ngobrol di kapal, seorang Ibu bilang hendak turun di Wanakaya. Saya menebak-nebak mencocokkan posisinya, tapi nama Eretan dan Lohbener saya sebut, dia menyangkal. Kejauhan, katanya, belum nyampe situ. Setelah tiba di tempat tujuannya, saya buka g - maps , karuan daerahnya. Ternyata posisi "dunia" itu ada di kecamatan Haurgeulis. Inilah daerah di masa lalu merupakan sentra penghasil sarang walet. Komoditas ekspor bernilai jual tinggi ini pernah jadi primadona sebelum akhirnya tidak diterima lagi di negeri tirai bambu karena ulah orang yang bermain culas dalam berbisnis. Di g - maps saya lihat dari Haurgeulis mesti keluar ke arah kecamatan Patrol di lintasan jalan negara Pantura. Berarti saya napak tilas jalan pantura. Patrol adalah salah satu daerah penyangga ekonomi Jawa Barat sebagai penghasil bawang merah, ber...

Travel Lebih Praktis

Agustus lalu tak jadi naik travel ini lantaran sopir ga balas wa saya. Daripada ga jelas, saya dan istri langsung ke Damri pesan tiket dan menghubungi anak untuk memesankan tiket kereta Gambir -- Cirebon. Hari ini saya dan istri jadi juga naik travel ini hasil mendatangi langsung ke agennya di Telukbetung. Naik travel lebih saya pilih karena lebih praktis, door to door . Tidak transit dan ganti moda transportasi penyambung baru sampai alamat. Dan, asyik lagi lebih banyak yang dilihat saat ikut menjelajahi area-area penjemputan. Ini tadi sampai Hanura segala. Macet karena jalan sedang dicor beton ( rigid pavement ). Setelah muter-muter ke Wayhalim dan Hanura, akhirnya travel berangkat dari kantor agen pukul 16:46 WIB dan masuk tol gate Lematang pukul 17:44. Setelah lewat magrib masuk rest area untuk tambah bahan bakar. Di dalam kota, saya perhatikan di mana-mana SPBU penuh antrean mobil, motor apalagi truk. Beberapa kali menempuh perjalanan Lampung Depok dan sebaliknya, kami juga l...

Hantu Megatrust

Aduh, Byung ... kirain kemarin terakhir beberes menyingkirkan debu vulkanik dengan menyentorkan air pakai selang ke lantai teras, pagar, dan kursi. Rupanya Gunung Anak Krakatau masih erupsi Selasa pagi. Dengan begitu pagi tadi terasa masih ada debu di pagar, lantai, dan kursi teras. Mau gak-mau disetor lagi. Akhirnya, Rabu pagi ini tadi masih harus kembali menyentorkan air. Menggiring debu agar terbuang ke selokan depan rumah. Menyentor jalan juga agar debu hanyut ke selokan dan tidak bakalan diterbangkan angin ke teras. Kalau cuma teras yang disentor jalan tidak, nanti debu vulkanik yang di jalan diterbangkan angin ke teras juga ujungnya. Penampakan awan di langit  Anak-anak sekolah belajar daring dari rumah, mahasiswa juga begitu. Di Daerah Khusus Jakarta (DKJ) –sebenarnya masih DKI Jakarta karena masih jadi ibu kota– sebagian kantor pemerintah dan swasta memberlakukan kebijakan pegawainya bekerja dari rumah alias work from home . Jadi tidak ada libur untuk kegiatan belajar m...

Tehawol

“Tehawol.” Begitu terbaca di status WA kerabat. Saya mafhum maksudnya. Pasti dia kecapekan membersihkan debu vulkanik pasca-erupsinya Gunung Anak Krakatau yang dikirimkan angin ke mana-mana. “Ya, susah kalau mau menyalahkan angin,” kata Prabowo menanggapi argumen Anies Baswedan perihal polusi udara saat debat kandidat presiden. Ya, “angin tidak punya KTP,” kata netizen. Karena itu, bisa dikatakan angin nomaden, berpindah-pindah arah ke mana hendak bertiup. “Angin tidak punya paspor,” sahut yang lain. Karena itu, leluasa saja angin masuk negara jiran tetangga membawa jerebu dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang bikin tetangga kuesel bianget . Langit belum biru benar  Tidak keliru ungkapan “angin tidak punya KTP atau paspor” dan bebas bergerak ke mana pun karena angin bergerak atas kendali Allah SWT sebagai bukti kebesaran-Nya. Firman-Nya, “Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan membentangkannya di langit menurut yang Dia kehen...

"Jalan Demokrasi"

Satu hajat pemilihan calon ketua RT dihelat tadi malam. Ini RT terakhir dan salah satu dari dua pemilihan calon ketua RT di Blok P. Dari empat RT di Blok P, dua melalui mekanisme aklamasi dan dua dengan pemilihan. Karena ketua RT lama sudah lebih dari dua periode, dan ada dua calon yang mau mengikuti alur pemilihan, maka ketua RT lama membuka “jalan demokrasi” bagi mereka untuk bertarung memperebutkan suara warga RT 011 pada pemilihan calon ketua RT. Yang bertarung dua orang, Ibu dan Bapak. Yang menang si Bapak dengan perolehan suara 42 sedangkan si Ibu mendapat 17 suara. Si Ibu itu pernah bertarung lima tahun lalu melawan calon incumbent dan dimenangkan incumbent . Artinya, pernah bertarung dan pernah kalah. Kini maju lagi dan kalah lagi. “Dulu saya kalah dan sekarang ‘Alhamdulillah’ kalah lagi,” ujarnya dalam kata sambutan menyampaikan kesan dan pesan atas pesta demokrasi yang baru saja dilaksanakan. "jalan demokrasi" pemilihan calon ketua RT  Begitulah semestinya demokr...