Perjalanan ‘safari ramadan’ hari ini, saya salat Zuhur di masjid Al-Hijri, Jl. Pramuka, Rajabasa. Setelah dibagusi setahun lalu, kubah masjid dan tampilan dinding muka yang menghadap jalan, tampak cantik full keramik dengan ornamen kembang-kembang berwarna hijau. Baru sekali ini saya masuk masjid ini. Di bagian dalam ada ruang istirahat jemaah, tapi tetap diberlakukan larangan merokok di lingkungan masjid. Sejatinya memang begitu. Jangankan di dalam masjid, di lingkungan luarnya pun mestinya tidak boleh merokok. Bukankah sungguh tidak etis, masjid dinarasikan sebagai Rumah Allah, tapi merokok di situ. Masjid Al-Hijri dipotret dari jalan Pramuka Lahan tempat masjid ini dibangun adalah wakaf dari keluarga almarhum Hi. Ahmad Effendy Gelar Tuan Sinar bin Hi. Syahri St. Temanggung. Dihibahkan atas nama keluarga oleh Toni Effendy pada 7 Oktober 2020. Kendati begitu, nama masjid tidak mengabadikan nama orang yang berwakaf, tapi nama Surah di Al-Quran. Al-Hijr secara harfiah berart...
Jika kemarin ‘safari ramadan’ saya menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri, maka hari ini, perjalanan safari saya, dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini bersua kata kembar ‘hikmah’ pada kedua masjid di atas. Maka, inilah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumberejo Ada memang nama yang disematkan pada masjid diambilkan dari nama tokoh yang membangunnya. Misalnya, masjid raya Al-Bakrie di Lampung yang diambil dari nama Ahmad Bakrie, orang tua dari Aburizal Bakrie, mantan ketua KADIN dan menteri di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2004–2014. Itu ...