Langsung ke konten utama

Postingan

Adaptor

Lah, kenapa pula charger hp ini jadi lemot. Sejak kemarin saat dicas terasa jadi lama penuhnya. Biasanya begitu dicolokkan, langsung mabur berjalan kencang sekali dan cepat penuh. Lain soal kalau ngecasnya di mobil atau di kereta memang lemot karena sistem kelistrikan di rumah dan di kendaraan berbeda. Kendati lemot ngecas     di kendaraan cukup membantu (darurat lowbat ). Bayangkan, berkendara di masa lalu, belum ada fasilitas ngecas hp. Atau di masa kini pun, pada kendaraan, tapi yang tidak/belum menyediakan terminal tempat nyolok adaptor, ya, sami mawon . Beberapa armada bus buatan karoseri modern sudah menyediakan tempat colokan cas hp, diletakkan di belakang sandaran kursi atau di atas kepala dekat dengan pengaturan suhu AC. Praktis dan fungsional. Pada layar hp saya baca peringatan, "Periksa apakah adaptor daya dan kabel tersambung dengan benar." Perasaan cas hp saya baik-baik saja deh. Terus yang jadi masalahnya apa dong ,  kok  tiba-tiba jadi beg...
Postingan terbaru

Doa Siapa dan Keberapa

Setidaknya malam ini, di masa injury time , e-mail denmas Sosiawan Leak akan diserbu pengirim puisi MBG (Makan Bergizi Gendam) yang nama-nama mereka sudah terdaftar sebagai kontributor antologi puisi MBG, tetapi belum mengirimkan karya puisinya. Saya sudah mengirim naskah puisi pada 8 April. Ada 5 judul puisi yang saya kirim, tentu berharap ada salah satu atau salah dua yang lolos kurasi dan katut dalam buku antologi puisi menolak korupsi (PMK) sebagai wujud sikap batin membenci tindakan bejat korupsi. Ilustrasi | gambar by: pinterest Bersama dengan hari yang di pagi sempat panas lalu kemudian di siang disaput mendung dan magrib tadi hujan ricih-ricih, ada lagi datang info tentang even menulis puisi dari beberapa komunitas. Takkan henti, jadinya, kepala ini (melamun) menjaring metafora. Dan, info itu langsung saya teruskan kepada teman. Kami berdua memang selalu saling menukarkan info, saling support , dan saling doakan untuk senantiasa sehat dan kreatif. Sejauh ini, semua even...

Pojok Baca Digital

Saya ke Samsat buat bayar pajak kendaraan bermotor 'kesayangan' yang kemarin saya servis dan cuci steam. Cek fisik tentu memakan waktu. Karena itu, saya bawa buku buat baca-baca mengisi waktu menunggu saat nama saya dipanggil kasir Bank Lampung. Ternyata di ruang pembayaran pajak ada pocadi milik Perpusnas. Pocadi (pojok baca digital) di ruang pembayaran pajak kendaraan bermotor, ini bernama Taman Kemala. Dan, saya baca seksama tulisan pada  stand banner , “Pocadi merupakan fasilitas pojok baca yang ditempatkan di pusat keramaian atau titik kumpul masyarakat sebagai upaya memberikan kemudahan akses informasi. Bilik pocadi di ruang pembayaran Samsat  Pojok baca digital ini difasilitasi oleh Perpustakaan Nasional (perpusnas). Ada dua rak buku (yang tidak penuh sesak oleh buku) pada bilik pocadi di ruang pembayaran samsat ini. Buku yang dipajang di rak terdiri dari beragam topik. Pengetahuan umum dan sastra. Ada beberapa buku karya Putut EA terpajang. Membawa buku ke mana-m...

Si 'Kesayangan'

Si 'kesayangan' ini agak telat diservis ulang. Puasa serta kesibukan lain jadi penggerus waktu membawanya ke bengkel. Padahal, tak jauh amat dari rumah. Ini karena berhubung besok mau cek fisik, bayar pajak kemudian ganti plat, hari ini dibawa ke bengkel dan dicuci steam lebih dahulu. Perjalanan terjauh dia ini sudah sampai ke Malang. Tunggangan anak kala SMANDA, diboyong ke Solo jadi tunggangannya kala di UNS lalu diboyong lagi hijrah ke Surabaya saat kerja dan dibawanya jalan-jalan ke Malang bersama kawan-kawan kantornya. Si 'kesayangan' masuk bengkel  Karena indekos dan kantornya hanya berjarak tak sampai satu kilometer, ia lebih sering berjalan kaki dari rumah indekos ke kantor. Merasa ndak begitu perlu motor, akhirnya ia paketkan ke Lampung saat hendak sekalian cek fisik dan membayarkan pajak.

Lamban Kuning

Tidak kerap melewati jalan ini, hanya bila armada yang kami tumpangi akan masuk pintu tol mesti lewat depan lamban gedung kuning ini. Itu waktu hendak menuju ke arah Bakauheni. Begitupun sebaliknya, saat mengarah pulang, lewat jalan di sisi sebelahnya. Tadi pagi-pagi sekali, saya bonceng istri menuju lamban gedung kuning yang jadi melting pot keberangkatan mereka jalan-jalan ke Dieng, Jogja, dan Solo. Santai melalui jalan Soekarno-Hatta (bypass) yang karena masih pagi belum terlalu ramai apalagi macet. Lamban Gedung Kuning kerajaan Sekala Berak Badanku yang habis 'digempur' tipes berangsur sehat. Makan tidak lagi dengan bubur, tapi sudah dengan nasi yang dimasak-lembutkan. Dibanyakkan air saat ngaron -nya lalu dikukus lagi di langseng selama seperempat jam baru dipindahkan ke dalam magic com . Setelah Tour Sumatera dan Tour Lombok, kini mereka Tour Dieng. Pada dua tour sebelumnya, ada beberapa bapak yang mendampingi. Kali ini semuanya ibu-ibu. Sepertinya para pensiunan. Sebab...

Taman Mungil Depan Rumah

Tiga pot bunga wijayakusuma memekarkan 13 kuncup kembang tadi malam. Pot pertama (pot gantung) memekarkan 5 kuncup kembang, pot kedua (yang diikat di batang pohon kelengkeng, memekarkan 7 kuncup kembang, dan pada pot ketiga (juga pot yang digantung) memekarkan hanya satu kuncup kembang. Saya keluar pintu pada pukul 21:25, kuncup kembang sudah bermekaran. Tetapi, mekarnya belum merekah sempurna. Saat hendak subuh ke masjid pukul 04:40, saya melihat bunga wijayakusuma sudah memekarkan kembangnya dengan sempurna. Semerbak bau wangi terhidu oleh hidungku. Oi, baunya sedap juga, rupanya. Puncak perjalanan dari kuncup menjadi mekar  Ini peristiwa berkembang untuk kali kedua. Sebelum ini, bertepatan dengan Valentine's Day Februari lalu, bunga wiku (wijayakusuma) ini memekarkan kembang untuk kali pertamanya. Saat itu tidak banyak, hanya 5 kuncup kembang yang mekar. Tapi, tetap saja menghadirkan pengalaman baru di teras rumah minimalis kami. Selama ini pot gantung berisi tanaman meram...

Mandi Matahari

Mumpung sorot matahari terik menyengat, saya gotong kursi teras ke jalan di depan rumah, duduk berjemur. Perlahan hangat meningkat jadi panas, saya rasa punggung bagaikan disetrika. Balik badan, menghadap ke arah sorot matahari, bagian dada yang menghangat. Berjemur banyak manfaatnya, tetapi tidak sedikit  lho orang yang tak menyukai, justru menghindar dari sengat matahari. Sambil berjemur, saya merancang kira-kira hendak ke masjid mana saya 'safari jumat' hari ini. Badan sih sudah berangsur pulih. Namun, daya dorong tenaga masih agak kekurangan karena dibatasi pantangan. Hanya mengandalkan telur rebus, ikan pepes serta tahu rebus sebagai sumber nutrisi saya selama sakit ini. Daging tidak diperbolehkan oleh dokter, kecuali digiling halus, boleh. Malnutrisi jadinya dong deh .... Buah dan sayuran juga disuruh setop dahulu selama pemulihan dinding usus dari serangan virus pemicu sakit tipes. Padahal, buah dan sayuran sumber serat yang dibutuhkan tubuh bagi sehatnya metabolisme.