Jiah, bunga Wijayakusuma di pot gantung ini akhirnya mekar menampakkan kembang putih berseri. Waktu mekarnya kembang yang juga memiliki nama pendek wiku (akronim dari wijayakusuma) ini adalah tengah malam, entah pukul berapa. Mesti ditunggu. Banyak video beredar menampakkan detik-detik proses mekarnya kembang wiku. Dalam hati, saya membatin, alangkah telaten orang mengisi waktu menunggu mekarnya kembang dengan memposisikan kamera ponsel ke arah putik kembang yang akan mekar. Bunga Wijayakusuma mekar tadi malam Yang sudah ditanam di pot gantung ada dua, satu pot diikatkan di pohon kelengkeng, dan satu pot masih di tanah belum dibelikan pot gantungnya, semacam masih dikarantina. Nanti kalau sudah di pot gantung semua dan berkembang bareng, tak terbayang indahnya. Juga, seumpama kembangnya gak melulu putih, misalkan berwarna-warni, tentu meriah sekali. Tapi, karena kembangnya cuma putih itulah, maka namanya Bunga Wijayakusuma. Saya kirim fotonya ke kawan, ia menyangka buah naga, keti...
Pekan lalu, sedianya saya berniat safari jumat di masjid perumahan Springhill, tapi agak sungkan karena ini perumahan elit, di gerbang mesti melewati portal yang dijaga sekuriti. Sebenarnya tidak apa-apa, dengan dress code baju koko dan di kepala bertengger kopiah, mereka sudah mafhum bahwa masuk ke sana tujuannnya hendak ke masjid yang ada di dalam, tentu dibolehkan. Akhirnya saya mutar-mutar tak tentu arah tujuan hendak ke masjid mana, lalu berlabuh di masjid Al-Istiqomah Gang Bayur. Nah, demi “membayar kekalahan” pekan lalu, tadi saya langsung saja masuk kea rah Springhill. Melewati portal, sekuriti mengarahkan pandang matanya ke pelat nomor polisi motor. Barangkali sudah SOP bagi yang bukan penghuni mesti begitu bila masuk. Interior masjid Entahlah, apakah dicatat atau tidak. Karena sudah pernah dahulu salat Zuhur di masjid itu saat menghadiri undangan aqiqah cucu sohib istri, maka saya masih ingat arah jalan yang mesti dilewati menuju masjid. Tak tersasar ke mana-mana karena ...