Setelah gagal menyambanginya selumbari karena diganggu hujan, akhirnya tadi malam berdua istri ke sini habis magrib. Kaget juga melihat pengunjung yang duduk menunggu pesanan terhidang di meja. Tidak semua kebagian meja. Ada yang duduk di teras ruko tempat warung tenda ini membuka lapak. Saya dan istri menunggu mereka yang sedang merampungkan makan malam yang nikmat suap demi suap. Menunggu menu terhidang Ya, Sop Iqbal, nama kuliner di Jalan Kartini, Kota Tapis Berseri, ini menyebut identitasnya. Tidak berapa lama saya dan istri berdiri, bapak yang rampung makan menyerahkan meja mereka kepada kami, "Sini, Bu," katanya. Saya dan istri duduk, satu per satu piring nasi di antar ke hadapan orang-orang yang sudah duluan duduk di meja dan teras ruko, hingga akhirnya sampai juga giliran kami. Saya ceklak ceklik membidikkan kamera. Tentu bukan hanya saya saja yang butuh foto rekaman kenangan menikmati kuliner ini, melainkan beberapa orang lain pun menjepretkan kamera hp sebelum ma...
Ini kopi gerobak yang sudah saya ceritakan di postingan blog pada 28 Maret berjudul " Kopi Ngingi " karena memang yang mereka jual adalah kopi dingin ( ngingi, bhs. Lampung). Kopi plus es. Tadi malam ketika saya ke Kemiling (atas) mencari obat di apotek, saya lihat kerumunan orang antre di depan gerobak hendak membeli kopi yang sedang kekinian ini. Menonton dua orang peracik di dalam. Kopi gerobak di Jl. Teuku Cik Ditiro, Kemiling Sebuah antusiasme jadi pemandangan menggelikan. Memang demikianlah agaknya, di Tanoh Lada , Tapis Berseri , dan Sang Bumi Ruwa Jurai , ini sesuatu yang baru selalu menarik perhatian. Namanya juga 'baru.' Setiap ada kafe baru, diserbu pengunjung kendati hanya untuk mencoba atau menjadikannya tempat ngonten untuk diunggah di media sosial facebook, IG, Threads atau TikTok. Memvalidasi status sosial. Antusiasme warga pengin mencoba Saya perhatikan di Pasar Pucang, Surabaya, kopi gerobak NESCAFE ini tidak begitu ramai pembeli. Biasa s...