Langsung ke konten utama

Postingan

Sisa Kenangan

Ada sisa hujan di matanya. Tetiba terpikir nulis puisi di perjalanan pulang dari Depok kemarin. Pikiran ini berkelebat seperti bayangan tubuh para penglaju KRL commuter line yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju super cepat, itu di stasiun Bekasi Timur. Tadi sebelum subuh, selagi tahajud, tetiba hujan deras turun. Pagi ini ada sisa hujan di jalan depan rumah, menguatkan pikiran tentang jejak langkah para penglaju subuh berjamaah di masjid. Namun, karena aspal mulus dan derasnya sapuan air, jejak itu hilang. Ini Sego Tempong lauk ikan Nila goreng  Sisa hujan, bayangan tubuh, dan jejak langkah, adalah frasa yang menarasikan kehilangan. Orang tua yang kehilangan anak, anak yang kehilangan ibu, suami yang kehilangan belahan jiwa. Itu semua berkelebat di pikiran saya ketika melewati stasiun Cisauk, Tangerang, Banten. Selepas stasiun Cisauk, kendaraan yang kami tumpangi melaju di jalan arteri Serpong terus keluar Bitung dan sesampainya di Cikupa, hujan menyambut. Kendaraan t...
Postingan terbaru

Jalan Pulang

Selesai sudah perjalanan ke Depok untuk kondangan di Bekasi. Pagi ini dalam perjalanan pulang kembali ke rumah di Bandar Lampung. Sempat menjalani ritus 'safari jumat' di masjid An-Nahl Tanah Baru, Beji, Depok. Moda transportasi travel kami pilih dengan pertimbangan bisa door to door , jemput di rumah dan antar ke alamat tujuan. Ini sebagai uji coba alternatif lain di luar kebiasaan yang selama ini kami gunakan, yaitu bus. Ini peta perjalanan dari Depok yang disetel 8 jam, habis pas di titik ini pukul 18:12 WIB. Dengan kenyamanan yang tidak jauh berbeda dengan bus milik BUMN yang biasa digunakan, ongkos yang dikeluarkan, akan tetapi, lumayan lebih irit menggunakan travel. Nilai plus yang didapat yaitu antar jemput door to door . Lebih worth it lagi karena tiket bisa dipesan via aplikasi. Hanya duduk manis sambil seruput kopi pelan-pelan, jari bermain-main membuka aplikasi, pencet apa yang mesti diselesaikan, selesai setelah tiket digital muncul di hp . Entah berangkat dar...

Situ Brigif

Minggu pagi, mengisi waktu senyampang masih di Depok, jalan pagi mengelilingi waduk (Situ Brigif) di Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Waduk ini merupakan RLS (Ruang Limpah Sungai) yang disebut dengan program 942 oleh pemerintah DKI, bangun tahun 2023.  Ramai juga pengunjungnya, datang dari mana-mana, ada yang sekadar jalan dan ada yang senam. Tempat parkir penuh kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Penjual makanan juga banyak, ada nasi pecel, dimsum, kukus-kukusan, dan tentu saja gorengan. Waduk Brigif | foto: Aldi Geri Lumban Tobing (beritajakarta.id) | Demikian pula minuman, beraneka ragam rupa dan rasa. Kelapa muda, serba es, jus, bahkan jamu juga ada. Tuntas mengelilingi waduk, kami makan lontong pecel dan gorengan serta telur rebus. Komplit, sudah ada sayur, protein, dan karbohidrat dari lontong pengganti nasi. Seluas itulah area Situ Brigif, agak lumayan berkeringat tadi pagi saat mengelilinginya  Luas situ ini awalnya 10,24 hektar dan diperk...

Ke Bekasi Juga

Puncak tujuan perjalanan dari Lampung ke Depok adalah kondangan ke Santika Premiere Hotel, Harapan Indah, Kota Bekasi. Dahulu, sebelum ada jalan tol Jakarta-Cikampek, Kota Bekasi ini dilalui saat perjalanan mudik atau balik, itu pun ketika jadi penumpang moda transportasi umum. Dari ketinggian Depok, perjalanan menurun menuju Jakarta Selatan lalu mengarah ke Jakarta Timur dan berakhir di Kota Bekasi. Pantas saja jika di Bogor dan Depok hujan cukup deras niscaya Jakarta akan mendapat kiriman banjir karena topografi daerahnya lebih rendah. Bekasi pun acap banjir jika kali Bekasi meluap. Suasana antrean di meja prasmanan  Luapan kali Bekasi akibat menerima debit air tinggi dari hulu Cileungsi. Jadi, secara umum bukan hanya Jakarta saja yang sering terendam banjir, melainkan juga Bekasi. Daerah yang sering kebanjiran di Bekasi adalah Gang Mawar, Kampung Lengkak, Kampung Lebak (Teluk Pucung), dan kawasan Pondok Gede.  Kondangan adalah medium tempat bertemunya perasaan suka cita ant...

Jumatan Kedua

Perjalanan dari Lampung ke Depok Kamis malam dan nyampe Jumat pagi, membuat saya menjalani 'safari jumat' di masjid An-Nahl Ar-Royyan Tanah Baru, Depok. Sejak kali pertama salat jumatan di masjid ini (31/10/2025), kemarin saya ulangi lagi untuk kali kedua. Dari yang pertama dulu, saya lihat perubahan makin membuat masjid ini tampak tambah keren. Progres mempercantik penampilannya terkesan ada kemajuan signifikan kendati tentu seiring kecukupan dana yang tersedia hasil dari donasi jemaah salat hari Jumat. Takmir masjid An-Nahl baca pengumuman  Yang menarik lantainya bukanlah granit licin mengkilap, melainkan marmer biasa yang tidak licin dengan ukuran 60x60 Cm. terdiri dari dua corak. Satu corak berwarna abu-abu dan satu corak lainnya berwarna putih tulang atau dengan penyebutan lain broken white . Dengan corak seperti itu, terlihat ruang salat atau shaf jemaah jadi jelas. Satu baris berwarna abu-abu dan satu baris berikutnya berwarna broken white . Begitu seterusnya, ditata ...

Kabar Suka dan Duka

Setelah tadi malam dapat kejutan oleh hasil kurasi antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema "MBGendam" yang ditaja Sosiawan Leak. Sore ini mendapat kejutan lainnya, saya lolos kurasi antologi bertema "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan" dari Kindai Seni Banjarmasin melalui akun facebook -nya. Lolos kurasi di dua even ini, hati saya dialiri bauran perasaan menyenangkan. Ada irisan antara MBGendam dan Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan, yaitu sama-sama bertema anti-korupsi. Puisi yang senapas seperti ini sekilas tidak begitu susah mengarangnya. Setelah even yang pertama, "MBGendam" selesai, masih ada sisa-sisa spirit mengarang puisi untuk even kedua, "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-akalan". Jadi, langsung saya merangkainya. Salah satu lembar lampiran pengumuman hasil kurasi "Antologi Kindai 2026" Untuk "MBGendam" saya kirim 5 puisi via e - mail , belum karuan berapa puisi yang bakal mas...

MBGendam untuk PMK

Kring , kring , kring .. masuk notifikasi pesan WhatsApp dari seorang teman penyair di Banjarmasin. Ia meneruskan pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema MBGendam (Makan Bergizi Gendam). Dari 236 pengirim, yang lolos kurasi sebanyak 204 penyair dari seluruh Nusantara. Pesan WhatsApp  tersebut masuk sekira pukul 21:54, saat saya dan istri sedang dalam perjalanan menuju Depok, Jawa Barat. Teman penyair Banjarmasin, ini mengucapkan selamat untuk puisi saya yang lolos kurasi. Sayangnya, ia tidak ikut mengirim puisi untuk antologi PMK ini. Waduhh,  nggak satu buku deh kita. Ikon flyer MBGendam | facebook Sosiawan Leak | Alasannya ia tidak menyiapkan puisi, entah kenapa musabab lainnya, tak ia jelaskan secara spesifik. Saya sendiri mengirim sebanyak lima judul puisi. Setelah pengumuman hasil kurasi ini keluar, baru jelas siapa saja kurator puisi PMK. Mereka adalah Acep Zamzam Noor, Prof. Achmad Taufik, dan Dr. Sahadewa. Kang Acep Zamzam No...