Hanya dalam rentang waktu 10 hari dari kami membesuk (Rabu 6 Mei), kemarin (Sabtu, 15 Mei) ia berpulang. Seperti yang saya tulis di blog ini 6 Mei di bawah judul "Si Darah Manis" pada waktu kami besuk itu, ia masih mengeluarkan joke - joke segar dalam bercanda. Ia memang humoris. Bukan sembarangan bercanda apalagi bualan kopong alias tak ada isinya, melainkan nasihat yang dikerubungi jubah canda. “ Di saat sakit begini baru terasa, kita ini sendiri. Dirawat di RS bila tak ada yang menunggui, terasa betul betapa sepinya hidup ini, nangis dalam hati. ” Setelah jenazah Pak Syukur disalatkan Saya renungkan apa yang ia katakan. Betul sekali, tak keliru. “Maka, penting bagi kita untuk menyayangi istri. Saat dirawat di RS begini, dijagain istri adalah 'surga dunia' bagi kita,” lanjutnya dengan wajah serius, tak terlihat canda di balik kata-katanya. Pukul 13:05 ia dipanggil pulang oleh Sang Khalik Pemilik Kehidupan. Kabar pun menyebar di grup WhatsApp. Jiran tetangga...
Bah , baru tiga hari panas sudah datang pula hujan pagi ini. Kupikir sudah hendak serius masuk musim kemarau yang menurut BMKG bakal panjang dan kering. Terdengar mengerikan sekali. Di bawah guyuran hujan yang tak deras dan belum pasti kapan hendak reda, sepertinya enak bila balik lagi ke dalam kemul . Tapi, kopi masih ada setengah cangkir, seruput ah... pelan-pelan, dinikmati gitu . Masjid Istiqomah Jl. Mangkubumi (Pension) Sambil nyeruput kopi, jari bermain-main di tuts keyboard gawai mengetik bahan blog ini. Hendak nulis apa? Biasa, cerita tentang 'safari jumat' yang saya jalani kemarin. Sebuah upaya tuk istiqamah. Saya kok tertarik salat Jumat di masjid Al-Mahya yang ada di area Gedung Balai Krakatau Jl. Imam Bonjol, mampirlah ke sana kemarin jelang masuk waktu jumatan. Loh , kok sepi, tetapi. What is it ? Saya teruskan perjalanan ke bawah menuju arah Gedong Air. Maksud hendak ke masjid At-thoriq sepertinya tidak bakal terkejar waktu untuk salat Dhuha. Saya putuskan ...