Warga Dusun Gelimbung, Desa Bandar Agung, Lampung Timur sempat viral gak mau bayar pajak kendaraan bermotor. Apa yang mereka lakukan, ada benarnya, tapi ada salahnya. Benar dari sisi kompaknya, tapi salah dari sisi ketaatan. Kompak dalam hal kebaikan, itu inspiratif. Kompak dalam hal tidak mau bayar pajak, itu kontradiktif juga negatif. Mengapa warga Lampung Timur sampai gak mau bayar pajak dan dilakukan secara kompak? Tentu ada sebab dan alasan yang masuk akal. Warga kecewa di daerahnya jalan rusak parah. Bukankah pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dibiayai oleh APBN dan pajak yang dipungut dari rakyat, salah satu sumbernya. Gunanya untuk kesejahteraan rakyat. Barisan orang-orang bijak Dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan lain-lain, acapklali terjadi mark up anggaran yang dipicu oleh hasrat untuk melakukan korupsi. Korupsi terhadap pajak yang dibayar rakyat, itu yang kemudian menjadi bandul mendorong munculnya fenomena kompaknya masyarakat dengan a...
Kaget benar kemarin lewat jalan Sultan Agung, warung pecel lele Mbak Mar terlihat tutup dan banner di depannya sudah tidak ada lagi alias sudah dicopot. Di depan warung itulah titik turun kami setiap naik bus DAMRI dari Gambir. Kami (saya berdua istri) mampir makan dulu baru kemudian lanjut pulang ke rumah di BKP. Sampai di rumah tinggal mandi dan istirahat. Gak mikirin keluar lagi untuk mencari makan. Artinya, betapa strategis warung pecel lele Mbak Mar di situ. Pengunjung kendati tidak sampai antre, tapi tidak pula sepi-sepi amat. Datang dan pergi silih berganti, sikit - sikit jadi banyak dari pagi hingga malam. Filosofi rezeki mengalir seperti air yang tenang, bukan seperti banjir bandang yang memporak-porandakan, kemudian hancur lebur dan lenyap tersapu air bah yang dahsyat. Ruko bekas warung pecel lele Mbak Mar Ada kan kafe, resto atau sekelas warung yang waktu grand opening cetar menggelar dengan seremoni yang ngebom dorrr . Namun, seiring berjalannya waktu hidu...