Setelah menunggu penuh debar dari 15 September lalu saat diumumkankannya 10 puisi nomine dan 60 puisi pilihan, kemarin diumumkan 1 puisi pemenang utama, 9 puisi nomine, dan 60 puisi pilihan “Penghargaan Sastra Udo Z Karzi (Pengahut Sastra Jak Udo Z Karzi 2026)” melalui situs labrak.co yang dibagikan di facebook Udo Z Karzi. Puisi yang ditetapkan sebagai pemenang adalah “Air Tarung: Suoh, 1933—Ketika Sebuah Kampung Hilang dari Peta”. Membaca dengan cermat pengantar pengumuman hasil penjurian yang Udo Z Karzi tulis di labrak.co tentang 70 puisi yang diperas dari 116 karya yang masuk, sangat menarik dan melecut rasa penasaran saya untuk segera membacanya satu-satu. Menurut hemat saya, agak sayang rasanya, hasil penjurian "Penghargaan Sastra Udo Z Karzi (Pengahut Sastra Jak Udo Z Karzi 2026)" ini tidak diterbitkan dalam bentuk buku cetak, tetapi hanya dalam bentuk buku digital. Ilustrasi | sumber gambar: labrak.co | Padahal, isinya tentang toponimi Lampung Barat yang sarat...
Mengulang yang pernah terjadi, ke arah Pesawaran lagi saya 'safari jumat' hari ini. Yang saya tuju kali ini Masjid Jami' Nurul Hidayah desa Kurungan Nyawa, agak terus sedikit dari masjid Baitul Amanah di desa Margorejo, Kurungan Nyawa, tempat saya 'safari jumat' 19 Maret 2026 silam. Nurul Hidayah ini halaman tempat parkir kendaraan luas. Masuk ke dalam, bentuk bangunannya tidak persegi empat atau persegi panjang, ada sudut yang miring sehingga membuat bangunan masjid seperti agak penceng . Musababnya karena mengikuti bentuk lahan yang mepet dengan bangunan rumah warga. Di samping kanan merupakan kebun warga yang luas, tapi yang bagian masjid sebatas bangunan saja. Interior Masjid Jami Nurul Hidayah Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran Masjid ini dua lantai. Tangga untuk naik ke lantai atas berada di luar, bukan di dalam masjid seperti kebanyakan masjid atau sebagaimana lazimnya. AC yang terpasang di dinding empat, selebihnya untuk membuat suhu udara jadi sejuk terse...