Postingan kemarin tentang mitos dan fakta. Hari ini kembali saya menulis tentang mitos juga. Pagi tadi dua keluarga pulang lebih dulu. Mbak Sas ke Lampung dan mbak Yul ke Mojokerto. Saya dan istri sementara tinggal dulu. Ada mitos bahwa tidak baik semua berangkat pergi bersamaan. Dan, yang namanya mitos, legenda, dan cerita rakyat terserap oleh ingatan masa kecil atau masa kanak-kanak saya. Atau barangkali oleh sebagian orang lainnya --kalau pun tidak mau dikatakan oleh banyak individu. Kedua mbak yang berangkat pulang tadi pagi, menurut bahasa orang Jawa, yang satu lungo ngetan dan satu lagi lungo ngulon (satu menuju arah timur dan satu lainnya mengarah ke barat). Hampir setiap habis mudik, di hari keluarga mbak yang pulang ke arah barat memutuskan berangkat, keluarga mbak yang ke timur pun ikut-ikutan pamit. Bisa dikatakan tidak pernah bertahan dulu barang sehari baru kemudian pergi. Saya (terutama) dan istri yang akhirnya memutuskan untuk tinggal dulu barang semalam. M...
Hujan sedari subuh melambatkan ritme hidup orang yang punya rutinitas ke kantor, sekolah dan sebagian kecil liburan ke luar kota. Untuk yang terakhir ini khusus bagi mereka yang sudah purna tugas, seperti halnya istri saya yang sudah dua tahun ini pensiun. Ada orang memercayai mitos bahwa, hujan di hari Jumat akan menjadi pertanda bakal hujan terus menerus di esok hari hingga selanjutnya. Percaya tidak percaya. Faktanya, hujan sedari subuh pada Jumat (30/10) pekan lalu, membuat hujan sedari subuh hari ini. Menangkap debur ombak dengan kamera Kami yang lagi liburan di Pacitan agak bingung hendak ke mana sesudah sarapan pagi yang tertunda tadi. Karena hujan akhirnya baru bisa keluar cari sarapan pukul 09:30, lalu cuma bisa ke pantai Pancer Dorr sebagai penyelesaian atas kebingungan yang melanda. Sampai Pancer Dorr, hanya menemui space kuliner yang sepi. Pengunjung ada sih satu dua. Penjual ada juga sekadar jajanan dan es kelapa muda. Kios kuliner sepi karena jam buka mereka memang ...