Langsung ke konten utama

Postingan

Kangen Menyeruak

Saya mengirim igauan semacam pendapat atau saran yang saya beri judul "Insight Pagi" pada seorang kawan lamo uji wong pelembang, untuk ia baca sambil nyeruput kopi. Termasuk orang yang bukan menjadikan "bangun siang" atau "ninggi ari" uji wong pelembang lagi, sebagai sebuah budaya hidup. WA saya pukul 6 seperempat tadi langsung ia sambar macam ikan kelaparan dilempar pancing. Sepertinya memang sedang nyeruput kopi kawan lamo ini. Tapi, bukan seperti bapak kito ngopi zaman orba, sambil baca koran. Sekarang zaman milenial dan Gen Z ini, orang ngopi sambil baca komen di fb , bukan koran. sesekali mejeng di blog  Buka-buka arsip puisi yang sudah terpublikasi di beberapa media digital, saya juga dapat insight bahwa, ternyata pada sebuah media digital, ada penyair yang puisinya kerap muncul. Sedangkan diriku, sejak dimuat sekali, menahan diri untuk kembali mengirim puisi ke meja redaksi media tersebut. Kangen pun menyeruak di hati saya. Maka, dua menit lalu, 5...
Postingan terbaru

Datang dan Pergi

Kemarin pagi muncul hasil kurasi puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko yang diunggah di facebook "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok." Ini adalah suatu hal yang datang. Lalu, saya mengirim puisi untuk Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh. Ini suatu hal yang pergi. "Datang dan Pergi", begitu judul postingan hari ini. Kawan penyair di Banjarmasin rupanya tidak ikut mengirim puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko ini. Entah kenapa dan apa alasannya, ia tidak menjelaskan. Ia justru selalu menanyakan apakah hasil kurasi puisi bertema "kemanusiaan" yang ditaja Ruang Merdeka Inspira (RMI), Lingkar Sajak Jaksel, dan Puisi Peduli tuk menyambut HPN. Ilustrasi untuk 'kemanusiaan' pada Psicologos Standar | Anna Bizon/Gpoint Studio | Jika saja apa yang direncanakan tiga komunitas (RMI, LSJ, dan PP) di atas, menerbitkan buku antologi puisi "kemanusiaan" lancar proses dan progres, buku akan diluncurkan bersamaan dengan ...

Kado Puisi

Pagi tadi pas membuka facebook , grup "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok" mengunggah pengumuman kontributor puisi kado ulang tahun 75 untuk penyair senior, Mas Adri Darmadji Woko, yang akan berulang tahun pada 28 Juni 2026 mendatang. Hingga limit waktu ( deadline ) menghimpunkan puisi, terbilang ada 89 penulis puisi (pemuisi, penyair) yang mengirimkan puisi untuk selanjutnya dibungkus jadi kado terindah tuk hari spesialnya penyair sepuh  Mas Adri Darmadji Woko. Sayalah orangnya di urutan 89. Sosok penyair senior Adri Darmadji Woko  Kado puisi. Begitu narasinya. Daripada kado dalam bentuk material yang bisa musnah setelah momen ulang tahun berlalu, lebih afdal kado dalam bentuk buku. Isinya, ialah testimoni atau pendapat kawan-kawan yang berisi kenangan paling mengesankan. Kenangan mengesankan itu yang oleh kawan-kawan diungkapkan dalam bentuk tulisan bertajuk "pesan dan kesan" yang tak mesti berisi hal yang bernuansa suka cita, tetapi ada juga yang bernuansa duka l...

Tanjungkarang

Setelah batal 'safari jumat' di masjid Taqwa Tanjungkarang pada 24 April karena hujan dan saya alihkan ke masjid Al-Anshor BKP, hari ini jadi juga saya salat jumatan di Tanjungkarang, tapi bukan di masjid Taqwa, melainkan masjid Al-Iman Bambu Kuning. Lokasi dekat RM Kamang Ampera. Dahulu suka ngajak anak bojo makan di RM Kamang. Salat Jumat di masjid ini baru sekali ini. Tapi, berkali-kali salat Zuhur di sini kalau pas sedang ada perlu ke pasar Bambu Kuning, seperti mengantar istri vermak baju. Beliau agak susah cari baju yang ukurannya pas ngebody dengan tubuhnya yang 'teramat' mungil. Kota Tanjungpinang dipotret dari Holiday Inn Hotel Bukit Randu  Meskipun ketika membeli baju (tunik atau kaos) dia sudah memilih ukuran M, niscaya masih harus juga ngecilin bagian pundak dan motong lengan. Untuk body dia, yang pas memang size S, tapi amat jarang menemukan yang cocok dengan selera dia, apakah corak, model, warna yang sedang trend tentu saja. Tanjungkarang, kota yang ...

Puisi Ramadan

Pada tahun lalu (2025), Eki Thadan, pemilik penerbit metaforma internusa, menggagas penerbitan buku antologi puisi bertema Ramadan. Mengirimlah saya, cuma satu judul puisi. Lama kali menunggu, seperti tidak ada proses serta progres. Saya antara sabar menunggu dan pesimis terwujud. Yang jadi faktor sebab musababnya adalah karena Bung Eki Thadan sakit dan mesti menjalani dialysis (cuci darah) dua kali dalam seminggu. Saya maklum dan mengirimkan doa bagi kesehatannya. Di ambang hampir melupakan antologi puisi Ramadan tersebut, ternyata selesai juga layout -nya. Dibagikan pdf -nya. Buku antologi puisi Ramadan "Dalam Cahaya Ramadan" dari PERRUAS oleh 183 penulis. Oleh Bung Eki Thadan dikirimkan pdf hasil layout buku ke WhatsApp Grup yang dinamai "Antologi Sufistik" dengan anggota cuma 11 orang. Ternyata jumlah penulis yang tergabung dalam antologi ini sebanyak 22 orang. Ada penulis yang menyumbang cuma satu, ada yang dua, tiga bahkan empat puisi. Sampai akhirnya pada...

Si Darah Manis

Bapak RT satu ini aktif senam jasmani saban Minggu pagi dan senam pernapasan di sore harinya, bakda Asar. Penyintas gula darah tinggi dan diabetes, mengharuskan ia mesti rajin gerak badan. Sejak hari Sabtu lalu Pak RT ini diopname di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RS PBA), keluhannya pegal-pegal dan nyeri sendi lutut (arthralgia lutut). Rencananya pagi tadi akan disuntik di bagian lutut itu, tapi gula darahnya 200+, tak jadi disuntik. Saran dokter rawat jalan saja dulu nanti setelah keluar dari rumah sakit, dan apabila gula darahnya sudah turun, baru bisa disuntik obat. Lumayan krusial, ya, urusan gula darah tinggi itu. Sungguh serba repot jadinya. Sebelum pulang besuk, saya sempatkan memotret Perum BKP dengan latar belakang Gunung Betung di kejauhan  Apa yang menyebabkan gula darahnya tinggi, tadi saat kami besuk di kamar perawatannya, saya tanyakan hal itu. Jawabnya, karena kurang tidur. Selama dirawat di RS ia tak bisa tidur nyenyak. "Nah, kurang tidur itu bisa menaikkan t...

Sisa Kenangan

Ada sisa hujan di matanya. Tetiba terpikir nulis puisi di dalam perjalanan pulang dari Depok kemarin karena sendu. Pikiran ini berkelebat seperti bayangan tubuh para penglaju commuter line yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek super cepat itu di stasiun Bekasi Timur, menggelepar meregang nyawa. Tadi sebelum subuh, selagi salat tahajud, tiba-tiba hujan deras turun. Pagi ini ada sisa hujan di jalan depan rumah, menguatkan pikiran tentang jejak langkah para penglaju subuh berjamaah di masjid. Tetapi, karena aspal jalanan mulus dan derasnya sapuan air, jejak langkah pejuang subuh itu hilang. Ini Sego Tempong lauk ikan Nila goreng  Sisa hujan, bayangan tubuh, dan jejak langkah para pejuang subuh adalah frasa yang menarasikan rasa kehilangan. Orang tua yang kehilangan anak, anak yang kehilangan ibu, suami yang kehilangan belahan jiwa. Itu semua berkelebat dalam pikiran saya ketika melewati stasiun Cisauk, Tangerang, Banten. Selepas melewati stasiun Cisauk, kendaraan yang kami tumpangi m...