Langsung ke konten utama

Postingan

81 Penyair Bicara

Buku ini tiba kemarin saat saya bobo siang, diterima istri. Proses penerbitannya terbilang cepat dari mulai pengumpulan naskah, layout , cetak, dan didistribusikan kepada masing-masing penulis puisi bertema "81 Penyair Bicara Tentang Indonesia - Merdeka Katamu" sebagai persembahan untuk HUT ke-81 kemerdekaan RI. Mengapa bisa cepat? Karena tidak melewati proses kurasi dan tidak menunggu terbitnya ISBN (International Standard Book Number) dari Perpustakaan Nasional RI. Sebagai identitas penerbitan, buku ini menggunakan barcode QRCBN (Quick Response Code for Book Number) sebagai alternatif sulitnya mendapatkan ISBN. Buku "81 Penyair Bicara Tentang Indonesia" Program TISI untuk HUT ke-81 RI. Sesuai judul buku "81 Penyair Bicara Tentang Indonesia - Merdeka Katamu", maka penyair yang terhimpun di dalamnya sebanyak 81 orang. Sedangkan jumlah puisi ada 137. Namun, di samping 81 penyair sebagai pemeta judul buku, ada 4 penyair tamu dengan masing-masing 2 puisi. Seh...
Postingan terbaru

Bikin Was-Was Aja

Entah apa maksud tetangga yang memasang muka kusut dan berkata beras habis tak ada yang jual. Kalau saja sebelumnya keponakan tidak bercerita bahwa di Chamart Jl. Ki. Maja Wayhalim beras habis, tinggal yang kemasan 2 kg, tentu saya menganggap tetangga itu cuma guyon . Tapi, karena keponakan sudah lebih dahulu mengatakan apa yang ia lihat sendiri, omongan tetangga beras habis itu sempat bikin saya was-was. Lalu, dalam postingan kemarin saya berani mendaku bahwa itu dipicu kekhawatiran orang terhadap kemungkinan aksi massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan gedung parlemen hari ini bakal berujung chaos . Nyatanya, ketika Rabu malam saya ke toko grosir langganan, masih banyak beras teronggok. Satu karung kemasan 5 kg saya gamit pulang. Rasanya pengin saya mendatangi rumah tetangga yang memasang muka kusut Rabu pagi lantaran beras habis, di mana-mana kosong. Andai ternyata di toko grosir langganan itu memang benar beras kosong, alamat hari ini tadi kami tidak masak karena pers...

Gak Ada Beras, Lalu...

Tadi malam keponakan ke Chamart Jl. Ki. Maja, Wayhalim. Katanya, beras habis begitu juga dengan mie instan pada diborong oleh orang-orang. Siapa mereka? Orang yang terhasut isu. Memang akan ada rencana aksi di depan gedung parlemen Senayan besok. Apakah aksi massa yang akan digelar itu berpotensi chaos seperti tahun 1998? Wallahu 'alam. Aparat keamanan (polisi dan TNI) tentu siap siaga menghadapi sebesar apa pun gelombang massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang akan berunjuk rasa. Apakah aksi massa yang (akan) digelar di Jakarta mesti diikuti aksi kalap warga luar Jakarta dengan memborong sembako? Ini yang tidak saya mengerti, kok bisa. Seorang bapak (tetangga) tadi pagi terlihat kusut mukanya. Kata saya, membecandainya, "Jika masih ngantuk, tidur lagi sana." Apa jawaban yang ia lontarkan? "Bagaimana bisa tidur, beras nggak ada, hilang semua," ketusnya. "Di sana (saya sebut nama grosir langganan) nggak ada?" tanya saya. " Nggak ...

Kisah Mbak Seruni

Ada satu even menulis puisi untuk acara “Kemah Sastra” yang diadakan Magister Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM), saya tidak ambil bagian. Acara “Kemah Sastra telah berlangsung sukses pada 14–15 Agustus 2026, tetapi ada cerita tercecer di jalan menuju lokasi kemah. Dialami/diceritakan Mbak Seruni. Ini perihal hp eror, dialami seorang peserta yang menyebut identitasnya sebagai Seruni. Dia amat gembira ketika mendapat balasan melalui  e - mail bahwa puisinya lolos kurasi dan dia diundang untuk hadir di “Kemah Sastra” yang bertempat di Kledokan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Si Mbak Seruni jauh-jauh dari Solo, tapi sampai Jogja hp -nya eror. Apa daya dia tak bisa membuka google maps . Karena itu, dia tersesat dan waktunya habis di jalan, akhirnya dia putuskan pulang kembali ke Solo memanggul rasa kesal di pundaknya. Untung tak dapat dia raih. Saya sering memperhatikan kaum wanita biasa membawa hp 2 unit di genggaman. Semula saya berpikiran buat apalah sampai punya 2 hp b...

Kembang Telur

Sampai lagi kita pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kendati nama saya tercatat sebagai anggota PHBI kepengurusan takmir masjid, saya (dan anggota lainnya) tidak dibebani tugas apa pun karena PHBI hanya pemrakarsa, segala urusan dipikul oleh RT masing-masing. Membuat kembang telur, misalnya, beres di tangan ibu-ibu setiap RT. Lain halnya dengan bagian perlengkapan atau bagian pembangunan (pengembangan) masjid, mereka lebih kelihatan tugas-pokok-fungsi (tupoksi)-nya. Seperti pengadaan material, mencari tukang, dan mengawasi pekerjaan. Dari pengalaman yang sudah-sudah, dari tahun ke tahun, acara terselenggara berkat kerja kolektif semua bagian bersama ibu-ibu majlis taklim. Di dalam kepengurusan takmir masjid di mana pun, PHBI adalah motor penggerak hidupnya siar agama melalui kegiatan hari besar Islam yang diperingati. Ya, khusus hari besar Islam. Untuk kegiatan ibadah harian, bagian peribadatan yang mengampu atau memegang peranan dibantu oleh marbot jika ada. Begitulah tata kelol...

Ramu-Ramu Warteg (part 2)

Buku ini dikirim dengan ongkir sistem COD. Tiba di rumah saat saya sedang di Cirebon, sebelum berangkat saya titipkan uang pada tetangga untuk bayar ongkir agar paket tidak dikembalikan bila kurir beranggapan paket gak diterima di tujuan. Ramu-Ramu Warteg narasikan puisi tentang menu warteg, mengulik segala hal ihwal yang berkenaan dengan warung khas dua pintu itu. Warteg, dari Tegal keluar batas wilayah melompati sekat kelas sosial orang yang butuh sekadar kenyang, tak lebih. Kopi, buku Ramu-Ramu Warteg, dan roti jadoel Dari pesisir pantura (Tegal), warteg meluas melintas ke ibu kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun 2026 saya perhatikan di sudut-sudut kota Bandar Lampung ada beberapa warteg berani mengibarkan panji warung kuliner khas  baharian itu. Berani betul warteg-warteg itu, padahal, lidah ulun Lampung beken dengan selera pedas. Sambal seruit paduan cabe rawit, rampai, toping  dilan Menggala, kuliner paling favorit untuk dikunjungi kapan saja, ali...

Jalan Berhadiah

Bukan tentang hadiahnya. Jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 kemerdekaan RI yang diinisiasi Lurah Kemiling Permai, Parlindungan Pane, S.Sos. adalah tentang sebuah medium mengeratkan hubungan antara stakeholder dalam hal ini ASN kelurahan dengan warga masyarakat di lingkungan kelurahan itu. Perintilan hadiah yang disiapkan dari yang paling sederhana berupa sapu hingga yang paling worth it berupa sepeda listrik, memantik semangat warga melakoni jalan sehat dan betah menunggu kupon diundi. Namanya juga di tingkat kelurahan, hadiah yang disiapkan entah siapa sponsor pemikulnya. Peserta jalan sehat menyimak instruksi Bapak Lurah Parlindungan Pane, S.Sos  Kalau wali kota inisiatornya, bisa mengerahkan unit pelaksana tugas di dinas yang ada di Pemkot sebagai pencari sponsor. Karena itu, tak sukar bagi wali kota untuk bagi-bagi hadiah barang elektronik, bahkan umrah bagi peserta jalan sehat. Hadiah umrah itu yang paling ditunggu dan diharapkan semua peserta. Bag...