Ini sebuah fakta bahwa duit bukan segalanya. Sahdan, di sebuah wilayah rukun tetangga diadakan pemilihan ketua RT. Kebetulan kedua calon baru sebab ketua RT lama meninggal dunia bulan Mei lalu. Calon satunya (laki-laki) memang partner kerja ketua RT lama, sedangkan calon satu lagi (perempuan) merupakan warga yang belum terlalu lama tinggal di wilayah itu. Ada 35 mata pilih yang terdaftar, hadir ke TPS 34, sedangkan 1 berhalangan karena tak bisa tinggalkan pekerjaan. Pukul 10:30 WIB atau 10:30 AM pemungutan suara dinyatakan ditutup setelah satu orang yang ditunggu datang dan mencoblos tanda gambar. Penghitungan suara pun dilakukan, hasilnya 25 suara untuk calon laki-laki dan 9 suara untuk calon perempuan. Jejeran panitia berpose selesai acara Nah, letak fakta bahwa duit bukan segalanya adalah salah satu warga situ yang merupakan besti istri tadi malam ke rumah, bercerita bahwa calon perempuan melakukan “serangan fajar ” dengan menyebar pesan WhatsApp minta warga mengiri...
Waktu istri sering ikutin kajian ummahat saban Senin di masjid Ad-Du'a, saya salat Dhuha di situ. Hari ini tadi saya 'safari jumat' di situ. Agak lupa apakah sebelumnya saya pernah jumatan di situ atau baru kali ini tadi. Tapi, waktu mendengar pengumuman saldo kas dan besaran perolehan infak jumatan, sepertinya baru tadi saya jumatan di situ. Usai jumatan saya sengaja pengin mampir sejenak ke Transmart Lampung yang ada di Jalan Sultan Agung, Wayhalim. Kaget sekali gue , Bro. Lantai 1 dan 2 sudah dikosongkan, tinggal lantai dasar (bawah) yang masih diisi barang jualan berupa sepatu sandal dan pakaian. Ada juga sepeda listrik dan sepeda gowes. Gerai kopi kenangan, dan beberapa gerai makanan siap saji. Pada postingan 29 Juli 2026 berjudul "BTC, Bukan BKTC" saya bercerita tentang Bambu Kuning Trade Center (BTC) yang kiosnya banyak kosong karena ditinggalkan pemilik atau penyewa. Toilet tak lagi mengucurkan air, tak ada lagi yang jaga menarik salar orang yang buang ha...