Langsung ke konten utama

Postingan

Salah Asumsi

Hari ini tadi, saya ‘safari jumat’ di masjid An-Nur jalan Purnawirawan. Sudah dari sejak lama saya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid ini. Terdengar dari jalan Imam Bonjol sebelum belok di pertigaan menuju ke jalan Pagaralam, waktu saya melewatinya. Tetapi, asumsi saya suara lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut berasal dari masjid yang ada di perkampungan yang aksesnya masuk ke dalam jurang di bawah jalan Imam Bonjol (di bawah SD Langkapura). Rupanya bukan datang dari sana, melainkan dari masjid jalan Purnawirawan itu. Wajah masjid An-Nur difoto dari depan  Karpetnya tebal dan super lembut berhiaskan kembang-kembang, mengingatkan saya pada karpet masjid Nabawi, Madinah Almunawwaroh. Bedanya, karpet masjid Nabawi berwarna hijau sedangkan masjid An-Nur warna coklat. Akan tetapi, sama belaka enaknya jidat menempel. Udara yang sejuk semriwing bukan keluar dari AC yang terpasang di dinding seperti pada masjid kebanyakan, melainkan keluar dari plafon seperti...
Postingan terbaru

Kecermatan Konslet

Bolak-balik ditanya seorang kawan penyair yang bermukim di Banjarmasin mengenai kapan pengumuman manuskrip puisi untuk even "Hadiah Puisi K. BALI" yang diselenggarakan Ikatan Penulis Sabah, semalam saya bayar lunas padanya. Saat saya sedang menunggu pesanan ayam bakar di warung pecel lele, iseng-iseng saya buka facebook, kebetulan yang muncul pengumuman "manuskrip-manuskrip yang maju untuk penilaian seterusnya." Semua ada 23 manuskrip maju tahap selanjutnya. Pengumuman K.BALI di fb Ikatan Penulis Sabah  Langsung saya skrinsut dan mengirimkannya ke kawan penyair tersebut. Ia merasa bungah karena apa yang ia tunggu akhirnya muncul juga. Lebih bungah lagi karena manuskripnya ada di daftar. "Alhamdulillah manuskrip puisiku ada," tulisnya. Apa yang ia tulis itu terkirim di chat WA menjawab pertanyaan saya apakah ada manuskrip miliknya di daftar itu. Ia balas bertanya, apakah ada manuskrip milikku di daftar itu. Saya jawab gak ada. Semoga menang, lanjut saya...

Reuni Pensiunan

Tadi siang, kembali pensiunan guru SMPN 28 reunian di Jalan Purnawirawan Gang Swadaya. Saya ini, sebagai pendamping nyonya –yang memang dari dulu sebagai ternak teri– tentu mesti bersetia mengantarkan nyonya ke tempat pertemuan itu. Atau ke mana sajalah. Yang jadi tuan rumah kebetulan dulu pernah jadi wakasek dan ketua koperasi sekolahan pensiun lebih dahulu. Hari ini adalah bertepatan dengan ulang tahun beliau. Entah yang keberapa. Jadilah acara reuni diisi dengan doa syukur atas anugerah panjang umur, sehat dan masih bisa hadir reunian. Sesi foto-foto sebagai ritual wajib  Karena momen hari ulang tahun, suguhan makan siang begitu lengkap disediakan. Sambal seruit khas Lampung berupa sambal rampai, tempoyak, dan lalapannya. Terselip pula sambal nanas. Lauk ayam dan ikan bakar, ikan asin, tahu tempe, kuah pindang sebagai asesoris. Inilah special day itu. Waktu beliau jadi ketua koperasi, nyonya yang jadi bendaharanya. Hingga di grup pensiunan ini pun nyonya dipercaya sebagai ...

Kopi Liwa Selalu Begitu

Bertandang ke rumah Zahdi Basran, Jumat (3 Juli), saya ditawari kopi. Semula saya enggan karena kopi yang saya minum di rumah masih setengah gelas, saya tinggalkan berangkat ‘safari jumat’ yang memang sengaja meniatkan menuju masjid Nurul Iman di jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu. Sebab, nanti sepulangnya, hendak ke rumah Zahdi Basran ini. “Di rumah tadi kopi saya masih setengah gelas,” kilah saya. Langsung disambar Zahdi, “Tapi kan lain, ini kopi dari Liwa,” ujarnya seperti hendak pamer kalau di rumahnya selalu dapat kiriman kopi dari Liwa. “Ya, bolehlah, tapi jangan dikasih gula,” kata saya. Lama juga tidak menyeruput kopi tubruk sangrai heni (pasir) dan ditumbuk di lesung. Kopi yang baru dipetik di halaman rumah panggung di pekon - pekon | credit foto: scopophilia.net | Menyangrai ( roasting ) kopi pakai heni (pasir) dan menumbuknya di lesung memang tradisi orang di pedalaman Sumatra atau istilahnya jelma pekon (orang kampung). Rasa kopi beda dengan roasting (sangrai) a l...

Pola Hidup, Pola Pikir

Zahdi Basran, S.Sos, nama kawan sesama pensiunan KKT (Kerabat Kerja tamTAMA) serta  Lampung Ekspres Plus. Namanya sudah saya singgung sekilas pada tulisan di blog ini hari Sabtu (4/7) selumbari . Seusai ‘safari jumat’ di masjid Nurul Iman jalan Untung Suropati, saya menyambangi ia ke rumahnya di Labuhan Dalam. Si kawan ini penyintas stroke sejak tahun 2009 pasca-pileg tahun itu. Ia nyaleg berperahukan partai beringin alias partai kuning. Nyaris jadi, kalah perolehan suara sedikit dari anaknya ketua partai provinsi. Setelah jadi, anak ketua partai nyalon sebagai wakil wali kota mendampingi mantan wakil wali kota sebagai calon wali kota. Obrolan warna warni di teras rumah Zahdi  Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010, KHADO (Kherlani – M. W. Heru Sambodo) kalah telak melawan pasangan Herman HN–Thobroni Harun. Qodarullah, jika KHADO yang menang, si kawan ini dapat tiket PAW untuk beneran jadi anggota legislatif. Tapi, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. ...

Ultah Spesial ADW

Buku "Kado yang Terbungkus dalam Rumah Kata" ini di-launching kemarin (4/7) siang di Perpustakaan Kota Depok. Berisi lebih dari 170 puisi dari 96 penulis puisi se-Indonesia sebagai kado spesial hadiah ulang tahun ke-75 untuk penyair senior, Pak Adri Darmadji Woko. Sebagai salah satu dari 96 penulis puisi, saya menyumbangkan 2 judul puisi. Saya, sayangnya, tidak bisa hadir memeriahkan acara peluncuran tersebut. Tapi, saya kirim rekaman video 11 detik ucapan selamat ulang tahun ke-75, sehat dan bahagia selalu, terus berkarya untuk Pak ADW. Daftar penulis puisi dan wajah sampul buku  Melihat foto hasil jepretan teman-teman yang hadir dalam acara peluncuran buku ini di WAG, sepertinya meriah dan gayeng . Penulis puisi (penyair), cerpen (cerpenis), penulis novel (novelis). Ketiganya secara umum disebut sastrawan, wajah mereka terekam di foto itu. Flyer acara peluncuran buku dan diskusi terbuka  Tak hanya sastrawan, wartawan (jurnalis) serta budayawan secara tunggal menggeluti bi...

Dijaga Malaikat

Kemarin saya 'safari jumat' di masjid Nurul Iman jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu. Sempat agak bingung cari tempat parkir, di sebelah ada ruko sedang dibangun, saya masuk dan nekat memarkirkan motor di dalamnya. Kali lebih aman. Setelah menambahkan kunci pengaman di roda saya keluar. Masuk halaman masjid membaca ada tulisan "tempat parkir motor, tambahkan kunci pengaman" berupa banner terpasang pada tembok pagar. Saya balik masuk dalam bawah ruko, mindahkan motor. Masjid Nurul Iman Jalan Untung Suropati No.23 Labuhan Ratu, saya potret dari seberang jalan. Saya masuk ke masjid, belum ada orang. Berarti saya "absen pertama" di buku catatan Malaikat. Saya salat tahyatul masjid disambung Dhuha. Duduk baca surah Ar-Rahman pada aplikasi Quran di gawai. Mulai ada jemaah berdatangan, satu per satu hingga penuh. Bubar salat Jumat, saya lempar pandangan ke arah pintu pagar bawah ruko yang tadi saya maksudkan tempat untuk saya memarkirkan motor agar aman, ternyata d...