Bapak RT satu ini aktif senam jasmani saban Minggu pagi dan senam pernapasan sore harinya, bakda Asar. Penyintas gula darah tinggi dan diabetes, mengharuskan ia mesti rajin bergerak. Sejak hari Sabtu lalu ia opname di RS Pertamina Bintang Amin (RS PBA), keluhannya pegal-pegal dan sakit sendi lutut. Rencananya pagi tadi akan disuntik di bagian lutut itu, tapi gula darahnya 200+, tak jadi disuntik. Saran dokter rawat jalan saja dulu nanti setelah keluar dari RS, dan bila gula darahnya sudah turun, baru bisa disuntik obat. Lumayan krusial, ya, urusan gula darah tinggi itu. Serba merepotkan. Sebelum pulang besuk, saya sempatkan memotret Perum BKP dengan latar belakang Gunung Betung di kejauhan Apa yang menyebabkan gula darahnya tinggi, tadi saat kami besuk di kamar perawatannya, saya tanyakan hal itu. Jawabnya, karena kurang tidur. Selama dirawat di RS ia tak bisa tidur nyenyak. "Nah, kurang tidur itu bisa menaikkan tensi darah yang bisa mengakibatkan diserang vertigo," kata say...
Ada sisa hujan di matanya. Tetiba terpikir nulis puisi di perjalanan pulang dari Depok kemarin. Pikiran ini berkelebat seperti bayangan tubuh para penglaju KRL commuter line yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju super cepat, itu di stasiun Bekasi Timur. Tadi sebelum subuh, selagi tahajud, tetiba hujan deras turun. Pagi ini ada sisa hujan di jalan depan rumah, menguatkan pikiran tentang jejak langkah para penglaju subuh berjamaah di masjid. Namun, karena aspal mulus dan derasnya sapuan air, jejak itu hilang. Ini Sego Tempong lauk ikan Nila goreng Sisa hujan, bayangan tubuh, dan jejak langkah, adalah frasa yang menarasikan kehilangan. Orang tua yang kehilangan anak, anak yang kehilangan ibu, suami yang kehilangan belahan jiwa. Itu semua berkelebat di pikiran saya ketika melewati stasiun Cisauk, Tangerang, Banten. Selepas stasiun Cisauk, kendaraan yang kami tumpangi melaju di jalan arteri Serpong terus keluar Bitung dan sesampainya di Cikupa, hujan menyambut. Kendaraan t...