Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukuruddin nanti mengenang 40 hari. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuatkan. Waktu berlalu sehingga tak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur datang ke rumah bersama Busi. Mereka ini besti istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat istri ngajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ di satu sekolahan dan setelah is...
Lumayan lama coy tidak ke pasar Koga. Tadi mampir karena hendak ngelèm sepatu yang terlepas. Mungkin karena sudah siang, saat jelang zuhur, suasana pasar terkesan sepi. Oh, iya, namanya bukan lagi Pasar Koga seperi dahulunya, melainkan Pasar Modern Raden Intan. Keren, Bro. Perubahan nama itu seiring peningkatan statuta Korem Garuda Hitam menjadi Kodam XXI Raden Intan. Pasar Koga dikelola atau aset milik Korem, dengan sendirinya sekarang dikelola Kodam XXI Raden Intan. Nama baru itu, saya lihat dipasang pada bagian depan menggantikan nama lama. Nah, bukan hanya memajang nama baru itu saja, melainkan menambahkan ornamental di bagian depan bangunan pasar sehingga kesan “modern” itu terlihat nyata. Bukan hanya pasar ini saja yang berganti nama. Hotel Ria (dulu) yang jadi Wisma Gatam pun berubah menjadi Wisma Raden Intan. Sebenarnya di Kepayang ada tukang sol sepatu, tapi sewaktu lewat hendak ke p o ol Damri terlewat tanpa sadar. Sehabis ke pool Damri bablas ke BK, istri hendak b...