Kemarin saya ke Pasar Tani, nemu buah ini (lihat gambar). Merasa tertarik, saya tanya Bapak yang jual. Katanya, buah Alkesa. Tanya lagi, apa rasanya? Dijawabnya manis. Ada bijinya? Ada. Karena penampakannya seperti buah pepaya mini, sambil memilih saya cari pembanding biji itu dengan menanyakannya, kayak biji pepaya? Nggak , besar bijinya, kata si Bapak. Setelah pilah pilih, saya timbang seberat 1 kg, dapat 5 buah. Rp10.000,00 saya serahkan dan diterima si Bapak penjual. Setelah dikupas 1 buah, memang manis rasanya, tapi susah mendeskripsikannya seperti buah apa. Tekstur dagingnya lembut seperti tepung yang diuleni ketika hendak membuat kue. Dan, bijinya ada 2 memang besar seperti biji durian. Buah Alkesa yang saya beli di Pasar Tani kemarin, tinggal 3 dari 5 asalnya. Dengan ukuran buah sebesar jambu kristal dan biji seperti biji durian, praktis membuat ketebalan dagingnya tidak seperti daging buah Alpukat. Nah, iya, ketika menyebut Alpukat di paragraf ini, imajinasi bekerja. Mencecap ...
Kemarin, 27 September ulang tahun ke-28 Google. Diingatkan oleh facebook melalui postingan pada 27 September 2021 atau ulang tahun ke-23 Google. Berarti kemarin 5 tahun dari postingan saat Covid-19 sedang gila-gilaannya sampai ada gelombang ke 2 dan berbagai varian baru, seperti Delta, Omicron, dan entah apa lagi untuk membuat orang-orang jirih . Facebook selalu begitu. Mengingatkan yang sudah lupa, memperbaharui yang sudah usang, menggembirakan yang bermuram. Dan, tentunya juga membuat kecewa dan sakit hati orang yang merasa tersindir oleh postingan musuh dalam selimut. Banyak versi banyak persepsi. Padahal apalah arti facebook, cuma media sosial menjembatani relasi. Hamzah Batik dilalap si jago merah, tangkapan layar X | video di Thread "upil_jaran2" dan "ravipahlefi" | Karena cuma media sosial, tak usah setia amat mencintainya. Tak usah gandrung amat menggunakannya, kecuali kalau sudah diverifikasi menjadi facebook pro yang memungkinkan untuk menghasilkan cuan. Y...