Langsung ke konten utama

Postingan

Tanjungkarang

Setelah batal 'safari jumat' di masjid Taqwa Tanjungkarang pada 24 April karena hujan dan saya alihkan ke masjid Al-Anshor BKP, hari ini jadi juga saya salat jumatan di Tanjungkarang, tapi bukan di masjid Taqwa, melainkan masjid Al-Iman Bambu Kuning. Salat Jumat di masjid ini baru sekali ini tadi. Tapi, berkali-kali salat Zuhur di sini kalau pas lagi ada perlu ke pasar Bambu Kuning, mengantar istri vermak baju. Beliau agak susah cari baju yang ukurannya pas ngebody dengan tubuhnya yang mungil. Kota Tanjungpinang dipotret dari Holiday Inn Hotel Bukit Randu  Kendati saat beli baju (tunik atau kaos) sudah pilih ukuran M, niscaya masih harus ngecilin bagian pundak dan motong lengan. Untuk body dia, yang pas memang size S, tapi sangat jarang menemukan yang cocok dengan selera dia, baik corak, model, dan warna. Tanjungkarang, kota yang menggeliat diamuk derap pembangunan. Di masa lalu, ketika angkot masih berjaya, penggalan namanya "karang" selalu diteriakkan kernet atau ...
Postingan terbaru

Puisi Ramadan

Pada tahun lalu (2025), Eki Thadan, pemilik penerbit metaforma internusa, menggagas penerbitan buku antologi puisi bertema Ramadan. Mengirimlah saya, cuma satu judul puisi. Lama kali menunggu, seperti tidak ada proses serta progres. Saya antara sabar menunggu dan pesimis terwujud. Yang jadi faktor sebab musababnya adalah karena Bung Eki Thadan sakit dan mesti menjalani dialysis (cuci darah) dua kali dalam seminggu. Saya maklum dan mengirimkan doa bagi kesehatannya. Di ambang hampir melupakan antologi puisi Ramadan tersebut, ternyata selesai juga layout -nya. Dibagikan pdf -nya. Buku antologi puisi Ramadan "Dalam Cahaya Ramadan" dari PERRUAS oleh 183 penulis. Oleh Bung Eki Thadan dikirimkan pdf hasil layout buku ke WhatsApp Grup yang dinamai "Antologi Sufistik" dengan anggota cuma 11 orang. Ternyata jumlah penulis yang tergabung dalam antologi ini sebanyak 22 orang. Ada penulis yang menyumbang cuma satu, ada yang dua, tiga bahkan empat puisi. Sampai akhirnya pada...

Si Darah Manis

Bapak RT satu ini aktif senam jasmani saban Minggu pagi dan senam pernapasan di sore harinya, bakda Asar. Penyintas gula darah tinggi dan diabetes, mengharuskan ia mesti rajin gerak badan. Sejak hari Sabtu lalu Pak RT ini diopname di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RS PBA), keluhannya pegal-pegal dan nyeri sendi lutut (arthralgia lutut). Rencananya pagi tadi akan disuntik di bagian lutut itu, tapi gula darahnya 200+, tak jadi disuntik. Saran dokter rawat jalan saja dulu nanti setelah keluar dari rumah sakit, dan apabila gula darahnya sudah turun, baru bisa disuntik obat. Lumayan krusial, ya, urusan gula darah tinggi itu. Sungguh serba repot jadinya. Sebelum pulang besuk, saya sempatkan memotret Perum BKP dengan latar belakang Gunung Betung di kejauhan  Apa yang menyebabkan gula darahnya tinggi, tadi saat kami besuk di kamar perawatannya, saya tanyakan hal itu. Jawabnya, karena kurang tidur. Selama dirawat di RS ia tak bisa tidur nyenyak. "Nah, kurang tidur itu bisa menaikkan t...

Sisa Kenangan

Ada sisa hujan di matanya. Tetiba terpikir nulis puisi di dalam perjalanan pulang dari Depok kemarin karena sendu. Pikiran ini berkelebat seperti bayangan tubuh para penglaju commuter line yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek super cepat itu di stasiun Bekasi Timur, menggelepar meregang nyawa. Tadi sebelum subuh, selagi salat tahajud, tiba-tiba hujan deras turun. Pagi ini ada sisa hujan di jalan depan rumah, menguatkan pikiran tentang jejak langkah para penglaju subuh berjamaah di masjid. Tetapi, karena aspal jalanan mulus dan derasnya sapuan air, jejak langkah pejuang subuh itu hilang. Ini Sego Tempong lauk ikan Nila goreng  Sisa hujan, bayangan tubuh, dan jejak langkah para pejuang subuh adalah frasa yang menarasikan rasa kehilangan. Orang tua yang kehilangan anak, anak yang kehilangan ibu, suami yang kehilangan belahan jiwa. Itu semua berkelebat dalam pikiran saya ketika melewati stasiun Cisauk, Tangerang, Banten. Selepas melewati stasiun Cisauk, kendaraan yang kami tumpangi m...

Jalan Pulang

Selesailah sudah perjalanan ke Depok untuk kondangan di Bekasi. Pagi ini dalam rangka perjalanan pulang kembali ke Bandar Lampung. Alhamdulillah, saya sempat menjalani ritus 'safari jumat' di masjid An-Nahl Tanah Baru, Beji, Depok. Moda transportasi travel kami pilih. pertimbangan yang jadi dasar adalah bisa door to door , menjemput di rumah dan mengantar ke alamat tujuan. Ini baru kali pertama sebagai uji-coba alternatif lain di luar kebiasaan yang selama ini kami gunakan, yaitu bus. Ini peta perjalanan dari Depok yang disetel 8 jam, habis pas di titik ini pukul 18:12 WIB. Dengan kenyamanan yang tidak jauh beda dengan bus milik BUMN yang biasa digunakan, dan ongkos yang kami keluarkan, akan tetapi, lumayan lebih irit menggunakan travel. Nilai plus yang didapat yaitu antar jemput door to door . Duduk, diam, sampai. Lebih worth it lagi karena tiketnya bisa dipesan via aplikasi. Hanya duduk manis sambil nyeruput kopi pelan-pelan, jari bermain-main membuka aplikasi, pencet a...

Situ Brigif

Minggu pagi, mengisi waktu senyampang masih di Depok, jalan pagi mengelilingi waduk (Situ Brigif) di Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Waduk ini merupakan RLS (Ruang Limpah Sungai) yang disebut dengan program 942 oleh pemerintah DKI, mulai dibangun tahun 2023.  Ramai juga pengunjungnya, datang dari mana-mana, ada yang sekadar jalan dan ada yang senam. Tempat parkirnya penuh kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Penjual makanan juga banyak, ada nasi pecel, dimsum, kukus-kukusan, dan tentu saja gorengan. Dijamin nggak bakal lemes kelaparan. Waduk Brigif | foto: Aldi Geri Lumban Tobing (beritajakarta.id) | Demikian pula minuman, beraneka ragam rupa dan rasa. Kelapa muda, serba es, jus, bahkan jamu juga ada. Kopi teh tentu tak ketinggalan. Kelar  muterin waduk, kami makan lontong pecel dan gorengan serta telur rebus. Komplit, sudah ada sayur, protein. Buat karbohidrat dari nasi digantikan oleh lontong. Seluas itulah area Situ Brigif, agak lumayan berk...

Ke Bekasi Juga

Puncak tujuan perjalanan dari Lampung ke Depok adalah hendak kondangan ke Santika Premiere Hotel, Harapan Indah, Kota Bekasi. Dahulu, sebelum ada jalan tol Jakarta-Cikampek, Kota Bekasi ini dilalui saat perjalanan mudik atau balik, itu pun ketika jadi penumpang moda transportasi umum. Dari ketinggian Depok, perjalanan menurun menuju Jakarta Selatan lalu mengarah ke Jakarta Timur dan berakhir di Kota Bekasi. Pantas saja jika di Bogor dan Depok hujan cukup deras niscaya Jakarta akan dapat kiriman banjir karena topografi daerahnya yang lebih rendah. Bekasi pun banjir apabila kali Bekasi meluap. Suasana antrean di meja prasmanan  Luapan kali Bekasi akibat menerima debit air tinggi dari hulu Cileungsi. Jadi, secara umum bukan hanya Jakarta saja yang sering terendam banjir, melainkan juga Bekasi. Daerah yang sering kebanjiran di Bekasi adalah Gang Mawar, Kampung Lengkak, Kampung Lebak (Teluk Pucung), dan kawasan Pondok Gede.  Kondangan adalah medium bertemunya perasaan suka cita ant...