Tadi malam ada dua hajatan. Satu, tahlilan 100 hari berpulangnya Ibu dari salah satu jemaah masjid, di RT sebelah. Dua, pengukuhan calon ketua RT 012 LK II yang diaklamasikan dua minggu lalu. Hajatan pertama kami hadiri lebih dulu baru kemudian hajatan kedua di RT kami sendiri. Semua jemaah salat isya menuju ke rumah sahibul hajat. Rumahnya penuh undangan tetangga dan saudaranya. Habis isya saya tidak langsung bareng rombongan jemaah masjid menuju rumah yang mengundang. Saya pulang dulu mengambil kunci rumah sekalian memasukkan motor karena istri hendak duluan bareng tetangga. Kaget, kok lantai teras terasa berdebu. Belum ngeh dong apa musababnya. Nggak juga bisa menerka dari mana asalnya karena kemarau memang udara cenderung berdebu. Penampakan GAK saat erupsi memijarkan api dan debu vulkanik| foto: Metro TV Di teras sahibul hajat juga terasa berdebu. Usai doa ditutup, teman menunjukkan layar hp , tampak Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi. Oh, pantes tadi lantai teras terasa ber...
Ini sebuah fakta bahwa duit bukan segalanya. Sahdan, pada sebuah wilayah rukun tetangga mengadakan pemilihan ketua RT. Kebetulan kedua calon baru sebab ketua RT lama meninggal dunia bulan Mei lalu. Calon satunya (laki-laki) memang partner kerja ketua RT lama, sedangkan calon satu lagi (perempuan) merupakan warga yang belum terlalu lama tinggal di wilayah itu. Ada 35 mata pilih yang terdaftar, hadir ke TPS 34, sedangkan 1 pemilih berhalangan karena tak bisa meninggalkan pekerjaan. Sekira pukul 10:30 WIB atau 10:30 AM pemungutan suara dinyatakan ditutup setelah satu orang yang ditunggu datang dan mencoblos tanda gambar. Penghitungan suara pun dilakukan, hasilnya 25 suara untuk calon laki-laki, 9 suara untuk calon perempuan. Jejeran panitia berpose selesai acara Nah, letak fakta bahwa duit bukan segalanya adalah, salah satu warga situ yang merupakan besti istri tadi malam ke rumah, bercerita bahwa calon perempuan bikin “serangan fajar ” dengan menyebar pesan WhatsAp...