Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatannya ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu mahal. Memang ...
Masih tentang buku, dapat WA dari kawan di Banyuwangi. Ia memberi tahu bahwa buku antologi PPN XIV Aceh sedang proses pencetakan. Ia menanyakan buku itu pada salah seorang penyair yang mungkin hadir dan mengikui kegiatan PPN XIV di Aceh tempo hari. Kabar baik itu disampaikannya kepada saya pukul 05:41 PM pagi tadi. “Sungguh kabar baik itu,” kata saya membalas WA darinya. Semakin terang deh kepastian akan adanya buku antologi puisi PPN XIV Aceh terutama bagi penyair yang nggak hadir ke Aceh tempo hari. Wah, jadi bungah dibuatnya. Tidak ada saluran informasi tentang kelanjutan hasil kurasi puisi untuk PPN XIV Aceh. Tidak ada grup WA yang meringkus nama kami ke dalamnya sehinggga mudah mengetahui apa dan begimana perhelatan PPN XIV Aceh di empat kabupaten dan kota yang dihadiri 200-an penyair dari 14 negara. Sebenarnya ada grup khusus bagi yang hadir ke Aceh. Yang tidak hadir dan masuk gabung ke grup WA tersebut, pada akhirnya dikeluarkan. Terang saja buntu akal dibuatnya. Seteru...