Sampai lagi di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kendati nama saya tercatat sebagai anggota PHBI di kepengurusan takmir masjid, saya (dan anggota lainnya) tidak dibebani tugas apa pun karena PHBI hanya pemrakarsa, segala urusan dipikul oleh RT masing-masing. Membuat kembang telur, misalnya. Lain halnya bagian perlengkapan atau bagian pembangunan (pengembangan) masjid, mereka lebih kelihatan fungsinya. Pengadaan material, mencari tukang, dan mengawasi pekerjaan. Dari pengalaman yang sudah-sudah, dari tahun ke tahun, pada akhirnya acara terselenggara berkat kerja kolektif semua bagian. Di dalam kepengurusan takmir masjid di mana pun, PHBI adalah motor penggerak hidupnya siar agama melalui kegiatan hari besar Islam yang diperingati. Ya, khusus hari besar Islam. Untuk kegiatan ibadah harian, bagian peribadatan yang memegang peranan. Begitulah tata kelola memakmurkan masjid. Maulid Nabi Muhammad SAW adalah hari besar Islam yang istimewa. Terlepas bid'ah apa tidak memperingatinya, ben...
Buku ini dikirim dengan ongkir sistem COD. Tiba di rumah saat saya sedang di Cirebon, sebelum berangkat saya titipkan uang pada tetangga untuk bayar ongkir agar paket tidak dikembalikan bila kurir beranggapan paket gak diterima di tujuan. Ramu-Ramu Warteg narasikan puisi tentang menu warteg, mengulik segala hal ihwal yang berkenaan dengan warung khas dua pintu itu. Warteg, dari Tegal keluar batas wilayah melompati sekat kelas sosial orang yang butuh sekadar kenyang, tak lebih. Kopi, buku Ramu-Ramu Warteg, dan roti jadoel Dari pesisir pantura (Tegal), warteg meluas melintas ke ibu kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun 2026 saya perhatikan di sudut-sudut kota Bandar Lampung ada beberapa warteg berani mengibarkan panji warung kuliner khas baharian itu. Berani betul warteg-warteg itu, padahal, lidah ulun Lampung beken dengan selera pedas. Sambal seruit paduan cabe rawit, rampai, toping dilan Menggala, kuliner paling favorit untuk dikunjungi kapan saja, ali...