Satu lagi penyair pergi, berpulang, berpindah alamat, di bulan baik, bulan penuh Rahmat, Maghfiroh, ampunan serta pembebasan dari api neraka ( itkum min annaar ). Bulan Ramadan suci, Ramadan kariem H. Sukardi Wahyudi, sang penyair yang pergi di tengah hari. Dikabarkan istri dan anaknya melalui pesan WhatsApp pada grup-grup tempat Pak Sukardi Wahyudi bergabung. Kabar tengah hari yang mengagetkan. Disampaikan istri dan anaknya menggunakan nomor WhatsApp Pak Sukardi Wahyudi. Sontak ucapan dukacita, belasungkawa dan rasa kehilangan teman disampaikan menanggapi kabar duka tengah hari kemarin. Buku "Depok Membaca" kemarin petang diantar Mr . Postman ke alamat rumah minimalis kami. Di buku ini, kami (saya dan Pak Sukardi Wahyudi) berpuisi bersama. Ada juga di buku lainnya, pernah juga dipersatukan. Saya rasa, Pak Sukardi belum menerima buku "Depok Membaca" untuknya karena buku baru mulai didistribusikan ke seluruh penulis mulai dua hari yang lalu. Penyair di Kalimantan...
Hajat tahunan, balik maning nang kene , ke Samsat Rajabasa, Bandar Lampung, buat menunaikan kewajiban sebagai orang bijak --taat pajak-. Mestinya kemarin hendak ke sini, tapi ada hujan kepagian singgah di jalanan depan rumah... Tadi sahur anak ragil, si pemegang motor, nelpon ibunya nanyakan STNK sudah dikirim apa belum. La, pajaknya dibayar aja belum boro-boro dikirim. Dijelaskan ibunya, pagi tadi hujan jadi gak bisa ke Samsat, baru besok (hari ini, red) ayah akan pergi. "Orang Bijak" antre bayar pajak kendaraan Subuh tadi gerimis, tapi tidak menderas seperti kemarin. Habis syuruk turu sik menghangatkan badan dari cuaca dingin. Bangun pukul 8 masih terasa dingin, takmandikan sekalian biar hilang dinginnya. Ke Samsat, sudah ada 'orang bijak'. Belum banyak sih , baru ada 13 orang. Ke tempat fotokopi dokumen. Saya basa basi, "Puasa sepi, ya!" Dijawab abang-abang petugas fotokopi, "Iya, Pak, apalagi cuacanya begini." Saya sambung, "Iya...