Bolak-balik ditanya seorang kawan penyair yang bermukim di Banjarmasin mengenai kapan pengumuman manuskrip puisi untuk even "Hadiah Puisi K. BALI" yang diselenggarakan Ikatan Penulis Sabah, semalam saya bayar lunas padanya. Saat saya sedang menunggu pesanan ayam bakar di warung pecel lele, iseng-iseng saya buka facebook, kebetulan yang muncul pengumuman "manuskrip-manuskrip yang maju untuk penilaian seterusnya." Semua ada 23 manuskrip maju tahap selanjutnya. Pengumuman K.BALI di fb Ikatan Penulis Sabah Langsung saya skrinsut dan mengirimkannya ke kawan penyair tersebut. Ia merasa bungah karena apa yang ia tunggu akhirnya muncul juga. Lebih bungah lagi karena manuskripnya ada di daftar. "Alhamdulillah manuskrip puisiku ada," tulisnya. Apa yang ia tulis itu terkirim di chat WA menjawab pertanyaan saya apakah ada manuskrip miliknya di daftar itu. Ia balas bertanya, apakah ada manuskrip milikku di daftar itu. Saya jawab gak ada. Semoga menang, lanjut saya...
Tadi siang, kembali pensiunan guru SMPN 28 reunian di Jalan Purnawirawan Gang Swadaya. Saya ini, sebagai pendamping nyonya –yang memang dari dulu sebagai ternak teri– tentu mesti bersetia mengantarkan nyonya ke tempat pertemuan itu. Atau ke mana sajalah. Yang jadi tuan rumah kebetulan dulu pernah jadi wakasek dan ketua koperasi sekolahan pensiun lebih dahulu. Hari ini adalah bertepatan dengan ulang tahun beliau. Entah yang keberapa. Jadilah acara reuni diisi dengan doa syukur atas anugerah panjang umur, sehat dan masih bisa hadir reunian. Sesi foto-foto sebagai ritual wajib Karena momen hari ulang tahun, suguhan makan siang begitu lengkap disediakan. Sambal seruit khas Lampung berupa sambal rampai, tempoyak, dan lalapannya. Terselip pula sambal nanas. Lauk ayam dan ikan bakar, ikan asin, tahu tempe, kuah pindang sebagai asesoris. Inilah special day itu. Waktu beliau jadi ketua koperasi, nyonya yang jadi bendaharanya. Hingga di grup pensiunan ini pun nyonya dipercaya sebagai ...