Langsung ke konten utama

Postingan

Masjid Perumahan

Perjalanan ‘safari ramadan’ untuk salat Zuhur, hari ini saya ke masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya. Sebuah cluster yang saya duga nyaman karena begitu hening dari deru kendara berlalu lalang. Paling juga kurir mengantar paket atau transportasi daring mengantar/jemput penumpang. Al-Hikmah ini, masjid yang galibnya ada di komplek perumahan yang penghuninya adalah bapak-bapak beraktivitas di perkantoran, tentu jemaah salat Zuhur dan Asar tidak ramai amat. Layaknya di perkotaan di mana pun, fenomena masjid perumahan sepi di siang hari bukan sesuatu yang aneh, melainkan keniscayaan. 'Safari Ramadan' salat Zuhur di masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya  Hanya orang yang sudah pensiun atau warior (warga senior) berusia 60 tahun ke atas yang akan menjadi jemaah rutin di saat salat Zuhur dan Asar. Di masjid ini tadi, barisan jemaah hanya dua setengah shaf atau 40 orang lebih termasuk beberapa orang anak-anak dan orang luar komplek perumahan, ...
Postingan terbaru

Masjid Khoir

Ini yang namanya faktor kebetulan. Jika kemarin ber-‘safari ramadan’ saya salat Zuhur di masjid Thoriqul Khoir, maka hari ini saya salat Zuhur di Masjid Jami’ Nurul Khoir dekat Pasar Tamin. Sama-sama ada kata ‘khoir’-nya, itu yang saya maksudkan dengan faktor kebetulan. Bukan tebak buah manggis. Dahulu, masa anak sulung saya sekolah di SPANDA dan SMANDA tahun 2008–2012, saat pulang sering menjadikan Pasar Tamin sebagai titik jemput. Masa-masa SMS sedang jaya-jayanya. Atau di masa-masa peralihan perangkat komunikasi seluler dari telepon genggam jadul NOKIA ke era Blackberry dan android. Masjid Jami' Nurul Khoir dari depan  Kendati begitu, belum sekali pun saya coba singgah menumpang salat di masjid jami’ Nurul Khoir. Walau pernah dilakukan renovasi, menilik ke ruang masjid, interior di dalamnya masih terlihat seperti tidak ada perubahan yang signifikan. Karena yang direnovasi, sepertinya mempercantik profil pada bahagian teras. Dari segi jemaah salat Zuhur pun, meski dekat den...

Masjid Makmur

Ternyata tidak mudah mewujudkan capaian sesuai peta jalan yang telah dibentangkan. Penginnya juz 29 dan 30 selesai satu sesi tadarus. Apalah daya, riak-riak kantuk sulit saya kendalikan. Saya menyerah pada ketidakberdayaan, juz 30 tak saya selesaikan dan saya baru khatam tadi pagi. Saya 'safari ramadan' di masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol, Gedong Air. Selain masjid Al- Iman Bambu Kuning, masjid Thoriqul Khoir ini rasanya terbilang makmur dalam arti ramai jemaah pada waktu salat Zuhur. Tiga shaf (sekitar 85 jemaah). Jajaran 3 shaf jemaah salat Zuhur masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol  Saya menerka, lebar masjid ini sama seperti masjid kami yang sebaris shaf berisi 25 orang. Jadi, bila satu shaf di masjid Thoriqul Khoir tadi 25 orang, berarti keseluruhan jemaah (penumpang) tiga shaf ada 75 orang ditambah sekitar 10 orang di shaf keempat. Berkali-kali bila ke Bambu Kuning, saya senantiasa salat Zuhur di masjid Al-Iman dekat rumah makan Minang Kamang Indah. Udara dalam ruan...

Setan Terkutuk Datang Lagi

'Safari jumat' saya ke masjid Ar-Raudhoh, Ragom Gawi Permai. Baru sekali ini saya masuk masjid satu ini. Struktur bangunan masjid membentuk ruang sambung menyambung karena ada bagian hasil penambahan setelah rehabilitasi. Dua lantai dengan tiang yang merusak estetika ruang. Begitulah bila membangun masjid secara bertahap. Tapi, sepertinya ruangan di lantai atas cukup lega, bisa dimanfaatkan buat ruang khusus bagi jemaah wanita (ibu-ibu) pada acara pengajian. Masjid Ar-Raudhoh Perumahan Ragom Gawi Permai  Rencana semula saya akan ke arah kota. Tapi, karena mengantar istri belanja kue untuk acara "berbagi" pada sore ini, praktis waktu untuk salat jumatan jadi terpotong banyak dan mepet. Saya putuskan pilihan jumatan ke masjid Ar-Raudhoh di Ragom Gawi saja. Memang masjid ini saya jadikan target untuk tempat 'safari jumat' di bulan Ramadan ini, tapi tidak hari ini. Berhubung waktu mepet, tak memungkinkan 'safari jumat' ke masjid di dalam kota, apa boleh bu...

Kurang Makmur

Bakda Subuh saya baca juz 26, namun tidak langsung selesai. Habis salat sunah isyrak, saya melanjutkan bacaan tadarus. Pukul 06.30 saya menambah durasi tidur, bangun pukul 10.10. Mandi dan salat Dhuha. Selanjutnya meneruskan baca juz 26 lalu masuk juz 27 hingga selesai sebelum Zuhur. Saya berangkat 'safari ramadan' ke masjid Al-Amin yang pengin saya datangi pada selumbari , tapi kok nyasar ke masjid Jabal Nur. Dan pengin saya ulangi kemarin, tapi masih sepi sehingga saya memutuskan ke masjid Al-Azhar saja. Ternyata di masjid ini pun saya kecepatan datang, sebab masjid masih sepi. Segini ini jemaah salat Zuhur di masjid Al-Amin ditambah saya dan enam orang makmum masbuk. Hari ini pada akhirnya, kesampaian saya bisa 'safari ramadan' di masjid Al-Amin. Saya pikir masjid ini 'kurang makmur' sebagai mana idealnya. Seluruh jemaah salat Zuhur tadi cuma 13 orang. Segitulah. Semula 7 orang termasuk saya. Lalu datang lagi tambahan makmum masbuk sebanyak 6 orang. Bakda sa...

Kecepatan Datang

Masuk waktu syuruk, saya dirikan salat Isyrak kemudian melanjutkan tadarus membaca juz 23 yang belum selesai. Guna menambah durasi jam tidur, saya merebahkan tubuh. Bangun pukul 08.30 gak langsung mandi, scroll - scroll dulu barang setengah jam. Setelah mandi dan salat Dhuha, start pukul 10.00 saya geber membaca juz 24 hingga selesai dan nyambung ke juz 25 hingga menjelang Zuhur, dapat setengah juz. Saya berangkat ‘safari ramadan’ dengan tujuan masjid Al-Amin di Blok T dengan menyeberang jalan 2 jalur. Jemaah salat Zuhur di masjid Jabal Nur Sayangnya, saya salah membelokkan motor. Bukan mengarah jalan menuju ke masjid Al-Amin, melainkan ke jalan arah masjid Jabal Nur di Blok Q. ya, sudah… saya parkir motor dan masuk ke dalam masjid. Olala… ada jehula rupanya di dalam, menunggu waktu Zuhur. Apa mereka menginap di situ, ya? Saya tak berinisiatif menanyakan hal itu kepada siapa pun. usai salat, saya langsung pulang dan kembali melanjutkan tadarus yang tersisa setengah juz hingg...

Kena Selahnya

Setelah ketemu teori bagaimana tadarus Quran bisa mendapatkan bacaan 2 juz per hari, tapi kenyataannya justru mendapat 3 juz, dalam 2 hari ini saya merasakan sekali, tidak berat-berat amat untuk mengkhatamkan Quran bulan Ramadan 2 atau 3 kali. Kuncinya, ketahanan melawan kantuk. Caranya dengan menambah jam tidur setelah waktu syuruk tiba. Tidur 1 sampai 2 jam, lalu bangun pada pukul 8 atau lebih, lalu mandi dan salat Dhuha. Sesudahnya, teruskan tadarus yang dibaca sesudah Subuh tadi. Itu saya praktikkan. Tak terasa saya sudah melampaui setengah Al-Quran (15 juz). Tadinya sempat pesimis untuk mewujudkan capaian pada Ramadan tahun, khatam 2 kali. Ini pada puasa di hari ke-14, saya sudah mendapatkan 22 juz dan masuk ke juz 23. Dengan semangat, tetapi enjoy . Besok pagi bakda Subuh melanjutkan tadarus juz 23 (selesai atau terpotong). Jika selesai terus ke juz 24 (niscaya terpotong) untuk jeda menambah jam tidur bakda syuruk. Bangun, mandi, salat Dhuha dan zikir, lalu melanjutkan tada...