Langsung ke konten utama

Postingan

Inden Baterai

Kemarin siang siomay yang baterainya gak mau dicas saya antar ke servis center depan Moka, bah , kudu inden pula. Satu sampai tujuh hari ke depan masa tunggu yang dijanjikan mbak yang melayani saya. Hp saya bawa pulang, gak masuk rawat inap karena baterai gak ready . Untungnya WA Web di laptop gak saya log out sehingga saya tetap bisa baca dan memberi komen. Masa tunggu satu minggu ke depan bisa dipotong kompas dengan cara beli hp baru, tapi alternatif ganti baterai ini ditempuh dahulu buat memastikan apa kendala hp ini kok mati. “Minta lembiru,” kata istri menanggapi hp saya eror ini. “Lembiru” artinya lempar beli baru. Memang begitulah jalan pintas yang gampang ditempuh bagi orang yang mudah menyerah dengan ketidaksabaran. Jalan pintas yang akan menyunat saldo tabungan dengan cepat. Anak juga men yarankan jika hendak ganti hp , jangan lagi merk siomay. Ia pun googling dan menunjukkan banyak pilihan hp yang harganya pun lumayan miring. Memang, sih , sekarang hp mur...
Postingan terbaru

Batu Uji hp Mati

Untuk kali kedua hp siomay ini kolaps. Pertama, di Jambi waktu Festival Puisi Etnik Nusantara, hp nge- lag karena memory kepenuhan ulah kiriman gambar dan video kiriman peserta festival dari daerah se-Nusantara dan jiran Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Yang kedua, hari Sabtu subuh saat saya cas di Stasiun Gambir, tak mau ngecas lagi. Sampai hotel di Cirebon pun tak mau dicas. Wah, baterainya kudu ganti ini. Gejala bakal mati baterai itu sudah tersadap sebenarnya. Dicas lemot, tak cepat seperti sebelumnya, saya abaikan. Nah, kena batunya deh. Apa daya saya terpaksa absen memposting di blog, padahal sudah beberapa tahun ini rutin setiap hari ada saja cerita atau tulisan random yang saya posting. Apa lagi ini dalam perjalanan Lampung–Cirebon–Depok dan balik ke Lampung banyak ceritanya. Batu sandung yang nyaris fatal hp mati ketika driver travel berkali-kali menelepon tak bisa terhubung. Menyadari waktu penjemputan sudah lewat, saya inisiatif menghubungi kantor agen...

Ibadah Terpanjang

... ... ... ... ... Tepat pukul 16:20 sah ... ... ... ...

Journey

With Cakrabuana train , journey to Cirebon start 10:50 AM. Di langit Jakarta tepatnya di atas silang Monas berseliweran pesawat tempur F-15 sedang latihan untuk upacara detik-detik peringatan HUT ke-81 kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, Senin lusa. Jalanan sedikit macet karena hal tersebut di atas. Karena kami dari Lampung sudah sampai waktu subuh, tidak ada masalah. Anak mantu yang dari Depok naik commuter line turun di Gondangdia dan adeknya dari Pasar Minggu naik motor dititipkan di stasiun. Monas menjulang dipeluk polisi udara  Ndilalah di stasiun ketemu tiga keponakan sai umpu dengan Ibu mereka karena Kakek mereka dan Ayah saya kakak beradik. Dengan tujuan yang sama menghadiri pernikahan keponakan (anak Abang) saya yang bungsu. Mereka satu gerbong dengan anak-anak. Sementara saya berdua istri karena pesan tiket belakangan jadinya pisah gerbong dengan anak-anak dan tiga keponakan itu. Mereka di depan, waktu pesan masih dapat ekonomi, kami di belakang, tapi eksekutif. Makin...

Wong Aneh

Ceritanya naik taksi online menuju stasiun Tanjungkarang. Sopirnya tetangga RT sebelah, biasa jemaah salat lima waktu di masjid. Artinya kenal, sepanjang perjalanan akan tetapi ia silent mode . Tidak bertanya hendak ke mana. Ya, sudah, saya diam saja juga. Istri apa lagi karena memang tidak begitu paham dengannya. Saya kasih tahu, istri manggut-manggut. Taruhlah ia orangnya pendiam, kurang suka basa-basi, tapi tidak sedang sakit gigi. Pernah ada cerita tentang ia ini, saya dengar Pak RT mereka yang cerita. Kata Pak RT mereka, ia ini hendak nyalon jadi ketua RT di lingkungan RT mereka. Tapi, oleh sesepuh di sana diwanti-wanti, lebih baik tidak usah. Sesepuh ini pernah jadi ketua RT, dilengserkan warga. Ia ASN, akhirnya naik jadi lurah. Tapi, jadi lurah pun tidak bisa melobi Dinas PU Pemkot untuk mengaspal jalan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Ada isu karena usulannya dijegal oleh anggota dewan yang tidak ia dukung lantaran beda partai. Si Bapak lurah ini partai kuning sedangk...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

Kesan Modern itu Terlihat

Lumayan lama coy tidak ke pasar Koga. Tadi mampir karena hendak ngelèm sepatu yang terlepas. Mungkin karena sudah siang, saat jelang zuhur, suasana pasar terkesan sepi. Oh, iya, namanya bukan lagi Pasar Koga seperi dahulunya, melainkan Pasar Modern Raden Intan. Keren, Bro. Perubahan nama itu seiring peningkatan statuta Korem Garuda Hitam menjadi Kodam XXI Raden Intan. Pasar Koga dikelola atau aset milik Korem, dengan sendirinya sekarang dikelola Kodam XXI Raden Intan. Nama baru itu, saya lihat dipasang pada bagian depan menggantikan nama lama. Nah, bukan hanya memajang nama baru itu saja, melainkan menambahkan ornamental di bagian depan bangunan pasar sehingga kesan “modern” itu terlihat nyata. Bukan hanya pasar ini saja yang berganti nama. Hotel Ria (dulu) yang jadi Wisma Gatam  pun berubah menjadi Wisma Raden Intan. Sebenarnya di Kepayang ada tukang sol sepatu, tapi sewaktu lewat hendak ke p o ol Damri terlewat tanpa sadar. Sehabis ke pool Damri bablas ke BK, istri hendak b...