Puisi untuk buku antologi ini saya kirim 8 Juli 2025, bukunya baru saya terima 2 Juni 2026 pukul 13:14 WIB. Hampir saja genap 1 tahun lamanya proses buku ini dari mulai pengumpulan karya, kurasi, layout , cetak, dan terbit jadi buku. Mengapa sedemikian lama? Entahlah. Yang bisa saya kira-kira jawabannya, ialah karena PJ even ini admin di beberapa komunitas sastra yang sepanjang tahun 2025 hingga 2026 ini giat sekali menyelenggarakan even nulis bersama. Buku Terang Bulan Tepi Lautan Agak lupa saya berapa even nulis puisi yang saya ikuti sejak 2025 yang kesemua bukunya sudah nagkring di lemari buku. Sementara buku Terang Bulan Tepi Lautan ini, baru selesai setelah kegiatan PJ-nya di beberapa komunitas agak mereda. Membuat buku kumpulan puisi bersama begini memang tidak tentu waktu selesainya. Yang paling membuat lama prosesnya adalah ketika ‘menjaring’ uang pengganti ongkos cetak. Ada yang cepat transfer, ada yang lemot minta ampun. Memang betul, keadaan ekonomi para pesert...
Postingan blog pada 28 Mei tentang pengumuman Sastra Rumah Bamboe di laman facebook mereka yang ternyata puisi saya “Pulang ke Rumah Sunyi” masuk 10 besar. Akan tetapi menyisakan tanda tanya yang bikin saya dag-dig-der di ruang sunyi. Saya katakan ruang sunyi karena Sastra Rumah Bamboe yang menaja even Rohmantik Jilid 3 memang memanggul tema “Pulang dalam Sunyi yang Abadi” sebagai upaya merawat sunyi agar melalui puisi kita pulang ke sunyi yang abadi. flyer even lomba puisi Rohmantik Jilid 3 "merawat sunyi" Sastra Rumah Bamboe Tanda tanya itu, adalah siapakah atau berjudul apakah puisi yang akan dinobatkan sebagai juara 1. Jawabnya disuruh menunggu diumumkan pada 2 Juni. Terang saja dag-dig-der dong . Tadi malam hingga pukul 23 WIB atau 11 PM, belum ada. Tapi, hati yang sunyi terhibur oleh pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PPN XIV Aceh. Saya lolos kurasi, terpincut dari 552 pendaftar ( submission ) dengan 1.018 karya puisi. Yang lolos 304 penyair, saya nang...