Langsung ke konten utama

Postingan

In this Economy

Alami pertumbuhan bisnis yang melambat, proyeksi pendapatan yang di bawah ekspektasi, dan ketatnya persaingan di industri streaming , membuat Netflix akan melakukan PHK terhadap 800 karyawan atau 5 persen dari total tenaga kerja tetapnya.  PHK maning baè kiyin mah , kepribèn karèpè . Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, mengakui bahwa meskipun perusahaan masih mencatat pertumbuhan pendapatan, pergerakannya tidak secepat yang diharapkan. Selain itu, tingkat keterlibatan ( engagement ) pengguna mengalami perlambatan. Selain Netflix, banyak platform streaming pilihan pengguna, itu jadi batu sandung Netflix mengalami perlambatan pertumbuhan. Ilustrasi | IG. allblackcreatives | Kerap saya berpikir, jaringan internet yang terpasang di rumah seperti mubazir, hanya wifi saja yang termanfaatkan sehari-hari, itu pun saat di rumah. Saat di luar rumah, kuota data di gawai kudu bisa berfungsi. TV hampir tidak pernah disetel, isinya berita  o m o n- o m o n yang bikin mumet kepala. Daripa...
Postingan terbaru

“Sebagai Ladang Amal”

Kendati blog Antyo Rentjoko (Paman Tyo) dengan alamat tautan blogombal.com nangkring di layar gawai saya, namun tidak setiap hari saya klik untuk membaca postingannya. Kemarin pagi saya klik, terbaca Rudiyanto, bloger pemilik ndobos.com, berpulang ke Rahmatullah di Bogor. Saya cuma membaca sekilas kabar  lelayu  itu. Tautan blog Rudiyanto juga tertancap di layar gawai. Sesekali saya blogwalking  ndobos.com, tak ada postingan terbaru, saya pikir ini bloger kurang rajin ngepos tulisan terbaru. Setelah baca postingan Paman Tyo di blogombal.com (8/10/2026) tentang berita lelayu , itu baru saya ngeh , rupanya bl o ger Rudiyanto memang sudah lama mengidap kanker multiple myeloma dan menjalani  kemoterapi dua kali sebulan hingga akhirnya berpulang  (7/10/2026). Blog ndobos.com ini hampir selalu menulis tentang unggas khususnya burung karena latar belakang Rudiyanto yang seorang biolog. Macam-macam spesies burung berikut nama latinnya ia selalu tulis lengkap dengan ...

“Pelangkah”

Di tanggal cantik, 10-10-26 ini, cewek yang pada saat ibunya wafat (19/12/2022) amat terpukul, melepas masa lajangnya. Kami kondangan di gedung Graha Pramuka. Dekorasi terlihat kaya dengan warna burgundi berpadu orange dan hijau tua, terkesan gelap. Seperti muram dan kurang estetis. Mestinya, ya, dipadukan dengan warna putih atau kuning baru deh kelihatan kontras dan keluar nuansa cerahnya. Cewek ini satu angkatan dengan anak ragil kami di TK dan SD. SMP dan SMA berlainan sekolah. Dia kuliah di fakultas hukum. Ayahnya setelah pensiun aktif salat berjemaah di masjid kami. Jadi, biasa kami  say hello , salaman atau sebelahan berdiri di shaf. Cowok yang menyuntingnya seorang polisi berpangkat Briptu dengan titel S.H. juga seperti dia. Bagaimana jalan jodoh mereka? Seperti apa kisahnya? Entahlah. Perjodohan mereka perpaduan antara anak pertama atau mbarep (mempelai pria) dan anak kedua atau ragil (mempelai wanita). Si mempelai pria karena sulung tidak ada hambatan, sedangkan me...

Buku, Besuk, Safari

Setelah merampungkan membaca buku antologi 27 penyair Sastra Rumah Bamboe (Rohmantik), ada yang mengejutkan. Selain saya, ternyata ada dua orang penulis puisi lainnya dari Lampung, yaitu Hendra Pratama dan Nina Hijaz. Yang pertama seorang pelajar sedangkan yang kedua ahli madya komputer jebolan akademi manajemen informatika dan komputer (AMIK) yang menekuni usaha mandiri atau wiraswasta. Selain ada yang mengejutkan, juga ada yang unik di buku Rohmantik ini. Beberapa penulis seperti “janjian” menerakan titi mangsa (tanggal penulisan) yang sama. Yang menulis titi mangsa 16/1/26 ada 2 orang, titi mangsa 22/1/26 ada 2 orang, titi mangsa 25/3/28/6 ada 2 orang, titi mangsa 26/3/26 ada 3 orang, titi mangsa 2/5/26 ada 2 orang, dan titi mangsa 22/5/26 ada 2 orang. Selebihnya titi mangsa yang bervariasi. Itu ulasan saya tentang buku antologi 27 penyair Sastra Rumah Bamboe (Rohmantik) ini. Hal lain yang mengisi kegiatan hari ini adalah menengok kolega istri (sesama pensiunan) yang baru saja m...

Jati Diri

Bunga rampai esai yang saya culik dari blog ini setali tiga uang dengan sehimpun puisi, berisi sama-sama 65. Yang sehimpun puisi berisi 65 judul puisi dan yang bunga rampai berisi 65 esai. Satu esai mengulas perihal pesan Ayah kepada kami bertiga anak lelakinya bahwa, silakan hidup di mana saja dan menikah dengan siapa saja asal hindari yang berasal dari dua suku, Ayah sebutkan sukunya, xxxx dan yyyy. Ketika ragil kami menjalani hubungan asmara dengan cewek dari suku yang (satunya) Ayah sebutkan, saya cuma bisa menelan ludah. Akan tetapi, doa supaya ia dipertemukan dengan calon pendamping, wanita yang Sholehah, terus saya langitkan setiap bakda salat. Apa yang Ayah pesankan kepada kami perihal suku yang ditabukan itu pernah saya singgung pada anak-anak. Ada postingan di  blog  ini saya menyoal “jalan jodoh” yang berliku-liku. Tentang menemukan atau ditemukan. Tentang bibit , bebet , bobot . Bibit itu menyangkut garis keturunan, bebet menyangkut status sosial ekonomi, dan...

Dua Buku Menanti

Duh, dua acara ini waktu penyelenggaraannya beriringan. SBP launching buku “Kosa Kata Kita” di Jogja tanggal 17 dan DNP launching buku “MOZAIK” di Tegal tanggal 23-25 Oktober. Dua-duanya penting dan menarik untuk dihadiri, tapi yang mana yang kupilih untuk kudatangi, akhirnya ke Tegal. Sebenarnya ada rencana hendak ke Jogja dan  bablas Pacitan. Tetapi, waktunya masih akhir Oktober. Kalau sekiranya yang di Jogja sesudah di Tegal, cocok sekali. Hadir dulu yang di Tegal, lalu ke Jogja. Jadinya bisa menghadiri kedua-duanya. Sayangnya, acara yang di Jogja lebih dahulu baru disusul acara yang di Tegal. Dua buku menanti. Keduanya launching di Jogja dan Tegal. Keduanya ditandai momen pertemuan para penulis puisi (penyair) yang ada dalam buku itu, baik yang di Jogja maupun yang di Tegal. Mereka datang jauh-jauh dari daerah masing-masing. Setidaknya itu yang menjadi penutup Bulan Bahasa tahun 2026 ini. Di luar dua buku itu masih ada buku lainnya. Di SBP (Sastra Bulan Purnama) ada a...

Merayakan Sputnik 1

Tampilan Doodle Google hari ini tampak lain dari biasanya yang memajang nama Google secara mencolok. Hari ini tulisan Google tampak kecil di bidang yang menyerupai kanvas lukisan abstrak dengan ada titik-titik cahaya dibiaskan planet. Planet yang besar (mungkin Bulan) cahayanya lebih tajam dan planet kecil-kecil bertaburan seperti bintang. Setelah saya klik pada bidang tulisan Google di layar gawai, gambar doodle jadi tambah besar dan lebih menyerupai lukisan lanskap alam, di bawahnya muncul keterangan yang menjelaskan bahwa itu adalah penanda Pekan Antariksa Dunia (PAD) 2026 atau dalam bahasa Inggris World Space Week (WSW). Hemmm… ada, ya, perayaan ini. Doodle Google Pekan Antariksa Dunia  Berlangsung pada tanggal 4 hingga 10 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Revolusi Roket (Rocket Revolution)”. Fokus tema yang diusung adalah tranformasi cepat dalam peluncuran antariksa, mulai dari pengembangan roket yang dapat digunakan kembali ( reusable rocket ) hingga pesatnya penerbanga...