Langsung ke konten utama

Postingan

Taman Mungil Depan Rumah

Tiga pot bunga wijayakusuma memekarkan 13 kuncup kembang tadi malam. Pot pertama (pot gantung) memekarkan 5 kuncup kembang, pot kedua (yang diikatkan di batang pohon kelengkeng, memekarkan 7 kuncup kembang, dan pada pot ketiga (juga pot gantung) memekarkan 1 kuncup kembang. Saya keluar pintu pada pukul 21:25, kuncup kembang sudah bermekaran. Hanya saja, mekarnya belum merekah sempurna. Saat hendak subuh ke masjid pukul 04:40, saya lihat bunga wijayakusuma sudah memekarkan kembangnya dengan sempurna. Semerbak bau wangi terhidu oleh hidungku, ohh.. sedap. Puncak perjalanan dari kuncup menjadi mekar  Ini peristiwa berkembang yang kedua. Sebelumnya, bertepatan dengan valentines day Februari lalu, bunga wiku (wijayakusuma) ini memekarkan kembang untuk kali pertama. Saat itu tidak banyak, hanya 5 kuncup kembang yang mekar. Tapi, tetap saja menghadirkan pengalaman baru di teras rumah. Selama ini pot gantung berisi tanaman merambat (yang) dijungkirbalikkan (menggantun g) ke bawah. Se...
Postingan terbaru

Mandi Matahari

Mumpung sorot matahari terik menyengat, saya gotong kursi teras ke jalan di depan rumah, duduk berjemur. Perlahan hangat meningkat jadi panas, saya rasa punggung bagaikan disetrika. Balik badan, menghadap ke arah sorot matahari, bagian dada yang menghangat. Berjemur banyak manfaatnya, tetapi tidak sedikit  lho orang yang tak menyukai, justru menghindar dari sengat matahari. Sambil berjemur, saya merancang kira-kira hendak ke masjid mana saya 'safari jumat' hari ini. Badan sih sudah berangsur pulih. Namun, daya dorong tenaga masih agak kekurangan karena dibatasi pantangan. Hanya mengandalkan telur rebus, ikan pepes serta tahu rebus sebagai sumber nutrisi saya selama sakit ini. Daging tidak diperbolehkan oleh dokter, kecuali digiling halus, boleh. Malnutrisi jadinya dong deh .... Buah dan sayuran juga disuruh setop dahulu selama pemulihan dinding usus dari serangan virus pemicu sakit tipes. Padahal, buah dan sayuran sumber serat yang dibutuhkan tubuh bagi sehatnya metabolisme.

Scroll Sejauhnya

Sudah muncul nama saya di daftar peminat puisi menolak korupsi (PMK) yang digagas Sosiawan Leak, progres sampai pagi ini sudah 326 kontributor yang diumumkan di fesbuk miliknya. Nama saya nangkring di nomor 324, berarti ada 3 orang kontributor dengan awal "Z". Maka, ketika mengecek apakah saya lolos atau tidak, memaksa saya langsung scroll sejauh-jauhnya ke bawah. Dari 326 kontributor, baru 92 yang sudah kirim karya. Baru seperempat dari total yang terdaftar. Kalau dengan persentase, baru 28 persen-an saja, dilebihkanlah  sikit bila dicacah dengan kalkulator. Secara DL 13 April, memang masih panjang napas mengorek-ngorek imajinasi, memilah-milah diksi serta menulisnya menjadi pewisi. Lalu menyatakan diri bersiyap mengirimkannya di masa injury time .

Dua Dua

Dua file puisi saya kirim hari ini. Pada pukul 08:43 WIB  file puisi bertema "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-Akalan", even ini ditaja Kindai Seni Kreatif, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berangkat melalui g - form  dan langsung bersarang. Satu jam kemudian pada pukul 09:45, file puisi yang bertema -"Makan Bergizi Gendam"- untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) juga berangkat melalui e-mail Sosiawan Leak yang tukang gagas penerbitan antologi PMK sekaligus penginput progres di fb -nya. Yang pertama DL 13 April dan yang kedua DL 15 April. Masih cukup lega napas sebenarnya, tapi kalau puisi sudah siap kirim, mengapa mesti menunggu hingga mepet ke DL, misalnya baru mengirimkan karya di injury time . "Lebih cepat lebih baik," slogan Pak JK. Dari beberapa even yang saya ikuti, dua even sudah keluar hasil kurasinya. Puisi bertema "kebangsaan" ditaja Sastra Bulan Purnama, Jogja, lolos. Sementara puisi dwi bahasa yang bertema "kons...

Pesan Dokter

Ternyata wujudkan angan dan harapan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pada postingan 4 April berjudul "Obat Demam" saya akan lanjut puasa Syawal pada Senin kemarin. Berhubung demam yang saya idap belum reda dan saya merasa sehat, maka puasa Syawal belum jadi saya lanjutkan. Obat demam dari dokter Ana kurang manjur atau memang penyakit tipes saya (kali ini) rada   ndablek , entahlah. Satu pesan penting disampaikan dokter Ana, adalah saat ini memang sedang musim penyakit DBD dan tipes. Semua pasien yang dia tangani kebanyakan mengalami dua penyakit tersebut. Satu hal lagi yang terpaksa ditunda juga, yaitu donor darah yang terjadwal tanggal 7 April (kemarin). Cemana mau donor wong sedang sakit begini. Donor darah tidak harus tepat waktu seperti jadwalnya, bisa ditunda atau dimundurkan karena berbagai alasan. Misalnya, sakit atau dalam perjalanan ke luar kota. Jadi, donor darah sifatnya fleksibel, tergantung kondisi badan dan sebagainya. Secara aturan yang diberlakukan ...

Hahandop

Benar belaka, seperti yang saya duga, setelah diempani paracetamol hingga tiga butir, tak mempan. Panas bukan turun atau reda, melainkan hanya jinak sementara lalu naik lagi. Begitu terus. Saya pun menduga demam tipes yang saya idap. Takut kejadian seperti dahulu, DBD berkolaborasi dengan tipes, akhirnya saya pergi ke klinik Kosasih Kemiling. dokter Ana minta cek darah. Menunggu 15 menit, hasilnya positif tipes, beruntung bukan DBD. Tapi, tetap saja kudu waspada dan harus istirahat. Dan, tipes ini penyakit bawaan dari masa kecil saya. Dahulu saat masih SD, bila saya demam panas, oleh ayah diagnosanya, bila tipes obatnya diminumi susu cap beruang. Tentu ada hahandop yang diracik oleh ayah sebagai obat penurun panas bagi demamnya. 

Ambang Kemarau

Dua hari, sejak kemarin, hujan deras turun di tengah hari. Bahkan, hari ini sebelum pukul 9, hujan sudah tumpah sejadinya. Maha Kaya Allah SWT si pemilik hujan. Saya abadikan hujan dengan video dan menjadikannya status WhatsApp , sedulur di Surabaya menanggapi, "Di sini panas poll, Mas." Teman di Tulungagung juga komen, "Sama, Mas, di Tulungagung juga kerap hujan, bahkan disertai geludhuk banter banget ." Saya tidak tahu di Pacitan apakah juga masih ada hujan? Secara geografis, tetanggaan dengan Trenggalek dan Tulungagung karena sama-sama pesisir selatan Jawa Timur. Hujan pukul 08:53 AM tadi Tapi, BMKG meramalkan bakal terjadi El Nino yang mengakibatkan kemarau panjang dan kering sekali. BMKG mencatat hingga akhir bulan Maret sebanyak 7% zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ZOM ini bakal bertambah secara signifikan di bulan April, Mei, Juni, dan Juli. Apakah hujan ini sebagai tanda perpisahan dengan musim penghujan dan menyambut musim...