Langsung ke konten utama

Postingan

Orang Bijak Taat Pajak

Warga Dusun Gelimbung, Desa Bandar Agung, Lampung Timur sempat viral gak mau bayar pajak kendaraan bermotor. Apa yang mereka lakukan, ada benarnya, tapi ada salahnya. Benar dari sisi kompaknya, tapi salah dari sisi ketaatan. Kompak dalam hal kebaikan, itu inspiratif. Kompak dalam hal tidak mau bayar pajak, itu kontradiktif juga negatif. Mengapa warga Lampung Timur sampai gak mau bayar pajak dan dilakukan secara kompak? Tentu ada sebab dan alasan yang masuk akal. Warga kecewa di daerahnya jalan rusak parah. Bukankah pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dibiayai oleh APBN dan pajak yang dipungut dari rakyat, salah satu sumbernya. Gunanya untuk kesejahteraan rakyat. Barisan orang-orang bijak  Dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan lain-lain, acapklali terjadi mark up anggaran yang dipicu oleh hasrat untuk melakukan korupsi. Korupsi terhadap pajak yang dibayar rakyat, itu yang kemudian menjadi bandul mendorong munculnya fenomena kompaknya masyarakat dengan a...
Postingan terbaru

Pecel Lele Mbak Mar

Kaget benar kemarin lewat jalan Sultan Agung, warung pecel lele Mbak Mar terlihat   tutup dan banner di depannya sudah tidak ada lagi alias sudah dicopot. Di depan warung itulah titik turun kami setiap naik bus DAMRI dari Gambir. Kami (saya berdua istri) mampir makan dulu baru kemudian lanjut pulang ke rumah di BKP. Sampai di rumah tinggal mandi dan istirahat. Gak mikirin keluar lagi untuk mencari makan. Artinya, betapa strategis warung pecel lele Mbak Mar di situ. Pengunjung kendati tidak sampai antre, tapi tidak pula sepi-sepi amat. Datang dan pergi silih berganti, sikit - sikit jadi banyak dari pagi hingga malam. Filosofi rezeki mengalir seperti air yang tenang, bukan seperti banjir bandang yang memporak-porandakan, kemudian hancur lebur dan lenyap tersapu air bah yang dahsyat. Ruko bekas warung pecel lele Mbak Mar  Ada kan kafe, resto atau sekelas warung yang waktu grand opening cetar menggelar dengan seremoni yang ngebom dorrr . Namun, seiring berjalannya waktu hidu...

In this Economy

Mengalami pertumbuhan bisnis yang melambat, proyeksi pendapatan yang di bawah ekspektasi, dan ketatnya persaingan di industri streaming , membuat Netflix akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebanyak 800 karyawan atau 5 persen dari total tenaga kerja tetapnya.  PHK maning baè kiyin mah , kepribèn karèpè . Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, mengakui bahwa walau perusahaan masih mencatat pertumbuhan pendapatan lumayan, akan tetapi pergerakannya tidak secepat seperti yang diharapkan. Selain itu, tingkat keterlibatan ( engagement ) pengguna mengalami perlambatan imbas banyak platform streaming pilihan pengguna, itu batu sandung pertumbuhan Netflix alami perlambatan. Ilustrasi | IG. allblackcreatives | Kerap saya berpikir, jaringan internet yang terpasang di rumah seperti mubazir, hanya wifi saja yang terasa ada manfaatnya sehari-hari, itu pun saat di rumah. Saat di luar rumah atau pergi lama meninggalkan rumah, kuota data di gawai kudu bisa berfungsi. TV hampir tida...

“Sebagai Ladang Amal”

Kendati blog Antyo Rentjoko (Paman Tyo) dengan alamat tautan blogombal.com nangkring di layar gawai saya, namun tidak setiap hari saya klik untuk membaca postingannya. Kemarin pagi saya klik, terbaca Rudiyanto, bloger pemilik ndobos.com, berpulang ke Rahmatullah di Bogor. Saya cuma membaca sekilas kabar  lelayu  itu. Tautan blog Rudiyanto juga tertancap di layar gawai. Sesekali saya blogwalking  ndobos.com, tak ada postingan terbaru, saya pikir ini bloger kurang rajin ngepos tulisan terbaru. Setelah baca postingan Paman Tyo di blogombal.com (8/10/2026) tentang berita lelayu , itu baru saya ngeh , rupanya bl o ger Rudiyanto memang sudah lama mengidap kanker multiple myeloma dan menjalani  kemoterapi dua kali sebulan hingga akhirnya berpulang  (7/10/2026). Blog ndobos.com ini hampir selalu menulis tentang unggas khususnya burung karena latar belakang Rudiyanto yang seorang biolog. Macam-macam spesies burung berikut nama latinnya ia selalu tulis lengkap dengan ...

“Pelangkah”

Di tanggal cantik, 10-10-26 ini, cewek yang pada saat ibunya wafat (19/12/2022) amat terpukul, melepas masa lajangnya. Kami kondangan di gedung Graha Pramuka. Dekorasi terlihat kaya dengan warna burgundi berpadu orange dan hijau tua, terkesan gelap. Seperti muram dan kurang estetis. Mestinya, ya, dipadukan dengan warna putih atau kuning baru deh kelihatan kontras dan keluar nuansa cerahnya. Cewek ini satu angkatan dengan anak ragil kami di TK dan SD. SMP dan SMA berlainan sekolah. Dia kuliah di fakultas hukum. Ayahnya setelah pensiun aktif salat berjemaah di masjid kami. Jadi, biasa kami  say hello , salaman atau sebelahan berdiri di shaf. Cowok yang menyuntingnya seorang polisi berpangkat Briptu dengan titel S.H. juga seperti dia. Bagaimana jalan jodoh mereka? Seperti apa kisahnya? Entahlah. Perjodohan mereka perpaduan antara anak pertama atau mbarep (mempelai pria) dan anak kedua atau ragil (mempelai wanita). Si mempelai pria karena sulung tidak ada hambatan, sedangkan me...

Buku, Besuk, Safari

Setelah merampungkan membaca buku antologi 27 penyair Sastra Rumah Bamboe (Rohmantik), ada yang mengejutkan. Selain saya, ternyata ada dua orang penulis puisi lainnya dari Lampung, yaitu Hendra Pratama dan Nina Hijaz. Yang pertama seorang pelajar sedangkan yang kedua ahli madya komputer jebolan akademi manajemen informatika dan komputer (AMIK) yang menekuni usaha mandiri atau wiraswasta. Selain ada yang mengejutkan, juga ada yang unik di buku Rohmantik ini. Beberapa penulis seperti “janjian” menerakan titi mangsa (tanggal penulisan) yang sama. Yang menulis titi mangsa 16/1/26 ada 2 orang, titi mangsa 22/1/26 ada 2 orang, titi mangsa 25/3/28/6 ada 2 orang, titi mangsa 26/3/26 ada 3 orang, titi mangsa 2/5/26 ada 2 orang, dan titi mangsa 22/5/26 ada 2 orang. Selebihnya titi mangsa yang bervariasi. Itu ulasan saya tentang buku antologi 27 penyair Sastra Rumah Bamboe (Rohmantik) ini. Hal lain yang mengisi kegiatan hari ini adalah menengok kolega istri (sesama pensiunan) yang baru saja m...

Jati Diri

Bunga rampai esai yang saya culik dari blog ini setali tiga uang dengan sehimpun puisi, berisi sama-sama 65. Yang sehimpun puisi berisi 65 judul puisi dan yang bunga rampai berisi 65 esai. Satu esai mengulas perihal pesan Ayah kepada kami bertiga anak lelakinya bahwa, silakan hidup di mana saja dan menikah dengan siapa saja asal hindari yang berasal dari dua suku, Ayah sebutkan sukunya, xxxx dan yyyy. Ketika ragil kami menjalani hubungan asmara dengan cewek dari suku yang (satunya) Ayah sebutkan, saya cuma bisa menelan ludah. Akan tetapi, doa supaya ia dipertemukan dengan calon pendamping, wanita yang Sholehah, terus saya langitkan setiap bakda salat. Apa yang Ayah pesankan kepada kami perihal suku yang ditabukan itu pernah saya singgung pada anak-anak. Ada postingan di  blog  ini saya menyoal “jalan jodoh” yang berliku-liku. Tentang menemukan atau ditemukan. Tentang bibit , bebet , bobot . Bibit itu menyangkut garis keturunan, bebet menyangkut status sosial ekonomi, dan...