Kali pertama melihat kedai kopi gerobakan mengusung jenama "NESCAFE" di Pasar Pucang, Surabaya. Tidak jauh dari tempat indekos anak. Saya membatin, "Nescafe kan kopi Lampung, kok di Lampung gak ada kopi gerobak begini ini." Anak saya tanya, "Di Lampung udah ada, Yah, kopi Nescafe ini?" Langsung kujawab, "Belum." Nah, pagi ini tadi, saat saya beli camilan buat teman ngopi di Iman Jaya, di pinggir jalan ada gerobak kopi Nescafe ini. Saya samperin , cari tahu ada yang panas gak ? Setidaknya, di Lampung saya tahu ada satu ini gerai kopi Nescafe gerobak. (dokpri) Sayang sekali kopi yang dijual semua cold brewing . "Semua dingin, Pak," jawab nona-nona yang nunggu gerai gerobak ini. "Berarti enaknya siang hari, ya, pagi begini enaknya kopi panas. Okeylah, mbak, kapan-kapan saja," kilah saya mengakhiri interaksi. Cold brewing (seduh dingin) ala-ala kopi Italia. Saya jadi teringat puisi dwi bahasa pada buku antologi puisi "B...
Jalan raya Natar yang merupakan jalan negara atau jalan lintas tengah (jalinteng) Sumatra, merupakan akses menuju bandar udara (bandara) Radin Inten II di Desa Branti, kecamatan Natar, kab. Lampung Selatan. Jalan ini padat kendaraan, sering macet, dan sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Tadi sore sewaktu hendak mengantarkan anak ragil ke bandara untuk kembali ke Jakarta, mobil minibus yang ada di depan kami, ban serepnya terlepas dari tempat menaruhnya di bawah body mobil dan mental bergulir lalu tertabrak oleh mobil yang kami tumpangi, jeleduk, menyebabkan plat nomor polisi terlepas dari bemper. “Ya, bagaimana, Mas. Namanya juga musibah,” kata si empunya mobil yang ban serepnya terlepas itu, ketika sopir mobil yang kami tumpangi hendak meminta ganti rugi. Sopir mobil kami tak bisa ngotot apalagi sampai bersikeras, ia maklum saja karena memang namanya musibah tak bisa dielakkan dan tak pula dikehendaki. Ya, “untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak” kata pepatah...