Langsung ke konten utama

Postingan

Ibadah Terpanjang

... ... ... ... ... Tepat pukul 16:20 sah ... ... ... ...
Postingan terbaru

Journey

With Cakrabuana train , journey to Cirebon start 10:50 AM. Di langit Jakarta tepatnya di atas silang Monas berseliweran pesawat tempur F-15 sedang latihan untuk upacara detik-detik peringatan HUT ke-81 kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, Senin lusa. Jalanan sedikit macet karena hal tersebut di atas. Karena kami dari Lampung sudah sampai waktu subuh, tidak ada masalah. Anak mantu yang dari Depok naik commuter line turun di Gondangdia dan adeknya dari Pasar Minggu naik motor dititipkan di stasiun. Monas menjulang dipeluk polisi udara  Ndilalah di stasiun ketemu tiga keponakan sai umpu dengan Ibu mereka karena Kakek mereka dan Ayah saya kakak beradik. Dengan tujuan yang sama menghadiri pernikahan keponakan (anak Abang) saya yang bungsu. Mereka satu gerbong dengan anak-anak. Sementara saya berdua istri karena pesan tiket belakangan jadinya pisah gerbong dengan anak-anak dan tiga keponakan itu. Mereka di depan, waktu pesan masih dapat ekonomi, kami di belakang, tapi eksekutif. Makin...

Wong Aneh

Ceritanya naik taksi online menuju stasiun Tanjungkarang. Sopirnya tetangga RT sebelah, biasa jemaah salat lima waktu di masjid. Artinya kenal, sepanjang perjalanan akan tetapi ia silent mode . Tidak bertanya hendak ke mana. Ya, sudah, saya diam saja juga. Istri apa lagi karena memang tidak begitu paham dengannya. Saya kasih tahu, istri manggut-manggut. Taruhlah ia orangnya pendiam, kurang suka basa-basi, tapi tidak sedang sakit gigi. Pernah ada cerita tentang ia ini, saya dengar Pak RT mereka yang cerita. Kata Pak RT mereka, ia ini hendak nyalon jadi ketua RT di lingkungan RT mereka. Tapi, oleh sesepuh di sana diwanti-wanti, lebih baik tidak usah. Sesepuh ini pernah jadi ketua RT, dilengserkan warga. Ia ASN, akhirnya naik jadi lurah. Tapi, jadi lurah pun tidak bisa melobi Dinas PU Pemkot untuk mengaspal jalan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Ada isu karena usulannya dijegal oleh anggota dewan yang tidak ia dukung lantaran beda partai. Si Bapak lurah ini partai kuning sedangk...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

Kesan Modern itu Terlihat

Lumayan lama coy tidak ke pasar Koga. Tadi mampir karena hendak ngelèm sepatu yang terlepas. Mungkin karena sudah siang, saat jelang zuhur, suasana pasar terkesan sepi. Oh, iya, namanya bukan lagi Pasar Koga seperi dahulunya, melainkan Pasar Modern Raden Intan. Keren, Bro. Perubahan nama itu seiring peningkatan statuta Korem Garuda Hitam menjadi Kodam XXI Raden Intan. Pasar Koga dikelola atau aset milik Korem, dengan sendirinya sekarang dikelola Kodam XXI Raden Intan. Nama baru itu, saya lihat dipasang pada bagian depan menggantikan nama lama. Nah, bukan hanya memajang nama baru itu saja, melainkan menambahkan ornamental di bagian depan bangunan pasar sehingga kesan “modern” itu terlihat nyata. Bukan hanya pasar ini saja yang berganti nama. Hotel Ria (dulu) yang jadi Wisma Gatam  pun berubah menjadi Wisma Raden Intan. Sebenarnya di Kepayang ada tukang sol sepatu, tapi sewaktu lewat hendak ke p o ol Damri terlewat tanpa sadar. Sehabis ke pool Damri bablas ke BK, istri hendak b...

Buku

Saya masih menunggu datangnya buku "Ramu-Ramu Warteg" dari Tegal. Antologi ini belum merupakan kloter terakhir, masih ada beberapa buku sedang proses. "81 Penyair Bicara Tentang Indonesia -- Merdeka Katamu" karena peminatnya mbeludak sementara dibatasi hanya 81 penyair sesuai dengan HUT ke-81 RI, maka dibuat menjadi dua jilid. Tapi, jilid 2 sepertinya agak lambat terpenuhi kuotanya. Deadline 15 Agustus, baru separuh yang mendaftar. "MOZAIK", "Dapur Sastra Jakarta (DSJ)", "Rohmantik" dari Sastra Rumah Bamboe masih proses juga, tidak bisa diprediksi kapan selesai. Rangkaian yang mesti dilalui sebuah buku antologi begitu panjang mulai dari pengumpulan naskah puisi, dikurasi oleh tim kurator, layout , pengajuan ISBN, pencetakan dan penjilidan serta packaging buku untuk selanjutnya didistribusikan ke penulis. Cukup melelahkan bagi yang mengolah maupun yang menunggu bukunya. Ilustrasi | credit foto: ISBN Service  Baik buku antologi bersama...

FSY 2026

Maju mundur saya untuk ikutan atau tidak FSY tahun 2026. Tiga tahun ikutan belum mujur lolos kurasi. Even tahunan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta ini benar-benar buat nguji adrenalin dalam menciptakan puisi bertema. Tahun ini FSY mengusung tema besarnya “LAKU.” Di luar tema besar  “LAKU”  itu, bebas saja hendak mengirim puisi bertema apa saja yang penting bebas SARA dan pornografi. Karya sastra emang sering menjamah ranah pornografi sebagai objek penulisan. Apakah tokohnya yang digambarkan sensual atau tempatnya berada di zona abu-abu. flyer FSY di Instagram  Karya sastra yang mengeksplor dunia hitam atau zona abu-abu  tentu tak terlepas dari narasi yang menyentuh hal yang sensitif, apakah bentuk tubuh secara transparan atau gender tokoh dalam cerita. Minimal menggambarkan pakaian yang seksi dan dibuat sebisanya mengundang syahwat pembaca. Dalam dunia perbukuan (karya sastra), penerbit mayor memiliki aturan ketat masalah pornografi. Tapi, novel IQ84 Haruki Mur...