Langsung ke konten utama

Postingan

Dua Masjid Syuhada

Perjalanan ‘safari jumat’ hari ini, saya ke masjid jami’ Asy-Syuhada, Jl. Wolter Monginsidi No.17 C, kelurahan Durian Payung, kecamatan Tanjungkarang Pusat. Masjid berornamen cantik dibalut warna coklat, ini tidak jauh dari gerai mie ayam serta bakso jenama terpopuler di Bandar Lampung dan juga Central Plaza. Sudah lama saya mengagumi masjid ini. Karena itu, masjid ini masuk list tempat ‘safari jumat’ di bulan Ramadan 1447 H ini. Pada mulanya saya tidak tahu nama masjid ini. Kendati sering lewat di depannya, saya tidak tergerak membaca nama masjid di depan, padahal sering mengunjungi gerai bakso di dekatnya. Masjid Jami' Asy-Syuhada Durian Payung Ketika takmir masjid mengumumkan keuangan (kas) masjid, tersebutlah nama Asy-Syuhada. Saya langsung membatin, berarti sudah dua masjid Asy-Syuhada saya jadikan tempat ‘safari jumat’ setelah sebelumnya saya pernah jumatan di masjid Asy-Syuhada Jl. Imam Bonjol, kelurahan Sumberejo, kecamatan Tanjungkarang Barat. Perihal kas masjid Asy-...
Postingan terbaru

Persempit Kesempatan

Perjalanan ‘safari ramadan’ hari ini, saya jemaah salat Zuhur di masjid Al-Ikhlas, Jl. Raden Gunawan, Sukamaju, Rajabasa Pemuka. Masjid ini sejak setahun lalu direnovasi, dua menara telah berdiri gagah menuding langit. Semoga bisa jadi wahana melangitkan doa Jemaah sehingga mudah tersampaiakn ke Haribaan Ilahi Rabbi, tentu melalui sodakoh jariah sebagai lantarannya. Ya, panitia renovasi masjid memang membuka peluang untuk beramal sebanyak-banyaknya. Maka, diadakan open donasi melalui beberapa rekening masjid. Disediakan juga kotak infak di dalam masjid. Bahkan, di masjid yang manajemennya sudah modern mempergunakan barcode Q-RIS. Jemaah tinggal klik saja, uang infak langsung masuk ke rekening masjid. Sesimpel itu. Masjid Al-Ikhlas Jl. Raden Gunawan Rajabasa Pemuka  Masjid Al-Ikhlas ini tidak begitu luas, tapi tentu cukup untuk menampung jemaah di sekitar situ. Letaknya yang strategis di pinggir jalan, memudahkan driver ojol mampir menunaikan kewajiban menghambakan diri kepada...

Al-Hijr = Bukit Batu

Perjalanan ‘safari ramadan’ hari ini, saya salat Zuhur pada masjid Al-Hijri, Jln. Pramuka, Rajabasa. Setelah dibagusi setahun lalu, kubah masjid serta tampilan dinding luar yang menghadap ke jalan, tampak cantik full keramik dengan ornamen kembang-kembang berwarna hijau. Baru pertama ini saya masuk dan salat di masjid ini, kendati sering melewati jalan ini. Di bagian dalam ada ruang istirahat jemaah, tapi tetap diberlakukan larangan merokok di lingkungan masjid. Sejatinya memang begitu. Jangankan di dalam masjid, di lingkungan luar pun mestinya tidak boleh merokok. Bukankah sungguh sangat tidak etis jadinya, masjid dinarasikan sebagai Rumah Allah, tapi merokok di situ. Masjid Al-Hijri dipotret dari jalan Pramuka  Lahan tempat masjid ini dibangun adalah wakaf dari keluarga almarhum Hi. Ahmad Effendy Gelar Tuan Sinar bin Hi. Syahri St. Temanggung. Dihibahkan atas nama keluarga oleh Toni Effendy pada 7 Oktober 2020. Kendati begitu, nama masjid tidak mengabadikan nama orang yang b...

Hikmah Safari

Jika kemarin ‘safari ramadan’ saya menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri, maka hari ini, perjalanan safari saya, dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini bersua kata kembar ‘hikmah’ pada kedua masjid di atas. Maka, inilah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumberejo  Ada memang nama yang disematkan pada masjid diambilkan dari nama tokoh yang membangunnya. Misalnya, masjid raya Al-Bakrie di Lampung yang diambil dari nama Ahmad Bakrie, orang tua dari Aburizal Bakrie, mantan ketua KADIN dan menteri di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2004–2014. Itu ...

Masjid Perumahan

Perjalanan ‘safari ramadan’ untuk salat Zuhur, hari ini saya ke masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya. Sebuah cluster yang saya duga nyaman karena begitu hening dari deru kendara berlalu lalang. Paling juga kurir mengantar paket atau transportasi daring mengantar/jemput penumpang. Al-Hikmah ini, masjid yang galibnya ada di komplek perumahan yang penghuninya adalah bapak-bapak beraktivitas di perkantoran, tentu jemaah salat Zuhur dan Asar tidak ramai amat. Layaknya di perkotaan di mana pun, fenomena masjid perumahan sepi di siang hari bukan sesuatu yang aneh, melainkan keniscayaan. 'Safari Ramadan' salat Zuhur di masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya  Hanya orang yang sudah pensiun atau warior (warga senior) berusia 60 tahun ke atas yang akan menjadi jemaah rutin di saat salat Zuhur dan Asar. Di masjid ini tadi, barisan jemaah hanya dua setengah shaf atau 40 orang lebih termasuk beberapa orang anak-anak dan orang luar komplek perumahan, ...

Masjid Khoir

Ini yang namanya faktor kebetulan. Jika kemarin ber-‘safari ramadan’ saya salat Zuhur di masjid Thoriqul Khoir, maka hari ini saya salat Zuhur di Masjid Jami’ Nurul Khoir dekat Pasar Tamin. Sama-sama ada kata ‘khoir’-nya, itu yang saya maksudkan dengan faktor kebetulan. Bukan tebak buah manggis. Dahulu, masa anak sulung saya sekolah di SPANDA dan SMANDA tahun 2008–2012, saat pulang sering menjadikan Pasar Tamin sebagai titik jemput. Masa-masa SMS sedang jaya-jayanya. Atau di masa-masa peralihan perangkat komunikasi seluler dari telepon genggam jadul NOKIA ke era Blackberry dan android. Masjid Jami' Nurul Khoir dari depan  Kendati begitu, belum sekali pun saya coba singgah menumpang salat di masjid jami’ Nurul Khoir. Walau pernah dilakukan renovasi, menilik ke ruang masjid, interior di dalamnya masih terlihat seperti tidak ada perubahan yang signifikan. Karena yang direnovasi, sepertinya mempercantik profil pada bahagian teras. Dari segi jemaah salat Zuhur pun, meski dekat den...

Masjid Makmur

Ternyata tidak mudah mewujudkan capaian sesuai peta jalan yang telah dibentangkan. Penginnya juz 29 dan 30 selesai satu sesi tadarus. Apalah daya, riak-riak kantuk sulit saya kendalikan. Saya menyerah pada ketidakberdayaan, juz 30 tak saya selesaikan dan saya baru khatam tadi pagi. Saya 'safari ramadan' di masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol, Gedong Air. Selain masjid Al- Iman Bambu Kuning, masjid Thoriqul Khoir ini rasanya terbilang makmur dalam arti ramai jemaah pada waktu salat Zuhur. Tiga shaf (sekitar 85 jemaah). Jajaran 3 shaf jemaah salat Zuhur masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol  Saya menerka, lebar masjid ini sama seperti masjid kami yang sebaris shaf berisi 25 orang. Jadi, bila satu shaf di masjid Thoriqul Khoir tadi 25 orang, berarti keseluruhan jemaah (penumpang) tiga shaf ada 75 orang ditambah sekitar 10 orang di shaf keempat. Berkali-kali bila ke Bambu Kuning, saya senantiasa salat Zuhur di masjid Al-Iman dekat rumah makan Minang Kamang Indah. Udara dalam ruan...