Opor ayam kampung yang dibikin oleh istri kemarin tidak kami gandengkan dengan ketupat sebagaimana lazimnya seperti Idulfitri lalu. Nasi yang jadi jodohnya di Iduladha ini. Anak-anak tak pulang pada hari raya haji ini. Telah aku santap tadi sepulang salat id. Setelah ‘berpuasa’ alias tidak makan dan minum terlebih dahulu sebelum berangkat ke masjid untuk salat id. Beda dengan hari raya besar yang mesti atau disunahkan untuk makan minum terlebih dahulu. Ilustrasi | sejarah idul kurban | Hajinews.co | Diiringi lagu “Adaptasi” dari solois Tulus melalui MP3 yang ada liriknya “Dari Rabu hingga Rabu lagi” seperti mengena betul karena Iduladha ini jatuh pada hari Rabu dan yang berdiam dalam rumah hanya kami berdua istri tanpa anak-anak. Dilanjutkan Tulus, “Kita di bawah atap rindu-Nya yang sama, menunggu tenangnya langit pagi.” Sejalan pula dengan isi khutbah khatib salat id tadi, hendaklah senyampang masih hidup dan sehat, suami dan istri saling kasih mengasihi. “Ada suami-istri yang...
Karena besok lebaran haji, hari ini istri mau buat opor. Ayam kampung potong sudah siap sejak dua hari lalu, dikarantina di freezer. Saya bagian ke pasar belanja bumbu dapur dan santan. Tak terkira banyaknya yang butuh santan, antrean panjang mengular meliuk-liuk si 'pemburu santan'. Tadinya saya ke pasar tempel SPBU Langkapura. Setelah dapat bumbu giliran santan, tapi melihat antrean mak-mak saya beralih ke pasar tempel di dekat masjid Baiturrahim. Sama juga kudu antre. Weslah , kadung pindah daripada cari tempat lain belum tentu ada. Saya nyelip di barisan mak-mak. Barisan mak-mak pemburu santan yang mengantre di pasar tempel SPBU Langkapura Saya lanang sendiri, lainnya wadon . Yo , weslah orak opo - opo . Dahulu, waktu zaman edan langka minyak goreng, saya juga suka-suka saja nyelip pada barisan mak-mak demi dapat minyak goreng 2 liter dengan harga murah. Macam zaman perang saja, menguber minyak goreng orang mesti bersabar mengantre. Dari urutan sekian belas, nggak me...