Satu hajat pemilihan calon ketua RT dihelat tadi malam. Ini RT terakhir dan salah satu dari dua pemilihan calon ketua RT di Blok P. Dari empat RT di Blok P, dua melalui mekanisme aklamasi dan dua dengan pemilihan. Karena ketua RT lama sudah lebih dari dua periode, dan ada dua calon yang mau mengikuti alur pemilihan, maka ketua RT lama membuka "jalan demokrasi" bagi mereka untuk bertarung memperebutkan suara warga pada pemilihan calon ketua RT. Yang bertarung adalah Ibu dan Bapak. Yang menang si Bapak dengan perolehan suara 42 sedangkan si Ibu mendapat 17 suara. Si Ibu pernah bertarung lima tahun lalu melawan calon incumbent dan dimenangkan incumbent . Artinya, pernah bertarung dan pernah kalah. Kini maju lagi dan kalah lagi. "Dulu saya kalah dan sekarang 'Alhamdulillah' kalah lagi," katanya dalam sambutan menyampaikan kesan atas pesta demokrasi yang baru dilakukan. "jalan demokrasi" pemilihan calon ketua RT Begitulah semestinya demokrasi itu dipr...
Tadi malam ada dua hajatan. Satu, tahlilan 100 hari berpulangnya Ibu dari salah satu jemaah masjid, di RT sebelah. Yang kedua, pengukuhan calon ketua RT 012 LK II yang pada dua minggu lalu diaklamasikan. Hajatan pertama kami hadiri lebih dahulu baru kemudian hajatan kedua di RT kami sendiri. Semua jemaah salat isya menuju ke rumah sahibul hajat. Rumahnya penuh undangan tetangga dan saudara-saudaranya. Habis isya saya tidak langsung bareng rombongan jemaah masjid menuju rumah yang mengundang. Saya pulang dulu mengambil kunci rumah sekalian memasukkan motor karena istri hendak duluan bareng tetangga. Kaget, kok menapaki lantai teras terasa berdebu. Belum ngeh dong apa musabab debu yang banyak itu. Nggak juga bisa menerka dari mana asalnya karena kemarau memang udara cenderung berdebu. Jadi sesuatu yang wajar. Penampakan GAK saat erupsi memijarkan api dan debu vulkanik| foto: Metro TV Di teras sahibul hajat juga terasa berdebu. Usai doa ditutup, teman menunjukkan layar hp , ...