Tentang safari jumat, Alhamdulillah telah berjalan seperti yang pengin saya kehendaki, memasuki bulan Ramadan ini, safari Ramadan adalah hal yang juga pengin saya lakukan. Hari pertama puasa kemarin (18/2), saya salat Zuhur di masjid Al-Ishlah Blok L, setelah melihat masjid Blok Q tidak ada aktivitas. Untuk kali kedua saya terkecoh dan bertanya, kenapa masjid Al-Aqso itu tak dipergunakan. Capek-capek dan susah payah membangun Rumah Allah SWT, itu tetapi ujungnya tidak dimakmurkan. Sudah lama tak terdengar azan di masjid itu, padahal dulu paling nyaring. Entah mengapa sekarang sepi. Asar pengin ke masjid Al-Anshor, tapi cuaca tidak mendukung dan berkenaan pula dengan persiapan untuk acara "kunjungan" di masjid. Setiap KK diminta membawa 3 nasi kotak, usai beli air galon saya menjemput nasi kotak yang sudah kami pesan sebelumnya di RM Minang dan mengantar ke masjid. Usai salat Magrib, Pak Ustaz memimpin doa menyambut bulan puasa. Masing-masing individu (jemaah) menyebut dalam h...
Saya sengaja menunggu apakah Masjidil Haram akan memulai mendirikan salat Tarawih pada 17 Februari kemudian esoknya 18 Februari memulai puasa Ramadan 1447 H? Semua beranjak dari rasa pengin tahu, bukan sekadar penasaran. Tak terbayang lamanya waktu menunggu. Saya nyalakan televisi kanal Kingdom of Saudi Arabia saat di sana baru saja hendak salat Magrib. Nah, salat Tarawih kan setelah salat Isya. Waktu Magrib di Saudi pukul 18.21 Waktu Jeddah, itu bersamaan dengan pukul 22.21 WIB. Dan salat Isya di sana pukul 19.32 Waktu Jeddah atau pukul 23.32 WIB. Selesai salat Isya lalu muncul seseorang berpidato di depan corong, tentu saja bahasa Arab, gak ngerti saya apa yang ia bicarakan, tapi kira-kira semacam sebuah pengumuman hasil rukyatul hilal penentuan tanggal 1 Ramadan 1447 dan keputusan memulai ibadah puasa. Saat-saat akan dimulainya salat Isya di TV Saudi Selesai orang tersebut pidato, layar TV Saudi seperti berhenti bergerak, tidak memantulkan sudut-sudut ruang yang terekan CCTV. Ta...