Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kopi

Apa pun, Tetap Ngopi

Betapa syahdunya cuaca, sepagi ini hujan dengan langkah pelan menapaki jalan yang dilaluinya. Tidak cepat jalannya (deras jatuhnya), tapi tak mengizinkan (menghalangi) saya untuk keluar mencari camilan teman ngopi. Apa daya. Untung ada persediaan biskuit dan buah pir. Jadi ada persimpangan kebiasaan. Biasanya ngopi bersahabat gorengan, pagi ini dipertemankan dengan buah dan biskuit. Yang penting ngopinya, tak peduli apa yang dipersandingkan dengannya. Sekadar ilustrasi | foto: Basajan.net | Seperti tagline teh botol yang sudah ngetop sejak zaman saya SMA tahun ‘80an yang kala itu masih satu varian rasa, teh melati thok . Sekarang sudah ada rasa madu, anggur, dan jeruk. “Apa pun juga makanannya, minumnya teh botol COCOK.” 🤔 Frasa COCOK itu sekadar buat memplesetkan merek teh botol yang sudah amat  legend tersebut. Saking legendarisnya teh botol COCOK itu, muncul kemudian merek teh botol lainnya. Buat apa tho ? Tentu buat bermain di gelanggang persaingan. Memang begitulah ...

Sebuah Antusiasme

Ini kopi gerobak yang sudah saya ceritakan di postingan blog pada 28 Maret berjudul " Kopi Ngingi " karena memang yang mereka jual adalah kopi dingin ( ngingi,  bhs. Lampung). Kopi plus es. Tadi malam ketika saya ke Kemiling (atas) mencari obat di apotek, saya lihat kerumunan orang antre di depan gerobak hendak membeli kopi yang sedang kekinian ini. Menonton dua orang peracik di dalam. Kopi gerobak di Jl. Teuku Cik Ditiro, Kemiling  Sebuah antusiasme jadi pemandangan menggelikan. Memang demikianlah agaknya, di Tanoh Lada , Tapis Berseri , dan Sang Bumi Ruwa Jurai , ini sesuatu yang baru selalu menarik perhatian. Namanya juga 'baru.' Setiap ada kafe baru, diserbu pengunjung kendati hanya untuk mencoba atau menjadikannya tempat ngonten untuk diunggah di media sosial facebook, IG, Threads atau TikTok. Memvalidasi status sosial. Antusiasme warga pengin mencoba  Saya perhatikan di Pasar Pucang, Surabaya, kopi gerobak NESCAFE ini tidak begitu ramai pembeli. Biasa s...

Kupi Ngingi

Kali pertama melihat kedai kopi gerobakan mengusung jenama "NESCAFE" di Pasar Pucang, Surabaya. Tidak jauh dari tempat indekos anak. Saya membatin, "Nescafe kan kopi Lampung, kok di Lampung gak ada kopi gerobak begini ini." Anak saya tanya, "Di Lampung udah ada, Yah, kopi Nescafe ini?" Langsung kujawab, "Belum." Nah, pagi ini tadi, saat saya beli camilan buat teman ngopi di Iman Jaya, di pinggir jalan ada gerobak kopi Nescafe ini. Saya samperin , cari tahu ada yang panas gak ? Setidaknya, di Lampung saya tahu ada satu ini gerai kopi Nescafe gerobak. (dokpri) Sayang sekali kopi yang dijual semua  cold brewing . "Semua dingin, Pak," jawab nona-nona yang nunggu gerai gerobak ini. "Berarti enaknya siang hari, ya, pagi begini enaknya kopi panas. Okeylah, mbak, kapan-kapan saja," kilah saya mengakhiri interaksi. Cold brewing (seduh dingin) ala-ala kopi Italia. Saya jadi teringat puisi dwi bahasa pada buku antologi puisi "B...

Menikmati Kopi

Yang sudah puasa Syawal, selesaikan. Yang baru mulai, lanjutkan. Saya belum. Pagi ini masih ngopi ditemani cireng beli di Iman Jaya. Tadi pagi iseng ke sana, sudah buka rupanya. Lanjut ke pasar tempel Beringin, beli cumi untuk campuran tumis brokoli. Makanan yang tinggi serat dulu kita. Kemarin pagi sewaktu ngopi di AKAR Hotel & Resort. Mencoba sensasi kopi di-toping es krim. Ternyata manis es krim masih tunduk sama pahit kopi. Setelah saya aduk es krim dalam mug kopi, saya seruput kok rasa kopi masih pahit. Saya amat kenal rasa kopinya. Kopi es krim tandas kunikmati, tinggal mug kosong ini yang terekam kamera. Apa daya. Kopi yang biasa ada di kamar hotel adalah Nescafe. Salah satu jenama kopi yang populer di Lampung. Kopi ini memang pahit, bersaing sengit dengan rasa kopi varian americano yang ada di minimarket biru. Gula yang dibubuhkan tidak cukup hanya satu saset.

Ritme Hidup Melambat

Hari ini, sepanjang hari hampir tak ada sinar matahari. Saya katakan hampir karena sinar matahari hanya sempat muncul sesaat saja kemudian tersaput mendung dan hujan rintik pun turun-reda turun-reda secara bergantian. Udara pun menjadi begitu dingin dibuatnya. Saya memang sedang influenza, ingus sedang encer-encernya (meler melulu), bolak-balik saya keluarkan dari hidung dengan cara menghempaskannya ke tanah. Dalam demam flu begini, ritme hidup jadi melambat. Kepala pening, badan nggereges kedinginan. Mandi air hangat adalah trik meredam dinginnya air leding yang kami konsumsi. Habis bagaimana lagi, hendak berjemur matahari tak kelihatan ‘batang hidungnya’ apalagi senyumnya yang memikat hati. Lebih hangat lagi berkemul sarung atau sekalian masuk ke dalam dekapan selimut tebal, terlebih dahulu telan obat flu. Ilustrasi | foto: BITKA ORIGIN Coffee Roastery | Tadi malam saya beli wedang jahe. Hanya airnya saja, tanpa campuran seperti wedang ronde umumnya yang ada irisan roti tawar,...

Kopi Gula Aren

Doodle Google hari ini, Kamis (15/7/2025), sikit menarik, banyak menggelitik. Terbaca tulisan ini, "Celebrating Kopi Susu Gula Aren" This Doodle celebrates kopi susu gula aren, Indonesia's beloved modern coffee drink, sweetened with traditional gula aren ( palm sugar ). Nah, bicara gula aren, di swalayan saya temukan ada beberapa merek. Ada yang mengusung merek dari jenama swalayan itu sendiri. Ini strategi bisnis yang semacam hilirisasi. Menyematkan nama swalayan pada suatu produk sebagai merek, itu bagian dari core bussiness . Produks dikemas merek swalayan. Doodle Google, 15/7/2025 Agak lama saya setia kepada kopi minus gula. Kopi pahit di lidah saya terasa manis. Sekarang sedang setia pada kopi gula aren. Gula aren merek apa yang saya pakai, melalui proses coba yang ini, coba yang itu. Memperhatikan bahan bakunya, ada yang asli aren dan ada yang hasil modifikasi beberapa bahan. Pernah mencoba suatu merek, setelah saya cermati, ternyata itu butiran gula putih yang d...

Petis dan Kopi

Selain membeli kopi Gayo, ternyata istri juga membeli bumbu rujak Aceh sebagai oleh-oleh tour sumatra, makanya sehabis mereset ATM di bank karena pernah keseleo jari memencet kode PIN yang salah, kami mampir dulu Pasar Smep Bambu Kuning membeli buah-buahan untuk bahan meracik petis. Di jalan-jalan, mudah dijumpai pedagang jambu. Ada jambu air, ada jambu kristal, dijajakan oleh pedagang di tempat strategis. Dahi trotoar adalah pilihan yang paling disuka mereka. Pengendara motor atau mobil yang tertarik tinggal pencet lampu sign kiri, menepi lalu tanya harga, tawar menawar. Apabila cocok, beli. Sebelum ke bank kami berdua sarapan dulu di Jl. Sultan Agung. Soto Boyolali pagi-pagi enak juga. Tapi, sebagaimana kegaliban, saya mual sehabis makan. Pelataran dan dalam bank ada meja yang menyediakan kopi, cramer, gula, dan teh berikut dispenser air panas. Tombo ngantuk nasabah. Jadi pengin ngopi buat menghilangkan mual, tapi kata istri nanti saja (maksudnya dia setelah urusan mereset ATM dan ...

Kopi Gen Z

Ilustrasi, image source: Kopi 2 SKS, Makassar & Bone “Tidak semua hari berjalan dengan baik, tapi ada hal baik di setiap harinya.” Jadi, tetaplah ngopi di setiap hari. Ya, saya dan istri mesti ngopi saban pagi. Adakalanya saya menambah di senja hari. Apa hubungannya kopi dengan hal baik? Kopi baik bagi kesehatan, minumlah kopi paling tidak satu gelas per hari. Bahkan tiga sampai empat gelas per hari pun tidak berbahaya karena zat kafein dalam kopi kendati bikin kecanduan, tapi berbeda dengan zat yang bikin kecanduan seperti dalam obat-obatan terlarang yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Efek nyandu kafein tidak seekstrem zat adiktif yang ada dalam obat daftar G. Bicara kopi, tadinya saya selalu bermasalah yang terbilang aneh. Setiap kali ngopi asam lambung saya akan naik. Buat mengatasinya tentu harus ‘nguntal’ obat mag. Nah, sewaktu menghadiri acara Ubud Writers and Readers di Ubud, Bali, saya coba ngopi di hotel Sagitarius Inn, tempat menginap, ternyata aman-aman saja. Nah,...

Segelas Coksu Hangat

Persiapan senam prolanis, Minggu (12/5/2024) Semenjak vakum cukup lama, baru pagi tadi kembali ikutan senam “prolanis” yang bapak-bapaknya cuman segelintir jiwa, lainnya ibu-ibu lansia bahagia. Pindah depan Apotek Siaga. Terakhir aku ikutan pada 1/10/23, sesudah itu istirahat seturut persiapan sesuatu dan lain hal hendak menghadiri  Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Ubud, Bali, 18—22/10/2023. Pulang dari Bali ternyata tidak juga aktif-aktif, memanjangkan vakum karena kesibukan yang cukup menyita waktu buat mempersiapkan hajat pernikahan putra sulung, Januari 2024. Praktis deh sedari akhir Oktober hingga akhir Desember kami bersibuk wira-wiri mengurus printilan untuk kelengkapan hajatan hingga di hari-H awal Januari. Alhamdulillah lancar. Meski tidak selincah nian ibu-ibu, kami bapak-bapak bisalah mengikuti arah tari gerakan senam yang cukup membuat tubuh hangat lalu berkeringat. Persendian lemas dan meregang.  Usai senam aku dan istri beli kue ke Kemiling....

Sihir Robusta

Kembali kita rayakan Hari Kopi Sedunia ( International Coffee Day ). Ada kan orang yang belum merasa melek matanya bila belum nyeruput kopi. Ada kan orang yang belum berarti paginya bila belum ada kopi di hadapannya. Tapi, di Hari Kopi Sedunia tahun ini, tentu tidak perlu ada pernyataan kembali kita seruput kopi. Sebab bukankah saban hari kita selalu memulai hari dengan nyeruput kopi. Di pagi hari, mata kita terbuka oleh aroma kopi. Artinya apa? tidak harus dirayakan Hari Kopi Sedunia pun kita sudah terbiasa nyeruput kopi sejak pagi membuka hari, rehat kerja siang hari ( coffee break ), dan setelah terbangun dari tidur siang pun kopi dihidangkan. Terselip Tanya mengapa sampai ada perayaan Hari Kopi Sedunia? Bukankah tanpa dirayakan pun kita terbiasa ngopi lantaran tak semangat hidup bila belum ngopi. Nah, itu kalau perspektif kita iya tak perlu ada perayaan. Tapi, bukan hanya kita saja yang doyan ngopi. Tetangga, orang lain di mana pun berada, di belahan dunia nun jauh pun oran...

Kopi Sastakarta

Stand Banner Coffee Shop Kopi Sastakarta, Jl. Dagen, Jogja (foto: koleksi pribadi) Coffee shop ini menempati sisi kanan teras sebuah hotel di Jalan Dagen, Jogja. Stand banner dari selembar triplek berbingkai kayu dengan cat dasar hitam dan tulisan varian kopi dengan kapur tulis didirikan di tepi jalan di depan agar terbaca orang yang lalu lalang. Ada 7 jenis minuman yang ditawarkan di   sini. 5 varian kopi dan 2 lainnya Teh Kayu Aro dan Cokelat. 5 varian kopi berikut harganya (sesuai urutan nomor dari 1 sampai 5) adalah Kopi Lampung (15K), Kopi Bali (20K), Kopi Flores (25K), Kopi Merapi (20K), dan Kopi Aceh (30K). Kopi Lampung, entah dipetik dari pekon (desa) mana, ditempatkan urutan nomor satu, namun harga yang dipatok ternyata paling murah. Merek kopinya pun entah apa, maklum saya tidak menelisik lebih jauh misal bertanya apalagi mampir memesan dan menyeruput kopi di sana. Kami berdua istri sering ngopi di pedestrian Malioboro. Banyak penjual kopi sachet aneka merek, n...

KOPI (solilokui)

Yang –di masa SD-SMP tahun ’70an– pernah ikut orang tua ngunduh (panen) kopi, saya tahu betul bagaimana kualitas kopi. Pohonnya yang tua-tua dengan cabang dan ranting tinggi-tinggi, sehingga untuk memetik buah kopi harus menggunakan carang (sejenih sabit untuk panen padi yang diberi tangkai panjang agar bisa menjangkau ranting yang tinggi di pucuk-pucuk pohon kopi). Buah kopi di ranting itu belumlah matang semua, hanya satu-dua buku (istilah setempat) yang matang atau menguning tua, buah di bagian ujung ranting masih muda dan hijau. Tapi, karena di- carang jadinya buah yang masih muda ikut terpetik. Alhasil, buah kopi yang dipanen campuran antara yang merah, kekuning-kuningan, dan yang masih hijau. tangkapan kamera berita kopi impor di koran Radar Lampung, Rabu, 31 Juli 2019 Setelah dipetik, kopi dijemur di atas tanah, di tikar, terpal, atau lantai semen, bahkan ada yang di aspal jalan. Cara penjemuran seperti itu memang lazim dilakukan petani kopi. Hampir tidak ada ...

KOPI

KOPI, sepenggal kata yang merepresentasikan banyak makna. Tak hanya nama ’sebingkai’ tanaman yang awal mulanya dibudidayakan di Abyssinia, Afrika. Bukan sebatas biji yang dibawa Baba Budan dari Arab ke India dan dibudidayakan di Chikmagalaur hingga Malabar, kemudian bibitnya dibawa Belanda ke Tanah Jawa dan ditanam di Kedawung (sekitar Cengkareng, Banten). Bukan semata suatu komoditas yang harga jualnya berfluktuasi mengikuti masa panen dan langkanya produk. Saat langka harganya melangit membuat petani sakit hati dan memendam benci. Saat masa panen harganya anjlok membuat petani lesu darah dan tak bergairah merawat kualitas hasil panen. Sehirup Sekopi, Puisi dan Catatan Zabidi Yakub KOPI, sepenggal kata yang merangkum anasir dan melahirkan banyak tafsir, tergantung nama ’benua’ di mana dia dihasilkan. Dari Sabang sampai Merauke, banyak nama diselipkan untuk menegaskan cirikhasnya. Dari ujung utara hingga ujung selatan Pulau Sumatera, tersebutlah; Kopi Gayo, Kopi Lintong, Kop...