Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label stnk

Orang Bijak

Hajat tahunan, balik maning nang kene , ke Samsat Rajabasa, Bandar Lampung, buat menunaikan kewajiban sebagai orang bijak --taat pajak-. Mestinya kemarin hendak ke sini, tapi ada hujan kepagian singgah di jalanan depan rumah... Tadi sahur anak ragil, si pemegang motor, nelpon ibunya nanyakan STNK sudah dikirim apa belum.   La, pajaknya dibayar aja belum boro-boro dikirim. Dijelaskan ibunya, pagi tadi hujan jadi gak bisa ke Samsat, baru besok (hari ini, red) ayah akan pergi. "Orang Bijak" antre bayar pajak kendaraan  Subuh tadi gerimis, tapi tidak menderas seperti kemarin. Habis syuruk turu sik menghangatkan badan dari cuaca dingin. Bangun pukul 8 masih terasa dingin, takmandikan sekalian biar hilang dinginnya. Ke Samsat, sudah ada 'orang bijak'. Belum banyak sih , baru ada 13 orang. Ke tempat fotokopi dokumen. Saya basa basi, "Puasa sepi, ya!" Dijawab abang-abang petugas fotokopi, "Iya, Pak, apalagi cuacanya begini." Saya sambung, "Iya...

Hujan Sore-Sore

Hujan-hujanan kurir ekspedisi datang mengantar paket. Yalah, kalau pas hujan, hujan-hujanan. Pas panas terik, panas-panasan. Kurir ekspedisi atau driver ojek online sama mengemban risiko seperti itu demi tugas mulia. Kehujanan atau kepanasan. Hujan sore-sore,  “ diterjang ”  oleh kurir ekspedisi sebab pekerjaan yang ia emban mengharuskan paket barang cepat sampai ke tangan penerima, driver ojek online pun begitu, mesti mengantar penumpang sampai ke alamat tujuan secepatnya. STNK ini ketinggalan, ora katut dikirim oleh anak sehabis cek fisik motor di samsat Jakarta Selatan. Sehingga mengondisikan berkas dianggap tidak lengkap, proses bayar pajak dan ganti pelat jadi sedikit terhambat, kecegat petugas di meja piket. Selain STNK asli ini yang ora katut dikirim, satu persyaratan penting lainnya, masih ditunggu kedatangannya dari Soerabaia, yaitu KTP. Besok jika datang, maka lusa –di last time – bisa balik ke samsat Rajabasa. Lanjutkan kewajiban taat pajak. Dahulu juga ...

Siklus 5 Tahunan

Muncul di beranda fesbuk “memory 5 years ago”, lima tahun mio GT anak ragil cek fisik di Jogja. Tahun ini cek fisik di Jakarta. Perubahan tempat cek fisik mengikuti pergantian situasi. Lima tahun lalu ia masih kuliah, sekarang sudah bekerja di Jaksel. Sudah jadi bagian “anak jaksel” begitu. Tadi pagi jelang siang saya ke samsat rajabasa. Sebenarnya persyaratannya belum lengkap. STNK asli nggak katut ia kirim, begitupun KTP asli harus pinjam pakai ke kakaknya karena motor atas nama kakaknya. Syukur berkas cek fisik yang nggak lengkap itu bisa lolos di loket cek fisik. Satu langkah selesai, legalisir berkas cek fisik. Namun, ketika diarahkan ke ruang pendaftaran, kecegat oleh petugas di meja luar pintu, berkas ditolak karena belum lengkap. Saya coba berkelit dengan menunjukkan foto KTP yang dikirm anak via WA. “Coba tanya petugas informasi,” katanya. Petugas informasi pun menolak. Ya, sudah pulang saja. Sementara, menuggu kurir ekspedisi datang mengantar kiriman paket STNK dan KTP, yang ...