Afrizal Malna menyampaikan materi workshop penulisan esai di hadapan peserta lomba menulis esai bertema “ Membangun Bumi Ruwa Jurai dengan Kearifan Lokal Lampung” yang naskah esainya lolos 15 besar. (foto: Jauza Imani) Tampil sebagai pemateri pertama, Bang Afrizal Malna maju mendekat ke maja peserta workshop. Mungkin memang begitu cara yang ia lakukan agar serasa lebih akrab dengan audiens. Setelah sekian patah kata ia sampaikan, ia lalu meminta peserta menyebut identitas (nama lengkap dan tempat tinggal mereka). Diawali Tri Purna Jaya, ia menyebut Kemiling alamat kediaman. Saya menyusul berikutnya, saya katakan, “tinggal di Kemiling juga.” Peserta berikutnya menyebut Kemiling juga dan juga. Gerrrr peserta. Ada lima peserta menyebut Kemiling. Wah, Kemiling jadi tempat yang bergengsi sepertinya. Jadi bangga. Dalam hati, ngebatin, “Kemiling itu ibarat Bintaro-nya BDL.” (BDL = Bandar Lampung). Bintaro dahulu kebun karet, disulap pengembang jadi permukiman elit. Kemiling dah...