Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label masjid

Bantuan itu Cair

Kemarin, gais, saya 'safari jumat' di masjid Al-Muhajirin Springhill. Pilih yang dekat-dekat saja. Karena selalu ada Jumat Berbagi di masjid ini, bocil - bocil   udah hafal dan selalu ramai yang datang. Karena pengin coba-coba ambil rute lain selain yang biasa atau pernah saya lewati, saya tersasar ke jalan buntu. Rupanya tidak semua jalan terhubung ujung-ujungnya. Ada jalan buntu juga. Bikin orang terjebak. Masjid Al-Muhajirin Springhill menunggu kedatangan jamaah salat jumatan  Putar balik  lah saya kembali ke arah gerbang masuk baru menyusuri jalan yang biasa atau pernah saya lewati, lebih cepat memang sampai ke masjid Al-Muhajirin di pojokan kompleks perumahan elit ini. Tidak mudah masuk perumahan cluster ini. Mesti lewat pos sekuriti, ditanya dan kendara diperiksa. Karena saya berpakaian  dress code untuk jumatan, langsung dipersilakan masuk dan dikasih senyum. Atau dress code ojek online yang mengantar jemput penumpang, gofood atau kurir paket juga dis...

Jumat Berbagi

Siang tadi kembali saya 'safari jumat' di masjid Asy-Syuhada Jalan Imam Bonjol sebelah Nuju Coffee. Pilihan ke masjid ini karena sekalian hendak mentransfer uang di BRI Jl. Teuku Cik Ditiro (TCD), Kemiling. Jl. Teuku Cik Ditiro minim sekali U - turn . Ada beberapa, tapi jaraknya jauh-jauh. Nemen, Coy.. U-turn adanya di bawah flyover , di dekat Superindo, depan La Kita. Yang agak berdekatan jaraknya depan lapangan kalpataru, depan SMPN 14, depan gerai nasi ayam bakar Mbok Jum, dan depan jalan masuk arah perumahan Polda. Terbayang kan dari Superindo bila hendak memutar mesti jauh dulu ke bawah  flyover . Cewek-cewek bagi-bagi di "Jumat Berbagi" Sungguh ruwet berumah di Langkapura. Urusan muter kendaraan mesti jauh. Belanja di Superindo, misalkan, hendak pulang ke Citra Mas, kan mesti muter di bawah flyover . Masih mending belanja di Chandra Mart, hendak pulang ke arah Imam Bonjol, muter di U - turn di depan Alfamart atas Superindo. Keluar masjid 'safari jumat'...

Safari di Masjid Tertua

Kemarin saya ‘safari jumat’ di Masjid Jami’ Al-Yaqin Jalan Raden Intan, kota Bandar Lampung. Mengutip JPNN.com, masjid Jami' Al-Yaqin berdiri sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Tepatnya dibangun pada tahun 1808. Bisa dikatakan masjid tertua. Tanah tempat masjid berdiri merupakan wakaf dari H. Muchyiddin (warga Lampung) bersama H. Muhammad Yaqin (warga dari Bengkulu). Berarti nama masjid Al-Yaqin diambil atau menyematkan nama satu waqif -nya (orang yang mewakafkan) tanah tempat didirikannya masjid dahulu kala. Karena dibangun pada kontur tanah yang miring atau ada cekungan, masjid ini memiliki basement tempat berwudu dan gudang penyimpan perkakas seperti kursi dll. Kendati pendingin ruangan masih mengandalkan kipas angin, bukan AC seperti pada masjid di mana-mana, tetapi ruangan tidak gerah . Tempat parkir motor di samping masjid sangat lega dan aman. Parkir mobil yang agak terbatas, mesti parkir di bahu jalan depan masjid. Karena ada di tempat yang strate...

‘Safari Jumat’ Masjid NU

Sebenarnya, tadi rencana ‘safari jumat’ di masjid Al-Huda (belakang Gabovira shop) dengan akses jalan yang saya tempuh melewati SMPN 16 dan keluar di jalan Cik Ditiro arah SMAN 7, tapi setelah belok dari SMPN 13, saya lihat kubah masjid mengadang di depan. Membatin saya, “Nah, ini ada masjid. Masjid apa gerangan.” saya urungkan niat ke masjid Al-Huda, membelokkan motor masuk dan memarkirnya di halaman. Terbaca tulisan Masjid Jami’ Al-Huda Perum Polda Jl. Palem Raya, Kemiling Permai. Wajah masjid dipotret dari depan  Wah, berarti satu kelurahan dengan kami di BKP. Saya masuk masjid lewat pintu depan dengan menggeser sebelah daun pintu. Udara semriwing langsung memeluk tubuh saya yang kecil. N geri - ngeri sedap , tapi saya bawa syal pengganti jaket. Setelah salat tahyatul masjid dan dhuha, baca surah “langganan” tiap ‘safari’ menunggu azan. Takmir masjid mengumumkan keuangan masjid dan petugas salat jumat (bilal, khatib + imam). Saldo kas 8 jeti dikurang pengeluaran sisa 5 je...

Masjid Imamnya "L-4"

Bakda salat magrib kemarin (Selasa, 14/7), seorang jemaah yang sesekali jadi imam, maju ke depan dan duduk di undakan dekat kaki sajadah imam, menyampaikan sambutan, isinya pamitan hendak meninggalkan BKP, kembali ke Segalamider (tempat asal sebelum masuk BKP). “ Terima kasih atas penerimaan terhadap saya dan kebersamaan sebagai jemaah masjid ini, ”  katanya. Pada grup WA warga RT (tempat tinggal selama ini) dan takmir masjid juga menulis panjang tentang penerimaan dan kebersamaan itu. Anggota grup menanggapi baik kebersamaan ia sebagai imam. Tidak hanya jadi imam -sesekali- salat lima waktu di masjid, tapi juga jadi pembaca doa ketika ada acara tahlilan. Jadi, selama satu tahun beliau sekeluarga tinggal bermukim di wilayah RT kami, cukup banyak kontribusi dalam memakmurkan masjid (berkaitan ibadah) dan hajatan warga (berkaitan muamalah). Satu tahun mereka menempati rumah yang pada dasarnya (sebenarnya) dinego untuk dimiliki, tapi seperti dikatakannya, ternyata belum  “ jodoh ...

Salah Asumsi

Hari ini tadi, saya ‘safari jumat’ di masjid An-Nur jalan Purnawirawan. Sudah dari sejak lama saya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid ini. Terdengar dari jalan Imam Bonjol sebelum belok di pertigaan menuju ke jalan Pagaralam, waktu saya melewatinya. Tetapi, asumsi saya suara lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut berasal dari masjid yang ada di perkampungan yang aksesnya masuk ke dalam jurang di bawah jalan Imam Bonjol (di bawah SD Langkapura). Rupanya bukan datang dari sana, melainkan dari masjid jalan Purnawirawan itu. Wajah masjid An-Nur difoto dari depan  Karpetnya tebal dan super lembut berhiaskan kembang-kembang, mengingatkan saya pada karpet masjid Nabawi, Madinah Almunawwaroh. Bedanya, karpet masjid Nabawi berwarna hijau sedangkan masjid An-Nur warna coklat. Akan tetapi, sama belaka enaknya jidat menempel. Udara yang sejuk semriwing bukan keluar dari AC yang terpasang di dinding seperti pada masjid kebanyakan, melainkan keluar dari plafon seperti...

Dijaga Malaikat

Kemarin saya 'safari jumat' di masjid Nurul Iman jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu. Sempat agak bingung cari tempat parkir, di sebelah ada ruko sedang dibangun, saya masuk dan nekat memarkirkan motor di dalamnya. Kali lebih aman. Setelah menambahkan kunci pengaman di roda saya keluar. Masuk halaman masjid membaca ada tulisan "tempat parkir motor, tambahkan kunci pengaman" berupa banner terpasang pada tembok pagar. Saya balik masuk dalam bawah ruko, mindahkan motor. Masjid Nurul Iman Jalan Untung Suropati No.23 Labuhan Ratu, saya potret dari seberang jalan. Saya masuk ke masjid, belum ada orang. Berarti saya "absen pertama" di buku catatan Malaikat. Saya salat tahyatul masjid disambung Dhuha. Duduk baca surah Ar-Rahman pada aplikasi Quran di gawai. Mulai ada jemaah berdatangan, satu per satu hingga penuh. Bubar salat Jumat, saya lempar pandangan ke arah pintu pagar bawah ruko yang tadi saya maksudkan tempat untuk saya memarkirkan motor agar aman, ternyata d...

Masjid Wisma Haji

Kali ini saya 'safari jumat' di masjid Nurul Ulum Islamic Center Rajabasa. Masjid ini diresmikan Bapak Suparjo Rustam, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI pada 2 Mei 1991. Baru sekali ini saya masuk dan salat di sini. Masjid yang besar ternyata, begitu lega malahan. Apakah bisa menampung 1.000 jemaah? Sangat mungkin. Saya coba menaksir, bila satu deret shaf berisi 100 jemaah dan ada 10 shaf ke belakang, maka masuk akal bisa menampung 1.000 jemaah. Selfi di bawah menara masjid Nurul Ulum. Kopiah tertinggal di tas, tak bawa tas jadi tak pakai kopiah. Tapi, banyak juga jemaah yang tak kopiahan. Di komplek Islamic Center ada wisma haji yang biasa digunakan untuk transit semalam jemaah calon haji dari Provinsi Lampung sebelum besok diberangkatkan menuju wisma haji Pondok Gede Jakarta. Kemudian diterbangkan ke Saudi. Baru pula selesai dibangun Graha Multazam. Bisa jadi fasilitas yang disediakan setara hotel bintang 4. Sepertinya untuk memberi pelayanan terbaik kepada jemaah...

Salam di Rumah Kosong

Setelah memulai ‘safari jumat’ 3 Januari, begitu bulan Ramadan tiba saya mulai ‘safari Ramadan’ Zuhur atau Asar pindah-pindah. Masjid Thoriqul Khoir ini salah satunya. Pada siang ini saya jadikan tempat ‘safari jumat.’ Pada 16 Mei, rencananya saya ‘safari jumat’ di masjid ini, tapi karena pengin ngejar salat Dhuha, saya belokkan arah motor ke masjid Istiqomah di Jalan Mangkubumi, Segala Mider, Tanjungkarang Barat. Ini pun mengalihkan rencana awal lainnya. Saat belum ramai jemaah datang pukul 11:43 Ya, rencana awal saya pengin ‘safari jumat’ di masjid Al-Mahya Balai Krakatau, tapi kok sepi. Asumsi saya masjid itu tak dipergunakan buat salat jumatan mungkin karena jemaahnya sepi tersebab jauh dari tempat tinggal masyarakat. Masjid Thoriqul Khoir terdiri 2 lantai, lantai 1 diperuntukkan tempat istirahat pengunjung dan lantai 2 diperuntukkan tempat salat. Masjid ini begitu strategis untuk jadi persinggahan orang pulang kerja dan pengin salat Asar berjemaah. Di samping AC terpasang...

Lelaki Sholeh Itu...

Saya sedikit memendekkan langkah karena Kamis (11/6) selumbari, saya menempuh perjalanan ke Garuntang, menghadiri temu kangen reuni kecil mantan Kerabat Kerja tamTAMA (KKT) dan Lampung Ekspres Plus, maka ‘safari jumat’ cukup di masjid terdekat. Kembali lagi saya ke masjid Al-Anshor, BKP. Apalagi panas terik bikin segan pergi jauh-jauh terpapar panas matahari. Masjid Al-Anshor selalu penuh, entah dari mana para jemaah itu berdatangan. Yang pasti dari luar Perumahan Bukit Kemiling Permai. Parkiran mobil dan motor selalu terisi kendaraan pengunjung yang akan salat Jumat. Warga sekitar yang salat jumatan di Al-Anshor bisa dihitung jari. Pasalnya, tiap blok di Perum BKP ada masjid. Blok O yang terdekat Al-Anshor (blok N) punya masjid sendiri. Ilustrasi | YouTube Dari rumah saya berjarak +400 meter. Jogging pagi biasa melewati jalan di dekat masjid ini, bablas ke Blok M lalu turun ke arah Blok T, U dan Blok Z. Lalu mengarah ke Blok Y, mampir beli gorengan untuk teman ngopi. Di masji...

Masjid Tua yang Baru

Masjid tua dulunya, lalu oleh warga cum pengurus atau takmir disepakati untuk dibongkar dan dibangun ulang, muncullah masjid yang representatif dalam arti baru, besar, megah, dan artistik membuat jemaah nyaman beribadah. Sewaktu proses pembangunan ulang itu, tentu butuh biaya yang besar. Setiap masjid tentulah punya tabungan di bank yang didapat dari uang sedekah jemaah salat jumatan. Uang itu dapat dialokasikan untuk operasional harian masjid. Ornamen dinding pengimaman Masjid Baitul Muttakin, Kemiling Raya, ada replika pintu Kakbah  Untuk yang lebih besar, ialah renovasi masjid. Itu jadi pikiran pengurus masjid yang mengimpikan masjidnya megah, modern, nyaman, dan embuh apa maning. Bagaimana caranya mendapatkan uang untuk mewujudkannya? Carilah donatur! Setiap lewat jalan Imam Bonjol –tidak jauh dari bekas terminal Kemiling yang diubah menjadi bangunan pasar dan karena tidak tuntas kini mangkrak, menjadi prasasti si mantan pejabat– ada aktivitas menjaring uang pada orang l...

Petik Pahala Kebaikan

Ada dua penyintas penyakit yang pagi tadi kami besuk. Satu ibu sedang satunya lagi bapak. Yang ibu, habis operasi breast tumor. Yang si bapak habis operasi batu ginjal. Kedua-duanya sehat, hanya saja si bapak terlihat agak kurusan. Kedua penyintas di atas adalah anggota grup bapak/ibu pensiunan guru yang membentuk klub arisan reuni. Saya jadi semacam penggembira, diminta tuk menemani suami salah satu ibu-ibu pensiunan agar suaminya tak merasa canggung. Sudah lama tidak reunian karena tidak ada yang mau ambil giliran. Jadi, semacam macet di jalan, maka tadi salah satu ibu berinisiatif mengambil giliran. Kemudian untuk selanjutnya akan dikocok nomor supaya ada kepastian giliran siapa. Kami besuk kedua penyintas di rumah masing-masing. Si bapak kebetulan tidak jauh dari rumah, dibedakan Blok. Kami Blok P, ia Blok O. Si bapak ini setelah pensiun jadi imam salat 5 waktu masjid Blok O dan imam Subuh masjid Al-Anshor. Pasca-operasi ini, katanya ia masih belum kuat ke masjid. Salat d...

Jumat Taqwa

Nah, kesampaian 'safari jumat' di masjid Taqwa Jl. Kotaraja Tanjungkarang yang sejak tiga pekan lalu saya hajatkan dan baru pada hari ini  kelakon . Untuk salat jumatan memang baru kali ini, tapi untuk salat Zuhur sudah berkali-kali. Agak laen ini masjid. Khutbah Jumat setengah jam lebih. Pukul 12:32 WIB baru selesai khutbah pertama, ditambah khutbah kedua 10 menit. Praktis hampir pukul 01 baru selesai jumatan. Apakah selalu begitu? Beberapa orang jemaah di depan saya sudah berganti gaya duduk berapa kali karena merasa kakinya pegal. Begitu juga dengan saya, tak luput mengubah posisi persilangan kaki, kanan dan kiri saling dipertukarkan agar tidak sampai keram. Bahaya kalo sampai keram. Alhamdulillah, kendati masuk kategori lansia secara usia, tapi ketahanan fisik saya masih bisa mengikuti bagaimana tarian hidup. Hal yang membuat begitu karena jogging sesekali. Nggak tiap hari, cuma dua atau tiga kali seminggu. Itu pun kalo lagi gak malas. Jumatan di masjid Taqwa ini me...

Loh, kok Sepi, tetapi.

Bah , baru tiga hari panas sudah datang pula hujan pagi ini. Kupikir sudah hendak serius masuk musim kemarau yang menurut BMKG bakal panjang dan kering. Terdengar mengerikan sekali. Di bawah guyuran hujan yang tak deras dan belum pasti kapan hendak reda, sepertinya enak bila balik lagi ke dalam kemul . Tapi, kopi masih ada setengah cangkir, seruput ah... pelan-pelan, dinikmati gitu . Masjid Istiqomah Jl. Mangkubumi (Pension)  Sambil nyeruput kopi, jari bermain-main di tuts keyboard gawai mengetik bahan blog ini. Hendak nulis apa? Biasa, cerita tentang 'safari jumat' yang saya jalani kemarin. Sebuah upaya tuk istiqamah. Saya kok tertarik salat Jumat di masjid Al-Mahya yang ada di area Gedung Balai Krakatau Jl. Imam Bonjol, mampirlah ke sana kemarin jelang masuk waktu jumatan. Loh , kok sepi, tetapi. What is it ? Saya teruskan perjalanan ke bawah menuju arah Gedong Air. Maksud hendak ke masjid Thoriqul Khoir sepertinya tak terkejar waktu untuk salat Dhuha. Saya putuskan ke...

Tanjungkarang

Setelah batal 'safari jumat' di masjid Taqwa Tanjungkarang pada 24 April karena hujan dan saya alihkan ke masjid Al-Anshor BKP, hari ini jadi juga saya salat jumatan di Tanjungkarang, tapi bukan di masjid Taqwa, melainkan masjid Al-Iman Bambu Kuning. Lokasi dekat RM Kamang Ampera. Dahulu suka ngajak anak bojo makan di RM Kamang. Salat Jumat di masjid ini baru sekali ini. Tapi, berkali-kali salat Zuhur di sini kalau pas sedang ada perlu ke pasar Bambu Kuning, seperti mengantar istri vermak baju. Beliau agak susah cari baju yang ukurannya pas ngebody dengan tubuhnya yang 'teramat' mungil. Kota Tanjungpinang dipotret dari Holiday Inn Hotel Bukit Randu  Meskipun ketika membeli baju (tunik atau kaos) dia sudah memilih ukuran M, niscaya masih harus juga ngecilin bagian pundak dan motong lengan. Untuk body dia, yang pas memang size S, tapi amat jarang menemukan yang cocok dengan selera dia, apakah corak, model, warna yang sedang trend tentu saja. Tanjungkarang, kota yang ...

Jumatan Kedua

Perjalanan dari Lampung ke Depok Kamis malam dan nyampe Jumat pagi, membuat saya berkesempatan untuk menjalani 'safari jumat' di masjid An-Nahl Ar-Royyan Tanah Baru, Beji, Depok. Dulu kali pertama salat jumatan di masjid ini, pada (31/10/2025), kemarin saya ulangi untuk kali kedua. Dari yang pertama dulu, saya lihat perubahan makin membuat masjid ini tampak tambah keren. Kehendak membuat penampilan masjid ini lebih bagus terlihat ada progresnya. Kemajuan cukup signifikan kendati tentu seiring dengan kecukupan dana yang tersedia hasil menjaring donasi dari jemaah salat hari Jumat. Takmir masjid An-Nahl baca pengumuman  Yang menarik, lantainya bukanlah granit yang licin mengkilap, melainkan marmer biasa yang tidak licin (atau bisa dibilang agak kasar) dengan ukuran 60x60 Cm. terdiri dari dua corak. Satu corak berwarna abu-abu dan satu corak lainnya berwarna putih tulang atau dengan istilah penyebutan lain broken white . Dengan corak seperti itu, terlihat ruang salat atau shaf j...

Gerah di Ruang Ber-AC

Seperti labu yang akan runtuh dengan batang yang kepayahan menyangganya. Seperti itulah perumpamaan mendung menjelang jumatan tadi. Saya batalkan rencana ‘safari jumat’ ke masjid Taqwa di Jl. Kotaraja, Tanjungkarang Pusat. Saya alihkan ke masjid terdekat, masjid Al-Anshor di Jl. Dua Jalur Perum BKP. Tepat pukul 11 saya tancap gas berangkat ke masjid. Memarkir motor lalu masuk ke dalam masjid. Sedang salat tahyatul masjid, hujan runtuh. Suhu dingin ruang masjid jadi lebih terasa dinginnya setelah cuaca hujan meningkahinya. Saya menggeser posisi duduk dari sejajar AC di tembok, mundur mendekati tiang masjid. ilustrasi, duduk di ruang ber-AC | enervon Saya pikir hujan akan lebat amat sehingga membasahi jemaah yang nekat berangkat. Lho, ternyata tidak lama kemudian reda. Berangsur-angsur jemaah berdatangan lalu mengisi shaf-shaf yang masih kosong. Perlahan-lahan suhu dingin ruang bertambah hangat oleh makin banyaknya kerumunan jemaah. Begitulah kegalibannya. Suhu tubuh manusia yang h...

Masjid Terbuka

Sudah lama saya pengin 'safari jumat' di Masjid Daarul 'Ilmi yang ada dalam komplek SMPIT - Daarul 'Ilmi, Perumahan Bukit Kemiling Permai ini. Tetapi, selalu saja dicegat oleh feeling  'entah' yang kemudian mengalihkan tujuan saya ke masjid lain. Tadi dengan stil yakin saya langsung saja menuju ke masjid ini kendati meraba-raba jalan sebab tak ada rambu-rambu menunjukkan bahwa ada masjid di situ. Saya bertemu bapak menggunakan tongkat menuju masjid. Saya hentikan motor dan bertanya. Masjid Daarul 'Ilmi, masjid terbuka sejuk terasa  Saya tanya di mana masjid? Di situ jawabnya. Saya putar balik motor masuk gerbang ke area sekolah Islam terpadu ini. Di dalam tetap saja saya bingung mencari yang mana masjidnya, kembali bertanya ke anak-anak yang duduk di pinggir lapangan basket. Ditunjukkan bangunan yang seperti masjid belum jadi. Setelah masuk ke dalamnya, saya perhatikan, ternyata memang bentuk bangunannya dibiarkan tanpa dinding. Malah tak terasa panas, angin...

Jumat Agung

Jadi, bersamaan dengan Jumat Agung umat Katholik yang akan merayakan Paskah pada hari Minggu lusa, hari ini saya melanjutkan 'safari jumat' ke masjid Al-Huda, Beringin Jaya, Kemiling. Masjid yang berada di persilangan Jalan Banowati, masuk ke dalam di belakang Gabovira (toko batik khas Lampung), begitu masuk ruang dalam masjid, udara sejuk dari AC langsung memeluk tubuhku. Tampilan Masjid Al-Huda dari luar  Saya lihat banyak AC terpasang di dinding masjid, tapi tidak satu pun dihidupkan karena ada dua AC (seperti lemari es) di kiri kanan sudut depan masjid. Mampu mendinginkan ke seluruh penjuru ruangan. Ada beberapa tiang penyangga lantai dua, rasanya wajar saja, tidak begitu mengganggu ruang bawah masjid. Kendati lantai atas tidak jelas betul perihal fungsinya, tiang membuat masjid tambah estetik. Ruang dalam masjid  Di bagian belakang masjid sayap sebelah kanan ada satu menara tinggi. Mengalun syahdu dari atasnya bacaan Al-Quran dari audio, mengundang jemaah untuk bersegera ...

Ke Al-Bakrie Lagi

Setelah ikut salat jumatan bersamaan dengan peresmiannya oleh Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar pada 12 September 2025, baru hari ini saya kembali jumatan Masjid Raya Lampung Al-Bakri sebagai pengejawantahan perjalanan 'safari jumat' yang saya lakukan mulai sejak 3 Januari 2026. Karena cukup lama (setengah tahunan) tidak ke sana, saya tidak tahu bagaimana kondisi di dalam masjid, terutama berapa baris karpet yang disediakan untuk jemaah, maka saya mengantisipasi dengan membawa sajadah kecil. Eh... rupanya karpet yang tersedia ada barangkali 10 baris. Jumlah persisnya mesti dihitung. Seusai salat jumatan di Masjid Al-Bakrie  Saya tidak menghitung sehingga tidak tahu persis ada berapa bariskah, tapi lebih dari 5 baris. Alhasil, praktis sajadah kecil yang saya bawa buat digunakan berdua (saya dan anak), tidak perlu digelar melapisi karpet yang disediakan masjid. Setelah maju tiga kali berpindah, saya di shaft kedua di belakang khatib. Yang menjadi khatib bukan orang asing...