Menyiapkan pernikahan anak itu jalannya panjang dan berliku. Mulai dari acara perkenalan kedua belah pihak keluarga. Sederhananya nembung, tetapi kami arahkan saja sebagai melamar secara tidak formal dalam arti tanpa engagement . Di acara pasca-lebaran itu kental terasa nuansa halal bihalal, silaturahim sesama umat muslim yang baru saja meraih kemenangan, layaknya orang yang saling bermaaf-maafan, kalaupun terdapat kekeliruan dari lazimnya, ya, tentu saja dimaafkan. Sambuatan berhias pantun “ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus” itu nyatanya tidaklah bisa sesederhana mengucapkannya. Ada hal-hal yang sebenarnya sederhana, tetapi butuh pemikiran jernih dalam menyiapkan dan menyelesaikannya. Satu per satu disiapkan dan diselesaikan. Sampai akhirnya hari-H yang jauh dari hari nembung itu, ternyata tanpa terasa sudah di depan mata. Maka, pantun “ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus” itu tidaklah sebagus makna dikandungnya. Sekadar mengopeni satu item pernak-perni...