Ramalan cuaca yang muncul di layar hp menyatakan hari cerah. Alhamdulillah, batin saya. Kendati tidak berencana ke mana-mana, menyiasati cuaca penting juga. Sebagai kompas atau pedoman bahwa cuaca akan baik-baik saja atau sebaliknya akan merundung kita.
Pulang jemaah subuh di masjid, saya mesti
buka hp. Bukan untuk scroll memeriksa
media sosial, melainkan untuk ngaji Surah (tertentu) yang rutin saban pagi
(subuh) saya baca. Surah apakah itu? Hmm meh… mau tahu aja apa mau tahu banget?
![]() |
| Puisi "Pulang ke Rumah Sunyi" |
Gimana kalau saya kasih tahu
isi, mau nggak? Itu camilan favorit
yang kami jadikan teman ngopi. Tapi, pagi ini belum ada penjual
gorengan yang buka lapak (gerobak). Beruntung Iman Jaya, toko kue jajanan pasar
di Kemiling sudah buka.
Saya memang hendak ke ATM buat ngasih tali
asih untuk anak konco lawas yang
kemarin senja ijab kabul di Omah Pakem, Jogja dan dilanjutkan resepsi malam
harinya bakda Magrib. Saya tak hadir, hanya bisa kasih doa dan ucapan selamat.
Mampirlah saya ke Iman Jaya, camilan
kesukaan istri dan saya sendiri tertata ke atas nampan dan membawanya ke kasir.
Jadilah ngopi pagi ini ada camilan kesukaan menemani kopi hitam tanpa gula
(koptagul) di cangkir khas Jawa dari Jogja.
Tak urung pada akhirnya saya men-scroll hp juga. Nah, menemukan pengumuman SASTRA RUMAH BAMBOE tentang 10 puisi yang lolos
kurasi dalam even “Rohmantik Jilid 3” memantik tema “Pulang dalam Sunyi yang Abadi.”
Puisi saya lolos, Wak!
Puisi judul “Pulang ke Rumah Sunyi” saya
kirimkan via e-mail dan mempostingnya di fb. Ups…
salah kamar. Mestinya diposting di fb Sastra Rumah Bamboe. Setelah diingatkan admin,
saya unggah ulang di kamar yang semestinya ditempatinya.
Nah, setelah melalui kurasi oleh Tim
Kuratorium, semalam admin Sastra Rumah Bamboe unggah pengumuman 10 puisi
yang lolos kurasi. Puisi “Pulang ke Rumah Sunyi” yang saya buat dengan menghayati
makna pulang dan sunyi, lolos.
Padahal, tadi malam sebelum bobok, saya
sempat buka-buka fb, tapi belum ada
pengumuman Sastra Rumah Bamboe. Atau mungkin karena saya nggak melongok langsung ke jendela fb SRB. Maka, baru pagi ini saya dikejutkan pengumuman hasil kurasi.
Sementara hasil kurasi PPN XIV Aceh yang
semula diumumkan 25 Mei diundur menjadi 30 Mei (lusa). Pada PPN XIII lalu saya nggak lolos, bagaimana di PPN XIV nanti? Seperti pada even-even lainnya, saya tidak meletakkan ekspektasi tinggi-tinggi.
Kalau menaruh ekspektasi tinggi-tinggi lalu
jatuh dan menimpa kan cilaka 12. Maka, saya ikut apa pun evennya, ya, sekadar
ikut(-ikutan) saja. Lolos kurasi, syukur Alhamdulillah. Gak lolos kurasi, ya,
hwarakadalahhh-lah…. Gemah ripah loh berpuisi.

Komentar
Posting Komentar