Langsung ke konten utama

Si Darah Manis

Bapak RT satu ini aktif senam jasmani saban Minggu pagi dan senam pernapasan di sore harinya, bakda Asar. Penyintas gula darah tinggi dan diabetes, mengharuskan ia mesti rajin gerak badan. Sejak hari Sabtu lalu Pak RT ini diopname di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RS PBA), keluhannya pegal-pegal dan nyeri sendi lutut (arthralgia lutut).

Rencananya pagi tadi akan disuntik di bagian lutut itu, tapi gula darahnya 200+, tak jadi disuntik. Saran dokter rawat jalan saja dulu nanti setelah keluar dari rumah sakit, dan apabila gula darahnya sudah turun, baru bisa disuntik obat. Lumayan krusial, ya, urusan gula darah tinggi itu. Sungguh serba repot jadinya.

Sebelum pulang besuk, saya sempatkan memotret Perum BKP dengan latar belakang Gunung Betung di kejauhan 

Apa yang menyebabkan gula darahnya tinggi, tadi saat kami besuk di kamar perawatannya, saya tanyakan hal itu. Jawabnya, karena kurang tidur. Selama dirawat di RS ia tak bisa tidur nyenyak. "Nah, kurang tidur itu bisa menaikkan tensi darah yang bisa mengakibatkan diserang vertigo," kata saya.

"Obat vertigo itu gampang," katanya. Saya pikir ia serius untuk memberi petunjuk tentang obat vertigo sebenarnya. "Berdiri di perapatan, kan nggak jadi vertigo lagi," katanya. Ah, dalam keadaan opname di RS pun Pak RT satu ini masih sempat bercanda. Berarti pikiran tetap waras, tubuh saja yang sakit.

***

Lain cerita mengenai anak sulung kami yang sudah pindah kerja dari Surabaya ke Jakarta. Si anak ini mengidap kelainan yang aneh. Tidak bisa berada di ruang terbuka hijau seperti taman depan rumah atau tempat rekreasi yang banyak nyamuk, niscaya akan mudah sekali ia dirubung nyamuk dan tentu digigit.

Bekas gigitan nyamuk itu menimbulkan keloid. Ia tujukkan kepada ibunya bekas gigitan nyamuk yang menumbuhkan keloid. Dihitung tanpa pakai rumus matematika, lebih sepuluh tempat menyebar pada tangan, kaki, dan punggung benjolan keloid yang menonjol seperti daging tumbuh. Mengapa begitu?

Ada yang menyebutnya "darah manis". Apa itu "darah manis?" Menurut Google, darah manis atau dalam dunia medis dikenal sebagai prurigo, adalah kondisi kulit kronis yang ditandai dengan bentol gatal intens dan luka koreng kehitaman, sering dipicu reaksi berlebihan terhadap gigitan serangga atau alergi.

Ada dua kasus masalah darah di sini. Yang pertama, Bapak RT di atas penyintas gula darah, darah tinggi, diabetes. Yang kedua, anak kami penyintas "darah manis" yang mudah sekali alergi kulit akibat gigitan nyamuk. Kedua-duanya berkaitan dengan masalah "perdarahan" tetapi beda kasus, beda penanganan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...