Barusan sebulan lalu (13/4) di "kesayangan" ini diservis untuk kemudian cek fisik dan bayar pajak serta ganti plat nomor, kemarin ketika hendak ke RS Urip Sumoharjo, terdengar klesek-klesek pada bagian rem depan. Saya minggir ke bahu jalan, turun memeriksa. Jelas tak terdeteksi oleh mata telanjang. Awam pula soal motor. Saya teruskan perjalanan.
Lama kelamaan hilang timbul, hilang timbul dan hilang beneran hingga sampai RS Urip. Sewaktu pulang semalam hanya sesekali terdengar suara klesek-klesek yang lembut, tidak kencang seperti sorenya. Pagi ini saat saya bawa ke bengkel nggak bersuara. Kepada si owner bengkel langganan saya kemukakan apa yang terjadi pada si "kesayangan."
Mas Bowo, si owner bengkel melihat ke tempat rem cakram dan mengatakan, "Ini pecah klahar." Saya tanya, "Piro?" Dijawabnya sekian. Okelah kata saya. Diambilnya klahar pengganti dan menyuruh anak buahnya memasangkan. Sat set sat set sot, proses mengganti klahar pun selesai. Setelah saya bayar, pulang. Nah, si "kesayangan" dipasang klahar baru.
Saya pun mengingat-ingat. Oh, iya, si 'kesayangan' ini sejak dibeli dahulu memang belum pernah ganti onderdil apa pun kecuali busi dan aki. Karena jadi tunggangan anak kala SMANDA, kuliah di Solo, dan kerja di Surabaya, digunakan tidak terlalu diforsir membuat awet segalanya. Wajar kalau baru ganti klahar sekarang ini. Jok dan shock masih orisinil.

Komentar
Posting Komentar