Langsung ke konten utama

Si "Kesayangan" 2

Barusan sebulan lalu (13/4) di "kesayangan" ini diservis untuk kemudian cek fisik dan bayar pajak serta ganti plat nomor, kemarin ketika hendak ke RS Urip Sumoharjo, terdengar klesek-klesek pada bagian rem depan. Saya minggir ke bahu jalan, turun memeriksa. Jelas tak terdeteksi oleh mata telanjang. Awam pula soal motor. Saya teruskan perjalanan.

Lama kelamaan hilang timbul, hilang timbul dan hilang beneran hingga sampai RS Urip. Sewaktu pulang semalam hanya sesekali terdengar suara klesek-klesek yang lembut, tidak kencang seperti sorenya. Pagi ini saat saya bawa ke bengkel nggak bersuara. Kepada si owner bengkel langganan saya kemukakan apa yang terjadi pada si "kesayangan."

Mas Bowo, si owner bengkel melihat ke tempat rem cakram dan mengatakan, "Ini pecah klahar." Saya tanya, "Piro?" Dijawabnya sekian. Okelah kata saya. Diambilnya klahar pengganti dan menyuruh anak buahnya memasangkan. Sat set sat set sot, proses mengganti klahar pun selesai. Setelah saya bayar, pulang. Nah, si "kesayangan" dipasang klahar baru.

Saya pun mengingat-ingat. Oh, iya, si 'kesayangan' ini sejak dibeli dahulu memang belum pernah ganti onderdil apa pun kecuali busi dan aki. Karena jadi tunggangan anak kala SMANDA, kuliah di Solo, dan kerja di Surabaya, digunakan tidak terlalu diforsir membuat awet segalanya. Wajar kalau baru ganti klahar sekarang ini. Jok dan shock masih orisinil.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...

Jam Rusak Jangan Dibuang

Nah, benar belaka apa yang saya ujarkan dalam postingan blog kemarin, bahwa ada orang membiarkan jam dinding mati, terpacak bisu di tembok ruang tamu (dijadikan hiasan dinding). Padahal, tinggal ganti mesin bisa hidup kembali. Bapak pemilik “Omega Arloji” di Bambu Kuning Trade Center, mengemukakan hal itu. Sambil si Bapak dan putrinya mengganti mesin jam kami, si Bapak berkata, “Ada orang main buang jam yang udah mati, padahal masih bisa diganti mesinnya.” Berbagai merek jam tangan jualan "Omega Arloji" kios No.254 Bambu Kuning Trade Center. “Kemarin siang ada orang bawa tiga jam ke sini. Sebelumnya ada empat jam dibuangnya,” lanjut si Bapak menceritakan ketertegunan klien yang baru ngeh ternyata jam dinding mati masih bisa dipakai dengan cara mengganti mesinnya. Sesepele itu. Si Bapak juga terkagum-kagum pada merek jam dinding kami, NAGOYA. Katanya, ini sudah nggak diproduksi, tadinya banyak kami jual, sekarang tinggal satu itu seraya ia tunjukkan jam di tembok kio...

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...