Langsung ke konten utama

Puisi Ramadan

Pada tahun lalu (2025), Eki Thadan, pemilik penerbit metaforma internusa, menggagas penerbitan buku antologi puisi bertema Ramadan. Mengirimlah saya, cuma satu judul puisi. Lama kali menunggu, seperti tidak ada proses serta progres. Saya antara sabar menunggu dan pesimis terwujud.

Yang jadi faktor sebab musababnya adalah karena Bung Eki Thadan sakit dan mesti menjalani dialysis (cuci darah) dua kali dalam seminggu. Saya maklum dan mengirimkan doa bagi kesehatannya. Di ambang hampir melupakan antologi puisi Ramadan tersebut, ternyata selesai juga layout-nya. Dibagikan pdf-nya.

Buku antologi puisi Ramadan "Dalam Cahaya Ramadan" dari PERRUAS oleh 183 penulis.

Oleh Bung Eki Thadan dikirimkan pdf hasil layout buku ke WhatsApp Grup yang dinamai "Antologi Sufistik" dengan anggota cuma 11 orang. Ternyata jumlah penulis yang tergabung dalam antologi ini sebanyak 22 orang. Ada penulis yang menyumbang cuma satu, ada yang dua, tiga bahkan empat puisi.

Sampai akhirnya pada 26 Januari 2026, tersampaikan kabar di WAG bahwa Bung Eki Thadan yang bernama asli Edi Kayatno bin Thoyib wafat pada pukul 07:21. Rasa duka menyeruak di grup-grup WhatsApp dan media sosial facebook, Instagram, dan lainnya. "Eki Thadan berpulang tanpa meninggalkan utang buku."

***

Pada tahun 2026 Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) dalam rangka menyambut datangnya penghulu bulan (Ramadan) 1447 Hijriah, menaja menulis puisi bertema "Dalam Cahaya Ramadan" dengan tenggat waktu Maret. Dan bukunya telah diluncurkan di Pekanbaru, 18 April 2026 yang lalu.

Saya kirim 3 puisi untuk dipilih satu yang menurut kurator paling bagus. Dan, yang dipilih "Kugenggam 99 Namu-Mu". Ada 183 penulis ASEAN tergabung dalam antologi ini. Buku sudah sampai rumah ketika saya sedang berada di Depok untuk kondangan di Bekasi pada Sabtu 2 Mei 2026 dan baru pulang 5 Mei.

Wajah sampul buku "Khumul" Antologi Puisi Sufistik dari KEPIK (Komunitas Indonesia Kreatif)

Akhirnya buku fisik antologi puisi Ramadan dari PERRUAS ini membayar lunas tak terwujudnya buku antologi puisi "Khumul" yang rencananya diterbitkan penerbit metaforma milik Bung Eki Thadan, tapi hanya sampai bentuk pdf yang dibagikan kepada para penulisnya. Ketimbang tidak jadi sama sekali.

Ada harga yang harus dibayar. Demikian bunyi aforisme yang menegaskan bahwa dalam rangka mewujudkan niat dan keinginan, harus ada yang namanya perjuangan. Itu yang mesti dilakukan. Begitulah adanya. Tak urung terwujud keinginan dengan cara menyandarkannya pada kesabaran.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...