Kemarin pagi muncul hasil kurasi puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko yang diunggah di facebook "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok." Ini adalah suatu hal yang datang. Lalu, saya kirim puisi untuk antologi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Aceh. Ini adalah suatu hal yang pergi. Datang dan pergi, maka begitu judul postingan hari ini.
Kawan penyair di Banjarmasin rupanya tidak ikut mengirim puisi untuk kado ulang tahun Mas Adri Darmadji Woko ini. Entah kenapa dan apa alasannya, ia tidak menjelaskan. Ia justru selalu menanyakan apakah hasil kurasi puisi bertema "kemanusiaan" yang ditaja Ruang Merdeka Inspirasi (RMI), Lingkar Sajak Jaksel, dan Puisi Peduli dalam menyambut HPN.
![]() |
| Ilustrasi untuk 'kemanusiaan' pada Psicologos Standar | Anna Bizon/Gpoint Studio | |
Jika saja apa yang direncanakan tiga komunitas (RMI, LSJ, dan PP) di atas, menerbitkan buku antologi puisi "kemanusiaan" lancar proses dan progresnya, niscaya buku diluncurkan bersamaan dengan Perayaan Hari Puisi Nasional (PHPN) 28 April 2026 di Teater Kecil Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM). Tapi, ternyata tak jelas juntrungannya.
Untuk Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh, tema puisi juga "kemanusiaan". Setiap penulis puisi (pemuisi, penyair) hanya mengirim dua judul saja. Itulah yang saya lepas kemarin. Biar tak ada beban pikiran dan tidak kelupaan atau terlewat. Apakah nanti seandainya lolos kurasi, saya akan hadir di Aceh? Jawabnya belum pasti. Tergantung situasi dan kondisi.

Komentar
Posting Komentar