Pagi tadi pas membuka facebook, grup "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok" mengunggah pengumuman kontributor puisi kado ulang tahun 75 untuk penyair senior, Mas Adri Darmadji Woko, yang akan berulang tahun pada 28 Juni 2026 mendatang.
Hingga limit waktu (deadline) menghimpunkan puisi, terbilang ada 94 penulis puisi (pemuisi, penyair) yang mengirimkan puisi untuk selanjutnya dibungkus jadi kado terindah tuk hari spesialnya penyair sepuh Mas Adri Darmadji Woko. Sayalah orangnya di urutan 94.
![]() |
| Sosok penyair senior Adri Darmadji Woko |
Kado puisi. Begitu narasinya. Daripada kado dalam bentuk material yang bisa musnah setelah momen ulang tahun berlalu, lebih afdal kado dalam bentuk buku. Isinya, ialah testimoni atau pendapat kawan-kawan yang berisi kenangan paling mengesankan.
Kenangan mengesankan itu yang oleh kawan-kawan diungkapkan dalam bentuk tulisan bertajuk "pesan dan kesan" yang tak mesti berisi hal yang bernuansa suka cita, tetapi ada juga yang bernuansa duka lara. Intinya, kenangan pada masa sama-sama berjuang.
Saya memiliki 3 buku yang isinya catatan atau opini dari kawan untuk orang yang akan melewati momen terpenting dalam hidupnya. Pertama, buku momen Ashadi Siregar memasuki usia pensiun dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik UGM.
Sampai pensiun, Ashadi cuma menyandang titel Doktorandus (Drs), dikenal sebagai penulis novel trilogi: "Cintaku di Kampus Biru", "Kugapai Cintamu", "Terminal Cinta Terakhir" dan aktivis mahasiswa di zamannya. Ia kongkow bersama seniman Malioboro.
Seniman Malioboro dari kumpulan anak asuh Umbu Landu Paranggi di Persada Studi Klub (PSK), sering ditraktir oleh Ashadi yang karena statusnya sebagai pegawai negeri, membuatnya paling tajir dan terlihat perlente. Apalagi ia memiliki tunggangan hardtop.
Kedua, buku untuk ulang tahun seniman monolog Butet Kartaredjasa yang ke-60. Buku dengan tebal 532 halaman berjudul "Urip Mung Mampir Ngguyu" ini berisi kisah perjalanan Butet sebagai dramawan dan teaterawan. Terekam dalam "kesan/kesaksian."
Ketiga, buku untuk ulang tahun ke-72 Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Ada 92 penulis lintas profesi memberikan testimoni, bahkan sekadar puisi dari mereka yang bersinggungan langsung atau tidak dengan Cak Nun yang luas ilmu dan pergaulannya.
Tiga orang di atas, Ashadi Siregar, Cak Nun, Butet Kartaredjasa, seniman yang pernah dekat dengan Umbu Landu Paranggi Presiden Malioboro. Mereka bertungkus lumus dengan jalan kesenian masing-masing. Momen ulang tahunnya diberi kado buku.
Saya tentu merasa bungah bisa terlibat dalam 'kerja kelompok' membuatkan kado istimewa bagi ulang tahun ke-75 Mas Adri Darmadji Woko ini. Ada 177 puisi dari 94 penulis (pemuisi, penyair) yang akan dibungkus jadi kado terindah di hari istimewanya.

Komentar
Posting Komentar