Pagi tadi pas buka facebook, grup "Koloni Seniman Ngopi Semeja Depok" mengunggah pengumuman kontributor puisi kado ulang tahun untuk penyair senior, Adri Darmadji Woko, yang akan berulang tahun ke-75 pada 28 Juni 2026 yang akan datang.
Hingga limit waktu (deadline) pengumpulan puisi, terbilang ada 89 penulis puisi (pemuisi, penyair) yang mengirimkan puisi untuk dibungkus menjadi kado terindah bagi hari spesial penyair sepuh Adri Darmadji Woko. Sayalah orangnya di urutan 89.
![]() |
| Sosok penyair senior Adri Darmadji Woko |
Kado puisi. Begitulah narasinya. Dibanding kado dalam bentuk material yang bisa musnah setelah momen ulang tahun berlalu, lebih afdal kado dalam bentuk buku. Isinya, biasanya berupa testimoni atau pendapat kawan-kawan yang berisikan kenangan mengesankan.
Kenangan mengesankan itu yang oleh kawan-kawan diungkapkan dalam bentuk tulisan bertajuk "pesan dan kesan" yang tidak melulu berisi hal-hal yang bernuansa suka cita, tapi ada juga yang bernuansa duka lara. Intinya, kenangan di masa sama-sama berjuang.
Saya punya 3 buku yang isinya catatan atau opini dari kawan untuk orang yang akan melewati momen terpenting dalam hidupnya. Pertama, buku momen Ashadi Siregar memasuki usia pensiun sebagai dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik UGM.
Hingga usia pensiun, Ashadi hanya menyandang titel dokterandus, dikenal pula sebagai penulis novel trilogi: "Cintaku di Kampus Biru", "Kugapai Cintamu", "Terminal Cinta Terakhir" dan aktivis mahasiswa di zamannya. Ia suka kongkow bersama seniman Malioboro.
Seniman Malioboro dari kumpulan anak asuh Umbu Landu Paranggi di Persada Studi Klub (PSK), sering ditraktir oleh Ashadi Siregar yang karena statusnya sebagai pegawai negeri, membuatnya paling tajir dan terlihat perlente. Apalagi ia memiliki tunggangan hardtop.
Kedua, buku untuk ulang tahun seniman monolog Butet Kartaredjasa yang ke-60. Dengan tebal 532 halaman, buku yang berjudul "Urip Mung Mampir Ngguyu" ini berisi kisah perjalanan Butet sebagai orang panggung. Ada juga 'kesan, kesaksian, dan kenangan.'
Ketiga, buku untuk ulang tahun ke-72 Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Ada 92 penulis lintas profesi memberikan testimoni, bahkan sekadar puisi. Tentu, mereka yang bersinggungan langsung atau tidak langsung dengan Cak Nun yang sangat luas ilmu dan pergaulannya.
Ketiga orang di atas, Ashadi Siregar, Butet Kartaredjasa, dan Cak Nun adalah seniman yang pernah dekat dengan Umbu Landu Paranggi si Presiden Malioboro. Mereka bertungkus lumus dengan jalan kesenian masing-masing. Momen ulang tahunnya dikadoi buku.
Saya tentu merasa bungah bisa terlibat dalam 'kerja kelompok' pemberian kado istimewa bagi ulang tahun ke-75 Mas Adri Darmadji Woko ini. Ada 167 puisi dari 89 penulis (pemuisi, penyair) yang akan dibungkus menjadi kado terindah di hari istimewa Mas Adri Darmadji Woko.

Komentar
Posting Komentar