Masih melanjutkan cerita postingan kemarin, 17 Mei berjudul "Yang Pulang Tengah Hari" yang merupakan lanjutan cerita berjudul "Si Darah Manis" pada postingan tanggal 6 Mei, sepuluh hari sebelum ia berpulang.
Jadi, ceritanya, si Bapak yang berpulang ini pensiunan pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Depag (sekarang Kemenag). Setelah pensiun, oleh warga didapuk menjadi ketua RT. Kesibukan lain aktif di komunitas senam.
![]() |
| Ibu-ibu anggota senam seusai senam, menyimak edukasi dari dokter pengelola komunitas. |
Saat kami besuk Selasa, 6 Mei, itu ia katakan sudah dua minggu nggak senam, kawan-kawan curiga kok Pak Syukur nggak nongol-nongol, didatangilah ke rumahnya, ternyata sedang dirawat di RS Bintang Amin.
"Kami sengaja nggak ngomong-ngomong kepada tetangga dan kawan-kawan di komunitas senam, tapi digelitik rasa penasaran, ada kawan senam datang ke rumah. Tetangga juga datang besuk ke sini," katanya menerangkan.
Entah kapan ia pulang dari RS Bintang Amin, mungkin keesokan harinya dari kami besuk itu. Yang jelas masuk RS Urip Sumoharjo hari Selasa, 12 Mei, kondisi kesehatannya terutama saturasi terus menurun dan meninggal.
Kemarin Minggu saya lewat pertokoan (ruko) Springhill tempat mereka biasa senam. Kawan-kawannya senam dengan dress code kaos kuning. Setelah selesai, bapak-bapak yang cuma beberapa orang bergerombol.
Mungkin terselip dalam obrolan mereka tentang salah satu kawan mereka yang begitu semangat dan suka bercanda, kini telah berpulang. Pada akhirnya, sosok lansia energik itu hilang dari pandangan, tinggal kenangan saja.

Komentar
Posting Komentar