Waktu kulineran di “Sego Tempong Warga” Tanah Baru, Depok, ada menu Jukut Goreng. Anak ragil yang tinggal di Jaksel sudah pernah mencicipinya. Spontan ia terlonjak ketika membaca daftar menu ada jukut goreng itu. ditulislah di daftar menu yang dipesan. Sayang, sekian menit kemudian, pramusaji datang.
Membawa
buku daftar menu dan kertas pesanan kami. Pikir kami akan mengonfirmasi ulang
menu yang kami pesan. Tak tahunya memberi tahu bahwa jukut goreng tidak
tersedia. Yah, anak ragil gelo. Kami yang
penasaran pengin coba lebih gelo
lagi. Untuk sementara kami nikmati menu yang ada dulu.
![]() |
| Jukut goreng | foto: RRI | |
Kami
simpan keinginan mencoba jukut goreng jadi tabungan. Nanti kalau ke Jakarta lagi
akan memburunya di mana yang ada. Nah, dua hari lalu anak ragil mengirim video
tiktok tentang jukut goreng di warung kuliner milik Epy Kusnandar (Kang Mus) di
Jakarta Selatan. “Nanti kita ke sana, ya, Dek,” komen ibunya.
Hebohlah
grup WA keluarga dan terpetakanlah rencana “membuka tabungan” keinginan mencoba
jukut goreng yang disimpan. Bakal ke warung Kang Mus berarti nanti bila ke
Jakarta. Etapi, sayangnya gak bakal
ketemu si empunya warung karena Kang Mus sudah berpulang pada 3 Desember 2025
pukul 14:24 WIB.
Oya,
kan istri Kang Mus orang Ranau. Hal ini saya katakan di grup WA keluarga untuk
memberitahu ‘Adek’ (anak ragil) yang meng-share
video tiktok jukut goreng di warung Kang Mus. Apa mungkin istri Kang Mus selalu
ada di situ? Sepertinya nggak
mungkin. Sebagai selebritis tentu dia pepak
kesibukan.
Jukut
adalah bahasa Sunda untuk penyebutan pada sayuran hijau. Ada banyak macam jukut
(siraru, meurit, kamanilan, karukun, pendul, dan pahit). Sedangkan jukut goreng
mengarah kepada jenis selada air (watercress),
bahasa latinnya Nasturtium of ficinale.
Jadi, jukut goreng adalah hidangan khas Sunda.

Komentar
Posting Komentar