Kring, kring, masuk notifikasi pesan WhatsApp dari teman penyair di Banjarmasin. Ia meneruskan pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema MBGendam (Makan Bergizi Gendam). Dari 236 pengirim, lolos kurasi sebanyak 204 dari penyair se-Nusantara.
Pesan WhatsApp ini masuk sekira pukul 21:54, saat saya dan istri sedang dalam perjalanan menuju Depok. Teman penyair Banjarmasin, ini mengucapkan selamat untuk puisi saya yang lolos kurasi. Sayangnya, ia tidak ikut mengirim puisi untuk antologi PMK ini.
![]() |
| Ikon flyer MBGendam | facebook Sosiawan Leak | |
Alasannya ia tidak menyiapkan puisi, entah apa musabab lainnya, tak ia jelaskan. Saya sendiri mengirim 5 (lima) judul puisi. Setelah pengumuman hasil kurasi ini keluar, baru jelas siapa saja kurator yang menyeleksi puisi PMK. Mereka adalah Acep Zamzam Noor, Prof. Achmad Taufik, dan Dr. Sahadewa.
Kang Acep Zamzam Noor dan Prof. Achmad Taufik adalah juga kurator yang memilah-milah puisi untuk antologi "Semesta Ingatan" yang ditaja komunitas Sastra Timur Jawa, Jember. Saya hadir ke acara Temu Karya Serumpun di Seger Nusantara, Jember.
Buku antologi Semesta Ingatan punya saya agak sedikit berbeda dengan yang lain. Karena saya minta ditandatangani oleh Kang Acep dan Prof. Taufik. Hanya sedikit yang memanfaatkan momen minta tanda tangan kepada kurator ini. Saya termasuk yang sedikit itu.

Komentar
Posting Komentar