Langsung ke konten utama

MBGendam untuk PMK

Kring, kring, kring.. masuk notifikasi pesan WhatsApp dari seorang teman penyair di Banjarmasin. Ia meneruskan pengumuman hasil kurasi puisi untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) bertema MBGendam (Makan Bergizi Gendam). Dari 236 pengirim, yang lolos kurasi sebanyak 204 penyair dari seluruh Nusantara.

Pesan WhatsApp tersebut masuk sekira pukul 21:54, saat saya dan istri sedang dalam perjalanan menuju Depok, Jawa Barat. Teman penyair Banjarmasin, ini mengucapkan selamat untuk puisi saya yang lolos kurasi. Sayangnya, ia tidak ikut mengirim puisi untuk antologi PMK ini. Waduhh, nggak satu buku deh kita.

Ikon flyer MBGendam | facebook Sosiawan Leak |

Alasannya ia tidak menyiapkan puisi, entah kenapa musabab lainnya, tak ia jelaskan secara spesifik. Saya sendiri mengirim sebanyak lima judul puisi. Setelah pengumuman hasil kurasi ini keluar, baru jelas siapa saja kurator puisi PMK. Mereka adalah Acep Zamzam Noor, Prof. Achmad Taufik, dan Dr. Sahadewa.

Kang Acep Zamzam Noor dan Prof. Achmad Taufik adalah juga kurator yang memilah-milah puisi untuk antologi "Semesta Ingatan" yang ditaja komunitas Sastra Timur Jawa, Jember. Saya (mengajak istri) menghadiri acara Temu Karya Serumpun di Seger Nusantara, Jember, pada 25--26 Oktober 2025.

Buku antologi "Semesta Ingatan" kepunyaan saya agak sedikit berbeda dengan yang lain. Karena saya meminta untuk ditandatangani oleh Kang Acep dan Prof. Achmad Taufik. Hanya sedikit peserta yang memanfaatkan momen minta tanda tangan kepada kurator begitu. Saya termasuk dari yang sedikit itu.


Komentar