Bah, baru tiga hari panas sudah datang pula hujan pagi ini. Kupikir sudah hendak serius masuk musim kemarau yang menurut BMKG bakal panjang dan kering. Terdengar mengerikan sekali.
Di bawah guyuran hujan yang tak deras dan belum pasti kapan hendak reda, sepertinya enak bila balik lagi ke dalam kemul. Tapi, kopi masih ada setengah cangkir, seruput ah... pelan-pelan, dinikmati gitu.
![]() |
| Masjid Istiqomah Jl. Mangkubumi (Pension) |
Sambil nyeruput kopi, jari bermain-main di tuts keyboard gawai mengetik bahan blog ini. Hendak nulis apa? Biasa, cerita tentang 'safari jumat' yang saya jalani kemarin. Sebuah upaya tuk istiqamah.
Saya kok tertarik salat Jumat di masjid Al-Mahya yang ada di area Gedung Balai Krakatau Jl. Imam Bonjol, mampirlah ke sana kemarin jelang masuk waktu jumatan. Loh, kok sepi, tetapi. What is it?
Saya teruskan perjalanan ke bawah menuju arah Gedong Air. Maksud hendak ke masjid Thoriqul Khoir sepertinya tak terkejar waktu untuk salat Dhuha. Saya putuskan ke masjid Istiqomah saja.
Keberadaan masjid ini terletak di sebelah kiri perempatan pension. Dahulu pernah nunut salat Zuhur. Kali ini saya jadikan tempat 'safari jumat' sebagai bahan pelengkap perjalanan safari saya.
Sepertinya masjid Al-Mahya (nama ini diambil dari nama K.H. Arief Mahya, ayahanda Andi Arief) tidak dipergunakan untuk kegiatan salat jumatan. Faktor apa? Mungkin karena sedikit jumlah jemaahnya.
Ini kasus kedua yang saya alami. Dahulu sih sudah pernah, saya sudah duduk manis di dalam masjid Jamiatul Muslimin Perum BKP Blok Y. Tapi tunggu punya tunggu, kok nggak ada jemaah yang datang.
Saya angkat kaki hijrah ke masjid Al-Azhar, juga masih di Perum BKP, di Blok Z. Untung masih bisa ngeburu salat sunah tahyatul masjid (mengejar barokahnya) sebelum khatib naik ke atas mimbar.
Nah, yang jadi pertanyaan di batin saya, ini masjid Istiqomah ke berapa yang pernah jadi tempat 'safari jumat', tentu perlu menelusurinya jauh ke belakang jejak-jejak 'safari jumat' yang sudah dicatat di blog.

Komentar
Posting Komentar