Pagi, kehendak pergi dikutuk hujan. Baiklah, berdiam diri dulu sejenak mengukur cuaca, ke mana arah angin, apakah akan bisa menjinakkan mendung agar tak lagi hujan turun di tengah hari.
Pagi ini kami rencanakan hendak mengganti mesin jam dinding yang kendati diganti baterai, bisa hidup sebentar, tapi ujung-ujungnya masih juga mati suri. Berarti pokok masalah adalah mesinnya kudu ganti.
"Omega Arloji", kios nomor 254 di Bambu Kuning Trade Center, memang sering jadi tempat kami mengganti baterai jam tangan. Kali ini akan kami datangi untuk ganti mesin jam dinding "stroke".
Tanpa makan pagi terlebih dahulu, kami gegas ke BK (sebutan untuk Bambu Kuning). Berencana sesudah selesai urusan ganti mesin jam dinding, baru makan siang (merapelkan sarapan) di depan Simpur Center.
Sarapan kami kopi + camilan. Sudah lama tidak ke warung makan sederhana, tapi lumayan enak itu. Tiap ke Karang (Tanjungkarang) kami berdua istri selalu menghibur perut lapar di warung makan itu.
Dua jam dinding sekaligus yang akan diganti mesin. Ada orang jam dinding "stroke" dibiarkan begitu saja (jadi hiasan dinding). Padahal, tinggal diganti mesin saja, bisa kembali menunjukkan waktu pukul berapa.
Atau kalau tidak dibiarkan begitu saja di tembok, dijual ke tukang loak. Lebih tragis lagi dibuang ke tempat sampah. Orang yang seperti itu, berarti kurang paham memberdayakan barang miliknya.
Komentar
Posting Komentar