Perjalanan dari Lampung ke Depok Kamis malam dan nyampe Jumat pagi, membuat saya berkesempatan untuk menjalani 'safari jumat' di masjid An-Nahl Ar-Royyan Tanah Baru, Beji, Depok. Dulu kali pertama salat jumatan di masjid ini, pada (31/10/2025), kemarin saya ulangi untuk kali kedua.
Dari yang pertama dulu, saya lihat perubahan makin membuat masjid ini tampak tambah keren. Kehendak membuat penampilan masjid ini lebih bagus terlihat ada progresnya. Kemajuan cukup signifikan kendati tentu seiring dengan kecukupan dana yang tersedia hasil menjaring donasi dari jemaah salat hari Jumat.
![]() |
| Takmir masjid An-Nahl baca pengumuman |
Yang menarik, lantainya bukanlah granit yang licin mengkilap, melainkan marmer biasa yang tidak licin (atau bisa dibilang agak kasar) dengan ukuran 60x60 Cm. terdiri dari dua corak. Satu corak berwarna abu-abu dan satu corak lainnya berwarna putih tulang atau dengan istilah penyebutan lain broken white.
Dengan corak seperti itu, terlihat ruang salat atau shaf jemaah jadi jelas. Satu baris berwarna abu-abu dan satu baris berikutnya berwarna broken white. Begitu seterusnya, ditata berulang baris per baris. Dengan tanpa dilapisi karpet, corak itu akan terlihat lebih indah dan beribadah terkesan lebih syahdu.
![]() |
| Itulah corak keramik lantai masjid An-Nahl |
Tidak tahu ke depannya bakal dipertahankan seperti itu atau baris-baris marmer yang disusun bercorak selang-seling itu bakal ditutup karpet. Menurut saya sih sayang sekali apabila ditutup dengan karpet. Ya kan, apa gunanya dong marmer disusun sedemikian bagus kalau pada ujungnya hilang dari pandangan.
Seperti kegaliban, menemukan masjid yang lantainya dilapisi karpet adalah suatu hal yang biasa dan wajar. Tujuannya tentu demi kenyamanan jemaah saat salat (duduk dalam waktu lama tak kedinginan bokongnya, saat sujud tak risih hidung dan jidatnya bersentuhan langsung dengan dinginnya marmer lantai). Begitu...


Komentar
Posting Komentar