Kemarin, 27 September ulang tahun ke-28 Google. Diingatkan oleh facebook melalui postingan pada 27 September 2021 atau ulang tahun ke-23 Google. Berarti kemarin 5 tahun dari postingan saat Covid-19 sedang gila-gilaannya sampai ada gelombang ke 2 dan berbagai varian baru, seperti Delta, Omicron, dan entah apa lagi untuk membuat orang-orang jirih.
Facebook selalu begitu. Mengingatkan yang sudah lupa, memperbaharui yang sudah usang, menggembirakan yang bermuram. Dan, tentunya juga membuat kecewa dan sakit hati orang yang merasa tersindir oleh postingan musuh dalam selimut. Banyak versi banyak persepsi. Padahal apalah arti facebook, cuma media sosial menjembatani relasi.
![]() |
| Hamzah Batik dilalap si jago merah, tangkapan layar X | video di Thread "upil_jaran2" dan "ravipahlefi" | |
Karena cuma media sosial, tak usah setia amat mencintainya. Tak usah gandrung amat menggunakannya, kecuali kalau sudah diverifikasi menjadi facebook pro yang memungkinkan untuk menghasilkan cuan. Ya, tentu harus rajin dan penting kiranya untuk mengunggah konten demi clickbait, rating, dan views yang distandarkan facebook.
Berguna. Tentu saja. Dari media sosial (medsos)-lah bisa tahu hal-hal penting dan gak-penting. Valid dan gak-valid, fakta atau hoak. Dari X (dahulu twitter) platform medsos yang sudah dikuasai Mas Elon Musk, saya mendapat berita Hamzah Batik (dahulu Mirota Batik) di Jl. Margomulyo 9, Ngupasan (kidul Jl. Malioboro) terbakar pada Senin (27/9/2026) dinihari.
Kabar di medsos adakalanya memberi banyak manfaat. Namun, tak sedikit pula tidak bermanfaatnya. Menariknya, justru media sosial yang menyaru wajah "jurnalis warga" terkadang lebih cepat menyampaikan kabar. Dengan agresif, terstruktur, sistemik, dan masif dengan video 3 detik sudah bisa mengabarkan kejadian yang kebetulan tertangkap kamera hp-nya.

Komentar
Posting Komentar