Antara kelingan karo kelalen (ingat sama lupa), dahulu pernah jumatan di masjid ini. Sudah lama saya jadwalkan untuk 'safari jumat' di sini. Alhamdulillah hari ini kelakon. Ternyata ramai juga jemaahnya, terutama pegawai Pemkot Bandar Lampung yang gedung parkir kantor pelayanan satu atapnya terhubung dengan Masjid Agung Al-Furqon oleh jembatan penyeberangan orang (JPO) Siger Milenial.
Saya sendiri belum pernah naik JPO tersebut. Sepertinya mesti sengaja karena aksesnya harus dari halaman parkir Masjid Agung Al-Furqon atau dari gedung parkir kantor pelayanan satu atap Pemkot Bandar Lampung. Di tengah-tengah jembatan persis di atas ruas jalan Diponegoro ada space semacam gardu pandang, biasa jadi tempat swafoto oleh pengunjung yang naik JPO. Latar belakangnya lalu lintas di bawahnya.
![]() |
| Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung |
Pemkot Bandar Lampung membangun JPO Siger Milenial, sepertinya pengin meniru DKI Jakarta memiliki JPO Instagramable, seperti: JPO Dukuh Atas, JPO Senen, JPO Sudirman tanpa atap, JPO Sumarno, JPO Cakra Selaras Wahana, JPO Tapal Kuda Lenteng Agung. Saat jadi gubernur DKI, Anies Baswedan membangun dan merevitalisasi JPO Tematik Phinisi Karet Sudirman, JPO Bundaran Senayan, JPO Gelora Bung Karno, dan JPO Polda Metro Jaya.
Balik lagi ke 'safari jumat' yang tadi saya lakoni. Jika hendak dikelilingi satu-satu, 861 masjid di kota Bandar Lampung, berarti butuh waktu 861 kali Jumat. 1 tahun ada 52 minggu atau 52 Jumat. Berarti butuh waktu 16 tahun baru komplit salat jumatan di ratusan masjid itu. Butuh waktu 16 tahun lagi 'safari jumat' baru khatam merasakan sujud di hamparan karpet masjid-masjid tersebut. Sementara usia entah berapa tahun lagi.

Komentar
Posting Komentar