Langsung ke konten utama

Journey [Lagi]

Nyambung cerita berjudul "journey" 15/8 with Cakrabuana Gambir--Cirebon, siang ini saya dan istri journey with Fajar Utama Yogya dari Jatibarang to Pasar Senen. Waktu ke Cirebon sebulan lalu, menghadiri ijab kabul putri bungsu Abang. Ke Jatibarang Kamis lalu untuk menghadiri acara "ngunduh mantu" yang diadakan Abang hari Sabtu kemarin. Ceritanya di sini "journey [Lagi]."

Bukan tak ada pilihan kereta pagi. Argo Cheribon yang dahulu itu namanya, tapi kini berganti nama menjadi Gunungjati jadwalnya ada di pukul 06:09. Dahulu naik Argo Cheribon, kepagian masuk Jakarta. Check in hotel kan pukul 14:00, daripada tegambuy di stasiun lama, baru ke hotel, koper kami titipkan di locker luggage storage (penitipan bagasi), lalu makan di Solaria terus kami tinggal jalan-jalan di Senen.

Commuter Line Jabodetabek in the shot 

Journey kali ini akan berhenti di Teduh Simatupang, sebuah hotel di kawasan Pasar Minggu yang sudah di-booking anak ragil. Ia kemarin ultah, kakaknya dari Depok juga diajak nginep di hotel itu. Biasanya diinapkan olehnya di Amaris Kemang. Kali ini ia pilihkan di dekat dengan tempat ia indekos. Tapi, besok bakal agak jauh ke Gambir, Hari Senin lagi, hari yang kemacetan terjadi di mana-mana.

Tapi, ya, dilihat saja besok bagaimana. Kudu siap-siap dari pagi. Sejak dari mandi, tidak masalah kan ada air hangat, sarapan biasanya mulai pukul 06 sudah ready. Yang agak mengkhawatirkan perjalanan ke Gambir, akan ketemu macet itu niscaya. Serahkan saja pada driver taksi online memilih jalan yang hendak dilalui. Pandai-pandailah ia menemukan jalur atau jalan terbaik yang hendak ditempuhnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...