Kemarin sore melihat tubuh gocar yang hendak kami tumpangi seperti dipupuri saya bertanya kepada sopirnya, "Apakah masih ada debu?" Jawabnya, "Masih dikit-dikit."
"Waduh, kayak apa kabar rumah yang habis ditinggal lima hari," kata saya. "Habis dari mana, Pak," tanyanya. "Habis dari Cirebon," jawab saya. Begitulah percakapan kami.
Sampai rumah saya lihat lantai teras tidak begitu kotor karena memang dititipkan sama saudara. Yang dititipkan sebetulnya menyiram kembang. Rupanya teras disentor olehnya.
Sampai rumah pukul 17:11, habis mandi istri ngepel lantai di bagian dalam rumah, mulai dari ruang tamu hingga ke dapur. Beruntung ventilasi sudah ditutup dengan koran.
Yang lebih beruntung lagi sebenarnya "untung masih nyimpan koran" yang bagi orang lain mungkin tidak berguna, tapi bagi saya sangat berguna dan saya tak menjualnya.
Percakapan dengan sopir gocar kemarin sore, membuat pikiran bekerja keras memikirkan seperti apa kondisi rumah setelah ditinggalkan selama lima hari ke Cirebon.
Di Jakarta, waktu hendak makan malam ke Din's Steak Kemang, kami bercakap-cakap dengan sopir gocar. Ia cerita, kaget dengan harga makanan yang murah di Surabaya.
Percakapan di jalan (perjalanan) sedikit banyak menghadirkan pencerahan bagi kita. Mendengar radio gocar yang menyajikan acara interaktif juga memunculkan hal tak terduga.
Kemarin, dari Pasar Minggu ke Gambir, radio gocar menyiarkan interaktif penyiar--pendengar tentang problem rumah tangga. Si pendengar curhat hubungan dengan suami.
Dengan suara terbata-bata sambil menahan tangis. Si pendengar (istri) itu menumpahkan isi hati yang membuat perasaannya terombang-ambing, bingung hendak bagaimana.
Suaminya main dengan WIL, bahkan mereka telah menikah. Dia tak berani "keluar" dari hubungan yang toxic itu karena ada cicilan rumah dan mobil belum lunas.
Cicilan itu dipikul bersama antara dia dan suaminya. Jika perkawinan "dibubarkan" dan rumah+ mobil dijual dia tak mau. Kata penyiar, "Anda butuh tempat curhat."
Disarankan untuk minta advis ke psikolog atau psikiater agar bisa menemukan jalan keluar yang baik bagi hubungan yang tidak sehat antara dirinya dengan suaminya.
Percakapan dengan sopir gocar, dengan orang yang duduk di samping kita dalam kendaraan umum atau mendengar interaktif di radio gocar, ada hal remeh-temeh tapi berguna.
Komentar
Posting Komentar