Mengulang yang pernah terjadi, ke arah Pesawaran lagi saya 'safari jumat' hari ini. Yang saya tuju kali ini Masjid Jami' Nurul Hidayah desa Kurungan Nyawa, agak terus sedikit dari masjid Baitul Amanah desa Margorejo Kurungan Nyawa, tempat saya 'safari jumat' 19 Maret 2026 silam. Halaman tempat parkir luas.
Masuk ke dalam, bentuk bangunannya tidak persegi empat atau persegi panjang, ada sudut yang miring sehingga membuat bangunan masjid seperti penceng. Musababnya karena mengikuti bentuk lahan yang mepet dengan bangunan rumah warga. Di samping kanan merupakan kebun warga yang luas.
![]() |
| Interior Masjid Jami Nurul Hidayah Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran |
Masjid ini dua lantai. Tangga untuk naik ke lantai atas berada di luar, bukan di dalam masjid sebagaimana lazimnya. AC yang terpasang di dinding cuma empat, selebihnya untuk membuat suhu udara jadi sejuk tersedia beberapa kipas angin. Jendela kaca dengan bingkai aluminium membuat ruangan jadi terang, tidak gelap.
![]() |
| Buku dan kaos "Menggantang Asap Puisi" |
Pulang dari 'safari jumat', belum lama duduk datang Pak Pos mengantar paket buku antologi "Menggantang Asap Puisi" besery kaos dengan tulisan yang sama dengan judul buku, dikirim penerbit Teras Budaya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Buku ini merupakan proyek penulisan puisi bersama yang ditaja Dapur Sastra Jakarta.
Tiga untai puisi yang saya kirim dimuat semua. Berarti ketiga-tiganya lolos kurasi dan dinilai layak masuk dalam buku antologi "Menggantang Asap Puisi" yang menghimpun 136 penulis. Adapun puisi yang terhimpun sebanyak 329 judul. Ini buku antologi puisi pertama bersama Dapur Sastra Jakarta (DSJ) yang saya ikuti.
![]() |
| Sampul depan dan belakang buku |
.



Komentar
Posting Komentar