Lazimnya waktu yang dicantumkan di surat undangan hajatan walimatul urusy adalah pukul 08 sampai selesai untuk prosesi ijab kabul, lalu dilanjutkan pukul 10:00 sampai selesai untuk acara resepsi. Tapi, Abang saya mencantumkan pukul 11 pada acara resepsi "ngunduh mantu" yang ia lakukan. Kurang lazim.
Ngunduh mantu saya apit pakai tanda kutip karena kurang lazim juga. Sebab, lazimnya yang ngunduh mantu itu keluarga mempelai pria. Ini yang ngunduh mantu Abang saya, anaknya yang jadi mempelai wanita. Agak laen ini, ngunduh mantu terbalik demi harapan terbaik tentunya, bagi keluarga dan kedua mempelai.
![]() |
| Ornamen tenda di gedung tempat acara |
Ijab kabul sudah dilaksanakan 15 Agustus lalu. Yang punya "hajat" kedua mempelai dengan biaya ditanggung berdua. Dilaksanakan di Metland Hotel Cirebon dengan konsep intimate wedding yang diundang besti keduanya dari lingkungan kerja serta keluarga besar kedua belah pihak dengan jumlah terbatas.
Sementara tetangga dan teman Abang dan Yayu lumayan banyak dan tidak diundang dengan pertimbangan intimate tadi (jumlah undangan terbatas) dan lokasi acara yang jauh dari Jatibarang. Maka, demi harapan terbaik, Abang dan Yayu menggelar hajatan lagi untuk mengundang tetangga dan teman tersebut.
Harapan terbaik yang Abang dan Yayu maksud adalah menghindari fitnah. Rumah di Jatibarang kok hajatan nikah di Cirebon, seolah-olah ada yang disembunyikan. Dengan hajatan "ngunduh mantu" terbalik ini, Abang dan Yayu maklumatkan kepada tetangga dan teman (persaudaraan haji), bahwa semua baik-baik saja.

Komentar
Posting Komentar