Tadi saya dan istri lewat depan bekas kantor LE Jl. Diponegoro, Kupang Teba. Saya pikir masih kosong tak berguna, ternyata difungsikan jadi markas Badan Gizi Nasional (BGN) entah milik siapa.
Di gedung berdinding kaca gelap dan sekat-sekat kaca, itulah dulu (tahun 2000) saya terbirit-birit lari dari lantai 3 turun ke bawah dan keluar dari gedung karena digoda makhluk astral penunggu gedung itu.
Sepertinya makhluk astral di situ tak senang tempat tinggal mereka dikotori dengan gerakan dan bacaan salat. Mereka pengin tempat itu suci sebagaimana mereka tinggal di kegelapan, bebas dari ruh islami.
Karena selesai kerja malam saya salat lalu berebah tidur, pagi baru pulang ke rumah di BKP. Pikir si makhluk astral di situ, "Ini siapa berani-beraninya tidur di sini, digodain dulu, ah." Ya, takutlah saya.
Tadi sambil lewat saya sempatkan menoleh, lho jadi markas BGN rupanya. Untuk membatasi akses orang yang tidak berkepentingan, dipasang pagar seng di halamannya. Khusus karyawan yang boleh masuk.
SPPG atau dapur MBG mana pun, selalu ada tulisan sakral itu. Selain karyawan tidak boleh ada yang masuk tanpa izin. Kantor atau proyek plat merah memang begitu aturannya. Tak bisa leluasa masuk.
Saya hanya bisa menoleh saja, tak berani memotret. Ya, untuk mengenang kengerian yang pernah saya alami berpuluh tahun silam. Kerak sejarah atau debu zaman saat berkutat perjuangan membeku di kepala.
Komentar
Posting Komentar