Pada postingan 2 Juni
berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung
soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk
dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya.
Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari.
![]() |
| Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur |
Nah, sore tadi, Rima
putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya istri.
Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri
sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan
tempat mereka mengajar, tentu saja.
Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pada satu sekolahan dan setelah istri pensiun pun mereka masih sering ketemuan, jalan-jalan, makan dan healing. Begitulah kalau bestian, saling jenguk bila ada yang sakit. Saling support dalam gawean. Pokoknya mereka enjoy, ceria, hebring, dan happy.
Nah, dikasihkanlah
tadi buku Yaa Siin Pak Syukur yang waktu tahlilan peringatan 40 hari dulu tidak
dibagikan karena dicetak terbatas, takut kalau tidak semua pentakziah kebagian.
Tamu lumayan ramai karena Pak Syukur kan ketua RT dan aktif jemaah di masjid serta
senam tiap hari Minggu.
Ini benar-benar puisi
di buku Yaa Siin. Ini di luar kegaliban yang biasa saya temukan di buku Yaa Siin
berupa curahan kesedihan dari pihak keluarga. Itu pun bisa jadi berupa copy paste atau
duplikasi dari buku Yaa Siin lain oleh desain sampul saat mengorder sampul buku Yaa Siin di
percetakan.
jgffkfkk

Komentar
Posting Komentar