Langsung ke konten utama

Kecepatan Datang

Masuk waktu syuruk, saya dirikan salat Isyrak kemudian melanjutkan tadarus membaca juz 23 yang belum selesai. Guna menambah durasi jam tidur, saya merebahkan tubuh. Bangun pukul 08.30 gak langsung mandi, scroll-scroll dulu barang setengah jam.

Setelah mandi dan salat Dhuha, start pukul 10.00 saya geber membaca juz 24 hingga selesai dan nyambung ke juz 25 hingga menjelang Zuhur, dapat setengah juz. Saya berangkat ‘safari ramadan’ dengan tujuan masjid Al-Amin di Blok T dengan menyeberang jalan 2 jalur.

Jemaah salat Zuhur di masjid Jabal Nur

Sayangnya, saya salah membelokkan motor. Bukan mengarah jalan menuju ke masjid Al-Amin, melainkan ke jalan arah masjid Jabal Nur di Blok Q. ya, sudah… saya parkir motor dan masuk ke dalam masjid. Olala… ada jehula rupanya di dalam, menunggu waktu Zuhur.

Apa mereka menginap di situ, ya? Saya tak berinisiatif menanyakan hal itu kepada siapa pun. usai salat, saya langsung pulang dan kembali melanjutkan tadarus yang tersisa setengah juz hingga selesai. Jadi, pada hari ini, saya menyelesaikan bacaan hingga juz 25.

Tadi siang, kembali saya hendak ke masjid Al-Amin. Sepertinya saya kecepatan datang, masih sepi karena belum ada yang datang hendak azan sehingga saya berasumsi masjid ini tidak dipakai. Sebuah asumsi yang sebenarnya sangat tidak masuk akal. Mustahil.

Jemaah salat Zuhur di masjid Al-Azhar 

Akhirnya saya ke masjid Al-Azhar di Blok Z. Di dalam masjid baru ada 3 orang. Satu bapak yang menunggu detik-detik waktunya ia kumandangkan azan Zuhur dan yang dua orang adalah bapak bersama anaknya. Saya langsung mendirikan salat tahyatul masjid lebih dulu.

Setelah ketemu selah-nya kemarin, tadarus jadi nikmat tanpa diganggu kantuk. Tidak lagi satu ayat menguap… satu ayat menguap… besok bakda Subuh saya masuk juz 26 dan mudah-mudahan bisa beroleh 3 juz seperti tiga hari berjalan ini sehingga tadarus sampai juz 28.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...